Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Karya Kedua "RATU ABADI DAN SIHIRNYA"


__ADS_3

Judul : "Ratu Abadi dan Sihirnya"


💖Happy reading💖


Ratu Tara pergi keruang bawah tanah dan meninggalkan putranya sendirian dikamarnya. Permaisuri membuka pintu itu dan menatap bayi itu.


Bayi itu membuka matanya dan tersenyum pada Permaisuri yang tidak lain adalah neneknya.


"Seandainya kau bukan keturunan jelmaan, tentu aku akan sangat menyayangimu." Kata Permaisuri Andini lalu mengambil belati kecil dari pinggangnya.


Dia sudah siap akan membunuhnya, tapi tiba-tiba Ratu Tara muncul dari tembok dan melihat apa yang baru saja akan dilakukan ibunya.


"Ibu! Hentikan! Apa yang akan ibu lakukan?!" Kata Ratu Tara dengan kaget dan langsung berlari menggendong putranya.


"Dia harus dibunuh sebelum bertambah besar dan menjadi seperti ayahnya. Dia akan menyusahkan hidupmu Tara."


"Tidak ibu! Apa yang ibu katakan, dia masih bayi, dan dia hanyalah anak-anak. Kecurigaan ibu tidak beralasan." Kata Ratu Tara.


"Tara, jika kau tidak mau mendengarkan apa yang ibu katakan, maka kau akan menyesalinya nanti."


"Tidak ibu! Tara tidak akan pernah menyesali keputusan Tara. Aku akan bersamanya hingga akhir. Dia adalah putraku, bagaimana mungkin aku akan tega melakukan itu padanya."


"Kendalikan perasaanmu Tara. Ini demi kebaikan seluruh kerajaan. Jangan sampai hanya demi melindungi satu nyawa kau akan mengorbankan banyak nyawa." Kata Permaisuri menasihati dan membayangkan apa yang akan terjadi jika putranya sudah dewasa kelak.


"Tidak! Aku tetap pada pendirianku! Aku akan bersamanya hingga akhir!" Kata Ratu Tara dan memeluk putranya semakin erat.


"Dia bukan manusia biasa. Ada sifat iblis didalam hatinya. Dan jika sifat iblisnya lebih dominan, maka bahkan nyawamu ada dalam bahaya. Iblis itu sangat kejam Tara."


"Hentikan ibu. Ibu semakin mengada-ada saja. Kasih sayangku akan membuat sifat iblisnya hilang dari tubuhnya."


"Kemungkinannya sangat kecil Tara. Jangan mengambil resiko." Kata Permaisuri dan menyimpan belatinya kembali.


Diluar pintu Kaliya yang masih sedikit terluka akibat sabetan keris keabadian, mendengarkan apa yang ibu dan anak itu bicarakan.


Sekarang dia tahu apa yang harus dia lakukan. Kelemahan Ratu Tara terletak pada putranya. Dan jika masyarakat tahu jika putranya jelmaan raksasa maka, mereka akan mengusirnya dari kerajaan ini.


"Ini kesempatanku! Sebelum anak itu bertambah besar dan menyulitkan ku, lebih baik aku melakukanya sekarang juga."


Begitu mendengar langkah kaki Permaisuri yang akan keluar dari kamar Ratu Tara, maka Bibi Kaliya dengan cepat bersembunyi ditiang yang besar.


Bibi Kaliya lalu pergi menemui Silsila dan mengatakan apa yang harus dilakukannya.


"Jika kau tidak mau melakukanya, maka aku akan menyihirmu menjadi ulat bulu!"


"Untuk apa aku melakukanya, Raja bahkan sudah tiada. Semangat hidupku sudah hilang."


"Ya sudah bersiaplah, aku akan menyihirmu menjadi ulat bulu." Kata Bibi Kaliya.


"Jangan bibi. Aku akan membalas kematian Raja Hakim pada Ratu Tara. Aku akan membuatnya terusir dari istana ini."


"Bagus. Sekarang, pergilah. Dan sebarkan berita ini."


Silsila lalu pergi keseluruh desa dengan berubah wujud menjadi orang sakti. Bibi Kaliya menggunakan sihirnya, dan mengubah wujudnya.


Mendengar penuturan seorang sakti yang mengatakan jika anak Ratu Tara adalah keturunan raksasa, mereka semua marah dan ingin agar anak itu dibakar hidup-hidup!


Masyarakat berbondong-bondong pergi keistana dan meminta agar Ratu Tara segera membakar putranya yang jelmaan raksasa.

__ADS_1


Mereka berkumpul dialun-alun istana dan berteriak-teriak.


Panglima kumbang datang kekamar Ratu Tara dan mengatakan keributan yang terjadi dialun-alun istana.


"Apa!?"


"Iya Ratu. Mereka sekarang memenuhi alun-alun istana dan ingin membakar putra mahkota."


"Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang tega menyebarkan berita ini?"


"Ratu, nyawa Ratu dan putra mahkota ada dalam bahaya. Seluruh masyarakat menginginkan agar Pangeran Raka dibunuh. Sebaiknya Ratu segera meninggalkan istana ini sementara waktu." Kata Panglima kumbang yang khawatir dengan keselamatan Ratunya akibat kemarahan warga.


Semua masyarakat dari selatan, Utara, barat dan timur tumpah diistana.


Mereka membenci Raksasa dan keturunannya, karena mereka tidak ingin suatu saat Raksasa itu mengancam keselamatan keluarganya dan juga jiwa mereka sendiri.


"Tinggalkan aku sendiri panglima. Aku akan pikirkan jalan keluarnya."


Ratu lalu mengambil sebuah buku kuno tentang kehidupan zaman modern beberapa ratus tahun kedepan.


