Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Operasi plastik


__ADS_3

Para polisi masih sibuk untuk menyelamatkan para korban yang luka-luka akibat runtuhan itu dan sebagian lagi mengangkat beberapa jenazah yang tergeletak tertimbun reruntuhan bangunan. Ratusan orang terluka dan puluhan orang meninggal dunia. Saat ini yang menjadi fokus polisi adalah menyelamatkan korban yang selamat dan hanya menderita luka-luka saja. sehingga siapa saja yang meninggal belum di identifikasi.


Tiga hari kemudian seluruh bangunan itu sudah dibersihkan oleh anggota kepolisian juga para relawan. Semua korban yang sudah meninggal sudah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi dan diidentifikasi. Bagi dan sebagian yang luka-luka berat juga luka ringan sudah mendapat perawatan secara intensif di beberapa rumah sakit.


Sementara di tempat lain Ardi sedang sibuk berbicara dengan seseorang. Arti kemudian meminta identitas orang itu yang wajahnya mirip dengan dirinya kemudian Ardi naik pesawat dan terbang ke Korea. Ardi saat itu hanya menderita luka ringan memanfaatkan momen itu untuk melarikan diri dari tempat kepolisian yang saat itu sedang ramai sehingga tidak ada yang menyadari kepergiannya.


Entah Ardi berbicara dengan siapa namun orang itu memang sangat mirip dengan Ardi dan setelah itu mereka berpisah. Ardi kemudian naik pesawat dengan tujuan Korea Selatan. Dengan berbekal identitas palsu dari orang itu Ardi mengunjungi sebuah rumah sakit ternama di negara itu. Ardi kemudian berbicara kepada salah seorang dokter. Setelah itu Ardi masuk ke dalam ruangan dan dokter itu melakukan operasi terhadap muka dan suaranya.


Satu minggu kemudian Ardi sudah selesai dioperasi dengan wajah dan suara yang berbeda. Ardi kemudian berbicara kepada dokter itu dan kembali ke apartemen di Korea Selatan. Ardi menginap di sana sampai 1 bulan setelah operasi itu benar-benar membuat mukanya berubah total.


Ardy berencana untuk tinggal di Korea Selatan selama 4 bulan. Dengan berbekal wajah yang baru dan identitas yang baru maka Ardy bisa terbebas dari kejaran polisi. Di Korea Selatan dia juga melenggang bebas kesana kemari keluar masuk mall tanpa ada yang mengenali siapa dirinya yang sesungguhnya. Sekarang dia bukanlah lagi Ardi CEO Adam karya yang terkenal itu melainkan dia sudah menjadi orang lain dengan identitas yang baru.


Empat bulan kemudian Ardi pulang ke Indonesia. Berita yang tadinya begitu ramai dan heboh memperbincangkan tentang kebakaran dan runtuhnya gedung tempat narapidana ditahan sekarang sudah mulai surut. Berita itu sudah hilang dan sudah tidak disiarkan lagi. Namun polisi masih mencari Ardi yang hilang dari penjara itu atau memang sudah meninggal menjadi abu. Karena memang sebagian narapidana ada yang terbakar dan menjadi abu hingga tersisa tulang-tulang di antara reruntuhan bangunan.


Polisi kemudian membuat pengumuman bahwa Pak Ardy dari PT Adam karya dinyatakan hilang atau meninggal dunia.


Saat ini Regan dan Nadiya sedang berada di pemakaman tempat dimana Ardy di semayamkan untuk yang terakhir kalinya. Di atas batu nisan itu tertulis nama Ardi yang merupakan ayah dari Regan. Saat ini Nadiya sedang menemani Regan yang berdoa di atas pusara ayahnya yang masih berupa tanah merah.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu jika ternyata Ardi masih hidup. Bagi mereka Ardi sudah tiada dan sudah dikuburkan tulang-tulangnya.


"Ayo kita pulang Regan. Biarkan mendiang papimu beristirahat dengan tenang." Kata Nadiya kepada putranya.


