Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Akhirnya terungkap


__ADS_3

Ternyata gadis yang disekap itu adalah teman Shakira yang kamarnya bersebelahan denganya. Mereka semua berpikir jika dia pulang ke negaranya. Namun ternyata saat ini di sedang disekap didalam gudang oleh penjaga asrama itu.


Apa motifnya?


Ini harus segera diakhiri. Jangan sampai dia tidak bisa menyelamatkan teman Shakira. Dan dia keburu mengalami nasib seperti Shakira. Bunuh diri atau dibunuh namun terlihat seperti bunuh diri.


Inilah misteri itu!


Bunuh diri? Atau sengaja dibunuh dan terlihat seperti bunuh diri?


Aku tidak bisa menunggu hingga malam hari. Aku takut malam ini justru menjadi malam yang terakhir bagi Diana.


Bagaimana jika malam ini penjaga itu menghabisinya. Maka usahanya akan sia-sia untuk membongkar kejahatannya. Jika korban sudah tiada lalu siapa yang akan menjawab pertanyaan dari misteri ini?


"Gue akan masuk." Kata Vano pada Sasha.


"Tapi ini sangat berbahaya. Bagaimana kalau dia memegang pistol atau senjata yang lainya?" Kata Sasha terlihat sangat khawatir.


"Tenang saja. Aku pasti akan membuatnya mendekam didalam penjara." Kata Vano.


Lalu Vano mendobrak pintu itu yang dia pikir terkunci dari dalam.


Dalam satu tendangan keras, akhirnya pintu itu terbuka. Dan penjaga itupun kaget karena tidak menyangka akan ada mahasiswa diperpustakaan sepagi ini.


Vano tanpa membuang waktu langsung menyerang penjaga itu dan berusaha melumpuhkannya.


Penjaga itupun tidak mau menyerah begitu saja setelah aksi ketangkap basahnya. Malah penjaga itu menyerang Vano dengan beberapa tendangan dan pukulan.


Vanopun juga menangkis dan juga menendang serta memukulnya.


Penjaga itu lebih tinggi dan lebih kuat dari Vano. Namun Vano tidak peduli sampai akhirnya Jack masuk membantunya melumpuhkan penjaga asrama itu.


Sementara mereka bergulat, Sasha dan Rossa melepaskan ikatan gadis itu dan membawanya keluar dari gudang tersebut.


Wajah gadis itu tertutup sebagian oleh rambutnya yang acak-acakan dan terurai kedepan. Sasha dan Rossa tidak sempat memperhatikan wajahnya saking fokusnya untuk menyelamatkan gadis itu.


Dan yang terpenting adalah membawanya keluar dari gudang dan melaporkanya pada polisi.


Dengan cepat Sasha dan Rossa langsung membawa gadis itu keluar dari asrama dan naik taksi kekantor polisi untuk membuat laporan.

__ADS_1


Mereka tidak memperhatikan wajah gadis itu hingga sampai dikantor polisi. Baru setelah sampai dikantor polisi mereka kaget saat melihat wajah gadis itu. Ternyata dia adalah Diana, salah satu teman Shakira yang kamarnya ada disamping kamar Shakira. Dan mereka berpikir jika Diana pulang ke negaranya.


Mereka sama sekali tidak pernah berpikir jika Diana justru mengalami nasib yang buruk. Dan bahkan disekap didalam gudang hingga beberapa hari atau Minggu oleh penjaga asrama.


Merekapun langsung memeluk Diana dan membuat laporan pada polisi tentang kasus penyekapan itu.


Mendengar laporan dari korban, polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian saat itu juga untuk meringkus penjaga asrama tersebut.


***


Sasha dan Rossa lalu membawa Diana kesebuah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Kondisinya sangat mengenaskan.


Badannya pada biru dan ada bekas luka juga dikakinya. Rambutnya gembel dan menggumpal karena tidak pernah mandi dan tidak pernah disisir.


Kulitnya yang indah seperti keriput dan kusam karena debu dan tidak terawat. Padahal Diana adalah salah satu pemenang kontes kecantikan dikampus itu.


Namun kini wajahnya menjadi jauh dari kata cantik dan terawat. Bibirnya merah karena sariawan dan ada bekas noda darah di pinggirnya.


Entah apa sebabnya hingga dia menjadi salah satu korban penyekapan oleh penjaga asrama.


Namun Sasha dan Rossa tidak ingin menanyakan banyak hal kepada Diana. Mengingat saat ini Diana sepertinya sedang mengalami shock akibat penyekapan itu. Bahkan dia tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan polisi dan masih terlihat ketakutan saat bertemu dengan beberapa orang asing.


Sampainya dirumah sakit dokter langsung memberikan perawatan kepada Diana. Dan menyuruh agar Sasha dan Rossa menunggu diluar saja. Sementara Diana mendapatkan perawatan dokter Sasha jadi teringat pada Vano dan Jack.


Tapi untuk meninggalkan Diana sendirian disini rasanya tidak mungkin. Akhirnya mereka hanya bisa berharap agar polisi segera datang dan menangkap Mr. Jones. Penjaga yang sudah melakukan penyekapan terhadap Diana dan entah kepada siapa lagi yang tidak diketahui dan tidak terbongkar.


