
Sasha menunggu kedatangan Vano sepanjang hari. Vano berpamitan untuk meminta ijin dari orang tuanya jika mereka akan menikah.
Namun hati kecil Sasha juga ragu jika keluarganya akan langsung menyetujui pernikahan mereka. Apalagi Sasha sudah punya seorang anak. Dan ini bukan anak Vano, tentu tidak mudah bagi mereka untuk menerimanya.
Tiba-tiba pintu apartemennya diketuk oleh seseorang.
Sasha mempersilahkan mereka masuk, karena siapa tahu mereka membawa berita tentang Vano.
"Maaf, apakah anda bernama Sasha? Apakah Anda dan Tuan Vano akan menikah?"
Sasha masih diam saja dan bingung harus menjawab apa.
"Saya membawa ini untuk anda. Kalian tidak bisa menikah. Ayahnya tidak ingin Vano menikah sementara kuliahnya belum selesai."
Orang itu lalu menyerahkan cek kosong yang sudah ditandatangani dan Sasha bisa menulis jumlah berapapun sesuka hatinya.
"Saya permisi."
Orang itu lalu pergi sementara Sasha berusaha menahan airmatanya.
"Om Arya juga tidak bisa dihubungi sejak menemaninya dirumah sakit. Bahkan beberapa pesan tidak bisa terkirim."
Gumam Sasha dengan sedih.
Bulan ini Om Arya tidak mengirimkan apapun untuknya. Entah apa yang terjadi dengannya. Sedangkan dia membutuhkan uang untuk bertahan hidup.
Karena Vano tidak ada kabar, begitupun Arya, akhirnya Sasha memutuskan untuk kembali ke tanah air.
Dia terpaksa mengisi cek kosong itu dan mencairkannya.
Bagaimanapun dia membutuhkan uang saat ini untuk biaya hidupnya dan juga anaknya yang masih bayi.
Sasha lalu membeli perumahan kecil dipinggir kota. Dia sengaja memilih tempat itu agar tidak bertemu dengan Nadiya dan keluarganya.
"Sasha lalu membuka toko kecil didepan rumahnya agar uang yang dia pegang saat ini berkembang untuk biaya hidup sehari-hari."
__ADS_1
"Koran!" Sasha membeli koran dan dari abang-abang yang keliling disekitar perumahan itu.
Sambil menunggu warungnya, Sasha membaca koran, dan ada berita tentang Ardy yang masih hidup?
Ardy?
Papa?
Apakah papa masih hidup?
Om Joan, pernah mengatakan jika papanya bernama Ardy dan bekerja pada PT Adam Karya.
Jadi Papa masih hidup?
Dengan gemetar Sasha menaruh koran itu lagi. Dan dia langsung menggendong anaknya yang masih bayi.
Artinya aku bisa menemuinya?
Aku tidak tahu, apakah papa mengenalku? Namun aku ingin menemuinya. Semoga Papa benar-benar masih hidup.
Setidaknya aku ingin memeluknya, apakah dia mengenalku? Dan kemana saja, Papa selama ini? Apakah Tante Nadiya tahu keberadaanya?
Semoga saja, papa benar-benar masih hidup.
***
Polisi mencari keberadaan Ardy alias Arya. Polisi sudah menangkap orang yang menyelamatkanya. Dan dia mengakui jika Ardy masih hidup, namun saat ini dia entah ada dimana.
Ardy masih bersembunyi dihutan. Dia sedang bingung, antara menyerahkan diri atau terus bersembunyi.
Akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal, Ardy memilih untuk menyerahkan diri setelah beberapa bulan bersembunyi dihutan.
Lari dari kejaran polisi dan hidup dengan rasa tidak tenang juga tidak membuatnya bahagia.
Apalagi dia tidak bisa pergi kemanapun untuk menemui Sasha dan melakukan kegiatan yang lainnya.
__ADS_1
Orang yang menolongnya sudah tertangkap oleh polisi. Ternyata selama ini mereka sudah dicurigai bekerja sama. Dan setelah mempunyai cukup barang bukti, polisipun akhirnya menangkap orang tersebut.
Saat itu Ardy baru saja pulang dari Amerika menemani Sasha melahirkan disebuah rumah sakit.
Anak buahnya mengatakan jika dia harus sembunyi jika tidak ingin tertangkap. Ardypun sembunyi sejak saat itu.
***
Keesokan harinya berita dikoran heboh dengan penyerahan diri Ardy.
Semua orang tidak menduga jika Arya adalah Ardy.
Dan Ardy siap dengan hukuman yang akan diterimanya karena telah sengaja melarikan diri dan mempersulit penyelidikan.
Dia hanya berharap, bisa bertemu dengan Sasha dan mendengar jika dia baik-baik saja.
Didalam sel Ardy menerima tamu yang tidak lain adalah Nadiya dan Prasetyo.
Nadiya hampir saja pingsan saat melihat jika yang didalam sel itu adalah Arya. Orang uang dikenalnya dengan baik dan bahkan pernah tinggal dirumahnya.
Prasetyo dengan cepat memegang bahu Nadiya dan tetap mengajaknya untuk menemui Ardy.
"Pak Arya? Kau.....Ardy?" Kata Nadiya karena bagaimanapun Regan ingin agar Nadiya menemuinya.
Ardy alias Arya tertunduk kelantai.
"Kau selama ini berada di dekat kami dan kami tidak tahu jika kau sebenarnya adalah Ardy? Kau sangat licik!" Kata Prasetyo kesal karena Arya pernah bekerja dikantor Nadiya dan bahkan pernah tinggal dirumahnya.
Tidak hanya itu, bahkan saat itu mereka pernah satu mobil dan mengadakan perjalanan bersama.
Tentu saja dia kesal dan cemburu.
"Kau pantas mendapatkan hukuman. Kau telah menipu kami!" Kata Prasetyo.
"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengganggu kalian... Aku hanya tidak ingin polisi menangkapku saat itu."
__ADS_1
"Ahk omong kosong! Kau bahkan bekerja dikantor Nadiya. Apa yang kau inginkan...." Kata Prasetyo dengan kesal.
Nadiya diam saja dan tidak banyak berbicara. Prasetyo pantas kesal karena Arya dan Nadiya memang dekat dalam urusan pekerjaan. Dan Nadiya tidak tahu jika selama ini Arya adalah Ardy.