Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Terperangkap rasa bersalah


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Leo bahagia sekali saat mengetahui Sarah hamil. Tidak ada kabar yang lebih membahagiakan selain kabar kehamilan istrinya, dan dia akan menjadi seorang ayah. Ini adalah kado terindah dihari ulang tahunya. Hari ini Leo berulang tahun dan Sarah memberikan surprise tentang kehamilanya.


"Terimakasih sayang. Aku sangat bahagia." Leo mengecup kening Sarah dengan lembut. "Mulai sekarang aku akan pulang lebih cepat supaya bisa menghabiskan waktu bersama kamu. Karena saat ini kamu sedang hamil, kamu harus menjaga kesehatan dan juga banyak makan."


"Iya Mas." Kata Sarah sambil mengambil sebuah kotak untuk hadiah suaminya.


"Apa ini ma?"


"Buka aja mas." Kemudian Leo membuka kotak dan melihat isi didalamnya. Ternyata isinya adalah sebuah dompet kulit yang sangat antik. Sarah membelinya waktu pergi berlibur ke Paris. Dan dompet itu adalah limited edition. Hanya diproduksi sedikit dan dibuat berdasarkan pesanan saja.


Sarah masih menyimpanya didalam kotak dan dimasukkan kedalam lemari khusus penyimpanan koleksi tasnya. Dulu dia memang ingin memberikanya pada Leo, tapi mereka terlanjur berpisah, sehingga Sarah tidak jadi memberikanya.


"Dompet ini sangat bagus. Aku sangat menyukainya. Langsung aku ganti saja sekarang."


"Ya sudah kalau mau langsung diganti. Barang-barangnya taruh disini mas. Biar ngga tercecer." Kemudian Leo mengeluarkan semua isi dompetnya dan sebuah foto jatuh kelantai. Dengan cepat Leo memungutnya dan menyimpanya tanpa ketahuan oleh Sarah. Foto itu sangat berarti untuk Leo dan kenangan masa kecilnya.


Sarah melihat Leo menyelipkan sesuatu kedalam dompetnya.


"Apa itu mas?"


"Ohh. Ini cuma kertas catatan kantor."


"Ohh. Kalau kertas yang penting, jangan sampai kelupaan ngga dimasukin mas." Kemudian Leo merangkul Sarah dan mengajaknya pergi makan diluar sambil berjalan-jalan. Ini adalah hari bahagianya. Sehingga mereka menikmati waktu bersama tanpa ada yang menganggu. Leo memang tipe cowok yang romantis, dan pandai menyenangkan pasangannya. Tapi kalau sifat posesifnya kambuh, dia bisa menjadi pria paling menjengkelkan di dunia.

__ADS_1


Sarah dan Leo sampai disebuah restoran yang sudah dipesan Leo sebelumnya. Lengkap dengan dekorasi yang menambah semarak dan kesan yang mendalam dan menyenangkan. Ada banyak lilin dipinggir mengelilingi tempat duduk yang mereka pesan. Ada juga hiasan bunga mawar merah yang masih segar dengan wangi yang semerbak. Sungguh beruntung Sarah memiliki Leo yang pandai menyenangkan hatinya dan sering memberinya kejutan yang berkesan. Apalagi kabar kehamilanya membuat Leo menjadi pria paling beruntung saat ini.


Belum habis kebahagiaanya karena mendapatkan Sarah kembali dan Tuhan memberinya paket lengkap dengan hadirnya bayi dalam kandungan Sarah. Leopun semakin mencintai dan menyayangi Sarah dua kali lipat dari sebelumnya.


"Indah sekali mas tempat ini. Apakah kamu yang ......."


"Aku sengaja memesan lengkap dengan dekorasinya agar kamu selalu merasa bahagia. Karena kamu telah membuatku bahagia. Dan saat ini kamu telah membuatku menjadi pria yang sangat beruntung. Mendapatkanmu kembali dan terlebih rumah kita akan menjadi ramai dengan kehadiran buah hati kita."


Sarah terpana dengan berbagai ekspresi kebahagiaan yang ditunjukan Leo. Ada segurat kesedihan didalam hati dan menggores sanubarinya. Apalagi selain kebohongan dan penipuan yang telah sengaja menjebak Leo dalam kisah cintanya. Maafkan aku Leo. Meskipun aku tau kau takkan memaafkanku jika kau tau bahwa aku telah membohongimu. Kau takkan mengampuniku. Jika sampai terbongkar siapa ayah biologis bayi yang sedang kukandung ini. Aku tak berdaya. Maafkan aku.


Leo menarik kursi dan mempersilakan Sarah duduk. Mereka duduk berhadapan. Dan Leo menatap Sarah begitu mesra dan senyum yang tulus menghiasi bibirnya.


