
Sasha mengantarkan temannya untuk berobat kerumah sakit karena perutnya mengalami kram saat menstruasi.
Kramnya lumayan parah bahkan dia kesulitan untuk berjalan. Setiap bulan dari awal menstruasi dia memang sudah sering kram. Namun tidak pernah separah ini.
Karena saat itu yang duduk disebelahnya Sasha, maka akhirnya dia meminta tolong Sasha untuk mengantarkanya kerumah sakit.
Dia sudah tidak kuat menahan sakitnya, sehingga perlu penanganan dokter agar sakitnya berkurang.
Sasha lalu menunggu didepan saat mereka sudah sampai di rumah sakit. Sementara temannya diperiksa didalam.
Entah kenapa temannya diperiksa lama sekali, sehingga Sasha berjalan kegedung sebelah. Jarak gedung untuk penyakit cancer dan ruang UGD memang tidak jauh. Hanya terpisah oleh jalanan dua meter yang biasa digunakan untuk membawa keluar masuk barang-barang dan peralatan rumah sakit.
Sashapun melongok ke sebelah. Dari jauh dia seperti melihat Jack keluar dari sebuah kamar. Sasha terus memperhatikannya.
Aku tidak mungkin salah lihat. Itu memang Jack. Tapi tadi Jack bilang sedang keluar bersama temannya. Apakah temannya juga sakit?
Gumam Sasha sambil tidak terasa dia berjalan mendekati kamar dimana Jack tadi keluar.
Sasha berdiri agak lama didepan kamar itu. Ada plang bertuliskan Cancer.
Mungkin ini gedung khusus untuk pasien cancer. Tapi itu memang Jack, baju itu sering dipakai oleh Jack. Dan aku mengenalinya.
Mungkinkah dia sedang menjenguk temannya yang sakit cancer? Kenapa dia tidak pernah bercerita, jika ada temannya yang menderita sakit cancer. Setidaknya aku juga ingin menjenguknya.
Sasha masih berdiri dan tersenyum pada seorang dokter muda yang cantik yang akan masuk keruangan dimana Sasha berdiri.
Pintunya terbuka dan tidak tertutup rapat.
Sasha mendengar suara seorang pria menyapa dokter itu.
Suaranya mirip seseorang yang dia kenal. Tapi siapa? Dia sepertinya tidak asing dengan suara itu.
Sasha lalu berjalan mendekati pintu dan akan melangkah masuk. Namun tiba-tiba tangan seseorang mencegahnya.
__ADS_1
Sasha menoleh kebelakang.
"Jack? Kau disini?" Tanya Sasha kaget karena Jack ada dibelakangnya.
"Sasha? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jack sengaja mencegah Sasha masuk kedalam.
Vanopun mendengar suara Jack dan juga suara Sasha karena pintu sedikit terbuka.
"Sasha?" gumam Vano lalu jantungnya berdetak sangat kencang.
Dag, dig, dug!
Berulang-ulang, jantungnya seperti terpacu sangat kencang.
Benarkah itu Sasha? Untuk apa dia ada didekat kamarku? Apakah dia tahu jika aku berada disini?
"Kenapa wajahmu pucat begitu?" tanya Dokter yang melihat Vano salah tingkah.
"Kau kenapa? Demam?" tanya dokter itu.
Vano hanya menggelengkan kepalanya dan tidak berani bersuara.
"Kau sangat aneh. Mana temanmu itu?" tanya dokter itu lagi yang melihat tingkah aneh Vano.
Vano lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau sakit tenggorokan? Kenapa dengan suaramu?" tanya dokter yang khawatir virus cancer itu menyebar hingga ke tenggorokan pasiennya.
Lagi-lagi Vano menggelengkan kepalanya.
Dokter itu mendekat karena Vano terus menggelengkan kepalanya. Dia jadi semakin khawatir suara Vano hilang.
Dokter memegang kening Vano, namun tidak demam.
__ADS_1
"Kau tidak demam. Jika terjadi infeksi maka badanmu pasti akan bereaksi dan akan demam. Tapi kau seperti nya baik-baik saja. Tapi kau tidak mau berbicara. Biasanya kau sangat cerewet." kata Dokter lalu mengangkat tangannya dari kening Vano.
Sementara Vano masih bersembunyi dibalik selimutnya. Dia menutupi wajahnya dan takut jika tiba-tiba Sasha masuk dan melihat dia ada disana.
Sasha sebenarnya ingin sekali masuk dan melihat siapa pasien didalam kamar itu, karena sepertinya dia pernah mendengar suaranya.
Sasha mencoba mendengarkan sekali lagi, siapa tahu itu adalah orang yang dikenalnya. Namun rupanya pasien tidak bersuara sama sekali. Sehingga Sasha tidak bisa mengenali siapa yang ada didalam dan sedang dirawat.
"Ayo kita kesana." Ajak Jack menjauhkan Sasha dari ruangan Vano.
Jack juga khawatir Sasha masuk dan melihat Vano didalam.
"Baiklah. Hanya saja tadi aku pikir aku mengenali suara pasien didalam. Namun aku tidak tahu siapa dia. Aku hanya mendengar suaranya sekali. Dan dia tidak berbicara lagi."
Deg.
Jack semakin khawatir.
"Ooohhhh,,, itu mungkin hanya perasaanmu saja. Tidak ada teman kita yang dirawat disini." kata Jack.
"Lalu kenapa kau juga ada disini?" tanya Sasha yang penasaran kenapa Jack juga ada dirumah sakit.
"Aku.....aku.....aku mencari mu, aku tadi membaca pesanmu. Dan setelah aku selesai bertemu temanku, aku langsung kemari. Namun aku malah salah gedung dan salah ruangan." kata Jack beralasan.
"Ohhh, pantas saja tadi aku melihatmu dari kejauhan. Kau seperti keluar dari kamar pasien tadi."
"Hehehe...aku salah kamar. Aku buru-buru sehingga lupa membaca plang dan petunjuk arah."
Sasha lalu duduk didepan kamar temannya yang tadi dia antarkan.
Dokter keluar dan lalu menyuruh Sasha masuk.
"Temanmu sudah lebih baik sekarang," kata dokter itu kepada Sasha.
__ADS_1