
Nadiya dan Prasetyo sedang sibuk mencari tempat untuk acara pernikahan mereka yang akan diadakan satu Minggu lagi. Tempat yang mereka pesan sebelumnya terpaksa harus dibatalkan karena ternyata mereka membutuhkan tempat yang lebih besar. Jumlah tamu undangan yang terus bertambah membuat Nadiya dan Prasetyo harus menyediakan tempat terluas dan terbesar yang ada di kota itu.
"Bagaimana kalau kita lihat Gedung Terra, bangunan itu baru selesai dibangun tiga bulan yang lalu. Tempatnya sangat luas dan mampu menampung ribuan orang didalamnya."
"Baiklah, ayo kita kesana. Oya katanya tante Monic akan datang hari ini?" Tanya Nadiya pada Prasetyo tentang kedatangan ibunya.
"Iya Nanti setelah melihat Gedung Terra aku akan langsung menjemput mami di Bandara."
Satu jam kemudian mereka telah sampai pada tempat yang dituju. Gerbang yang besar mirip dengan bangunan kerajaan. Taman yang luas dan banyak patung kuda dimana-mana. Patung kuda dengan hiasan yang seperti kuda sungguhan dalam dongeng.
Bangunan yang sangat megah dan belum ada sebelumnya. Desain airmancur yang indah disepanjang pintu gerbang hingga menuju pintu utama. Semua dinding dan tiang didesain dengan lapisan kuningan mirip emas sungguhan yang menambah kesah mewah dan indah.
"Bangunan ini sangat menakjubkan dan luar biasa. Aku takjub sekali, pasti ini didesain oleh Profesor dengan nilai seni dan imajinasi yang sangat kuat. Hasilnya sungguh menakjubkan." Kata Nadiya mengagumi tempat yang baru selesai dibangun itu, dan belum ada yang menggunakannya karena harganya yang sangat fantastis.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Prasetyo pada Nadiya.
"Pertama kesini dan aku langsung menyukainya. Aku ingin gedung ini sebagai tempat kita mengadakan pesta."
"Bagaimana Tuan? Apakah anda menyukai tempat ini?" Tanya seorang lelaki yang memasarkan Gedung ini.
"Baiklah saya ingin menggunakan gedung ini Minggu depan. Dan saya akan berbicara pada WO tentang konsep acaranya."
__ADS_1
Wedding organizer ini akan membantu mulai dari menentukan tema, memilih dekorasi, hingga mengatur jalannya acara. Dan juga Wedding Organizer akan membantu memberikan arahan kepada tamu undangan, dimana mereka dapat duduk, menyantap hidangan, berfoto, membantu memfoto dengan handphone mereka, menghitung para tamu undangan, memberikan akses khusus untuk tamu undangan VIP, dll.
Sehingga acara tetap terkendali dan berjalan dengan baik. Yap, pernikahan pasangan bak selebriti ini memang cukup menyita perhatian publik, terlebih pernikahan mereka juga ditayangkan secara live di stasiun televisi. Pernikahan yang diusung dengan konsep internasional ini memang terkesan mewah dan well prepared banget sehingga membuat publik penasaran, siapakah wedding organizer yang ada di belakang pernikahan ini.
Tidak mungkin dalam acara apapun termasuk pernikahan tanpa kehadiran katering. Malah, katering menjadi primadona dalam pernikahan. Pernikahan Anda akan disukai jika makanannya sesuai dengan lidah berbagai kalangan tamu yang Anda undang. Oleh karena itu, katering juga harus disesuaikan dengan lingkungan tamu undangan. Jangan lupa untuk melebihkan menu katering. Lebih baik berlebih dari pada kekurangan. Dan semua itu sudah Nadiya dan Prasetyo percayakan pada WO dan beberapa staf kantor Nadiya.
"Nadiya, duduklah disini. Kamu akan menjadi ratu abadiku." Kata Prasetyo sambil menggoda Nadiya yang dia suruh duduk di kursi ratu yang didesain secara unik dan mewah bak kerajaan yang sesungguhnya. "Dan aku akan duduk disini. Aku seperti Raja Keabadian"
"Hahahaha, Mana ada Raja Keabadian. Setiap raja akan turun tahta dan tidak ada yang abadi. Itu hanya ada dalam novel fantasi dan khayalan tingkat tinggi." Kata Nadiya.
