Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Perpisahan Sandra dan sikembar


__ADS_3

"Bu... saya akan kembali kekamar saya. Mungkin sebentar lagi keluarga ibu akan datang kemari."


"Baiklah Sandra..."


Kemudian Sandra keluar dari kamar Nadiya. Sandra berdiri dipintu dan menoleh ke kanan juga kekiri, sebelum akhirnya menutup pintu kamar Nadiya dengan pelan.


Benar saja ternyata di ujung lorong terlihat keluarga Nadiya sedang berjalan mendekat.


"Kamu beli apa untuk hadiah tante?" Tanya ibu Monic kepada Sasha.


"Rahasia dong Oma, pokoknya hadiahnya lucu banget, Sasha sampai lama sekali memilih hadiah untuk Tante dan sikembar." Ibu Monic kemudian tersenyum melihat Sarah yang sedang memegang hadiahnya didepan dada.


"Regan kamu pilih hadiah apa untuk Mami kamu?" Tanya Ibu Monic yang melihat Regan membawa hadiah yang mungil.


"Rahasia juga dong Oma, ini kan kejutan untuk mami."


"Kalian ini ketularan Prasetyo sama Nadiya, sama Oma kok main rahasia, rahasiaan..." Kata Ibu Monic sambil menenteng hadiahnya untuk menantunya.


Kemudian regan bertanya pada Sasha "Hai... kamu beli hadiah apa untuk mami dan si kembar?"


"Rahasia lah mau tau aja!" Jawab Sasha pendek. Sasha rupanya sedang kesal dengan Regan karena tadi tidak mau membantunya membawa barang belanjaan Oma dan malah asyik sendiri dengan hp nya.


"Huh dasar pelit! enggak mau kasih tahu ya udah, aku juga cuma nanya." Kata Regan memalingkan mukanya.


"Kamu emang beli apa untuk tante Nadiya? kecil amat!" Tanya Saja penasaran karena kotak kecil yang dipegang Regan.


"Rahasia lah!" Jawab Regan sambil menyembunyikan kotak itu dibelakang punggungnya.


"Oh ya sudah kalau nggak mau kasih tahu, aku juga punya hadiah untuk tante dan kamu tidak boleh tahu." Kata Sasha.


"Ngga ada yang nanya....!" Jawab Regan sambil melengos.


"Regaaaaannn! Kamu nyebelin!" Gerutu Sasha kesal.


" Kamu juga...." Jawab Regan sambil nyengir.


"Dasar kutu kupret!" Maki Sasha.


"Dasar tikus tengil!" Balas Regan tak mau kalah.


"Ihhhh kamu jahat!" Kata Sasha sambil menabok Regan. Tapi yang mau ditabok dengan cepat menghindar, sehingga selamat dari tabokan Sasha.


"Weeeekkk!" Kata Regan sambil menjulurkan lidahnya sedikit.


"Anak-anak sudah jangan ribut, ayo kita masuk!"


"Tante...ini untuk tante, dan ini untuk si kembar." Kata Sasha sambil memberikan hadiah untuk Nadiya dan juga sikembar.


"Terima kasih sayang."


"Mami... Ini hadiah dari Regan untuk mami dan untuk si kembar."


"Terima kasih juga sayang."


"Dan ini dari Oma...."


"Oma juga...? Terima kasih Mami....


Oh ya kalian sudah makan apa belum? Jika belum, Nadiya akan pesankan makanan untuk kalian. Kalian mau makan apa? Seafood apa makanan yang lainnya?"


"Seafood aja mi." Kakak Regan.


"Sasha sama Oma Mau pesan apa?" Tanya Nadiya.


"Ya sudah sekalian aja apa yang Regan pesan." Jawab Ibu Monic.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu Mami pesenin sekarang ya."


Tidak lama kemudian pesanan sudah datang dan diantar sampai ke kamar Nadiya.


"Nah ini pesanan makanannya sudah datang, ayo mari kita makan sama-sama." Kata Nadiya.


"Mami sudah sehat ya?" Tanya Regan melihat maminya sudah gesit kembali.


"Iya sayang Mami sudah sehatan, besok kita bisa pulang ke apartemen."


"Siapa nama kedua adek Regan?"


"Namanya masih dirahasiakan, nanti Mami kasih tahu saat sudah pulang ke apartemen."


"Ahk Mami, rahasia-rahasiaan melulu... ayo dong kasih tau sekarang kita sudah tidak sabar pengen tahu nama si kembar ini." Pinta Regan merengek seperti anak kecil.


"Sabar ya, nanti juga mami kasih tahu.. besok Mami dan Om akan kasih tahu nama si kembar di acara syukuran kelahirannya." Kata Nadiya menjelaskan pada Regan yang sudah tidak sabar ingin tahu nama kedua adik kembarnya.


"Oh ya Nadiya di mana Prasetyo?" Tanya ibu Monic.


"Lagi ada meeting mami."


"Oh ya sudah kapan kamu akan pulang ke Apartemen?"


"Rencananya besok sih mi...."


"Ya sudah, kalau begitu nanti malam Mami akan beres-beres kamar kamu, dan kamar si kembar juga."


"Iya terima kasih mi..."


Sore harinya Ibu Monic pulang ke apartemen, dan akan membereskan kamar Nadiya juga kamar si kembar. Tapi saat membuka pintu, mereka bertiga terkejut melihat ruangan apartemen yang sudah tertata rapi dan di dekorasi dengan sangat indah.


Siapa yang melakukan ini ?


