
Dirumah sakit
Sasha dan Rossa sudah diperbolehkan masuk dan kondisi Diana mulai membaik. Sekarang bahkan dia mau tersenyum pada Sasha dan juga Rossa. Meski senyumnya masih tipis dan terlihat kaku. Semua ini tentu saja karena sudah lama senyum itu tidak mengembang. Dan saat ini senyum itu mulai kembali.
Diana kemudian mempersilahkan teman-teman nya untuk duduk.
"Duduklah. Terimakasih kalian sudah banyak membantu gue." Kata Diana.
"Tidak masalah. Semua ini memang sudah saatnya terbongkar. Dan semua ini berkat kenekatan Vano yang menerobos masuk kedalam." Kata Rossa.
"Gimana keadaanmu?" Tanya Sasha.
"Lebih baik dari kemarin." Jawab Diana.
"Vano? Siapa dia? Aku tidak begitu mengenalnya?" Tanya Diana.
"Dia anak dari Gubernur yang kenamaan itu." Kata Rossa.
"Ohh...." Sasha lalu bersandar pada bantal dibelakangnya.
"Jika tidak ada kalian. Mungkin aku akan menyusul Shakira." Dimanapun mulai menangis mengenang sahabatnya dan juga karena dia melihat bagaiman Shakira dihabisi.
"Sudah. Kau mang harus selamat. Agar kejahatan penjaga itu bisa terbukti dan dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya." Kata Sasha.
"Apakah kau bisa bercerita apa yang terjadi?" Tanya Rossa.
"Saat itu....
Aku sedang tidur dikamar lalu aku mendengar suara gaduh dari kamar Shakira. Dan akupun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dan saat aku mengintip dari pintu aku tertangkap oleh Mr. Jones.
Matanya merah karena amarah.
Akupun ketakutan dan masuk kedalam kamarku. Aku sempat mendengar jika Shakira hamil dan meminta pertanggungjawaban dari Mr. Jones. Tapi Mr Jones tidak mau dan ingin agar Shakira menggugurkan kandungannya atau pulang ke negaranya.
Tapi Shakira tidak mau pulang ke negaranya karena tidak mau melihat orang tuanya kecewa atau takut diusir dari rumah karena sudah ternoda.
Lalu tiba-tiba Mr Jones masuk ke kamarku, itulah kesalahanku karena aku lupa mengunci pintu dan setelah bisa masuk ke kamarku, Mr. Jones menyeretku keruang bawah tanah.
Disana Mr Jones menamparku karena telah menguping pembicaraanya. Dan dia menanyakan apa saja yang aku dengar. Lalu aku menceritakan apa yang aku dengar dan berusaha menasehatinya untuk bertanggung jawab. Aku kasihan dengan Shakira karena perutnya kian membesar.
__ADS_1
Bukanya menyadari kesalahannya dan mendengarkan nasehatku, dia malah marah dan menamparku sekali lagi karena mengetahui rahasianya.
Aku lalu diseret digudang dan sejak saat itu aku disekap. Namun aku masih terus menasehatinya agar sadar dan mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab terhadap Shakira.
Tiba-tiba suatu malam, aku berhasil meloloskan diri. Namun saat akan keluar dari gudang aku melihat Mr.Jones sedang menyeret Shakira dan mulut Shakira ditutup pakai lakban.
Lalu aku tidak jadi meloloskan diri dan memilih untuk mengikuti Mr Jones. Dan saat itulah aku melihat Mr Jones membunuh Shakira.
Dan karena kaget akupun bersuara. Lalu aku tertangkap lagi oleh Mr. Jones yang sudah membunuh Shakira.
Aku meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri darinya untuk mendekati Shakira dan berpikir untuk membawanya kerumah sakit.
Namun aku tertangkap dan diseret kedalam gudang. Dia juga memukulku berulang kali karena melihat kejadian itu.
Akhirnya aku diikat kembali kedalam gudang. Sementara Shakira yang sudah tidak berdaya karena kehabisan darah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat itu juga.
Tidak ada yang menolongnya karena saat aku disekap didalam gudang aku mendengar pembicaraan para mahasiswa tentang hantu diruang bawah tanah sepanjang lorong.
Sejak saat itu tidak ada satupun mahasiswa yang berani kesana saat malam hari sehingga tidak ada yang menyelamatkan Shakira. Aku menyesal sekali tidak bisa menolongnya." Kata Diana sambil mengusap airmatanya.
Sasha lalu memeluk Diana.
