Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Aku dalam genggaman Tuhan


__ADS_3

Dirumah Nadiya badai juga sedang memusnahkan seluruh kebahagiaan, cinta, kasih sayang, pengorbanan, dan kepercayaan. Badai ada dihadapan dan membelah hubungan itu menjadi terpisah. Tak ada tempat bagi pengorbanan yang terabaikan. Dua hati yang terkoyak sedang dalam genggaman Tuhan. Meski sekuat tenaga dan hati melawan takdir, garis tanganya bahkan didalam genggaman Tuhan telah terlukis sebuah masa depan.


Bagaimanapun kau sembunyikan kesalahan pasti akan terungkap. Dan sebesar apa pengorbanan demi mempertahankan rumah tangga jika Tuhan punya kehendak lain maka dalam sekejap bahtera itu hancur berkeping keping dihantam badai.


Siapa yang salah jika satu kesalahan ditutup dengan kesalahan yang lainya. Dan siapa yang merasa paling benar saat semua argumen tidak didengar. Dan apa yang tersisa dari hubungan jika kepercayaan sudah musnah yang tersisa hanya merasa diri sendiri paling benar.


"Kenapa kau membuat kesalahan sebesar Ini ma. Jika kau tahu bahwa Sarah mengandung anaku kenapa kau menyembunyikannya dariku? Dan kau malah membuat Leo dan Sarah menikah. Kenapa mama tak mengatakanya? Kau bahkan sengaja merahasiakanya sampai enam tahun? Sarah mengirim pesan tapi kau menghapusnya. Sehingga aku tidak tahu jika dia hamil."


Nadiya menatap suaminya dengan kesedihan yang luar biasa. Dia tak percaya jika suaminya setega itu menyalahkan dirinya padahal Nadiya melakukan semua itu demi keutuhan rumah tangganya. "Bukankah seharusnya kamu malu dan bersalah karena telah melakukan hubungan terlarang dengan sahabatku sendiri? Tapi sekarang malah menuduhku yang telah menyembunyikan kebenaran dan aku yang bersalah? Padahal yang kulakukan hanya untuk memperbaiki kesalahanmu. Tega sekali kamu mas. Bahkan tak kau pikirkan jika setiap hari hatiku hancur setiap kali teringat satu malamu dengan sahabatku. Tapi kau justru mementingkan kebenaran tentang anak itu daripada perasaanku? Kamu sangat menyakiti ku pa."


"Lihatlah ma, karena kesalahanmu aku telah kehilangan anaku. Aku bahkan tak bisa melihatnya lagi. Aku tidak tahu sekarang dia ada dimana. Kemana Sarah membawanya pergi? Dia adalah anaku."


Hati Nadiya hancur saat suaminya menyebut dia adalah anaknya. Dan mengakui jika perbuatannya itu benar dan yang kulakukan justru salah.


Nadiya masih menangis terisak-isak merasakan sakit dari dalam hatinya. Susah payah dia menyembuhkan luka dihatinya dan kini luka itu kembali terasa. Bukan berkurang malah sakitnya bertambah. Bukanya suaminya minta maaf dan mengakui kekhilafannya malah menyalahkan karena Nadiya sengaja merahasiakan tentang anaknya Sarah.


"Ini semua terjadi karena kesalahanmu ma. Kamu yang mengatur pernikahan mereka. Kamu yang membuat aku terpisah dari anaku. Sekarang bahkan aku tidak tahu Sarah membawanya kemana."


Nadiya menangis sambil menatap sikap suaminya yang berubah dan tidak pernah menyangka dia bereaksi seperti itu.


"Kalau kamu tidak membuat pernikahan itu semua tak kan seperti ini. Kalau kamu tidak menyembunyikanya dariku maka aku akan mengetahui lebih awal. Dan tidak akan berakhir seperti ini."


"Kamu menyalahkan aku Pa?

__ADS_1


"Iya bukankah ini karena kesalahanmu. Karena kamu merahasiakanya dariku. Kenapa tak kau katakan saja waktu itu?" Ardy berkata dengan emosi tinggi.


"Jika aku mengatakannya apa yang akan kamu lakukan? Kamu akan menikahi Sarah dan meninggalkan aku? Atau kamu akan melakukan poligami yang dimulai dengan perselingkuhan?"


"Kenapa kamu berpikir seburuk itu ma? Jika kamu mengatakan lebih awal sebelum drama pernikahan itu terjadi. Aku akan mengasuh anak itu dan tanpa harus menikahi ibunya."


"Kau pikir Sarah mau kehilangan anaknya? Kau akan mengambil anaknya dan tidak menikahinya? Apakah itu mungkin?"


"Kenapa kamu malah memojokkan aku ma? Ini semua jelas kesalahan mama. Menyembunyikan kebenaran dari papa. Sehingga papa kehilangan salah satu darah dagingku dan entah kapan bisa bertemu lagi."



