Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
KARYA KELIMA "Menikahi CEO posesif dan Arogan"


__ADS_3

Mereka menganggapku pelakor dan membenciku. Mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Seluruh dunia menentang pernikahan kami.


Mereka berfikir aku adalah perusak rumah tangga orang. Itu sudut pandang mereka tentang diriku.


Ikut Lomba "Konflik Rumah Tangga"


POV. Pelakor


Mohon dukungannya, terimakasih 🙏🙏🙏


Seorang artis papan atas bernama Catty sedang show di kota ku, sebut saja kota Cemara.


Aku adalah salah satu fans beratnya. Akupun berusaha maju kedepan agar bisa mendekati panggung dan melihatnya dengan jarak dekat.


Aku ingin bertemu dan bisa berbicara dengannya. Aku terus berusaha menembus kerumunan orang dari belakang dan saat ini aku hampir sampai dibagian paling depan, hingga bisa melihat dengan jelas artis idolaku.


Sekarang aku berdiri paling depan, dan saat dia meminta salah satu penonton untuk maju dan menyanyikan lagu terbarunya, akupun berinisiatif untuk mengangkat tanganku.


"Ya kamu! Silahkan naik keatas," akupun langsung bersemangat dan naik ke panggung.


Karena aku sudah terbiasa bernyanyi dan berada diatas panggung sejak kecil, akupun tidak merasa gugup dan canggung lagi.


Aku segera menyanyikan lagu miliknya yang baru saja dirilis. Semua penonton terpukau mendengar suaraku bahkan Mbak Catty tidak berhenti menatap ke arahku sambil tersenyum.


Aku berjabat tangan denganya dan dia mengucapkan kata yang membuatku seperti dekat dengan impianku.


"Suaramu sangat bagus. Kami semua terpukau mendengarnya, terimakasih," aku lalu turun ke panggung dan seorang asisten managernya menemuiku.


Dia mengajakku berjalan kebelakang panggung dan menawariku untuk berduet dengan Mbak Catty.


Akupun sangat senang dan langsung menerima tawaranya. Aku pulang dan membereskan bajuku, semua baju aku masukkan kedalam koper.


Saat aku akan pergi, ibu menangis dan aku tidak sanggup melihat airmatanya.


"Hati-hati nak, kita yang akan kau kunjungi adalah kota besar. Orang bilang sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam kota JK."


"Baik Bu, saya akan menjaga diri," aku pun pergi dan sudah ditunggu oleh mbak Catty dibandara.


Dari jauh kulihat asintenya melambaikan tangan padaku dan kami lalu naik pesawat sampai dikota JK.

__ADS_1


"Kau akan tinggal dirumahku. Nanti akan aku tunjukan kamarmu." Mbak Catty lalu turun dari mobil dan aku mengikuti dibelakang nya.


Usiaku 21 tahun dan mbak Catty 27 Tahun. Usia kami terpaut 6 tahun, tapi meskipun begitu, kami seperti seumuran karena wajah Mbak Catty yang terawat dan terlihat awet muda.


"Ini kamarmu. Istirahatlah dulu. Nanti malam kita akan bertemu dengan kru dan managerku." kata Mbak Catty lalu naik kelantai dua.


Rumah itu sepi dan tidak ada siapapun saat aku datang. Sore hari aku lihat mbak Catty ada dipintu menyambut suaminya yang baru pulang kerja.


Aku tersenyum mengangguk hormat pada suaminya. Tinggi, gagah, tampan dan kaya raya, itu yang aku pikirkan saat pertama kali melihatnya.


Dia hanya menatapku sekilas lalu memeluk istrinya dan mencium keningnya. Aku memalingkan mukaku dan mengambil majalah yang ada dimeja dihadapan ku.


Mereka pasangan yang serasi, itu yang terbesit kedalam benakku.


Singkat cerita, aku menjadi penyanyi papan atas dan juga artis terkenal setelah menyanyikan lagu ciptaan mbak Catty.


Aku juga kadang berduet dengannya untuk beberapa lagu. Sampai suatu malam, saat kami pulang dari show, terdengar suara pertengkaran dari lantai dua.


