Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
shock


__ADS_3

Malam hari, saat itu Nadiya sudah duduk direstoran yang ada di Hotel dimana Prasetyo menginap.


Setelah semuanya terlelap tidur, Nadiya masuk kedalam kamar Prasetyo dengan kunci duplikat. Prasetyo nampak sudah tertidur pulas saat Nadiya masuk.


Nadiya lalu tersenyum dan menaruh kopernya pelan-pelan dan merebahkan dirinya disamping Prasetyo.


Dia juga sangat lelah, tidak lama kemudian Nadiyapun tertidur disampingnya.


Pagi-pagi sekali Prasetyo sudah bangun karena dia akan pergi kesuatu tempat. Tiba-tiba saat dia menoleh kearah jendela, dia sangat kaget karena ada seseorang yang tidur disebelahnya.


Prasetyo lalu berjalan mendekat. Dia hampir saja tidak percaya pada penglihatanya.


"Nadiya? Apakah dia benar-benar Nadiya?"


"Pasti aku sedang bermimpi. Bagaimana mungkin dia ada disini?"


Prasetyo lalu mencubit tanganya dan terasa sakit. Lalu dia kekamar mandi dan mencuci mukanya.


Dia melihat wajahnya dipantulkan kaca. Dia begitu takut jika ini hanya mimpi atau dia sedang mengigau.


Prasetyo lalu keluar dari kamar mandi dan melihat Nadiya masih tertidur pulas.


"Kau benar-benar Nadiya? Akhirnya kau kembali? Aku tidak tahu bagaimana kau sampai disini?"


Prasetyo lalu mendekati istrinya yang masih tertidur lelap. Dia lalu menarik selimut dan menyelimutinya hingga ke dadanya.


Prasetyo mencium keningnya dan tidak sabar untuk memeluknya.


Diapun lalu memeluk istrinya dan membuat Nadiya terbangun.


Nadiya membuka matanya perlahan, dan dilihatnya Prasetyo dengan erat memeluknya. Butiran kristal nampak menggenang dimatanya.


"Aku sangat merindukanmu? Kau kemana saja? Kenapa tidak ada kabar hingga berbulan-bulan?"


Prasetyo masih tetap memeluk Nadiya. Nadiya lalu memegang tangan Prasetyo dan menggenggamnya sangat erat.


"Aku kembali Pras! Bagaimana kabarmu? Kau nampak kurusan?" kata Nadiya saat matanya melihat wajah suaminya dengan begitu dekat.


"Hhhh...aku terus memikirkanmu, dan itu membuatku merasa kenyang setiap hari. Aku tidak berselera makan."


Kata Prasetyo lalu menatap wajah Nadiya.


"Tapi...kau terlihat gemuk. Apakah kau tidak ingat aku hingga badanmu bisa sangat gemuk?"


"Kenapa kau bilang aku sangat gemuk? Aku hanya naik 10 kg. Itupun karena aku tidak ingat jika aku harus diet. Aku terus makan banyak setiap hari. Dan aku lupa, jika aku harus menjaga berat badanku saat aku tinggal dikampung."


"Kau tinggal dikampung?"


Nadiya mengangguk dan menceritakan apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


"Ohh...pantas saja. Kau tidak pulang."


Nadiya lalu bersandar di bahu Prasetyo.


"Apakah aku terlihat jelek, karena aku gemuk?"


"Tidak. Kau tetap cantik. Aku menyukainya. Jangan diet lagi. Kau cantik seperti ini." Kata Prasetyo sambil menatap pipi Nadiya yang chubby.


"Apakah kau hanya menghiburku?"


"Tidak. Aku sedang tidak ingin berhenti menatapmu. Selama ini aku hanya menatap dan berbicara pada fotomu saja."


"Apa yang kau pikirkan saat aku tidak ditemukan?" Tanya Nadiya penasaran sambil tetap memeluk suaminya.


"Aku yakin kau pasti kembali. Dan kau benar-benar kembali." Kata Prasetyo.


Nadiya tersenyum dan senang karena selama dia tidak ada, Prasetyo mencemaskanya.


"Ayo kita keluar dan temui anak-anak!"


Nadiya dan Prasetyo lalu kekamar Edsel dan juga Eiden.


"Mami! Mami datang! Oma, ada mami! Lihat, mami kembali!" Teriak Edsel dan juga Eiden saat mereka keluar dari kamar mandi.


"Tunggu dulu! Kalian belum memakai baju!" Teriak Sandra dan keluar dari kamar mandi.


