Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
2 Eps Terakhir ( bab 284 )


__ADS_3

Dokter sudah membuka perban dimuka Sasha meskipun dia masih belum boleh banyak berbicara.


Tapi dia sekarang tidak hanya mengedipkan matanya, dia sudah bisa tersenyum pada keluarganya.


Nadiya datang bersama Aaron dan Prasetyo. Aaron terlihat senang dan bahagia karena bisa melihat wajah mamanya setelah sekian lama.


Vano menggendongnya dari gendongan Nadiya lalu membawanya kedekat Sasha. Aaron nampak duduk disamping ranjang maminya dan memegang muka maminya.


Vano lalu mendekatkan Aaron agar mencium maminya. Mereka semua tersenyum bahagia karena kelucuan Aaron dan juga hubungan yang mulai terjalin kembali antara Nadiya dan Sasha.


Prasetyo membuka handphonenya karena mendapat pesan dari sekretarisnya.


Prasetyo melihat sebuah foto dan artikel tentang hilangnya Nadiya saat itu dan rumah Sandra yang terekspos. Ternyata salah satu tetangga kampung Sandra ada yang hobi membuat artikel online.


Dia membuat kisah tentang Nadiya yang berubah namanya menjadi Sekar, dan hilang ingatan dikampung ya.


Dia juga menyebut jika Nadiya yingga dirumah ibunya Sandra. Dan ada kalimat yang menggelitik publik dengan sebuah pertanyaan diakhir artikel itu.


Apakah itu Sandra yang sama, yang sudah mengandung kedua buah hati ibu Nadiya alias Sekar?


Jika benar, kenapa ibu Nadiya hilang begitu lama dan Sandra diam saja? Kemana Sandra saat itu?


Prasetyo lalu menoleh kearah Nadiya dan menunjukkan handphonenya. Prasetyo meminta Nadiya untuk membaca artikel tentang hilangnya dia saat itu yang diunggah oleh salah satu orang yang sering melihat Nadiya dirumah itu.


"Bukankah ini fotomu?"

__ADS_1


"Ya. Dan aku memang tinggal disana."


"Maksudmu?" Prasetyo menatapnya dengan bingung.


"Aku tinggal dirumah ibunya Sandra. Sesuai dengan artikel yang baru saja diunggah."


"Kau bilang selama berbulan-bulan. Dan kau tinggal dengan ibunya Sandra? Sementara Sandra tinggal bersama kami dan dalam waktu yang bersamaan?" Tanya Prasetyo tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.


Nadiya mengangguk?


"Kenapa kau tidak mengatakanya dari dulu? Jika Sandra mungkin sengaja melakukan semua ini? Aku mencarimu seperti orang gila. Aku bahkan mengabaikan kedua putraku karena terus mengkhawatirkan dirimu, tapi Sandra, dia pura-pura peduli pada keluargaku, dan tidak mengatakan apapun meskipun dia tahu aku menunggumu sepanjang waktu." Prasetyo terduduk sambil memegang kepalanya.


"Ya, aku ditemukan oleh kedua orang tuang Sandra, ibunya merawatku dengan baik. Sandra memberiku dokter, dan entah obat apa yang dia berikan, karena setiap kali aku meminumnya, ingatanku menjadi lemah. Dan saat aku tidak meminumnya maka semakin lama ingatanku kembali." Kata Nadiya menceritakan apa yang dia alami saat terdampar dirumah Sandra dipedesaan.


"Setelah kau kembali, kenapa kau tidak melaporkannya pada polisi? Ini tidak benar, dia sengaja menyekapmu disana."


"Sandra harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Dia tahu polisi mencari dirimu, aku juga mencatinya. Dia ada disekitar keluargaku, tapi dia tidak mengatakan apapun pedahal dia sering menelpon ibunya dan menyebut nama Sekar." Kata Prasetyo mengenang apa yang dilakukan Sandra saat bersama keluarganya menggantikan posisi Nadiya saat itu.


"Akulah Sekar." Kata Nadiya.


"Ya Tuhan....!" Oma langsung menutup mulutnya dengan salah satu tanganya dan berjalan kedekat Nadiya lalu memeluknya.


"Maafkan mami, mami tidak tahu jika dia setega itu dan tidak punya perasaan." Kata maminya.


"Kita akan melaporkanya pada polisi!" Kata Prasetyo dengan geram.

__ADS_1


"Tidak!" Jawab Nadiya.


"Biarkan saja semua masalah yang terjadi ini cukup kita saja yang tahu. Kau tahu Sandra sudah menjadi ibu kedua bagi Edsel dan juga Eiden. Jika dia dipenjara dan nama baiknya tercemar, suatu hari nanti, akan berdampak pada psikologi Edsel dan Eiden. Itulah yang aku pertimbangkan hingga ku tetap diam selama ini. Biarkan dia tetap diluar negeri. Jika dia kembali, maka suasana akan memanas dan gaduh." Kata Nadiya.


Oma langsung mencium Nadiya dan memeluknya.


"Kau memang menantuku yang baik. Maafkan mami, karena sudah salah paham padamu."


"Sama-sama mami, mami juga ibu mertua yang sangat baik."


Mereka lalu berpelukan dan terlihat mereka semua yang ada disitu mengusap airmatanya karena terharu dan bahagia. Satu persatu semua terungkap dan menjadi jelas.


Prasetyo lalu mendekati Nadiya dan memeluk serta menciumnya.


"Maafkan aku, karena aku masih tidak bisa memahami mu...kau adalah istri yang terbaik dan paling aku sayangi didunia ini."


Vano dan Sasha berpandangan sambil tersenyum melihat mereka berpelukan.


Mereka lalu duduk tidak jauh dari tempat Sasha berbaring. Mereka duduk disofa dan memesan makanan serta minuman. Aaron juga belum makan dari tadi.


"Apa yang kau lakukan saat tinggal bersama mereka dipedesaan?" tanya Prasetyo ingin tahu apa yang dilakukan Nadiya selama berbulan-bulan


"Setiap hari aku mengupas bawang dan mengirisnya. Aku membantu ibunya Sandra menerima pesanan bawang goreng. Dia sangat senang karena banyak pesanan sejak aku tinggal disana."


"Kau memang selalu membawa keberuntungan," puji Prasetyo.

__ADS_1


Mereka lalu berbincang-bincang dan tertawa melihat kelucuan Aaron saat dipangku Nadiya dan disuapi makan olehnya.


__ADS_2