Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Keraguan Regan


__ADS_3

Nadiya masuk kekamar Sasha karena dari tadi tidak melihatnya keluar dari kamarnya.


"Sasha!" Panggilnya dari pintu. Perlahan Nadiya lalu membuka pintu itu dan dilihatnya kamarnya sangat rapi.


"Sasha! Apa kau sedang mandi?"


Tidak ada sahutan. Nadiya lalu melihat kamar mandi Sasha yang kering. Berarti Sasha tidak memakainya.


Nadiya lalu duduk dipinggir ranjang Sasha dan akan melihat kembali foto itu. Namun saat dia membuka laci, ternyata foto itu sudah tidak ada disana. Dan barang dilaci itu juga kosong.


Namun Nadiya tidak mencurigai apapun.


Lalu Nadiya akan melangkah keluar dari kamar Sasha dan berpikir jika Sasha mungkin sudah ada dibawah untuk sarapan.


Tiba-tiba Nadiya tertarik pada meja belajar Sasha.


Nadiya kaget saat melihat kertas yang dilipat diatas meja.


Nadiya lalu membacanya.


Didalam surat itu ditulis jika Sasha akan magang keluar kota dan mengatakan jika dia minta maaf karena tidak sempat berpamitan.


"Magang?"


Nadiya bergumam lalu melihat dibawah surat itu tertinggal beberapa ATM yang biasa digunakan Sasha untuk segala keperluannya.


Deg.


Apakah artinya Sasha sudah tahu semuanya?


Dan karena figura itu pecah, dia lalu pergi dari rumah ini?


Nadiya lalu berpikir sejenak.


Sebaiknya memang begitu. Aku tidak perlu menjelaskan apapun dan aku tidak akan melihatnya lagi.


Tapi.....


Bagaimana dengan Prasetyo dan Mami? Mereka pasti akan menanyakan keberadaan Sasha.


Aku akan mengatakan jika dia magang. Sehingga mereka tidak akan mencarinya atau khawatir dengan kepergiannya.


Maafkan Tante....


Tante masih tidak bisa berdamai dengan kesalahan ibumu....


Nadiya lalu memejamkan matanya dan mengatur nafasnya. Dia menarik nafas panjang berulang kali dan berusaha menenangkan gemuruh dihatinya.

__ADS_1


Dari kemarin dia menjadi tidak tenang dan sering berdebar-debar saat tahu jika Sasha adalah anak dari perselingkuhan suaminya.


Waktu tidurnya seperti dicuri oleh kenangan masa lalu.


Nadiya lalu menutup kamar Sasha dan turun kebawah.


Regan sudah ada disana untuk sarapan.


"Sasha kemana mi?" tanya Regan karena dia tidak melihat Sasha dari tadi.


"Sasha keluar kota, dia magang dan dia tidak sempat pamitan karena berangkat pagi-pagi sekali"


"Magang? Tapi dia tidak pernah mengatakanya sebelumnya?" Tanya Regan yang ragu dan bingung karena Sasha bahkan tidak menemuinya lebih dulu.


"Dia sudah dewasa. Jangan terlalu khawatir, dia bisa menjaga dirinya sendiri. Ayo sarapan! Mami akan menyiapkan untuk kalian bertiga." Kata Nadiya yang tidak ingin membahas tentang Sasha.


Namun Regan bukanlah anak kecil yang bodoh dan bisa percaya begitu saja. Dia juga mengenal maminya dan dia tahu jika maminya menyembunyikan sesuatu.


Namun Regan juga tidak tahu apa yang terjadi dan kenapa Maminya tidak khawatir pada Sasha.


Bagaimanapun Sasha sudah seperti saudara dan lama tinggal bersama mereka. Lagian meskipun dia sudah dewasa kan tetap saja dia seorang perempuan yang rentan dengan bahaya.


Regan mulai khawatir.


Mungkin ada yang dilewatkanya.


"Habiskan sarapanmu." Kata Nadiya yang melihat Regan hanya makan sepotong roti kecil.


Regan lalu naik keatas dan masuk kekamar Sasha.


"Biarpun magang, dia bisa pergi setelah sarapan bukan? Kenapa dia harus pergi pagi-pagi sekali?" Gumam Regan dengan kesal.


Dia bahkan tidak memberitahukan kemana dia pergi.


Ini kelewatan!


Sementara Nadiya mempersiapkan bekal untuk kedua putranya dan akan mengantarkan mereka kesekolah hari ini.


Hari ini Nadiya sedang butuh udara segar dan mencoba menenangkan hatinya dengan pergi mengantarkan Edsel dan juga Eiden kesekolah.


Sementara Regan masuk kekamar Sasha dan terkejut saat kamar itu begitu rapi.


Banyak barang yang tidak ada ditempat biasanya.


Dia lalu membuka laci dan barang-barang yang penting, tidak ada disana.


Sasha sudah membawa semuanya.

__ADS_1


Dia lihat Sasha juga membawa piala yang dia dapat saat ikut lari maraton kemarin.


"Ini aneh. Kenapa dia membawa semuanya? Jika hanya pergi magang, harusnya dia tinggalkan barang-barang yang tidak penting dirumah. Apakah dia benar-benar pergi dan tidak akan kembali lagi kemari? Tapi kenapa? Apa yang sudah terjadi? Ini berbeda. Dia tidak pernah membawa barang-barang seperti itu jika hanya pergi untuk magang. Ini seperti kesannya dia pergi dari rumah. Apakah mami memarahinya? Atau dia melakukan kesalahan?"


Regan masih bergumam didalam hati. Dia lalu mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai petunjuk dibeberapa lipatan baju Sasha.


Sebuah kertas jatuh kelantai.


Regan lalu menunduk dan mengambil kertas itu.


Surat keluarga.


Ini fotokopi surat keluarga.


Dan ada nama Leo dan Sarah didalamnya.


Regan lalu mulai mengingat-ingat sesuatu.


Nama itu tidak asing baginya.


Nama mereka seperti sering dia dengar saat dia masih kecil.


Dan saat papi dan maminya bertengkar, mereka selalu menyebut nama Sarah.


Apakah Sarah adalah wanita yang dikencani papi? Dan dia adalah sahabat mami?


Apakah Sasha adalah anak dari papinya?


Apakah semua ini benar atau hanya kebetulan nama mereka sama?


Ini rumit sekali?


Aku harus mencari tahu siapa Sasha sebenarnya.


Ya, Oma, oma pasti bisa menceritakan siapa Sasha?


Kenapa baru sekarang aku berpikir tentang masa lalu kami yang saling berhubungan?


Apakah ini sudah terlambat?


Apakah mami juga tahu jika Sasha adalah anak Tante Sarah?


Apakah dia Tante Sarah yang sama, yang tinggal didepan rumah kami dulu?


Aku harus mencari tahu semua ini. Tapi percuma jika menanyakanya pada Mami. Mami pasti akan menyembunyikan kebenaranya.


Aku harus mencari tahu sendiri. Siapa Sasha sebenarnya? Dan kenapa dia pergi dari rumah?

__ADS_1


__ADS_2