
Hari ini semua anggota dewan dan para pemegang saham sudah berkumpul dan duduk untuk pemilihan CEO yang baru.
Mereka terlihat berbisik-bisik dan membicarakan tentang Prasetyo dan Nadiya yang menyewa rahim orang lain demi mendapatkan keturunan.
Sedangkan dalam masyarakat saat ini hal seperti itu masih menjadi pertentangan. Ada yang mendukung dan ada yang mengatakan menentang metode seperti itu.
Ibu Prasetyo nampak duduk dibarisan paling depan. Prasetyo baru saja datang dan akan memberikan penyambutan dan pencapaiannya selama dia menjadi CEO.
Dia berjalan dengan santai dan tanpa tekanan atau terpengaruh dengan berita yang menurutnya itu privasi setiap orang, sehingga tidak perlu diklarifikasi.
Nadiya datang belakangan karena dia tadi ketempat Edsel dan Eiden terlebih dahulu, sehingga dia menyuruh Prasetyo untuk berangkat tanpa menunggunya.
Nadiya baru saja turun dari taksi karena dia akan pulang bersama Prasetyo setelah acara selesai, sehingga dia tidak perlu mengendarai mobil sendiri.
Taksi itu berhenti diseberang jalan, Nadiya lalu menyeberang, dan tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kencang dan akan menabraknya.
Namun seseorang menyelamatkanya dan justru dia yang tertabrak.
Duaaarrrr!!!!!
Brrrrraaaakkk!!!
Nadiya terpental karena didorong oleh wanita yang menyelamatkanya, sedangkan wanita itu terluka parah.
"Aahhkkkkk!!!
Mereka berdua pingsan, namun sepertinya wanita yang menyelamatkanya terluka sangat parah.
Seorang satpam yang mengenali Nadiya langsung lari kedalam dan memberitahukan jika istri CEO tertabrak didepan gedung.
Prasetyo yang baru saja akan memberikan sambutan lalu dibisiki sesuatu oleh pembawa acara yang berdiri didekatnya.
Prasetyo meninggalkan gedung itu dan langsung lari keluar, namun ambulans sudah membawa mereka berdua kerumah sakit. Ada orang lain yang sudah membawa mereka berdua kerumah sakit.
__ADS_1
Didalam gedung suasana menjadi gaduh dan ramai. Pembawa acara mengatakan tidak mungkin meneruskan acara ini tanpa kehadiran CEO, dan acara akan ditunda hingga Minggu depan.
"Ada apa? apa yang terjadi?" Tanya Oma pada seorang yang duduk disampingnya?
"Ada yang tertabrak didepan gedung. Satpam mengatakan jika itu adalah ibu Nadiya."
"Apa!?"
"Dimana mereka sekarang!?" Tanya Oma lalu mengambil tasnya.
"Sudah dibawa kerumah sakit terdekat."
Oma langsung keluar dan menemui sopirnya. Karena tadi oma berangkat dengan sopir dan menggunakan mobil yang berbeda dengan Prasetyo.
Prasetyo sampai lebih dulu kerumah sakit dan mencari ruangan dimana Nadiya dirawat.
Dia berdiri mondar-mandir karena tidak diperbolehkan masuk kedalam. Tidak lama kemudian Oma datang dan terlihat panik juga khawatir.
"Bagaimana keadaan Nadiya? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Oma yang rasa kesalnya dengan menantunya berubah menjadi rasa khawatir.
"Mereka? Maksudmu ada dua orang yang terluka?"
"Iya, Nadiya dan satu gadis lainnya yang berusaha menyelamatkanya. Tapi Prasetyo juga tidak tahu siapa dia. Mereka masih dirawat untuk didalam."
Satu jam kemudian dokter keluar dan mereka berdua boleh masuk.
Mereka dirawat bersebelahan, Nadiya melihat kepintu saat Prasetyo dan Oma masuk.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Prasetyo.
"Aku tidak papa Pras, dia terluka parah." Kata Nadiya menunjuk pada gadis yang ada tidak jauh darinya.
Dia masih tidak sadarkan diri, dan Nadiya tidak bisa menggerakkan kepalanya untuk melihat siapa gadis itu.
__ADS_1
Prasetyo berdiri dan mendekati gadis malang yang menyelamatkan Nadiya.
Prasetyo sangat terkejut saat dia melihat siapa gadis itu.
"Sasha?!" Sontak saja Oma kaget, begitu juga Nadiya saat mendengar jika Sashalah yang menyelamatkan dirinya.
Prasetyo lalu berjalan mendekatinya begitu juga Oma. Oma menutup mulutnya dengan salah satu tanganya saat melihat keadaan Sasha.
Wajahnya dibalut kain kasa dan hanya terlihat sebagian mukanya saja. Kaki dan tangannya juga.
Dokter lalu masuk dan memanggil Prasetyo.
"Apakah anda keluarga mereka?" Tanya dokter dengan ramah.
"Benar dokter, mereka keluarga saya." Kata Prasetyo.
"Bagaimana keadaanya dokter?"
"Dia mengalami cedera yang lumayan. Kakinya dua-duanya retak, dan satu tanganya juga retak. Dia masih tidak sadarkan diri. Semoga besok dia bisa sadar."
Nadiya menangis saat mendengar pernyataan dokter yang mengatakan jika kaki dan tangannya retak. Artinya dia terluka sangat parah dan akan kesulitan berjalan.
Jika dia tidak menyelamatkan Nadiya, maka Nadiyalah yang akan mengalami semua itu.
Airmatanya membasahi sebagian perbanya. Dia menangis tanpa suara, sementara Oma terlihat sangat shock hingga tidak mampu berbicara apapun.
Dia hanya terduduk disamping Sasha dan terus memandanginya dengan sangat sedih. Bahkan airmatanya tidak bisa menetas karena sangat sedih melihat kondisi Sasha.
Tidak lama kemudian Vano dan anaknya masuk kedalam karena dia diberitahu jika Sasha sudah kembali. Dan saat dia keapartemenya, Sasha tidak ada disana.
Lalu dia melihat berita tentang kecelakaan itu. Melihat baju yang dipakai gadis yang tertabrak, Vano segera tahu jika itu adalah istrinya, dia yang memberikan baju itu sebagai hadiah ulang tahunnya.
Dia langsung mengenali jika itu Sasha. Akhirnya dia langsung menuju kerumah sakit dimana Sasha dirawat.
__ADS_1
Nadiya diam saja dan tidak berbicara apapun. Vano lalu mendekati Sasha dan Oma langsung menggendong Aaron yang sedang memegang mobil-mobilan kecil.
Aaron bahkan tidak mengenali maminya karena wajahnya tertutup dengan kain kasa. Matanya terpejam dan badanya penuh dengan balutan perban putih.