Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Demi cinta


__ADS_3

Ardy menelpon Nadiya setelah sadar bahwa semalam dia tidak pulang.


"Kamu ngga pulang pa semalam?" Nadia bertanya dengan suara Khawatir.


"Iya ma. Papa minta maaf. Semalam papa lembur dan ketiduran dikantor."


"Mama berulang kali telp, tapi ngga tersambung. Mama jadi khawatir."


"Iya. Papa kehabisan baterai."


"Padahal mama sudah masak makanan kesukaan papa." keluh Nadiya kecewa karena suaminya tidak makan masakanya, padahal dia sudah memasak dengan penuh cinta.


"Maaf ma. Lain kali papa akan kasih tahu mama kalau lembur lagi. Jadi mama ngga perlu masak makan malam."


"Iya pa. Papa udah sarapan belum?"


"Belum sebentar lagi."


"Jangan telat sarapan pa. Jaga kesehatan papa."


"Ya udah dulu ya ma. Nanti papa telp lagi."


"Iya pa."


Ardy tidak bisa pulang kerumah setelah apa yang dia lakukan tadi malam. Saat ini Ardy tidak bisa menghadapi Nadiya apalagi menatap matanya. Ardy membutuhkan waktu untuk menenangkan pikirannya saat ini.


Ardy kemudian pergi ke Apartemen Elis. Saat itu Elis sudah siap kekantor, tiba-tiba Ardi menelpon dari tempat parkir. Kemudian Elis turun dan menemuinya.


"Kamu ngga kekantor?" Tanya Elis yang melihatnya kusut banget.


Ardy menggeleng.


"Kenapa? Ada masalah?"


Ardy mengangguk. "Ya udah yuk, naik keatas!" Mereka kemudian berjalan ke kamar Elis.

__ADS_1


"Sudah makan belum?"


Ardy menggeleng. Pikiranya lagi ngga tentu arah. Pertanyaan Elis juga cuma dijawab dengan anggukan atau gelengan kepala saja. Ardy sedang malas berbicara.


"Aku pesenin makanan ya?"


Ardi mengangguk.


"Kamu kenapa sih? Dari tadi cuma menggeleng, mengangguk, nggak jelas amat!" Elis mulai kesal. "Ada apa? Ngga biasanya kamu begini. Sikap kamu aneh tahu ngga?"


Ardy juga cuma menggeleng, dan mengangguk.


"Kamu seperti orang kerasukan jin bisu? Bikin aku takut aja!"


Makanan yang mereka pesan sudah tiba. Dengan cepat Ardy langsung makan dan menghabiskanya. Elis hanya bengong melihat Ardy makan sangat lahap. Elis hanya mengelus dada melihat tingkah Ardy kali ini. Belum pernah Elis melihat sisi aneh dari laki-laki setampan dan sepandai dia. Elis bergumam sendiri dan melihat jam ditanganya, membuatnya teringat kalau hari ini dia ada meeting.


"Aku ada meeting. Kamu mau pulang apa mau tetap disini?"


"Kamu pergi saja. Aku mau istirahat disini." Setelah kenyang perlahan-lahan kekacauan dalam pikiranya agak membaik.


"Oke. Aku pergi dulu. Nanti kalau kamu pulang, kamu kunci saja. Ini kuncinya." Kata Elis.


Joan menelpon Dara. Dara sedang sibuk memasang beberapa lukisan dirumahnya yang mewah.


"Hari ini aku ngga pulang."


"Kenapa mas?"


"Kamu lupa? Kalau malam ini aku harus kerumah Karina. Bilang pada Kiara kalau papanya keluar kota."


"Iya mas." Dara menaruh telepon dan membiarkan lukisanya miring sebelah. Tadinya dia begitu bersemangat, tapi entah kenapa setelah berbicara pada Joan, mood Dara jadi berubah.


Dara lupa jika hari ini adalah hari terakhir waktunya bersama Joan. Malam ini dan hari berikutnya adalah milik Karina. Kadang dia tak percaya pada keputusanya sendiri, untuk berbagi cinta suaminya dengan wanita lain. Dan tak pernah terduga sebelumnya, jika dia dan suaminya bisa membeli segalanya dan hidup sebagai orang kaya.


Suaminya menjadi manajer perusahaan Alexander dan hidup sebagai orang terpandang. Bahkan sekarang Dara tidak perlu lagi bekerja pada Tuan Adam. Meskipun Tuan Adam sering menghubunginya agar Dara kembali bekerja. Tapi saat ini uang bukan lagi masalah baginya, tapi menjaga dan mengasuh putrinya telah menjadi prioritasnya.

