
Kebetulan kemarin sore Sasha dan Regan pulang ke rumah bersamaan. Mereka sedang liburan sekolah selama 2 minggu. Karena tidak ada kegiatan di asrama, mereka memutuskan untuk pulang kerumah dan menemani Omanya. Karena mereka tahu jika Om Prasetyo dan Mami Nadiya sedang program kehamilan diluar negeri.
"Sasha! Ayo bangun! Sudah siang! Oma mau ke negara S. Tante Nadiya sudah melahirkan." Kata Omanya sambil menggoyang-goyangkan bahu Sasha.
Sasha membuka matanya dan langsung duduk terperanjat saat mendengar jika Tante Nadiya sudah melahirkan.
"Apa? Bagaimana mungkin Oma? Kapan tante Nadiya hamil, dan kok kami tidak diberitahu apakah Regan juga mengetahui ini?" Tanya Sasha sambil melipat selimutnya.
"Regan tidak tahu. Tidak ada yang tahu, om dan tante kalian sengaja merahasiakannya, mereka sengaja membuat kita semua kaget dengan kejutannya."
"Waahhh Om Pras sama Tante benar-benar pandai bersandiwara. Selama ini sedikitpun kita tidak pernah terpikirkan jika Tante Nadiya sudah hamil."
"Oma juga sampai shock mendengar berita bahagia ini dari om mu."
"Kamu bangunin Regan... Oma biar siap-siap dulu, kalian juga siap-siap ya kita akan langsung terbang siang ini juga." Kata ibu Monic sambil membantu Sasha membereskan tempat tidurnya.
Sasha berjalan kekamar Regan yang berada disamping kamarnya.
"Regaaaaan bangun!"
"Ada kejutan besar!" Kata Sasha di telinga Regan dan membuatnya kaget.
"Apaan sih berisik banget!" Sahut Regan sambil menutup kepalanya dengan bantal. Tampaknya Regan masih mengantuk.
"Regan ada kejutan besar, kamu sekarang punya adik bayi!"
"Adek apaan? Ngaco ah!" Sahut Regan masih menyembunyikan kepalanya dibawah bantal.
"Regan... Aku serius cepat bangun kita akan ke negara S siang ini juga." Kata Sasha sambil mengambil bantal yang menutupi kepala Regan.
"Malas ah, kalian saja yang pergi. Kalian mengganggu tidurku saja dengan cerita konyol. Kembalikan bantalku!" Kata Regan yang saat ini sudah beranjak dewasa.
Regan tertidur kembali dengan menutup kepalanya dengan guling. Dan tidak peduli dengan cerita Sasha yang menurutnya itu hanya siasat untuk membangunkanya.
Kemudian Sasha memercikkan air pada kaki Regan.
"Apaan sih! Iseng amat!"
"Regan kamu harus ikut dengan kami, ibumu saat ini sudah melahirkan bayi kembar, kamu punya dua adik, lihatlah foto ini, Om Pras baru saja mengirimkan padaku, lihat HP kamu pasti Om Pras juga mengirimkannya padamu."
Kata Sasha sambil memperlihatkan foto kedua bayi yang baru saja dilahirkan ke dunia ini.
"Hah Mami dan dua adik, oh my God, Bagaimana mungkin, kapan Mami mengandung kedua jagoan ini, mereka tiba-tiba sudah lahir ke dunia ini." Regan begitu takjub melihat kedua adiknya yang pipinya sangat tembem.
"Iya rekan, tante Nadiya sengaja membuat kejutan untuk kita semua."
"Oke deh kalau begitu sekarang keluar dari kamarku! Aku mau mandi..." Kata Regan langsung ke kamar mandi.
Sasha hanya melihatnya dengan wajah lugunya. "Tadi saja bilang malas! Giliran sudah lihat bayi lucu ini, langsung bersemangat! Aku juga mau mandi ah, tidak sabar melihat kedua jagoan itu."
Negara S
Jam 15. 00 mereka sudah sampai di rumah sakit di mana kedua jagoan itu dilahirkan.
"Ayo kita langsung naik ke atas." Kata Regan sambil menenteng koper milik Omanya.
"Regan bawain koperku juga." Kata Sasha.
__ADS_1
"Tidak! Bawa sendiri.."
"Huh dasar pelit!" Gerutu Sasha memonyongkan mulutnya yang mungil.
"Oma itu om Pras!
"Om kita di sini!" Kata Sasha sambil berjalan ke arah Prasetyo.
"Hai.... Apa kabar kalian semua?" Kata Prasetyo sambil memeluk maminya.
"Kalian ini keterlaluan! Kenapa tidak memberitahu Mami jika Nadiya hamil?!" Kata ibu Monic sambil menjewer telinga Prasetyo.
"Ampun Mami.... aduh sakit, kan semua ini untuk kejutan, jadi Prasetyo memang sengaja merahasiakan semuanya."
"Kejutan sih kejutan, tapi jangan kelewatan. Sampai berita sebesar ini disimpan sendiri!"