"Baiklah mami mari kita pulang." Kata Regan yang kemudian beranjak dan berdiri dari makam mendiang Ardi dan kemudian meninggalkan pemakaman umum itu untuk menuju tempat di mana mobilnya terparkir. Sedangkan Prasetyo sudah berada di dalam mobil menunggu mereka berdua.


Prasetyo dan Nadiya langsung mengantarkan Regan ke asramanya kembali untuk belajar bersama teman-temannya. Sementara Prasetyo dan Nadiya kembali ke apartemen mereka.


"Aku masih tidak percaya jika Ardi sudah tiada Pras." Kata Nadia kepada Prasetyo saat mereka akan tidur.


"Iya aku masih tidak percaya karena sebelumnya kita berjumpa dengannya dan sekarang yang kita sudah tidak bisa menemuinya lagi." katanya dia dengan sedih.


"Lupakan tragedi itu Nadiya itu akan membuat perasaan kita lebih baik dia sudah tenang di sana dan sekarang lebih baik kita fokus kepada masa depan kita saja." Kata Prasetyo sambil membalikkan badannya ke arah Nadia.


Prasetyo kemudian menatap Nadia dengan lekat membelai rambut Nadia dan kemudian mulai mengunci bibir Nadia. Ini adalah kebiasaan Prasetyo saat dia akan tidur bersama istrinya. Kemudian Prasetyo menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


Prasetyo kemudian mulai melepaskan sebagian bajunya juga baju yang dipakai Nadia. Kemudian mereka ada di bawah selimut yang sama tanpa sehelai benang pun. Prasetyo mulai tenggelam dalam fantasinya bersama Nadiya. Mereka menikmati setiap sentuhan juga kehangatan yang membuat angan mereka terbang ke udara.

__ADS_1


Setelah penyatuan itu, kemudian mereka terhempas dan Prasetyo menatap wajah Nadiya dengan jarak yang sangat dekat. Prasetyo kemudian mencium kening Nadiya dan menyentuh pipinya yang halus. Setelah itu Prasetyo kemudian menarik selimut dan menutupi tubuh Nadiya dengan selimut.


Nadiya kemudian memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur dan melupakan tragedi yang terjadi di dalam penjara itu. Meskipun sebenarnya sulit sekali dia melupakan kejadian itu, bagaimana dia melihat bangunan itu runtuh dan korban bergelimpangan di sana. Semua itu seperti trauma untuk dirinya.


Setelah berusaha tidur namun tetap terjaga. Nadiya menoleh kearah Prasetyo yang sudah tertidur pulas di sampingnya. Nadiya kemudian bangun dan membuat susu, biasanya setelah minum susu dia akan tenang dan bisa tidur.


Pagi harinya Nadiya pergi ke pasar untuk membeli sayuran dan beberapa bahan pokok untuk persediaan di apartemen. Prasetyo duduk di mobil sedangkan Nadiya turun untuk berbelanja.


Saat sedang membeli beberapa sayuran tiba-tiba Nadiya menjadi tegang saat dia melihat seseorang lewat di seberang dirinya. Orang itu wajahnya sangat mirip sekali dengan Ardi. Tapi itu tidak mungkin Ardy, batin Nadia. Ardy sudah tiada dan bahkan belum lama dia ke kuburan bersama Regan untuk mendoakannya.


Aku pasti sudah salah lihat kata Nadiya di dalam hati.


Lagi-lagi orang yang wajahnya mirip sekali dengan Ardy itu melintas di hadapannya. kali ini Nadiya melihatnya dengan sangat jelas dan Dia tidak sedang berkhayal. Kemudian Nadiya mengikuti orang itu di belakangnya.


Nadiya terus berjalan mengikuti orang itu dengan mengendap-endap tanpa sepengetahuan orang yang dia ikuti. Nadiya berjalan semakin lama semakin jauh meninggalkan pasar dan sampai di dekat perkampungan kumuh.


Merasa ada yang mengikuti orang itu kemudian menoleh. Ternyata dia adalah seorang bos mafia. Nadiya tidak tahu jika dia sedang mengikuti orang yang sangat berbahaya.

__ADS_1


__ADS_2