Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Restumu adalah kado terindah


__ADS_3

"Mami! Mami! Cepat kesini! Lihat berita ini?Lihat siapa sebenarnya bodyguard itu!?"


"Ada apa Karina pagi-pagi sudah teriak-teriak!? Mami sampai kaget. Jantung mami bisa kumat kalau kamu teriak-teriak begini! Ada apa sehingga kamu seheboh ini!?" Kata Ibu Sofia sambil menaruh kembali gelas yang tadi dia pegang.


"Mami,.lihat ini!" Teriak Karina dan berjalan kearah maminya dimeja makan.


...Nadiya CEO PT Alexander akan menikah dengan Prasetyo CEO PT Asia orang terkaya di Asia...



"Berita ini....Apakah mami ngga salah lihat? Bodyguard itu ternyata CEO terkaya di Asia. Karina... cubit mami! Apakah ini hanya mimpi?"


"Tidak mami....ini kenyataan. Mami baru saja bangun tidur. Jadi ini real bukan mimpi...."


"Aduh! Aduh! Kepala mami sakit! Tenggorokan mami kering! Ambilkan mami air, cepat!"


"Mami kenapa sih? Kok malah jadi mami yang heboh!?"


"Heboh kepalamu! Mami sakit kepala gara-gara berita itu yang bikin mami syok! Cepat! Mana obat mami...." Kata Ibu Sofia sambil memegang kepalanya. Lalu berpindah kejantungnya.


"Ini mami obatnya.....Nadiya yang beruntung kenapa jadi mami yang aneh!" Gerutu Karina sambil menyerahkan obat maminya.


"Jantung mami terlepas. Hampir copot. Dada mami sesak. Mami seperti tidak bisa bernafas."


"Iih Mami......Berlebihan deh!"


"Kamu ini....tidak peduli jika maminya hampir sekarat."


Karina melihat kembali surat kabar yang ada dimeja.


"Pantas saja dia memberikan kalung dengan 50 berlian asli mami.....Dia tidak mencuri...tapi dia C..E..O.."


"Sudah diam! Jangan banyak bicara! Berita itu bikin telinga mami panas saja!"


"Ini memang kenyataan...ini bukan mimpi...kenapa dia tidak menyukai Karina saja. Jika tahu jika bodyguard itu adalah CEO maka Karina akan membuatnya menyukai Karina, bukan Nadiya."


"Itulah kelebihan Nadiya tidak seperti kamu yang dipikiranya cuma Joan! Joan saja! Lelaki bodoh yang tidak berguna."

__ADS_1


"Kok mami jadi ngebela Nadiya sih?"


"Mami tidak ngebela Nadiya. Tapi contoh itu si Nadiya yang tidak mudah tertipu seperti kamu yang menikahi pria bodoh sudah beristri dan punya anak. miskin dan tidak bisa diandalkan. Bisanya cuma jadi parasit saja."


"Mami selalu saja memojokkan Karina dan menghina suami Karina. Hiks...hiks...mami jahat...." Karina kemudian meninggalkan maminya dan berlari kekamarnya.


 🌹🌹🌹


"Mami mau menikah lagi?" Tanya Regan yang mendengar pembicaraan Nadiya dan Prasetyo.


"Iya sayang. Mami sudah berpisah dengan papi karena pandangan hidup yang berbeda. Sehingga mami dan papi terpaksa harus tinggal dirumah yang berbeda. Karena jika tinggal bersama maka kami menjadi tidak bahagia. Tapi mami dan papi sampai kapanpun adalah kedua orang tua Regan yang akan tetap menyayangi Regan seumur hidup kami. Jadi Regan tidak usah merasa sedih atau khawatir, kami hanya hidup dirumah yang berbeda."


"Oh, gitu ya mami. Kalau sudah berpisah jadi tidak tinggal satu rumah?" Tanya Regan yang mulai paham pada situasi kedua orang tuanya.


"Iya sayang. Ini demi kebaikan papi dan mami. Juga demi kebaikan Regan." Nadiya menjelaskan dengan hati-hati karena usia Regan yang belum dewasa, untuk benar-benar memahami masalah yang sebenarnya, yang menyebabkan Nadiya menggugat cerai papinya.


"Tapi kalau mami menikah lagi, bagaimana dengan papi? Papi sendirian...."


Nadiya tersenyum dan menarik nafas panjang.


"Papi kamu hanya belum mendapatkan teman yang cocok, suatu saat papi kamu juga akan menikah lagi dan punya teman baru."


"Hal itu tidak akan terjadi pada Regan. Mami janji...kami akan menyayangi kamu dan tidak ada yang akan berubah. Papi juga tetap akan menyayangi kamu. Karena kamu adalah anugerah terindah dalam kehidupan kami."