Dengan sihirnya, Ratu mengusap halaman itu, dan dalam waktu sekejap, halaman buku itu mengeluarkan cahaya dan Ratu yang sedang menggendong bayinya tersedot masuk kedalam halaman buku itu.


Mereka tiba disebuah hutan yang sedang digunakan untuk syuting film.


Seorang aktor muda yang tadinya koma, dengan sebuah keajaiban, dia sekarang sudah sehat seperti sedia kala.


"Hai! Apa yang kau lakukan disini? Pergilah! Apakah kau juga sedang syuting disini?" Tanya Zayn Sadafir, pria blasteran Arab, Perancis, Indonesia.


Hutan itu bersebelahan dengan laut yang indah. Zayn bingung dengan penampilan gadis itu.


"What!? Ini diparis dan dia berpenampilan seperti itu? Apakah dia sedang syuting?"



Kenapa pakaian mereka sangat simpel dan sederhana? Aku ada dizaman apakah saat ini?


Dan pria itu, dia sangat sombong. Dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Aku adalah Ratu dari kerajaan Maya.


Dia akan menghormatiku, saat tahu siapa aku sebenarnya.


"Pergilah dari sini! Kenapa kau hanya diam disitu. Disini akan ada syuting, dan bawalah bayimu itu menjauh dari sini. Kau syuting ditempat lain saja!" Kata Zayn dengan congkak melihat caranya berpakaian.



"Kau seperti pengantin yang melarikan diri. Ohh, bukan kau mirip kisah zaman kuno dimana ada Ratu yang melawan raksasa. Ya, benar, aku pernah membaca cerita legenda seperti itu."


"Kau juga tahu? Jika ada ratu yang bisa mengalahkan Raksasa. Ya, akulah ratu itu. Kau membaca kisahku!?"


"Aaahhh! Omong kosong apa ini? Sudah! sudah! bayimu menangis. Mungkin dia haus." Kata Zayn lalu bermain dengan handphonenya.


Sombong sekali!


oek! oek! oek!


Bayi Ratu Tara terus saja menangis karena haus.


Ratu Tara lalu mendekati pria itu dan meminta minuman yang sedang dia minum

__ADS_1


"Kenapa kau kesini hah!?" Tanya Zayn dengan ketus.


"Bolehkah, aku minta minumanmu? Putraku haus, dan aku tidak punya minuman. Tadi aku akan meminta minuman ke kedai itu dan mengatakan jika aku adalah ratu, kenapa dia tidak mau hormat padaku dan memberikan minuman itu pada Ratunya?"


"Heh! Kau! Bangunlah dari mimpimu! Jika kau adalah Ratu, maka kembalilah kekerajaanmu dengan segera sebelum para prajurit mencarimu. Haha, dia ini pasti kebanyakan nonton drama. Apakah kau punya uang?" Tanya Zayn.


Ratu Tara menggelengkan kepalanya.


"Pantas saja dia tidak memberikan minuman untukmu. Pakailah ini dan beli susu untuk anakmu! Merepotkan saja!"


"Uang? Apakah aku harus menggunakan uang ini untuk mendapatkan minuman itu?"


"Ya, ya, sudah jangan banyak bertanya. Cepat beli susunya."


Ratu Tara lalu membeli susu untuk putranya. Dan dengan cepat Raka, menghabiskan susu itu lalu tidur.


Ratu Tara bingung dengan tempat yang asing ini. Dia tidak tahu harus pergi kemana? Dia akhirnya menunggu hingga pemuda tadi selesai syuting dan dia akan menemuinya untuk minta bantuannya.


Zayn aja masuk kemobilnya dan tiba-tiba bahunya disentuh oleh seseorang.


Zayn bahkan sampai berjingkat karena saking kagetnya.


"Hhhh, kau!? Kau masih disini dari tadi? Ini sudah mau malam. Kenapa kau tidak pulang kerumahku?"


Tanya Zayn dengan sinis.


"Aku tidak punya rumah. Aku tersesat. Bisakah malam ini aku menginap dirumahmu?" Tanya Ratu Tara yang tidak punya siapapun dizaman ini


"Kembalilah kekerajaanmu. Kau bilang kau seorang ratu!" Kata Zayn menatap baju dan penampilan Ratu Tara.


"Malam ini saja. Bisakah aku menginap dirumahmu? Kasihan anakku kedinginan."


Zayn lalu menatap anak itu, dan diapun iba melihatnya.


"Ya sudah! Malam ini saja! Besok kau harus pergi dari rumahku pagi-pagi sekali."


"Baiklah, terimakasih!"


Ratu Tara lalu menggendong bayinya dan masuk kedalam mobil Zayn.


"Kami biasa naik kuda untuk pergi jarak jauh. Apakah disini semua orang menggunakan barang aneh ini? Dan dia bisa jalan sendiri?"


"Hhh, kau ini lahir dari zaman apa sih? Ini namanya mobil. Dia bisa jalan dengan mesin." Kata Zayn.


"Pakai seatbeltnya."


"Seatbelt? Apa itu?"


zzztttt...Zayn lalu mendekat dan memasang seatbelt untuk Ratu Tara.


"Siapa namamu?" Tanya Zayn.


"Ratu Tara, aku adalah Ratu dari kerajaan Maya. Ibuku Permaisuri Andini."


"Ok. Ok. Jangan malah membacakan kisah padaku. Baiklah. Aku akan memanggilmu Tara saja. Namaku Zayn Sadafir. Panggil aku Zayn saja." Kata Zayn dan mereka berhenti dirumahnya.


"Turunlah!"

__ADS_1


"Aku tidak bisa melepaskan tali ini."


"Namanya seatbelt! Kau cukup menekannya maka nanti akan terlepas dengan sendirinya." Kata Zayn.


__ADS_2