Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Episode Terakhir


__ADS_3

Satu Minggu kemudian Prasetyo dan Nadiya serta Oma baru saja dari salon dan mereka bersiap untuk acara pelantikan Prasetyo sebagai CEO yang terpilih.


"Kau sangat cantik dengan gaun itu Nadiya."


"Apakah aku terlihat gemuk?" Tanya Nadiya tersipu malu.


"Tidak. Kau cantik sekali. Oma juga, sudah lama Oma tidak berdandan seperti ini." Kata Prasetyo memuji Omanya.


"Mami! Papi!" Teriak Edsel dan Eiden dari mobil Karina dan Danar.


"Kalian juga sudah sampai?" Tanya Prasetyo lalu bersalaman dengan Karina dan Danar.


"Selamat atas terpilihnya kembali." Kata Karina dan diikuti oleh Danar.


"Terimakasih." Mereka lalu masuk kedalam gedung dimana acara itu diadakan.


Mereka duduk satu meja ditempat yang sudah disediakan oleh panitia acara.


Nampak Prasetyo berpidato dengan sangat bahagia dan memberikan apresiasi untuk Nadiya, karena sudah banyak membantu dan memberikan dukungan padanya. Sehingga dia bisa terpilih kembali meskipun sebelumnya sempat banyak masalah yang menghampiri.


Tepuk tangan riuh untuk Nadiya yang diperkenankan untuk memberikan sambutan sepatah dua patah kata.


Nadiya lalu berdiri disamping Prasetyo dan berpidato sebentar, dia juga mohon maaf sebelumnya karena masalah yang membuat ketidaknyamanan bagi semua orang.


"Terimakasih!" Nadiya lalu turun bersama Prasetyo dan duduk bergabung dengan keluarganya.


Ada Regan juga disana bersama kekasihnya Madina. Regan belum lama datang setelah perjalanan bisnisnya keluar negeri untuk mengembangkan bisnisnya.


Sasha juga ada disana dengan kursi roda karena kedua kakinya masih belum bisa digunakan untuk berjalan. Suaminya, Vano duduk didekatnya bersama Aaron putra mereka.


Nadiya memberikan sebuah kue kecil dipiring Sasha.


"Terimakasih Tante," Kata Sasha yang merasa sangat bahagia karena mendapatkan kembali keluarganya yang dahulu mengasihinya.


Nadiya juga merasa lega, karena sebuah musibah sudah membuatnya ikhlas menerima Sasha sebagai bagian dari keluarganya.


Dia tidak ingin lagi mengungkit dan mengingat masa lalu yang hanya menjadi duri di kehidupan dan masa depannya.


Dia mulai belajar ikhlas atas apa yang terjadi dimasa lalunya. Melalui kisah yang sudah dia alami, dia mulai belajar memaafkan, karena saat ini sudah mendapatkan keluarga yang jauh lebih baik dan sempurna.


Dengan menyimpan dendam atas takdir buruk dimasa lalunya, dia sadar ternyata hanya membawa keburukan dan perpecahan dikeluarganya yang baru.


Bahkan hampir saja mencerai beraikan keluarga yang begitu harmonis dan bahagia.


Setelah acara selesai mereka semua kembali kerumah Nadiya. Ada pesta kecil yang sudah Nadiya persiapkan untuk Prasetyo.


Sesampainya di rumah, Prasetyo kaget saat rumahnya dihias dengan begitu indah dan banyak rangkaian bunga mawar dimana-mana. Dia sudah menebak ini pasti kejutan dari istrinya. Dia tahu dari begitu banyak bunga mawar yang terhias disepanjang jalan masuk kerumah dan lantai yang dihias dengan taburan bunga mawar.

__ADS_1


"Terimakasih, ini sangat indah." Kata Prasetyo pada Nadiya.


Nadiya lalu tersenyum diikuti oleh seluruh keluarga yang berjalan dibelakangnya.


"Tunggu! Apakah saya juga boleh ikut?" Teriak seseorang dari belakang mereka.


Ternyata dia adalah Sandra yang membawa koper. Dia baru saja sampai disini. Dia membaca artikel yang ditulis tetangganya dan dia berencana untuk meminta maaf pada Nadiya dan keluarganya atas apa yang sudah dilakukanya.


Semua menoleh kebelakang dan kaget saat melihat Sandra. Semua nampak shock, karena mereka pikir saat ini Sandra ada diluar negeri.


"Sandra???" Semua nampak melongo melihatnya berdiri dibelakang mereka.


"Tante!!!!" Tiba-tiba Edsel dan Eiden berlari dan menarik tangannya untuk berjalan maju ke depan.


Sandra lalu berjalan mendekati Nadiya dan Prasetyo yang berdiri dibarisan paling depan.


"Saya sengaja datang kemari, karena ingin meminta maaf pada bapak dan ibu, juga pada Oma dan pada semua keluarga disini. Saya bersalah pada ibu Nadiya dan saya minta maaf yang sebesar-besarnya." Kata Sandra menangis dan tertunduk tepat didepan Nadiya.


Nadiya menoleh ke Prasetyo sebentar dan Prasetyo mengangguk karena tidak ingin merusak kebahagiaan hari ini.


Terutama Prasetyo tidak ingin membuat gaduh dan mengecewakan keluarga besarnya yang hadir dan mengadakan pesta dirumahnya.


"Ya, kami memaafkanmu. Semoga kau tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya."


"Terimakasih Bu, pak, Oma....."