***


Didalam gudang penjaga itu tidak mau menyerah dan masih terus melakukan perlawanan satu lawan dua.


Dia bukanlah orang yang mudah dilumpuhkan karena selain badanya tinggi dan kekar rupanya dia juga menguasai ilmu bela diri.


Bahkan dari sudut bibir Vano nampak mengeluarkan darah segar karena pukulan dari penjaga yang mengenai mukanya tadi saat dia lengah untuk menghindar.


Jack juga terluka di tangan kirinya karena penjaga itu mengeluarkan pisau dari pinggangnya.


Kali ini Vano dan Jack lebih hati-hati dalam menyerangnya karena penjaga itu menggunakan senjata tajam.


Sementara Vano dan Jack menyerangnya dengan tangan kosong.

__ADS_1


Penjaga itu terus berusaha kabur dengan menyerang Vano yang berdiri dipintu.


Dia lalu menyerang Vano dengan senjata ditanganya yang tepat akan digunakan kebagian perut Vano.


Vanopun menangkisnya dan tanganya berdarah karena sayatan dari pisau itu. Sementara Jack akan memukulnya dari belakang namun tidak jadi karena tiba-tiba beberapa anggota polisi sudah datang dan langsung menangkap penjaga itu saat baru saja hampir melarikan diri lewat pintu.


"Angkat tangannya!" Kata seorang polisi dan mengarahkan pistol tepat dikening Mr. Jones.


"Jatuhkan pisau itu!" kata polisi lainya yang sudah mengepung perpustakaan tersebut.


Karena merasa terkepung dan tidak bisa melarikan diri lagi maka penjaga itupun akhirnya menyerah.


Polisi langsung memborgol tanganya dan menggiringnya kemobil tahanan.


Sementara darah mengucur dari tangan Vano dan Jack langsung membawanya kerumah sakit terdekat.


Ternyata sampai dirumah sakit mereka bertemu dengan Sasha dan juga Rossa. Namun tidak sempat berbicara karena Jack langsung masuk keruang UGD.


Seorang dokter langsung datang dan memberikan perawatan kepada Vano. Sementara Jack duduk disebelahnya. Tangan kirinya juga mendapatkan perawatan oleh seorang suster.


"Aduh!" Teriak Vano saat dokter membersihkan lukanya. Vano nampak meringis menahan sakit dan perih ditanganya.


"Untung saja jari gua ngga putus." Kata Vano kepada Jack.


"Hhhhh, kalau putus kan masih bisa disambung lagi. Tapi gua salut ma lo. Kali ini lo sudah melakukan hal yang benar. Lo pahlawan yang sangat hebat. Berkat kenekatan lo, akhirnya kita bisa meringkus penjaga yang kejam itu. Kita tinggal menunggu kabar selanjutnya. Polisi akan membuka mulutnya yang selama ini bungkam," kata Jack dengan sangat kesal.


"Iya. Aku sudah tidak sabar melihatnya meringkuk didalam tahanan. Dan lagi gua penasaran sama kematian Shakira. Dia dibunuh? Atau dia bunuh diri? Itu yang masih menjadi teka-teki dihati gua." Kata Vano.


"Iya. Gua juga tidak yakin dia bunuh diri. Jika dia ingin bunuh diri, kenapa ngga dikamarnya saja. Biasanya orang melakukan bunuh diri itu ditempatnya yang paling pribadi. Bukan malah dilorong bawah tanah. Ini sangat janggal menurut gua," ujar Jack.


"Kau benar. Harusnya dia bunuh diri dikamarnya. Dan jika kejadianya di lorong bawah tanah, mungkin seseorang sudah membunuhnya dengan melukai pergelangan tangannya." Kata Vano.


"Tadinya gua sempat berfikir lo terlibat dengan kematian Shakira. Gua pernah melihat lo jalan sama dia. Dan lagi Shakira hamil. Gua pikir lo yang membuatnya bunting. Dan satu lagi yang terakhir. Gua pernah melihat lo menyimpan handphone wanita. Dan gua pikir itu adalah handphone Shakira." Kata Jack panjang lebar.


"Ahk Sialan lo. Lo teman gua bukan sih? Lo kejam amat menilai gua sejahat itu?" Kata Vano hampir saja menonjol lengan Jack. Namun tidak jadi karena dia lihat lengan Jack terluka dan diperban.


"Sorry Bro. Yah lo biasanya kan ngga pernah melepaskan cewek sampai lo berhasil menidurinya." Kata Jack.


"Gila lo ya. Lo dengar gosip itu dari mana? Lo lama-lama gua tonjok juga. Asli! Sumpah! Bibir lo mirip lambe murah." Vano kesal mendengar pengakuan jujur Jack.

__ADS_1


"Yaa. Semua orang bilang begitu. Jadi gua pikir itu memang benar. Secara, lo sering Gonta ganti cewek setiap bulannya." Kata Jack membela diri.


Vanopun geregetan dan dia menginjak kaki Jack dengan keras karena ocehannya.


__ADS_2