"Iya mami. Mami boleh menikah lagi. Yang penting mami bahagia. Karena Regan sayaaaang banget sama mami." Kata Regan sambil memeluk maminya.


"Terimakasih sayang....mami sangat bahagia mendengar kamu begitu dewasa melebihi usia kamu. Restu Regan adalah kado terindah untuk mami." Nadiya menangis antara haru dan bahagia. Ternyata semuanya menjadi mudah. "Terimakasih Tuhan......" Kata Nadiya dalam hati.


 🌹🌹🌹


Tuan Alex sedang duduk diteras dan melihat beberapa surat kabar yang tersedia dimeja. Kebanyakan surat kabar itu berisi bisnis dan perkembangan ekonomi serta beberapa artikel tentang perusahaan yang sedang berkembang.


Tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara langkah kaki dari arah halaman rumahnya. Dan saat menoleh ternyata itu adalah istrinya yang tinggal bersama Karina salah satu putrinya yang lain.


"Tumben mami kesini pagi-pagi sekali?" Kata Tuan Alex sambil meletakkan surat kabar yang sedang dibacanya. Kemudian melihat kearah istrinya yang berdiri disampingnya.


"Iya. Emang tidak boleh?" Kata Ibu Sofia yang sedang kesal.

__ADS_1


"Ada apa mami? Datang-datang kok manyun begitu?" Kata Tuan Alex sambil bercanda melihat kelakuan istrinya yang seperti anak muda.


"Mami lagi gak mood!" Kata Ibu Sofia sambil duduk didekat suaminya.


"Gak mood kenapa? Mami lagi apa tuh istilahnya? Papi lupa ..anak muda bilang lagi PMS?" Kata Tuan Alex sambil menatap wajah istrinya.


"Mami lagi kesal. Papi malah bercanda."


"Kesal sama siapa? Kok marahnya sama papi?"


"Lihat ini." Kata ibu Sofia sambil menunjukan surat kabar yang dia bawa. Terlihat jelas gambar Nadiya bersama Prasetyo juga judul artikel yang bikin heboh dan menjadi perbincangan satu Negara.


"Ini kan Nadiya dan Prasetyo. Kok mami malah marah sama gambar mereka?"


"Mami kesal karena papi tidak memberitahu mami dari awal soal Prasetyo itu. Jika mami tahu dia adalah orang kaya dan CEO PT Asia, maka mami akan menjodohkan Karina dan dia. Bukan sama Nadiya. Papi ini pilih kasih, dan merahasiakanya dari mami." Kata Ibu Sofia sambil tersungut.


"Wah..wah...ternyata berita ini yang membuat mami kesal sama papi." Kata Tuan Alex sambil menahan tawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena sikap istrinya yang berlebihan.


"Ternyata Prasetyo itu adalah orang terhormat dan kaya raya. Mami pikir dia adalah bodyguard biasa."


"Ehhhmmm Jadi karena dia kaya, maka mami ingin Karina menikah dengan Prasetyo. Mami kan tahu kalau anak perempuanmu itu cinta mati sama si Joan itu. Malah menyembunyikan identitas asli suaminya dari kita?"


"Papi jangan mengalihkan pembicaraan. Mami sedang membahas soal Prasetyo dan Nadiya, mami kesal karena papi tidak membicarakanya dengan mami."


"Papi juga awalnya hanya menyarankan Nadiya untuk menikah lagi, dan kemudian mereka merasa cocok. Jadi ya sudah, kita tinggal memberi restu saja. Mami kok malah jadi sewot." Kata Suaminya sambil mengambil surat kabar kembali daripada berdebat dengan istrinya pagi-pagi.


"Nadiya kan saat itu belum bercerai. Tapi setelah tahu siapa Prasetyo itu, makanya dia langsung menggugat cerai Ardy, dan memilih orang terkaya itu."


Tuan Alex menggeleng-gelengkan kepalanya melihat cara berfikir istrinya yang sempit.


"Mereka bercerai bukan karena Prasetyo mami, tapi karena ada masalah yang lain." Terang Suaminya.


"Akh..papi selalu membela Nadiya, Nadiya, Nadiya si ratu drama itu....." Ibu Sofia mengeluh sambil beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam.


"Biii..Tolong bikinkan saya secangkir kopi. Saya sangat mengantuk karena kurang tidur." Kata ibu Sofia pada asisten rumah tangga yang baru bekerja satu bulan.


"Baik Nyonya."

__ADS_1


"Semua ini gara-gara berita itu.membuatku tidak bisa tidur sehingga mataku menjadi ngantuk sekali. Kepalaku juga terasa berat." Gumam Ibu Sofia.


 


__ADS_2