 


Nadiya kemudian pergi ke mall perbelanjaan untuk membeli baju yang longgar yang akan dia pakai saat acara nanti. Perutnya sudah mulai membesar. Baju yang biasa Nadiya pakai rata-rata sudah sempit dan membuatnya tak nyaman. Apalagi barat badanya terus naik dengan cepat, karena Ardy terus membuatnya


makan banyak.


Saat sedang memilih baju tiba-tiba matanya melihat ibu Sofia juga sedang berada disana. Dia adalah ibu tirinya. Hubungan mereka memang tak pernah dekat, Nadiya bahkan tidak pernah tinggal serumah denganya. Rupanya takdir mempertemukan mereka, karena ibu Sofia juga melihatnya. Dan matanya tak beralih dari perut Nadiya yang terlihat besar. Apalagi melihat Nadiya sedang memilih baju untuk ibu hamil.


Itukan Nadia? Sedang apa dia? Sepertinya perutnya terlihat besar. Kalau tidak salah dia juga sedang memilih baju untuk wanita hamil. Apakah benar dia bisa mengandung? Aku pernah dengar dari Karina kalau dia sakit kanker kandungan dan tidak bisa punya anak. Kabar itu membuatku senang. Tapi kalau benar dia mengandung. Ini merupakan ancaman baginya. Jika anak itu lahir dia bisa saja menguasai harta suaminya. Apalagi jika aku tidak bisa mendapatkan cucu dari Karina. Maka Nadiya dan anaknya itu akan menjadi kesayangan suaminya. Aku harus mendekatinya.


Ibu Sofia terus memperhatikan Nadiya dari tempatnya berdiri dan bergumam pada hatinya. Karena rasa ingin tahunya begitu besar, maka ibu Sofia berjalan dan mendekati Nadiya.

__ADS_1


"Nadiya? Sedang apa? Sepertinya itu baju wanita hamil?" Dia tak sabar mengatakan rasa kepingin tahunya alias kepo. Nadiya tersenyum pada ibu Sofia.


"Iya tante. Nadiya sedang memilih baju untuk acara empat bulanan. Tante nanti datang ya."


Bu Sofia memonyongkan mulutnya. Huh! Ternyata benar dugaanku. Pakai diundang segala. Kalau tidak datang dia sudah mengundangku. Sebaiknya aku datang saja. Biar aku terus bisa mengawasinya.


"Iya nanti tante akan datang sama ayahmu, juga Karina."


"Terimakasih tante."


Setelah mendapatkan baju yang sesuai keinginannya Nadiya kemudian pergi ke kasir untuk membayarnya. Tapi saat akan membayar, ternyata dompetnya tidak ada didalam tasnya. Nadiya kebingungan dan mencoba mengingat dimana terakhir kali dia memegang dompet itu. Lama berdiri dikasih Nadiya ditegur oleh karyawan yang sedang bekerja.


"Ini gimana Bu? Jadi mau dibeli tidak?"


"Iya maaf saya pending dulu saja. Ternyata dompetnya ketinggalan dirumah." Kata Nadiya


"Sudah dibungkus saja. Nanti saya yang bayar" Kata suara diantara antrian. Nadiya menoleh. Itu suara Tante Sofia.


"Terimakasih tante." Nadiya kemudian pergi meninggalkan kasir sambil menenteng kantong yang berisi baju yang tadi dipilihnya. Untung ada tante Sofia tadi. Bagaimana mungkin aku bisa teledor dan meninggalkan dompetnya dirumah?


Ditengah perjalanan Nadiya melihat Ardy dan seseorang sedang makan siang. Tadinya Nadiya mau turun dari mobil tapi tidak jadi. Aku bahkan tidak membuat janji kalau aku akan menemuinya. Jika aku tiba-tiba bergabung Ardy pasti terkejut. Apalagi Ardy sedang bersama rekan kerjanya. Kehadiranku akan mengganggu pembicaraan mereka. Sudahlah nanti akan kutanyakan saat Ardy sampai rumah.


Kenapa sekarang aku jadi sangat sensitif? Wajarkan Ardy makan diluar ditemani seorang wanita. Mungkin itu rekan kerjanya atau salah satu kliennya. Kenapa perasaan tidak nyaman saat melihatnya bersama wanita lain mengganggu konsentrasiku. Biasanya hal itu sedikitpun tak pernah mempengaruhiku. Aku sangat mempercayainya. Dia bisa menjaga batasannya.

__ADS_1


Tapi rasa cemburu dan curiga sering hadir sejak aku mengetahui kau menghabiskan malam bersama sahabatku. Rasa sakit ini mulai merusak kepercayaanku. Dan aku mulai tidak waras jika melihatmu bersama wanita lain.


__ADS_2