***
Madina sedang duduk dikantin bersama Regan. Dari kemarin Regan nyariin Sasha dan baru tahu jika Sasha juga sudah berjasa menyelamatkan Diana.
Regan sangat mengkhawatirkan Sasha. Dan tidak ada yang memberitahunya dia ada dimana. Sampai dia melihat berita dikoran jika Sasha dan Rossa sedang menemani Diana dirumah sakit setelah berhasil menyelamatkanya dan menjauhkanya dari penjahat itu.
"Pantas saja, saat aku memberitahukanya mengenai Mr. Jones yang pesan makanan dua porsi dan pergi ke lorong bawah tanah, Sasha langsung bergegas pergi." Kata Madina kepada Regan.
"Mungkin Sasha dan kawan-kawan nya sudah mencurigainya sejak beberapa hari yang lalu. Aku jarang melihatnya satu Minggu ini," kata Regan.
"Kenapa kita tidak pernah curiga dengan Mr. Jones ya. Padahal saat berpapasan dengan aku dia kelihatan ramah dan sopan. Tapi tidak menyangka jika dia tega melakukan kejahatan seperti itu." Kata Madina.
"Ya. Namanya juga manusia. Kadang demi menutupi kesalahannya dia harus membungkusnya dengan topeng kebaikan. Dan semua itu dilakukan agar tidak ada yang mencurigainya," kata Regan.
"Tak kusangka kelakuanya sebejat itu. Dan mengerikan." Kata Madina.
"Yang penting sekarang sudah ditangkap dan mendapatkan hukuman. Jadi arwah Shakira juga bisa tenang disana," kau benar.
__ADS_1
"Regan...." Panggil Madina.
"Keluar dari topik yang sedang rame. Ngomong-ngomong, cewek seperti apa sih yang kamu sukai?" tanya Madina.
"Yang ceria, sederhana, dan menerima dirinya apa adanya."
"Maksudmu, tidak neko-neko?" tanya Madina.
"Ya. bisa juga seperti itu."
"Apakah sekarang ada cewek sesederhana itu?"
"Entahlah! Aku belum menemukanya. Tapi aku pernah melihatnya didalam mimpiku." Kata Regan.
"Menurutmu...apakah aku tidak termasuk dalam kriteria itu?" Kata Madina sambil mengaduk-aduk sedotan didalam gelasnya.
"Emmm gimana ya. Karena kita adalah sahabat jadi mungkin kamu termasuk salah satu teman yang bisa membuat orang lain nyaman." Kata Regan.
"Ehmmmm....."
***
Satu Minggu kemudian Diana sudah diperbolehkan kembali ke asrama. Memang sebenarnya Diana ingin pulang lebih cepat, namun dokter melarangnya karena menurut dokter psikologis nya masih belum pulih benar.
Mengingat jika sudah kembali ke asrama akan bertemu teman dan juga akan melihat tempat dimana dia disekap dan juga kamar bekas Shakira, dokter khawatir akan mengganggu mentalnya.
Setelah psikologis nya sudah benar-benar siap, maka dokter mengijinkannya kembali ke asrama dengan catatan harus ada yang menemani 24 jam setidaknya sampai satu bulan, hingga trauma itu hilang.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai diasrama.
Beberapa teman mahasiswa yang sedang duduk berkerumun pun mendekat dan mengucapkan sesuatu kepada Diana. Mereka turut prihatin atas apa yang menimpanya. Dan mereka mendukungnya agar lekas kembali beraktifitas dan melupakan semuanya.
Diana lalu tersenyum kepada teman-teman nya dan saat ini Diana disuruh masuk kekantor. Disana sudah duduk Dosen, Dekan, Kajur, dan juga Rektor.
Mereka mungkin ingin tahu lebih detail mengenai masalah yang menimpa Diana di asrama. Karena Asrama itu letaknya memang terpisah dari Fakultasnya. Jadi apa yang terjadi disana diluar pengawasan Fakultasnya. Namun Rektor masih bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan asrama tersebut.
Dan semua yang terjadi ini murni adalah kesalahan human error. Karena selama ini belum pernah terjadi hal seperti itu. Dan sejak adanya kejadian itu maka sekarang jam malam diasrama sudah ada penjaga dua puluh empat jam yang akan berpatroli dan mereka dari kepolisian.
Karena sebelumnya penjaga dari warga sipil, dan sekarang dari kepolisian demi menjaga agar tidak terulang kembali kejahatan serupa.
__ADS_1
Dan Rektor juga berbicara kepada Diana untuk tidak perlu khawatir lagi. Karena sekarang asrama sudah aman dari orang-orang seperti Mr. Jones.