
Jack pun memberanikan diri untuk membuka selimutnya. Dan benar saja, jendela yang menghubungkan kamarnya dengan taman dibelakang asrama terbuka. Gelapnya malam ditamanpun terlihat menyeramkan. Angin kencang berhembus masuk dari jendela yang terbuka hingga menerbangkan tirai.
Jack menarik selimutnya hingga kepalanya terbuka dan perlahan berjalan turun dari ranjang.
Krosak! Krosak!
Terdengar sebuah suara diantara rimbunnya pepohonan didekat jendela.
Jack pun perlahan-lahan berjalan kearah jendela dan memberanikan diri untuk melihat suasana diluar jendela.
Diapun perlahan menutup jendela yang terbuka dan belum sempat menguncinya tiba-tiba terlihat bayangan putih diluar jendela berdiri persis didepannya.
Jack pun berdiri dan badanya terasa kaku tanpa bisa menggerakkan badannya sama sekali. Seperti ada yang membuatnya tidak bisa bergerak.
Nafas Jack semakin berat dan jantungnya berlari seperti pacuan kuda. Dengan sekuat tenaga Jack berusaha menggerakan tanganya dan menutup jendela itu.
Tiba-tiba ada yang mengetuk jendelanya.
Tok! Tok! Tok!
Jack pun langsung lari terbirit-birit meninggalkan kamarnya.
"Jack! Jack! Buka jendela lo! Ini gua! Vano!" Teriak Vano dari luar jendela Jack.
"Sialan! Kemana perginya tuh anak! Udah tahu gua berdiri disini bukannya dibukain malah ditutup jendelanya." Kata Vano.
"Terpaksa deh gua berjalan memutar arah. Dan mau ngga mau gua harus melewati kamar Shakira. Mana kamarnya kosong lagi!" Kata Vano.
"Coba deh! Gua ketuk sekali lagi. Siapa tahu Jack sudah kembali." Kata Vano berbicara pada dirinya sendiri.
Vanopun berjalan dengan cepat kekamarnya melewati kamar Shakira. Vano melewati lorong yang remang-remang dan sepi. Tak ada satupun mahasiswa yang keluar masuk ataupun mondar-mandir disekitar lorong.
"Sepi, seperti kuburan! Pada takut apaan sih! Gosip murahan aja pada percaya. Lihat nih gua! Jalan sendirian juga ngga ada apa-apa! Dasar pada penakut semua! Apa cuma gua yang berani dan tidak takut pada apapun. Wak kayaknya gua kalau ikut uji nyali, pasti bakalan menang nih! Lawannya pasti udah kabur duluan. Sayangnya ini di Amerika. Disini tidak ada lomba uji nyali. Jadi terpaksa gua tidak bisa menunjukan kebolehan gua soal keberanian. Padahal gua punya bakat terpendam kalau soal nyali."
Tiba-tiba saat melewati kamar Shakira ada suara air bergemericik dari dalam kamar mandi.
"Ahk! Ada suara air? Darimana suara itu. Setahu gua kamar ini kosong karena Shakira telah meninggal. Dan tidak ada yang berani menggunakan bekas kamarnya. Tapi kok ada suara air ya? Aneh sekali. Sebaiknya gua uji nyali gua deh!" Vanopun menoleh ke kanan dan ke kiri, setelah tidak ada yang melihatnya dia kemudian masuk kedalam kamar Shakira.
Dan perlahan-lahan dia berjalan kekamar mandi.
"Benar nih! Airnya nyala. Siapa yang nyalain air malam-malam begini."
"Gua matiin aja deh!" Vanopun memutar kran air dan mematikan airnya.
Setelah itu Vano berjalan keluar dari kamar mandi. Akan menuju kepintu. Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya.
__ADS_1
Ngeeeeekkkkk!
Braaaaakkkkk!
"Oeehhhhhh! Pintunya nutup sendiri. Ini nih, pasti angin yang bikin pintunya nutup sendiri. Ini Amerika woi, jangan nakut-nakutin gua. Gua ngga bakalan takut." Kata Vano dan berjalan kepintu.
"Waduh! Terkunci nih! Siapa yang mengunci pintu ini?"
"Siapapun yang lewat! Tolong bantuin gua! Gua terkunci disini!" Teriaknya berulang kali.
Namun karena suasana sepi dan lorong itu memang jarang dilewati mahasiswa lain kecuali dalam keadaan terpaksa, makanya tidak ada yang mendengar teriakannya.
"Masa iya? Gua harus tidur disini?"
"Sialan! Gua malah terkunci disini." Kata Vano.
"Mana udah jam 11 malam lagi. Pasti semua mahasiswa sudah tertidur."
"Ya sudahlah jika memang terpaksa ya mau gimana lagi. Gua harus bermalam disini." Gumam Vano pada dirinya sendiri.
