Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Andro dihari pernikahan Sasha


__ADS_3

Regan menemui Sasha dan melihat anak yang sudah dilahirkannya.


"Dia mirip denganmu." Kata Regan saat mereka bertemu.


"Bagaimana kau bisa tahu rumahku?"


"Vano yang memberi tahu. Dia mengontrak dekat dengan rumahmu."


"Aku tahu. Dia terus mengawasiku. Tapi jika Tante tahu maka kau...."


"Sebagaimana Oma dan Om menemuimu. Kami tidak mengatakan apapun kepada mami. Mami masih belum bisa menerima kenyataan ini."


"Iya tidak papa. Aku juga tidak marah sama Tante. Tante wajar membenciku, semua orang juga akan marah jika suaminya melakukan kesalahan seperti itu."


"Apakah kau sudah bertemu papi?"


"Sudah. Saat pertama kali aku melihatnya, aku hampir tidak percaya jika ternyata papi adalah om Arya."


Kata Sasha mengenang saat pertama kali dia bertemu dengan Arya yang tidak lain adalah Ardy yang sudah mengoperasi wajahnya untuk melarikan diri.


"Ya, aku juga tidak menyangka. Papi begitu terobsesi dengan mami. Papi masih belum bisa menyadari kesalahannya, hingga dia harus mengubah identitasnya demi bisa dekat dengan mami."


"Bagaimana reaksi om Prasetyo saat tahu hal itu?"


"Pasti om sangat marah. Karena papi bekerja dikantor mami, dan bahkan pernah tinggal dirumah. Kau ingat kan, saat itu kau juga ada dirumah."


"Iya benar. Tapi....sekarang aku lihat papi sudah banyak berubah. Papi sudah menyadari kesalahannya. Aku sering menemui papi dan membawakan makanan untuknya."


Kata Sasha yang hampir setiap hari menjenguk papinya dan membawakan makanan untuknya.


"Orang dewasa memang kadang melakukan kesalahan yang tidak masuk akal. Dan mereka sulit berbaikan sebagaimana anak-anak yang setelah bertengkar mudah untuk berbaikan lagi."


Kata Regan yang melihat Sasha tertunduk entak apa yang dia pikirkan.


***


Saat ini Regan dan Vano sudah menyelesaikan kuliah mereka. Vano lalu meminta ijin kepada papanya jika dia akan menikah.


Papanya senang karena akhirnya Vano sudah dewasa dan bisa membuat keputusan dengan benar. Papanya berfikir jika dia akan menikah dengan orang lain, dan bukan dengan gadis yang bahkan sudah melahirkan sebelum pernikahan.


"Kapan kau akan membawa gadis itu kemari?"

__ADS_1


"Nanti malam." Kata Vano senang karena akhirnya bisa meyakinkan Sasha jika dia bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk anaknya.


Vano lalu masuk kekamarnya dan bersiul bahagia, karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Sasha.


Malam harinya Papanya dan Jeslin sudah duduk menunggu dimeja makan.


Sasha sudah berangkat dijemput oleh Vano, tidak lama kemudian mereka sampai dirumah Vano.


Awalnya Sasha ragu untuk masuk kedalam rumah mewah itu, apalagi bertemu dengan orang tua Vano. Tapi Vano terus meyakinkan dirinya jika dia pasti akan diterima oleh keluarganya.


Karena jika tidak, Vano tetap akan menikahinya meskipun namanya akan di coret dari daftar warisan.


Dia punya alasan yang kuat untuk tetap menikahi Sasha.


Vano masuk lebih dulu lalu baru Sasha berjalan pelan dibelakangnya.


Hhhhhh


Ibu tirinya nampak kaget dan shock hingga mulutnya menganga lebar.


Sementara papanya biasa saja, karena papanya berfikir jika Sasha adalah gadis yang berbeda, karena dia datang tanpa membawa anaknya yang sudah bisa berjalan.


Papanya Vano belum pernah bertemu Sasha sebelumnya. Yang menemui Sasha saat itu adalah anak buahnya.