"Terserah papa. Lakukan apa yang menurut papa benar. Mama sudah berusaha melakukan apa yang menurut mama benar. Mama tidak mau berdebat lagi dengan papa." Setelah berbicara Nadiya membasuh mukanya dengan air dan tidur disamping putranya dengan airmata yang masih jatuh setetes demi setetes hingga bantalnya terasa basah.


Ardy terbengong setelah mendengar bahwa Sarah membawa putrinya pergi ke Amerika. Benua yang jauh dari tempat tinggalnya kini. Mana mungkin dia bisa menemukanya. Kemudian Ardy berjalan menuju kamar Sasha putrinya dan memegang boneka juga beberapa barang-barang Sasha. Ardy sangat menyesal karena tidak tahu kebenaran tentang putrinya itu. Karena sedih dan kecewa tidak bisa memeluk putrinya kemudian Ardy tertidur dikamar Sasha.


Pagi harinya Ardy terbangun dan mengingat apa yang terjadi semalam. Keributan dan pertengkarannya dengan Nadiya. Bahkan Ardy juga baru menyadari jika dia tertidur dikamar Sasha dan tidak pulang kerumah.


Kemudian Ardy cepat bangun dan pulang kerumahnya. Dan saat masuk kekamarnya dilihatnya kamar itu telah kosong. Nadiya dan Regan putranya telah meninggalkan kamar tersebut.


Kemana Nadiya sepagi ini? Batin Ardy. Setelah itu dia masuk kekamar mandi. Kamar mandi juga kosong bahkan sikat gigi dan barang milik Nadiya juga tidak ada. Kemudian Ardy membuka lemari baju untuk mengganti bajunya dan betapa sangat terkejutnya dia saat menyadari baju Nadiya juga tidak ada disana. Kemudian Ardi melihat lemari baju Regan. Ternyata lemari bajunya juga kosong. Dan Ardy menemukan secarik kertas yang Nadiya tinggalkan dilemari baju Regan.


Aku pergi pa. Tidak usah mencariku. Regan aku bawa. Sikapmu sangat menyakitiku. Aku tidak bisa tinggal dirumah ini lagi.

__ADS_1


Kalimatnya singkat dan jelas. Tangan Ardy gemetar membaca surat yang ditinggalkan Nadiya. Dunianya serasa berputar bahkan atap rumah seperti roboh menimpa dirinya. Kemudian Ardy memanggil bibi......


"Bi....bibi....." Berulang kali Ardy memanggilnya tapi tidak ada sahutan. Ternyata Nadiya pergi bersama Regan dan asinten rumah tangganya. Badan Ardy serasa lemas dan tak berdaya. Akhirnya Ardy terbaring dilantai dan menyesali semua perbuatanya.


Kesalahannya pada Sarah dan kemarahanya pada Nadiya. Ardy terlambat menyadari semua yang terjadi dan sekarang dia kehilangan semua yang disayanginya. Kehilangan Sasha juga Regan dan terlebih tambatan hatinya yang telah dengan setia menemaninya dalam suka dan duka. Kemana dia harus mencari mereka yang telah pergi meninggalkanya.


Mereka semua pergi dan tidak mengatakan kemana perginya. Mereka semua menghukumku karena kesalahan yang terlambat aku menyadarinya.


Ohh Tuhan ......Kenapa semua ini terjadi padaku? Aku kehilangan segalanya. Aku menyesal. Aku telah melakukan kesalahan besar terhadap Sasha terlebih terhadap istriku Nadiya. Aku menyalahkanya. Aku tidak mempercayainya. Aku marah padanya. Aku menyalahkan dan memarahinya. Padahal aku yang telah melakukan kesalahan. Aku yang telah menghianatinya dan menyembunyikanya darinya. Tapi jika kau sudah mengetahui kesalahanku, kenapa kamu hanya diam Nad? Kenapa tidak mengatakan terus terang padaku? Kenapa kau malah menyembunyikan kemarahanmu dariku. Jadi......selama ini kamu menyimpan rahasia itu....kamu diam dan tidak mengatakan apapun. Kamu juga tidak menunjukan kemarahanmu dan tetap menjadi istri yang baik untukku. Tapi sekarang kamu sudah pergi.....begitu lama kamu bertahan dalam menyimpan rahasia tapi sekali saja kemarahanku kenapa kamu harus pergi dan meninggalkanku? Selama ini kamu bertahan tapi kenapa sekarang........malah pergi?


Ardy menangis dan mengutuk dirinya sendiri. Menyalahkan kebodohannya yang terlalu emosional dan menyakiti hati istrinya. Marah dan bahkan menuduh istrinya yang menyebabkan badai ini.


Bersambung........


-------------------


Hai, Kak! 😀😀😀


Terimakasih atas dukungan dari kalian pembaca setia dan untuk kalian yang sudah Fav, memberikan Like dan juga meninggalkan komentar.


Tanpa dukungan dari kalian apalah arti dari karya ini.....


Dan Author mengucapkan maaf pada kalian semua jika dalam penulisannya masih banyak kesalahan dan kekurangan, juga cerita dan episode yang akan lumayan panjang dan kadang membosankan.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih dan salam sayang dari Author 😘😍😍


__ADS_2