Nadiya lalu mengangguk dan Oma melirik pada Sandra dengan kesal.


"Kutu kupret ini, kapan dia sampai kemari? Katanya dua tahun, lah ini baru dua Minggu lebih!" Gerutu Oma dan terdengar oleh Sandra.


"Nanti setelah pesta saya akan pergi lagi. Saya merasa terbebani karena belum meminta maaf pada Ibu Nadiya sekeluarga." Kata Sandra.


"Terserah kau saja!" Kata Oma sedikit ketus.


Rupanya setelah mengetahui apa yang dilakukan Sandra selama ini pada keluarganya dan menyembunyikan Nadiya yang hilang ingatan, membuat Oma masih kesal padanya.


Tentu saja Oma kesal, karena dulu dia sempat berfikir jika Sandra adalah malaikat penolong bagi keluarganya yang saat itu sedang kalut.


"Beruntung dia tidak menggantikan posisi Nadiya dengan kutu kupret itu!" Gumam Oma berbisik lirih.


"Oma bilang sesuatu?" Tanya Regan yang berdiri disebelah Omanya.


"Tidak." Jawab Oma yang malu pada dirinya sendiri dan kebodohannya karena hampir saja dia memelihara ular betina dirumahnya.


Diusia yang setua itu yang harusnya lebih bijaksana, tapi pada kenyataanya dia masih saja bisa salah dan tertipu juga terperdaya oleh sikap yang pura-pura tulus dari Sandra waktu itu.


Hampir saja dia kehilangan menantu terbaik seperti Nadiya, yang demi memberikan keturunan pada keluarganya dia bahkan menyewa rahim orang lain. Dan tentu saja hal itu tidak mudah, karena ada resiko jika suaminya bisa saja tergoda dengan yang menyewakan rahimnya.

__ADS_1


Namun keyakinannya pada Prasetyo dan besarnya cinta Prasetyo untuknya membuatnya yakin jika Prasetyo tidak mudah tergoda oleh perempuan lain seperti mantan suaminya yang terdahulu, yang mudah mengagumi teman-teman wanitanya yang cantik dan seksi.


Semua sudah berlalu, dan keluarga yang hampir saja tercerai berai saat ini menjadi keluarga yang utuh dan bahagia.


Bahkan dengan keikhlasan hati, Nadiya menerima anak dari perselingkuhan mantan suaminya, yang tadinya dia benci.


Semua itu dia lakukan karena sebuah musibah dan pengorbanan Sasha yang tulus saat menyelamatkanya dan tidak peduli pada keselamatannya sendiri.


Sasha memang wajahnya mirip dengan ibunya, namun hatinya dan jiwanya berbeda. Jadi dia tidak bisa menyalahkanya atas dosa ibunya. Bukan keinginanya untuk dilahirkan dari hasil zina dan perselingkuhan.


Sekarang Nadiya juga mulai memperbaiki sudut pandangnya tentang Sasha. Bahwa didunia semua orang bisa melakukan kesalahan dan tidak ada manusia yang sempurna.


Hanya saja ada yang mau mengakui kesalahan ada yang tidak. Ada yang mau memperbaiki diri ada yang tetap senang dan bangga dengan kesalahannya.


Tapi memaafkan tetap jauh lebih baik dari pada menyimpan dendam. Dendam hanya akan membuat kesalahan itu menjadi kesalahan yang lainya. Sementara memaafkan, membuat hatinya damai dan menghadirkan ketenangan hidup bagi dirinya dan juga keluarganya.


Dan dia memilih untuk memaafkan segalanya, dan memulai hidup baru dengan hati yang bersih dan penuh suka cita.


"Mari kita mulai hari ini dengan berucap syukur pada Tuhan karena kita semua berkumpul dan berbahagia setalah badai yang melanda." Kata Nadiya lalu semua tertunduk untuk mengucapkan syukur dan kebahagian atas hari ini.


Prasetyo memotong kue yang disiapkan Nadiya dan memberikan irisan pertama padanya.


"Kau adalah anugerah terindah dalam hidupku." Kata Prasetyo sambil menyuapkan kue kecil kemulut Nadiya.


Nadiya dan Prasetyo lalu berpelukan dan alunan musik mulai dinyalakan.


Tamat


Terimakasih teman-teman semua yang sudah mendukung karya ini dari awal hingga akhir 🥰


Terimakasih juga bagi yang sudah memberikan dukungan, komentar dan meninggalkan jejak 🥰


Semoga kalian selalu dimudahkan rizkinya dan Allah akan membalas semua kebaikan kalian karena sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mendukung karya ini.


Sekali lagi, terima kasih sebanyak-banyaknya, semoga kalian selalu berbahagia 😘


Salam hangat dan sayang dari saya 🥰😍 untuk kalian semua 🤗🥰🥰🥰


Pengumuman karya baru :


Judul "Ratu Abadi dan sihirnya"


Bercerita tentang Putri Tara yang melakukan tipu muslihat demi mendapatkan kerajaanya kembali. Kerajaan ibunya telah direbut oleh Ratu Mayang. Dan dalam proses merebut kembali kerajaanya terpaksa Putri Tara harus menikah dengan putra dari Ratu Mayang.


Karena suaminya terkena sihir dari ibunya, terpaksa Putri Tara merantai suaminya dan mengurungnya.


Dan Putri Tara yang sudah menjadi Ratu, membesarkan anaknya yang setengah raksasa dan setengah manusia seorang diri melawan bibinya dan juga mertuanya yang jahat.

__ADS_1


__ADS_2