"Iya...maaf mami jika kejutanya terlalu ekstrim. Sekarang kita naik keatas yuk!" Kata Prasetyo sambil menepuk pundak Regan.
"Hai apa kabar?" Sapa Prasetyo kepada Regan anak sambungnya.
"Hai Om..!"
"Kamu sekarang sudah besar ya hampir setinggi Om."
"Iya dong Om! Masa mau jadi anak kecil terus...!"
"hahaha...," Mereka tertawa bersamaan.
Hubungan antara Prasetyo dan Regan memang lebih mirip pada teman atau sahabat daripada ayah dan anak.
Apalagi saat ini Regan sudah semakin dewasa. suaranya juga semakin berubah dan bertambah berat. Selain itu Prasetyo juga masih muda jadi mudah bagi mereka untuk menjadi sahabat.
"Om juga makin gendut, pasti Om malas berolahraga." Kata Regan sambil meninju perut Prasetyo.
Regan paling benci saat dibilang gendut. Meskipun kenyataannya sejak tinggal di asrama badannya memang makin gendut dan pipinya juga tembem.
"Hai Sasha... apakah porsi makanmu diambil oleh Regan?"
"Apaan sih Om." Seru Regan.
"Ngga lah. Sasha kan diet. Emang kenapa Om?"
"Iya soalnya kamu makin kurus sedangkan Regan makin gendut."
"Om awas ya...!" Kata Regan sambil menggelitiki pinggang Prasetyo
"Iya ampun ampun....." Kata Prasetyo sambil membungkuk karena merasa kegelian.
"Sudah! Sudah! Kalian ini jangan berisik kita lagi dirumah sakit!" Kata ibu Monic.
"Bukan Regan Oma...Om Pras yang nakal." Kata Regan sambil meninju perut Prasetyo.
Sasha kemudian membuka pintu di mana Tante Nadiya dan kedua debaynya saat ini dirawat.
"Hai Tante....!"
"Hai sayang..." Kata Nadiya begitu melihat Sasha. Saat ini Nadiya sedang terbaring di ranjangnya menggantikan Sandra.
__ADS_1
"Selamat ya Tante...." Kata Sasha sambil mencium tantenya.
"Terima kasih sayang."
"Mana debaynya Tante?"
"Itu lagi bobo...coba kamu lihat disana."
Kata Nadiya sambil menunjuk ke dua buah hatinya yang sedang terlelap.
"Nadiya selamat ya... Mami bahagia sekali mendengar kabar bahagia ini. Tapi tetap saja mami marah! Kalian ini menyimpan rahasia sebesar ini dan tidak memberitahu Mami jika kau sudah mengandung?"
"Iya maaf Mami."
"Hai sayang.....!" sapa Nadiya pada Regan. "Kemarilah!.. Hai kenapa dengan perutmu, kok makin gendut?"
"Tuh kan Mami....Regan kesel deh tadi Om Pras, dan sekarang mami."
"Tuh kan Om tidak bohong."
"Apaan sih Om! Sudah ah... Regan mau lihat kedua jagoan kecil."
"Hai cucu-cucuku... kalian sangat menggemaskan, ayo bangun sayang. Oma kalian sudah datang...."
Kedua bayi itu kemudian membuka mulutnya dan menguap secara persamaan
"Lihatlah Sasha mereka tahu jika Omanya ada disini." Kata Ibu Monic sambil menggendong salah satunya secara bergantian.
"Gantian ya....digendongnya. Kalian ini menggemaskan sekali..."
"Tidak lama kemudian Karina, Joan dan ibu Sofia juga datang untuk melihat kedua anak Nadiya yang sudah lahir.
Mereka kemudian berpelukan dan saling beramah-tamah.
Mereka bertiga tidak menginap dan hanya sebentar menengok Nadiya setelah itu mereka berpamitan pulang.
"Oh ya Pras, Papi sepertinya tidak datang."
"Kenapa?" Tanya Prasetyo.
"Kesehatan Papi sedang menurun karena udara yang cukup dingin dan kehujanan saat berlari keliling kompleks."
"Oh ya sudah tidak apa-apa, nanti setelah dokter mengizinkan untuk pulang kita akan kembali di apartemen." Kata Prasetyo.
"Pras tolong kamu lihat Sandra di ruang sebelah, aku tidak mungkin bangun dan menemui Sandra saat ini.
"Baiklah aku pergi dulu ya..."
Nadiya menggangguk.
"Kemana Prasetyo?" Tanya ibu Monic.
"Istrinya lagi lahiran dia malah jalan-jalan..."
"Tidak papa mi...Tadi sudah minta izin sama Nadiya.
Hai, Kak! 😀😀😀
__ADS_1
Regan dewasa ada dinovel terbaru yang baru saja Author buat judulnya "Dipinang CEO"
Author penasaran dengan kisah Nadiya setelah Regan menjadi dewasa, dan Nadiya menjadi tua, hehehe....