Gumam Sasha.Lalu mereka masuk ke dalam kamar si kembar dan ternyata kamarnya sudah dihias dengan berbagai karakter yang imut dan lucu. Banyak hiasan dan 2 keranjang bayi yang indah. Sasha melihat omnya baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya Om, rencananya kami mau beres-beres eh malah sudah dihias. Apa Om yang menghias semua ini?"


"Ayo siapa coba tebak?"


"Om ini malah main tebak-tebakan?"


"Kamu kaya ngga tahu Om aja Sasha, setelah main rahasia-rahasia an, sekarang main tebak-tebakan, sungguh terlalu Om ini..." Timpal Regan sambil mendekati dan memegang perut Prasetyo.


"Hahaha iri? Bilang booosss!" Kata Prasetyo sambil memegang perut Regan.


"Pras... apakah kamu yang menghias semua ini?" Tanya ibu Monik.


"Iya mi...kenapa? Jelek yaa?"


"Bagus kok, tapi kenapa tidak meminta kami untuk membantumu?" Kata ibu Monic sambil matanya mengitari seluruh ruangan itu.


"Tidak Mami... yang ada kedua bocah ini bikin pekerjaan Prasetyo tidak kelar."


"Apa Om!? Om sombong sekali! Kami sudah besar Om bukan bocah lagi." Gerutu Sasha kesal.


"Iya Om tahu kalian sudah besar. Kalau begitu sekarang pindahkan ke dua tempat tidur bayi itu kemari." Kata Prasetyo sambil menunjuk pada 2 keranjang bayi yang baru dibeli dari toko.


"Regan ayo bantu Sasha pindahin keranjang bayi itu! Katanya kalian mau bantu Om?!"


"Ya Om. Mau dipindahin ke mana Om?"


"Ke pojok sebelah sana saja."


"Pras...kamu sudah memesan makanan untuk acara besok?"

__ADS_1


"Sudah mi."


"Ada acara apaan sih Oma?" Tanya Regan.


"Acara syukuran untuk kelahiran si kembar."


"Oh gitu ya mi."


Keesokan harinya Nadiya berpamitan pada Sandra, jika dia akan pulang ke apartemen hari ini juga.


"Ini sisa cek yang sudah aku janjikan padamu." Kata Nadiya sambil menyerahkan sisa cek itu kepada Sandra.


"Terima kasih Bu..." Kata Sandra dan melihat nominal yang tertulis di cek itu.


"Kok satu setengah M? apakah ini tidak kebanyakan Bu...?"


"Tidak papa Sandra, itu lebihnya buat kamu, karena kamu telah berjuang untuk kebahagiaan kami."


Terima kasih Bu."


"Sama-sama Sandra."


"Bu... apakah saya bisa melihat kedua bayi kembar, sebelum Ibu pulang ke apartemen?"


"Bisa, silakan jika kamu ingin melihatnya."


Shandra kemudian menggendong kedua bayi itu secara bergantian dan mencium pipi dan juga kening mereka. Kemudian Sandra meletakkan bayi itu kembali dan tersenyum haru kepada keduanya. Ini adalah hari terakhir dia bisa melihat kedua bayi yang sudah dilahirkannya itu.


"Selamat tinggal Sandra."


Sandra melihat kepergian Nadiya dan sikembar dengan mata yang berkaca-kaca. Sedih dan sepi sekali sepeninggal mereka. Saat ini Sandra sendirian dirumah sakit sampai badanya normal kembali.


Nadiya kemudian keluar dari rumah sakit bersama Prasetyo yang baru datang untuk menjemputnya. Sementara Nadiya sudah selesai berkemas dan tinggal membawa kedua bayi kembarnya.


"Ayo Nadiya, kita pulang sekarang mereka sudah menunggu di rumah." Kata Prasetyo sambil mendorong kereta bayi menuruni lift rumah sakit. Tidak membutuhkan waktu lama mereka akhirnya tiba di rumah dan disambut wajah penuh kebahagiaan dari seluruh keluarga yang hadir.


"Selamat datang baby boys...."


Mereka kemudian duduk di ruang tamu.


"Pras... ruangan ini menjadi sangat indah siapa yang mendekorasinya?"


Mereka semua melihat kearah Prasetyo secara bersamaan. Nadiya tersenyum dan menatap Prasetyo dengan takjub.


"Apakah kamu yang mendekorasi semua ini?" Prasetya mengangguk.


"Dekorasinya sangat bagus! Aku sangat menyukainya banyak bunga mawar di mana-mana, aku pikir kau sudah lupa kalau aku sangat menyukai bunga mawar."


"Mana mungkin aku lupa honey."


"Cie cie cie Om sok romantis!" Kata Sasha yang agak bawel.


"Nih ada kerjaan buat kamu, taruh di kamar tante Nadiya." Kata Prasetyo sambil memberikan koper kecil kepada Sasha. Sasha kemudian mengambil koper itu dan menginjak kaki Regan.


"Aduh sakit! Sengaja ya?" Kata Regan menatap tajam wajah Sasha.


"Ohh ada yang terinjak ya? Maaf....sengaja."


"Sasha....." Regan kemudian mengejar Sasha yang berlari kekamar Nadiya.


Tok tok tok


Prasetyo berjalan ke pintu dan membuka pintu. Siapa yang datang? Batin Prasetyo.


"Papi...." Kata Prasetyo sangat terkejut dengan kedatangan Papinya.

__ADS_1


"Selamat Pras! Kamu sudah menjadi seorang ayah sekarang."


"Terima kasih Pi."


__ADS_2