Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Terungkap


__ADS_3

Sasha juga datang kekantor polisi dan ingin menemui Ardy dan mengatakan jika dia adalah anak dari Sarah.


Dan betapa terkejutnya Sasha saat Ardy berbalik dan ternyata itu adalah Om Arya.


"Ommm? Om Arya? Om Arya adalah papa?"


Sasha shock, kaget, dan menangis sejadinya saat melihat yang dia kunjungi adalah lelaki yang mengaku sebagai Om Arya dan mereka sudah sering bersama selama ini.


"Maafkan papa. Papa sengaja tidak mengatakan apapun, karena papa tidak ingin kau pergi jauh seperti ibumu." Kata Ardy.


"Jadi, om sudah tahu jika saya adalah putri om?"


Ardy mengangguk.


"Papa sudah tahu sejak pertama kali kita bertemu di restoran."


"Tapi papa kenapa merahasiakan ini dari Sasha?"


"Karena papa takut kau marah. Waktu ibumu meninggal karena terus menghindari papa. Papa merasa sangat bersalah."


"Papa....."


Sasha lalu memeluk papanya dan mereka menangis karena terharu.


"Bagaimana denganmu, dimana kau tinggal?"


"Sasha memutuskan untuk tinggal disini."


"Bukankah waktu itu kau bilang kau akan menikah dengan Vano."


"Ceritanya panjang pa...."


"Sabarlah Sasha, jika dia memang mencintaimu, maka dia pasti akan berjuang untuk bisa menikah denganmu. Papa tahu kau anak yang kuat."


"Terimakasih pa."


Sasha lalu berpamitan setelah berbicara panjang lebar dengan papanya.

__ADS_1


Dia merasa sangat bahagia karena akhirnya bisa menemukan papanya yang tidak lain adalah Om Arya.


Sasha menunggu taksi didepan kantor polisi. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepannya.


"Masuklah. Aku akan mengantarmu."


"Vano!" Teriak Sasha kaget saat dia lihat Vano ada didalam mobil mewah itu.


"Aku mencarimu kemana-mana. Tapi ternyata kau ada disini." Kata Vano lalu melepas kacamatanya.


"Turunkan aku! Aku akan naik taksi saja. Jika papamu tahu maka...."


"Maka apa....? Apakah ada yang mengancammu?"


"Turunkan aku! Aku mohon...aku tidak ingin ada masalah lagi!"


Sasha bersikeras untuk turun. Akhirnya Vano menghentikan mobilnya dan menurunkan Sasha.


Dengan cepat Sasha naik ketaksi yang ada dibelakang mobil Vano.


"Kenapa denganya? Apakah dia menerima ancaman atau semacamnya? Dia terlihat sangat ketakutan." Gumam Vano.


Sasha tidak ingin berurusan dengan keluarga Vano yang akan membuat hidupnya menjadi tidak tenang.


Mereka punya banyak anak buah dan bisa membayar siapa saja untuk melakukan apapun terhadapnya dan juga bayinya.


Dia tidak ingin Aaron mengalami hal yang buruk. Apalagi saat ini Sasha tinggal sendirian, tanpa siapapun.


Om Arya yang biasa melindunginya saat ini sedang ada didalam penjara dan menyelesaikan masa tahananya karena dulu membuat ibunya meninggal dalam kecelakaan.


Vano lalu mengikuti taksi yang dinaiki Sasha. Vano sengaja menghentikan mobilnya agak jauh dari taksi yang ditumpangi Sasha.


"Ohh, ternyata kau tinggal disini. Aku akan tinggal disini juga untuk terus menjagamu." Kata Vano lalu mencari rumah yang ada tulisan dikontrakkan.


Dia menghubungi nomor yang tertulis di sana.


Dua hari kemudian Vano sudah bisa masuk kerumah itu dan mengontrak disana agar terus bisa mengawasi Sasha.

__ADS_1


Vano tidak diijinkan lagi kuliah diluar negeri karena papanya ingin agar terus bisa mengawasinya.


Papanya tidak ingin dia membuat ulah hingga masa jabatannya berakhir. Apalagi dia ingin mencalonkan diri kembali. Tentu nama baik keluarganya senantiasa menjadi pertimbangan bagi yang akan memilihnya nanti.


Itulah alasannya dia tidak mengijinkan Vano tinggal di Amerika.


Vano duduk di teras rumahnya dan mengamati rumah Sasha dari kejauhan. Dia mengamatinya hingga Sasha mematikan lampu kamarnya dan artinya dia akan tidur.


Vano lalu berjalan dan saat ini dia ada didepan gerbang rumah Sasha.


Vano terus menatap lantai atas dimana kamar Sasha ada di paling depan dan terlihat bayangannya sedang menggendong bayinya dari jendela.


Vano lalu tersenyum dari bawah dan tidak lama kemudian dia kembali kerumahnya.


"Aku akan meyakinkan papa. Sekarang aku tahu jika kau ada disini. Aku akan menikahimu. Aku berjanji."


***


"Kau tahu dimana Sasha?" Tanya Prasetyo pada Regan melalui telepon.


"Tadinya dia diasrama. Namun aku sudah tidak melihatnya berbulan-bulan." Kata Regan.


"Om, mengkhawatirkan keadaanya saat ini."


"Teman-temannya bilang jika Sasha hamil dan sudah melahirkan."


"Apa?!" Prasetyo sangat kaget dan tidak percaya pada apa yang dikatakan Regan.


"Bagaimana mungkin? Apakah dia sudah menikah?" Tanya Prasetyo.


"Regan tidak tahu Om. Regan tidak pernah berbicara padanya dan Regan juga tidak bisa menghubunginya."


"Om lebih khawatir lagi sekarang." Kata Prasetyo lalu menutup teleponnya.


Walau bagaimanapun Sasha diurusnya dari kecil hingga dewasa. Mendengar dia sudah hamil dan melahirkan dan bahkan tidak meneruskan kuliahnya lagi membuatnya sangat sedih.


Prasetyo lalu pergi kekamar Oma. Dan menceritakan apa yang tadi dikatakan Regan. Namun Prasetyo berpesan pada Oma agar tidak mengatakanya pada Nadiya.

__ADS_1


__ADS_2