
đź’–Happy readingđź’–
Weni berdiri didepan kantor Regan. Regan baru saja akan pulang dari kantornya.
"Tuan Regan!" Panggil Weni tersenyum hangat.
"Temannya Mila bukan?" Tanya Weni padanya.
"Ya. Benar. Ada apa ya? Dan anda ini siapa?" Regan nampak bingung karena tiba-tiba seorang wanita tidak dikenal berbicara tentang Mila.
"Saya temannya Mila sejak kecil. Kami berpisah saat remaja. Dan sekarang kami akan bertemu di bukit dibatas kota. Jika kau tidak keberatan, apakah kau mau menemaniku kesana?"
"Aneh sekali. Kita tidak saling mengenal tapi tiba-tiba kau mengajakku pergi kesana." Kata Regan sambil menurunkan ujung bibirnya kebawah.
"Mila pernah bercerita tentang anda." Weni mulai dengan kisah karanganya.
"Mila? Maksudmu, dia....maksudku apa yang dia katakan?" Regan mulai penasaran dan, pelan-pelan jebakan Weni mulai bereaksi.
"Mila sering bercerita tentang pria yang diam-diam dia cintai." Kata Weni meyakinkan Regan.
"Lalu, kenapa kau menceritakan semua ini padaku. Mila sudah menikah. Untuk apa kita berbicara tentang cinta setelah semuanya jelas, jika takdir kita berbeda."
"Kenapa anda mudah sekali putus asa. Mila hanya mencintai anda. Dan Dokter Irwan hanyalah pelarian. Bahkan sampai sekarang mereka belum berbulan madu." Kata Weni pada Regan.
"Maksudmu? Aku tidak mengerti...dan darimana kau tahu masalah privasi mereka?"
Regan bertambah penasaran dan semakin ingin tahu tentang perasaan Mila yang sebenarnya.
__ADS_1
"Mila setiap hari cerita dan menangis. Dia bilang jika telah membuat keputusan yang salah dan terjebak dalam pernikahan dengan dokter Irwan. Bahkan sampai sekarang Mila belum bisa menyerahkan dirinya pada suaminya. Dan sekarang, karena tertekan, Mila sakit di sana. Aku kasihan dan ingin menghiburnya agar sakitnya tidak bertambah parah." Kata Weni sambil mengusap air mata palsunya.
Regan mulai terbawa perasaan dan emosional. Cinta yang kandas dan berusaha dia tekan kedalam mulai merebak kepermukaan saat mendengar orang yang dia cintai tidak bahagia.
"Aku sangat peduli padanya. Dan aku pikir orang yang sering dia ceritakan adalah anda. Karena setahu saya Mila tidak pernah punya teman pria selama ini. Dan dia pernah keceplosan menyebut anda." Weni mengarang cerita agar lebih dramatis dan membuat Regan goyah.
"Tapi....dia bersama dengan suaminya."
"Saat ini dia sedang sendirian. Suaminya sedang pergi entah untuk urusan apa. Dan dia ditinggalkan dalam keadaan sakit. Ohh Mila...sungguh malang nasibmu...." Kata Weni mulai menangis terisak.
"Baiklah. Aku akan ikut denganmu...." Regan menjadi sangat peduli setelah mendengar cerita dari wanita tidak dikenal ini.
"Baiklah. Namaku Weni..."
Regan mengangguk dan mengajak Weni untuk naik kemobilnya.
Yes!
Weni bergumam didalam hati
Weni lalu mengambil ponselnya dan menyuruh Irwan agar pergi kesuatu tempat. Karena dia dan Regan akan pergi kesana.
Regan menyetir dengan perasaan cemas dan ingin segera sampai ketempat Mila. Dia sungguh mengkhawatirkan Mila.
Tengah malam mereka sampai ditempat Mila. Saat itu Mila sedang lelap tertidur dan Weni mengajak Regan masuk.
"Dia sedang tidur rupanya." Kata Weni dan mengajak Regan duduk disamping tempat tidur Mila.
__ADS_1
Weni dengan mudah membuka pintu kamarnya karena sengaja tidak dikunci oleh Irwan.
Weni lalu berpamitan untuk membeli obat karena tiba-tiba perutnya nyeri. Dan Regan mengangguk.
Weni menutup pintunya dan kamera sudah dipasang oleh dokter Irwan dengan diam-diam.
Weni menutup pintunya dan menguncinya dari luar.
Regan yang melihat Mila sedang tertidur berjalan mendekatinya dan menatapnya dengan sangat lama.
Disamping Mila ada minuman dan sepertinya Regan merasa sangat haus. Regan tanpa pikir panjang lalu minum air mineral dalam botol. Regan tidak tahu jika didalam botol itu sudah dimasukkan serbuk perangsang dengan cara menyuntikkanya dari atas.
Saat Regan akan minum, botol itu masih tersegel. Karena Irwan menyuntikkanya dari bawah botol tanpa membuka botolnya. Dia sudah merencanakan semuanya.
Regan tidak akan tahan. Dan kali ini, Mila tidak akan bisa lolos dari jebakan ya.
Begitu selesai minum, lampu tiba-tiba mati dan Dari luar ada suara musik dari hp yang sangat keras.
Regan mulai pusing dan terbakar akibat minuman itu.
Karena panas, Mila terbangun dan membuka selimutnya. Dia merasa gerah karena lampu mati dan keadaan menjadi sangat gelap.
Regan tidak mengeluarkan suara apapun. Sehingga mila berfikir jika dia adalah Irwan. Didalam ruangan itu sangat gelap, dan saat Mila akan mengambil ponselnya Regan menahan tangannya dan menindih tubuhnya.
Mila saat itu hanya menggunakan daster yang sangat tipis. Sehingga Regan benar-benar tidak mampu mengendalikan diri lagi.
Sementara Weni pergi dari sana karena Irwan sudah menemuinya dan membayarnya. Irwan menunggu hingga sesuatu yang memalukan akan terjadi.
__ADS_1
Irwan sengaja menyalakan musik dari hpnya agar orang lain tidak ada yang curiga. Dia menaruh hpnya didepan kamar itu. Dan dia pergi makan malam disebuah warung kecil dan sedikit remang-remang.