
Hari pertama yang Nadiya kunjungi adalah Taman Tuileries atau Tuileries Garden. Disana terdapat hamparan rumput hijau sehingga sangat nyaman untuk berjalan-jalan dan beristirahat diatasnya. Sambil bernaung dari panorama langit yang biru dan indah.
Banyak turis berlalu lalang karena merupakan taman umum yang berada diantara Louvre dan Place de la Concorde.
Mereka berjalan-jalan dan beristirahat ditaman yang bagai hamparan hijau. Bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Benar-benar memanjakan mata dan membuat suasana hati menjadi bahagia.
Regan berlarian kesana-kemari diatas rumput yang lembut. Sementara Nadiya dan Prasetyo duduk didekat kolam yang tenang sambil menikmati makanan.
"Tempat ini sangat indah mami. Regan sangat bahagia."
"Tentu saja sayang....Regan boleh bermain dan berlarian sepuasnya. Yang penting jangan jauh-jauh dari mami." Kata Nadiya sambil memakai kacamata hitamnya.
"Yuk main sama Om. Tuh ada bola. Sini kita main bola bersama." Kata Prasetyo sambil berjalan mendekati Regan.
"Ayuk om." Kemudian Regan mengambil bola dan mulai melempar dan menendangnya kearah Prasetyo.
Mereka bersenang-senang sepanjang hari. Dan matahari mulai terbenam sehingga Nadiya mengajak Regan untuk pulang ke hotel.
Ditempat lain Ardy sudah sampai juga ke Paris. Dan kebetulan dia memesan kamar bersebelahan dengan Nadiya. Ardy tertawa penuh kemenangan dan kebahagiaan karena dia sampai juga tanpa ada halangan.
Entah bagaimana caranya Ardy bisa tahu hotel tempat Nadiya menginap. Sehingga dengan mudah dia bisa menemukanya.
Dimana dia bisa mengawasi Nadiya dan Prasetyo selama satu bulan mereka liburan disana. Ardy kemudian langsung tidur begitu sampai dikamar hotel.
Sementara ditempat lain, setelah seharian bermain ditaman, Nadiya dan Regan kembali ke hotel dan langsung mandi. Sementara Prasetyo membeli beberapa makanan dan minuman di toko terdekat.
"Regan mandi sendiri ya? Mami siapin baju gantinya." Kata Nadiya sambil mencari baju ganti untuk Regan.
"Iya mami."
Setelah Regan selesai mandi kemudian giliran Nadiya yang mandi. Saat Nadiya mandi tiba-tiba pintu diketuk dari luar. Regan yang sudah selesai mandi membukakan pintu karena dikira Om Pras yang pulang membeli makanan. Tapi Regan sangat shock saat melihat siapa yang berdiri dipintu.
Ceklek!
"Papiiii?" Regan memanggil papinya dan tidak menyangka kalau yang berdiri dipintu adalah papinya. "Kok papi ada disini?"
"Iya papi ada pekerjaan di Paris. Jadi sekalian papi liburan sama seperti Regan."
Nadiya keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dan bertanya pada Regan tentang siapa yang datang.
"Apakah om Pras sudah datang Regan?" Tanya Nadiya tanpa melihat siapa yang datang dan tetap sibuk mengeringkan rambutnya.
"Bukan mi, tapi papi." Kata Regan
"Sejak kapan Regan panggil om Pras dengan sebutan papi?"
__ADS_1
"Yang datang papi, mami."
"Iya mami tahu, mami senang kamu memanggilnya papi." Kata Nadiya tanpa menoleh.
"Bukan om Pras mami. Ini adalah Papi. Papi Ardy."
"Apa???" Nadiya kemudian menoleh kearah Regan dan dia sangat shock melihat Ardy berdiri disana.
"Kamu Ardy? Ngapain kamu disini?"
"Ngga usah heran begitu kali. Aku ada pekerjaan di Paris. Jadi aku pikir akan sekalian liburan saja bersama kalian." Jawab Ardy sambil memasukkan tangannya disaku celananya.
"Apa?" Tanya Nadiya karena mendengar Ardy yang ingin ikut liburan bersama mereka. "Bagaimana bisa?"
"Ya bisalah. Apakah hanya kalian yang boleh datang kemari?" Kata Ardy dengan rasa yang puas melihat wajah Nadiya yang shock.
"Bukan begitu. Maksudku bagaimana mungkin kita tinggal dihotel yang sama?" Kata Nadiya yang tidak habis pikir Ardy juga tinggal dihotel yang sama dengan mereka.
"Apakah hotel ini milikmu?" Tanya Ardy sengaja membuat Nadiya kesal.
"Aku tidak peduli hotel ini milik siapa! Tapi bagaimana mungkin kita bisa menginap di hotel yang sama!? Sementara banyak hotel lain yang bisa kamu gunakan untuk menginap."