"Nih kamar baunya gini amat sih? Kamar cewek tapi bukanya bau wangi ini malah bau anyir." Kata Vano.
"Ahk, sudahlah yang penting gua bisa tidur dengan tenang. Mereka aja yang penakut. Buktinya gua tidur disini, aman-aman aja. Lebih baik gua pejamkan mata gua. Besok pagi mereka akan terkejut karena gua tidur dikamar Shakira yang baru saja meninggal. Orang mati mana bisa hidup lagi. Kalau bisa hidup lagi, penuh nih bumi. Dan lagian keenakan dia, bisa ngintipin orang tidur tanpa bisa terlihat. Hehehe ada-ada saja! Gua sepertinya ngantuk banget. Bodi amat sama nih bau, gua mau tidur aja." Gumam Vano seorang diri.
Jam 12 malam.
Tok! Tok! Tok!
"Bukain bang! Aku mau masuk!" Kata suara dari pintu.
Tok! Tok! Tok!
"Bang, buka bang! Aku mau tidur didalam!"
"Apaan sih itu! Berisik amat! Ngganggu orang tidur aja!" Kata Vano yang dengan masih setengah tidur dan setengah bangun lalu berjalan kepintu dan membukakan pintu.
Ternyata sekarang pintu itu bisa dibuka dan tidak terkunci lagi.
Tiba-tiba saat dia sudah berdiri didepan pintu ada sebuah tangan yang menjulur dan pergelanganya berdarah.
Vanopun mengusap-usap matanya dan mengedip-kedipkan matanya hingga penglihatannya terang.
Namun saat dia sudah bisa membuka matanya dengan jelas bayangan itupun hilang.
"Ahk! Pasti gua bermimpi. Dan....kok pintu ini bisa terbuka sih? Padahal tadi kan terkunci dan tidak bisa dibuka kenapa sekarang bisa dibuka? Aneh!"
__ADS_1
Vanopun melihat jam ditanganya dan jam menunjukkan tepat jam 12 malam.
Tiba-tiba saat Vano melihat kedalam kamar, diatas kasur sudah tidur seorang wanita dengan baju putih dan perut yang besar.
"Shakira? Kau sudah meninggal! Bagaimana mungkin kau ada disini?"
Kemudian dari dalam kamar terdengar suara bayi menangis.
oek....oek....oek....
"Bayi? Ngga! ini ngga mungkin! Kau sudah mati! Pergi dari sini! Kau sudah mati dan bayi itu juga!" Kata Vano sambil membelalakkan matanya seperti tidak percaya.
Arwah Shakira pun membalikan badannya dan mukanya tidak terlihat karena rambut yang menutupi wajahnya.
"Siapa kau? Kau bukan Shakira! Shakira sudah meninggal. Gua tahu, Shakira sudah meninggal. Pergi kau dari sini! Siapa kau? Kau bukan Shakira."
Oek....oek....oek...
Terdengar suara bayi dari kamar mandi.
"Lebih baik gua pergi dari sini. Pasti aku sedang bermimpi." Vanopun kemudian lari dan meninggalkan kamar Shakira.
Tiba-tiba sampai didekat kamarnya dia menabrak seseorang dari arah yang berlawanan.
Bruuukkkk!
Merekapun bertabrakan dan sama-sama terpental karena saking kencangnya mereka berjalan.
"Jack! Lo? Ngapain Lo malam-malam keluyuran?" Tanya Vano.
"Kau juga? Ngapain malam-malam keluyuran?" Tanya Jack.
"Lo dari mana? Gua cariin Lo dari tadi? Gua mau tidur dikamar lo. Kamar gua banyak kecoak. Jadi gua ngga bisa tidur." Kata Jack.
"Ya udah! Masuk!" Jawab Jack tanpa diduga sebelumnya.
Biasanya Vano pasti keberatan jika Jack akan tidur dikamarnya. Apalagi saat ini mereka sama-sama bersaing untuk mendapatkan Sasha.
Tapi malam ini Vano juga sedang tidak tenang. Dia juga butuh teman setidaknya untuk menemaninya ngobrol.
Apalagi Vano baru saja bertemu hal-hal aneh diluar nalar. Entah itu nyata, entah tidak yang jelas seumur hidupnya baru kali ini dia mengalami peristiwa aneh dan tidak masuk diakal.
Tapi bukan tanpa alasan Vano merasa ketakutan. Dia menyembunyikan sebuah rahasia besar yang hanya dirinyalah yang mengetahuinya. Tidak ada orang lain yang tahu apa yang dirahasiakanya.
Dan semua itu berhubungan dengan kematian Shakira. Mungkin diapun dikejar rasa bersalah atau dia berusaha menutupi kesalahannya sehingga bayangan-bayangan aneh itu menghantuinya.
__ADS_1