Sandra sangat terkejut melihat Nadiya sedang memeluk Edsel dan juga Eiden.


Oma juga datang dan memeluk Nadiya saat mendengar Edsel dan Eiden berteriak-teriak.


"Kau akhirnya kembali. Kami sangat merindukanmu!" Kata Oma lalu memeluk Nadiya.


Sandra lalu berjalan mendekat dan tersenyum pada Nadiya.


"Edsel, Eiden, ayo pakai baju dulu." Kata Sandra dengan kecewa yang ditahannya didalam hatinya yang paling dalam.


Nadiya lalu mendekati Sandra.


"Terimakasih, kau telah mengurus mereka dengan baik." Kata Nadiya disaksikan olah Prasetyo dan juga Omanya.


Dalam hati Nadiya sebenarnya tahu rencana Sandra. Namun dia tidak ingin membongkarnya sekarang. Dia juga tidak ingin merusak kebahagiaan anak-anaknya karena saat ini mereka sedang liburan.


Dan ada pertimbangan lain juga, kenapa Nadiya pura-pura tidak tahu niat Sandra.


Karena selama ini ada rahasia yang besar antara mereka bertiga tentang Edsel dan juga Eiden yang tidak diketahui siapapun.


Nadiya lalu menarik nafas panjang dan mendekati kedua anaknya yang sudah rapi.


"Kalian mau ikut mami?" Tanya Nadiya pada kedua anaknya.

__ADS_1


Sementara Sandra duduk bersama Oma dan membiarkan Nadiya pergi bersama kedua anaknya.


Sandra juga tidak bisa berbuat apa-apa setelah tahu Nadiya kembali.


"Ayo kita makan dibawah!" Kata Prasetyo mengajak Sandra dan Oma untuk makan direstoran didalam hotel itu.


"Baiklah. Kau duluan, Oma akan mengambil tas Oma dulu."


Mereka lalu duduk direstoran dan makan bersama. Prasetyo menceritakan bagaimana Nadiya yang tidak ada kabar selama ini.


"Pantas saja, Nadiya tidak ditemukan dimana-mana." Kata Oma sambil mengusap airmatanya.


Sementara jantung Sandra hampir copot karena dialah yang menyembunyikan Nadiya dirumahnya.


Dia sudah menemukannya, namun dia tidak mengatakan kepada siapapun termasuk keluarga Prasetyo yang kebingungan mencari keberadaan Nadiya.


Untunglah, Nadiya tidak menceritakan dia tinggal dimana dan ditolong oleh siapa.


Sehingga mereka tidak ada yang tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Nadiya dari jauh datang bersama kedua anaknya sambil masing-masing memegang ice cream.


"Wah, kalian sudah dapat ice cream." Gurau Prasetyo.


"Iya, ini enak sekali." Kata Edsel sambil menjilat ice creamnya.


"Nadiya, duduklah disini!" Kata Oma kepada Nadiya yang baru saja jalan-jalan disekitar hotel bersama Edsel dan juga Eiden.


"Kau terlihat gemukan." Kata Oma.


"Iya, karena Nadiya tidak ingat jika Nadiya harus diet saat dikampung."


"Ahk, sudahlah, kau cantik seperti ini. Tidak usah diet segala." Kata Oma sambil bercanda.


Merekapun tertawa dan terlihat kebahagian terpancar dari wajah mereka semua, kecuali Sandra.


Dia tertawa dengan sangat terpaksa. Hatinya benar-benar kecewa dan masih shock. Dia benar-benar tidak percaya Nadiya bisa menyusulnya hingga ke Jepang.


"Papi ada pekerjaan penting hari ini. Kalian main sama mami dulu ya? Nanti papi akan menyusul kalian." Kata Prasetyo dan berdiri sambil mengambil tas kerjanya.


Nadiya lalu berdiri dan mengantarkan Prasetyo hingga kemobil yang dia sewa.


"Kau terlihat cantik hari ini. Tidak ada hari yang lebih spesial selain hari ini." Kata Prasetyo lalu mencium kening Nadiya.


"Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat."


Nadiya lalu mengangguk.


Prasetyo masuk kedalam mobilnya dan Nadiya membantunya menutup pintunya dari luar.

__ADS_1


Hingga mobil itu berjalan Prasetyo masih menatap Nadiya dari spion mobil dan tersenyum bahagia.


Dia benar-benar sangat bahagia hari ini.


__ADS_2