"Hhhhhh. Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin Nadiya. Ok, selamat malam, dan jangan sungkan untuk minta bantuanku jika kamu tersesat." Kata-kata Ardy seakan Nadiya tidak pernah pergi ke Paris. Apakah hanya Ardy yang tahu setiap sudut dikota ini?
Baru saja Ardy akan menutup pintu kamar Nadiya, tiba-tiba dipintu dia bertabrakan dengan Prasetyo.
"Oh Haiiiii. Kau juga liburan kesini? Ini pasti pertama kalinya bagimu. Jangan sungkan untuk minta bantuanku jika kalian tersesat." Kata Ardy dengan nada mengejek.
"Ya. Terimakasih. Aku tidak menyangka anda bisa menyusul Nadiya kemari hhhhh."
"Terserah kepadaku. Aku ada dimana dan apa yang kulakukan itu bukan urusanmu!" Kata Ardy sinis.
"Ya. Selama anda tidak mengganggu Nadiya." Tegas Prasetyo karena kesal dengan ulah Ardy yang bahkan seperti penguntit yang mengikuti dirinya hingga ke Eropa.
"Jaga sikapmu. Kamu hanya seorang bodyguard. Jadi bersikaplah sopan terutama kepadaku." Kata Ardy mengingatkan posisi Prasetyo.
Prasetyo tidak menggubris kata-kata Ardy melainkan langsung masuk kedalam dan menutup pintu. Untuk apa dia bertengkar dengannya dinegeri orang? gumamnya.
"Makanan sudah datang!" Kata Prasetyo sambil melirik Nadiya dengan sudut matanya. "Regan kemarilah."
"Bentar om." Kata Regan yang lagi asyik bermain.
"Ayo Nadiya, ini pesanan kamu juga sudah ada."
"Iya Pras. Tunggu sebentar....." Kata Nadiya sambil merapikan rambutnya.
__ADS_1
"Om! Om tahu tidak kalau papi Ardy juga ada disini?"
"Benarkah?" Tanya Prasetyo pura-pura tidak tahu.
"Iya om. Tadi papi kesini dan menginap disini. Besok kita bisa ajak papi juga jalan sama kita ya om?" Kata Regan polos.
"Boleh." Jawab Prasetyo sambil melirik kepada Nadiya yang nampak kesal.
Keesokan harinya Nadiya dan Regan juga Prasetyo sudah berkemas diluar kamar untuk pergi kesuatu tempat. Mereka rupanya menunggu Ardy keluar kamar karena Regan ingin agar papinya diajak juga. Dengan terpaksa akhirnya Nadiya mengajak serta Ardy untuk satu mobil dengan mereka.
Kemudian setelah Ardy keluar, Nadiya berjalan lebih dulu kemobil dan duduk disamping Prasetyo. Sementara Regan duduk disamping Ardy. Mata Ardy tidak berhenti memandang Nadiya dan mengawasi bodyguard itu.
"Kita jadi berempat ya mi? Jadi tambah rame!" Ungkap Regan.
"Iya." Jawab Nadiya dengan suara yang berat.
"Pap.....tahu ngga kalau om Pras sangat hebat bermain bola? Regan senang sekali main sama om Pras." Ujar Regan.
"Benarkah?" Kata Ardy sedikit sinis melirik pada Prasetyo.
"Iya Pi. Kemarin ditaman, seharian Regan bermain sama om Pras. Om nanti main lagi ya?"
"Sekarang kan sudah ada papi, jadi kamu mainya sama papi sama mami. Om Pras biarkan tunggu dimobil saja." Kata Ardy sengaja mencari kesempatan dan berusaha menyingkirkan Prasetyo.
"Mana bisa begitu, Prasetyo akan ikut kemana saja aku pergi. Jika harus ada yang tunggu dimobil itu kamu Mas." Kata Nadiya.
"Kok bisa?" Tanya Ardy sambil menatap Nadiya.
"Mas Ardy kan kesini mau bekerja bukan mau liburan? Jadi sebaiknya manfaatkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan bukan?" Kata Nadiya.
"Hmhmhm...." Prasetyo tertawa sambil melirik kearah Ardy dengan tatapan aneh.
"Ngapain kamu tertawa?! Tidak ada yang lucu disini!" Hardik Ardy pada Prasetyo.
---------------------------
Hai, Kak! 😀😀😀
Terimakasih atas dukungan dari kalian pembaca setia dan untuk kalian yang sudah Fav, memberikan Like dan juga meninggalkan komentar.
Tanpa dukungan dari kalian apalah arti dari karya ini.....
Dan Author mengucapkan maaf pada kalian semua jika dalam penulisannya masih banyak kesalahan dan kekurangan, juga cerita dan episode yang akan lumayan panjang dan kadang membosankan.
Sekali lagi terimakasih dan salam sayang dari Author 😘😍😍
__ADS_1