__ADS_1


Dirumah besar itu Dara tinggal berdua dengan putrinya dan suaminya, juga ada sopir pribadi, dan 5 asisten rumah tangga yang membersihkan rumah dan melayaninya.


Karina menyusul Joan ke kantornya. Bertemu dengan beberapa pegawainya yang memberi hormat padanya. Karina berusia 33 tahun. sedangkan Nadiya 25 tahun. Karina memang anak dari papanya Nadia, dan saat ibu Karina hamil usianya masih remaja. Sehingga mereka tidak menikah karena Tuan Alex kuliah keluar negeri.


Dan saat tahu bahwa ternyata Tuan Alex punya anak selain Nadiya maka dia kemudian mencarinya. Ibu Nadiya tidak bisa menerima kenyataan itu dan akhirnya memilih bercerai. Karena Sofia ibu Karina merupakan cinta pertama Tuan Alex. Tapu rupanya Sofia punya niat ingin menguasai harta dan memiliki Tuan Alex seutuhnya, sehingga sering meneror ibunya Nadiya. Karena tidak tahan lagi dengan kelakuan Sofia ibu Nadiya pindah ke desa. Dan menjauh dari kehidupan mantan suaminya.


Karina mengenal Joan disebuah kafe dan hubungan mereka berlanjut hingga Karina jatuh cinta padanya. Joan dan Karina punya banyak kecocokan dan merasa nyambung saat berbicara. Sehingga Karina semakin yakin dengan pilihanya. Karina tahu jika Joan sudah berkeluarga dan punya seorang putri. Tapi dia juga ngga keberatan dan mau menjadi istri kedua Joan.


Tapi itu menjadi rahasia mereka berdua. Baik Tuan Alex maupun istrinya Ibu Sofia, tidak tahu jika pada kenyataanya Joan sudah berkeluarga. Hal itu memang sudah menjadi kesepakatan mereka untuk merahasiakannya. Karena sifat ibunya yang keras, maka Karina tidak berani jujur. Karena jika jujur maka hubungan mereka pasti tidak direstui.


Joan sangat beruntung menikahi gadis secantik dan sekaya Karina, yang demi cintanya pada Joan, apapun yang diminta suaminya, dia berikan dengan segera. Bagi Karina uang tidaklah begitu berharga, cintanya adalah segalanya. Karina sangat berbeda dengan ibunya. Demi harta ibunya rela melakukan apa saja, sedangkan Karina demi cintanya dia rela memberikan segalanya.


Bahkan Ibu Sofia rela meninggalkan suaminya yang telah merawat Karina sejak kecil. Saat tahu bahwa Tuan Alex yang kaya raya mencarinya dan putrinya, maka tanpa dosa dia menceraikan suaminya. Yang telah menutupi aibnya saat hamil tanpa suami. Tapi demi harta, ibunya lupa pada apa yang telah dilakukan mantan suaminya, yang telah menutup aib dan menjaga nama baiknya.


Karina sangat kesal pada ibunya karena telah bertindak semaunya. Tapi meskipun kesal, dia juga tetap tidak menaruh dendam padanya. Kadang saat Karina merindukan ayah tirinya, maka dia akan menemuinya tanpa sepengetahuan ibunya. Ibunya bahkan melarang Karina berhubungan dengan ayah yang telah merawatnya hingga remaja.


"Mas....."


"Karina? Kamu datang kesini. Kamu takut aku akan lupa jika hari ini adalah milikmu?"


"Tidak mas. Aku hanya ingin makan malam bersamamu. Sebelum kita pulang kerumah. Empat hari rasanya lama sekali bagiku." Kata Karina sambil duduk dipangkuan suaminya.


"Ya sudah. Apa kita mau pulang sekarang?"


"Emang pekerjaan kamu sudah selesai mas?"


"Sudah. ni tinggal sedikit lagi."


"Ya sudah selesaikan saja mas. Aku tunggu disini."


"Bener ni? Gapapa?"


"Iya mas. Selesaikan saja."


"Kalau ada kamu disini, kerjanya jadi semangat."

__ADS_1


"Kamu bisa aja mas."


Kemudian setelah Joan menyelesaikan pekerjaannya mereka pergi sambil bergandengan tangan.


__ADS_2