"Ya....boleh kan sesekali menghayal tingkat dewa. Ayo ratuku kita akan menggunakan karpet ajaib untuk keliling istana dan pulang kerumah kita...." Kata Prasetyo menirukan gaya dalam film Aladin yang terbang dengan karpet ajaib.
"Hahahaha kamu memang pantas jadi karakter Aladin. Karena kamu pandai menyamar seperti dia. Dan sang ratupun akhirnya jatuh cinta....." Kata Nadiya menirukan gaya dalam film Aladin seperti Prasetyo. Saat jatuh cinta dunia memang serasa milik berdua. Dan perubahan sikap pun menjadi tidak terasa. Seseorang bahkan melupakan karakternya demi orang yang dicintainya dan terbuai oleh asmara. Mereka seperti dua orang remaja saja kelakuanya.
Prasetyo memegang jemari Nadiya dan mengajaknya berjalan turun dari singgasana dan kemudian mereka tertawa dengan lelucon mereka sendiri. Mereka merasa konyol dan tidak ada yang bisa dipahami saat sedang jatuh cinta, seakan semua terasa indah dan menyenangkan.
"Oke. Aku akan kebandara dan kamu berbicara dengan mereka." Kata Prasetyo membagi tugas dengan Nadiya.
"Baiklah. Hati-hati dijalan." Kata Nadiya.
"Ya. Nanti kamu kabari aku ya?" Kata Prasetyo sambil tangannya mengambil handphone dan akan menelpon seseorang.
Kemudian Prasetyo meninggalkan Nadiya dan segera masuk kedalam mobilnya. Mobil mewah itu melaju dengan ringan tanpa suara dan sudah tidak terlihat lagi oleh Nadiya.
🌹🌹🌹
__ADS_1
"Mami akan segera datang. Mungkin sekitar lima menit lagi." Kata Prasetyo melalui telepon. "Ok. Nanti aku hubungi lagi. Mami sedang berjalan kemari." Kemudian Prasetyo menutup teleponnya.
"Mami...kok mami sendirian, mana papi?" Kata Prasetyo sambil memeluk maminya.
"Papi kamu tidak bisa datang hari ini. Kebetulan ada rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan."
"Ohh. Ya sudah mami. Sini biar Pras yang bawa barang mami." Kemudian Prasetyo mengambil barang bawaan maminya dan membawanya kemobilnya.
"Nanti papi kamu akan menyusul kalau acaranya sudah dekat."
"Ok. Mami...." Kata Prasetyo sambil membukakan pintu untuk maminya.
"Mami sudah tidak sabar untuk melihat calon menantu mami." Kata ibu Monic sambil memasang seat belt.
"Prasetyo tidak salah memilih calon istri, kali ini Prasetyo benar-benar bahagia. Selain cantik hatinya juga baik. Itu yang Prasetyo suka darinya."
"Mami sangat bahagia karena akhirnya kamu menemukan wanita idaman yang sesuai dengan kriteria kita dan tentu saja baik hatinya."
"Tentu dong mami. Kali ini Prasetyo yakin jika mami pasti akan menyukainya."
"Mami juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu. Bilang sama istri kamu nanti harus memberikan cucu yang menggemaskan dan jangan menundanya. Mami kesepian karena kamu sudah besar. Mami sudah tidak sabar lagi ingin menimang cucu pewaris dari kamu."
"Iya mami. Sabar...Nikah juga belum sudah ngomongin cucu." Kata Prasetyo dan kepalanya menoleh kearah maminya. Maminya terlihat sangat bahagia hari ini.
"Begitu kamu menikah, mami ingin kamu langsung membuatnya hamil, dan jangan memberikan alasan apapun untuk menundanya. Okey?"
__ADS_1
"Iya deh! Beres untuk yang satu itu. Prasetyo pasti langsung membuat Nadiya hamil dan melahirkan anak yang banyak, biar mami senang."
"Gitu dong." Kata Ibu Monic sambil mencubit pipi Prasetyo dengan gemas. Karena biasanya untuk urusan menikah mereka selalu berselisih paham. Hingga umur Prasetyo yang sudah lewat kepala tiga, tapi masih betah saja hidup sendirian.