Aku kaget saat keluar dari kamar mandi. Aku baru saja mandi dan akan segera tidur. Namun suara dilantai dua terdengar semakin keras, aku lalu keluar kamar dan ingin melihatnya.


Tiba-tiba saat aku akan naik keatas, aku lihat mbak Catty keluar dari kamar suaminya dengan membawa koper yang baru saja dia bawa. Dia membawa keluar koper itu, aku pun langsung masuk kamar lagi dan membiarkan pintunya terbuka sedikit.


"Jika kau tidak masuk maka aku tidak akan memanggilmu untuk kembali!" ancam suaminya.


"Aku muak padamu! Aku akan pergi dan tidak akan kembali!" Kata Mbak Catty penuh amarah.


"Kau memang ibu yang tidak bertanggung jawab! Kau hanya peduli pada karirmu! Kau tidak memikirkan kami!" teriak suaminya juga tidak kalah keras.


"Salahkan saja aku! Kau selalu begitu! Dari dulu kau selalu mempermasalahkan karirku!" Teriak Catty dan suaminya berdiri dari lantai atas.


"Catty, jika kau benar-benar pergi, kau pasti akan menyesal!" Teriak suaminya.


"Tidak! Aku tidak akan menyesal. Kau membuat kuenderita, pernikahan! Aturan! Ini ngga boleh! Itu ngga boleh! Kita jalan masing-masing saja mulai sekarang!" Teriak Catty lalu membuka pintu rumah dan mengambil kunci lalu pergi dengan mobilnya.


Deng!


Suara pintu tertutup dengan keras.


Brak!

__ADS_1


Aku terkejut lagi. Lagi-lagi suara pintu tertutup dengan kasar.


Aku lihat mas Andrian turun dari lantai dua dengan menggendong putranya yang berusia 7 tahun.


Akupun keluar.


"Tolong bukakan pintu," kata Mas Andrian tanpa melihat wajahku.


Karena aku berdiri dipintu maka aku berjalan untuk membuakakan pintu untuknya. Aku beranikan diri untuk bertanya.


"Kenapa dengan Rio?" tanyaku pelan.


"Dia demam. Aku akan membawanya kerumah sakit," kata Mas Andrian.


"Apakah saya boleh ikut?" Aku pikir mungkin aku bisa membantunya.


Mas Andrian mengangguk.


Akhirnya aku yang mengemudi dan Mas Andrian memangku Rio.


Dua hari kemudian Rio sudah sembuh tapi dia merindukan ibunya.


Mbak Catty tidak bisa dihubungi dan Rio terus menanyakanya. Hingga untuk menghiburnya, mas Andrian mengajakku pergi ke sebuah wahana bermain untuk menemaninya.


Dari situlah aku mulai mengaguminya, ternyata dia adalah sosok ayah yang sangat menyayangi anaknya.


"Catty tidak menghubungimu? Kalian tidak ada show?" katanya memecah kesunyian diantara kami.


"Ehm, tidak. Jadwal kami kosong dua Minggu ini. Entah kenapa mbak Katty menolak semua acara dua Minggu kedepan."


"Ohh," hanya itu percakapan kami. Mas Andrian, usianya lebih tua jauh dariku. Usianya 30 tahun, jarang berbicara dan hanya kalau ada hal penting maka akan bertanya padaku.


Satu Minggu kemudian, sebuah surat diterima oleh suaminya. Isinya tentang gugatan perceraian, saat itu aku lihat tangan mas Andrian gemetar saat memegang surat itu.


Aku lihat dia mengusap dua titik air mata dari sudut matanya. Dia melipat surat itu lalu naik keatas tanpa makan malam.


Sejak kepergian Mbak Catty, aku mengurus semua keperluan keluarganya. Dari memasak, menyiapkan tas sekolah Rio, dan mengurus neneknya yang terbaring di tempat tidur.


Sudah jam 9 malam, tapi mas Andrian tidak turun juga dari kamarnya. Aku saat ini berdiri didepan pintu kamarnya. Aku berdebar, aku takut dia akan marah saat aku mengingatkanya untuk makan malam.

__ADS_1


__ADS_2