Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Minuman


__ADS_3

Diarena pertandingan.


Sasha tiba-tiba sempoyongan dan hampir jatuh saat salah satu kakinya tersandung.


Dengan cepat dia menyeimbangkan badannya kembali dan berlari karena agak tertinggal beberapa meter dari pelari pertama.


Pelatih sudah berdebar-debar, begitu juga semua pendukung Sasha, jarak mencapai finish tinggal sedikit lagi.


Akankah Sasha mampu menambah kecepatannya dan melampaui pelari pertama?


Sasha lalu teringat pada sesuatu yaitu kalung peninggalan ibunya, setelah mengambil kalung itu dari sakunya, Sasha menggenggam erat kalung tersebut dan tiba-tiba kekuatan Sasha menjadi bertambah bahkan larinya melesat seperti angin, sangat ringan dan mampu melampaui pelari pertama hingga garis finish.


Senyum mengembang dari wajah Sasha, seakan ibunya saat ini berdiri dan menantikannya di garis Finish.


Sasha seperti menatap ibunya yang tersenyum kepadanya dengan rambut panjang tergerai.


Akhirnya Sasha bisa melewati garis finish dan menjadi pemenang ajang lari maraton ini.


Di depan garis finish pelatih sudah berdiri menyambutnya dengan merentangkan tangannya.


"Sashhaaaa!!!" Teriak Pelatih dan beberapa teman disana.


"Sashhaaaa!!!" mereka berteriak histeris dan airmata bahagia nampak membasahi pipi mereka.


Sasha berlari memeluk pelatihnya dan air mata membasahi pipinya bersama keringat yang mengucur deras.


Di belakang pelatih berdiri Regan, Vano, Rossa, Diana, dan juga Madina, mereka sangat antusias memberikan dukungan kepada Sasha.


Wajah mereka terlihat sangat bahagia karena akhirnya Sasha mewujudkan mimpinya dan harapan semua orang.


"Selamat Sasha!" Kata pelatih sambil memeluknya.


"Selamat! Selamat! Selamat!"


Semua teman-temannya memberikan selamat padanya. Dan bergantian memeluknya.


Dari kejauhan Rektor berjalan kearah Sasha bersama beberapa yang lainya. Mereka juga tidak sabar mengucapkan selamat pada Sasha karena berhasil memenangkan ajang kompetisi ini.


Dan Sasha berhasil membuktikan kemampuanya dan memberikan nama baik untuk universitas tempat mereka menimba ilmu.


"Selamat Sasha! Kamu berhasil dengan hasil yang memuaskan!" Kata Rektor sambil memeluk Sasha.

__ADS_1


"Terimakasih pak."


Semua orang bergantian memberikan selamat pada Sasha hingga Sasha tidak sempat mencari Catrine.


Tadi Sasha berfikir untuk foto bersamanya jika dia datang. Dan mengajak Catrine juga untuk bersama-sama merasakan kebahagiaan ini.


Namun ternyata Catrine tidak datang hingga acara selesai.


Menteri tidak terlihat diantara orang yang memberikan selamat pada Sasha.


Karena di tengah pertandingan Menteri bangun dan keluar dari arena.


Diparkiran.


Menteri mencari keberadaan Catrine dan dari tadi berusaha menghubunginya.


Namun berulang kali dihubungi tidak ada jawaban dari handphonenya.


Menteri sudah menyuruh beberapa ajudannya untuk mencari keberadaanya. Namun hingga pertandingan selesai tidak ada kabar baik dari ajudannya.


Didalam kamar di asrama.


waktu tengah hari, artinya pertandingan telah usai.


Catherine lalu menelepon Papinya dan sebelum menelpon Catrine sempat melihat ada puluhan panggilan tidak terjawab.


Dan saat ini Catrinepun heran bagaimana mungkin dia bisa tertidur.


"Halo!"


"Catrine!"


"Papi!"


"Kamu di mana?" tanya menteri kaget dan bingung.


"Di kamar Pi... kepala Catrine sangat pusing," kata Catrine sambil memegangi kepalanya.


"Apakah pertandingan sudah selesai Pi?"


Kata Cathrine sambil menatap jam dinding yang menghadap kearahnya.

__ADS_1


Menteri lalu melihat jam di tangannya dan menjawab dengan suara parau "Sepertinya sudah."


"Siapa yang menggantikan aku Pi?"


Papi nya lama terdiam dan sulit untuk menjawabnya namun akhirnya dia pun menjawab dengan perlahan.


"Sasha menggantikanmu." kata Menteri dan tidak ada jawaban dari Catherine.


Catherine pun menutup teleponnya dan berteriak. Suaranya menggema hingga keseluruh asrama.


Tidak ada orang disana.


Hening.


Semua orang saat ini sedang pergi menyaksikan acara pertandingan itu. Dan tidak ada yang tahu jika Catrine ada dikamarnya.


Catrine masih ingat bagaimana dia kemarin sehat dan saat itu dia masuk kekamar mandi. Setelah itu dia meminum air dalam gelas diatas meja.


Lalu dia tidak mengingat apapun lagi karena mengantuk.


Dan saat dia terbangun acara itu sudah selesai. Padahal dia sangat berharap bisa ikut acara itu dan menjadi bintang iklan.


Itu adalah impianya.


Namun impian itu hancur dalam waktu semalam?


Kenapa?


hiks! hiks!


Kenapa? Kenapa aku ketiduran? Kenapa tidak ada yang membangunkanku?


Hiks! hiks!


Catrine terus menangis dan melempar semua barang-barangnya.


Dia juga menarik sprei dan selimut hingga berantakan. Rambutnya acak-acakan karena dia terus menangis dan meratapi kemalanganya.


"Aku sudah latihan dan mempersiapkan semuanya? Kenapa justru Sasha yang ikut kompetisinya?"


"Pasti Sasha sudah merencanakan semua ini. Ini pasti jebakannya! Dia yang membuatku tertidur....dan aku tidak mengingat apapun....Hua hua hua!"

__ADS_1


__ADS_2