Sasha tersenyum ramah dan Vano menggandengnya untuk duduk dan makan bersama dengan keluarganya.


"Sasha!?" Jeslin nampak terkejut.


Suaminya lalu menatapnya heran karena ternyata istrinya sudah mengenalnya.


"Ayo duduklah sini." Kata Papanya Vano ramah.


"Tante...." Panggil Sasha pada Jeslin karena dia adalah calon mertuanya.


Jeslin nampak mengangguk dan masih bingung dengan semuanya.


"Dia adalah kekasih Vano. Namanya Sasha. Kami akan menikah pekan depan."


"Apakah kalian benar-benar akan menikah dan sudah siap?" Tanya papanya Vano saat melihat Sasha terlihat seperti dari keluarga baik-baik.


Sasha tersenyum dan atas perintah Vano dia tidak boleh banyak bicara atau rencananya akan gagal.

__ADS_1


"Iya Om, Tante...."


"Baiklah jika begitu. Kalian persiapkan pernikahanya, nanti Om akan datang kesana." Kata Papanya Vano tanpa banyak bertanya.


Setidaknya Vano tidak menikah dengan gadis sebelumnya, yang sudah melahirkan dan bahkan punya anak, pikir papanya.


***


Hari pernikahan mereka diadakan secara besar-besaran. Banyak orang diundang untuk menghadiri pesta pernikahan Sasha dan Vano.


Vano tidak ingin keinginanya kali ini gagal, dan dia tetap keras kepala untuk tidak mempublikasikan anak Sasha.


Saat itu anaknya dititipkan ke asisten dirumahnya.


Sasha juga tidak ingin anaknya mendapat hujatan dari publik dan juga diketahui oleh Andro, diapun setuju pada keinginan Vano.


Nadiya dan Prasetyo diundang dan Oma juga ikut kesana. Regan menyusul belakangan dengan Edsel dan juga Eiden.


Nadiya sangat terkejut saat tahu jika yang berdiri dengan gaun putih dan terlihat sangat cantik itu adalah Sasha.


Namun karena demi menghormati sahabatnya maka Nadiya tetap berada disana.


Sedangkan Prasetyo dan Oma juga Regan nampak tersenyum bahagia karena mereka bahkan ikut mempersiapkan pesta pernikahan mereka.


"Pras! Apakah aku tidak salah lihat? Itu Sasha bukan?"


"Ya benar. Dia sekarang menjadi menantu temanmu, Jeslin. Mereka akan menjadi keluarganya." Kata Prasetyo.


Arya sengaja tidak datang karena tidak ingin media mempermalukan putrinya dihari bahagianya.


Dia diundang oleh Sasha dan juga Vano, namun setelah memikirkan kemungkinan terburuk, akhirnya Arya atau Ardy tidak datang kesana.


Sementara Nadiya berdiri tidak jauh dari Jeslin. Namun saat ingin bertanya lebih jauh pada Jeslin, temanya tampak sedang berbicara dengan orang dikantornya yang tidak lain adalah Andro.


Mereka berbicara pelan sehingga Nadiya tidak ingin mengganggunya.


Tidak ada yang mencurigai mereka karena Andro memang satu pekerjaan dengan Jeslin, orang berfikir jika mereka berbicara tentang pekerjaan.


Setalah pesta usai, Jeslin berniat memberitahu suaminya jika Sasha adalah gadis yang sama yang saat itu melahirkan sebelum menikah.


Jeslin tahu itu dari Andro, Andro rupanya sakit hati dengan Sasha dan ayahnya yang saat itu menghajarnya, dan berniat merusak hubungan yang baru saja terjalin.

__ADS_1


Namun karena suaminya langsung tidur karena kelelahan, akhirnya Jeslin menunda niatnya.


Andro sendiri juga tidak tahu jika yang dilahirkan Sasha adalah benihnya. Karena Andro berfikir yang dilahirkan Sasha adalah anak dari Vano, karena mereka berpacaran.


__ADS_2