
Satu tahun kemudian...
Nadiya mengadakan pesta yang sangat meriah untuk acara ulang tahun Regan yang ke-9 tahun. Tidak hanya acara ulang tahun putranya tapi ada kabar bahagia lainya yang akan Nadiya sampaikan kepada publik.
Bunga mawar menghiasi sebagian dari ruangan itu dan disebelah lainya dihias dengan karakter kesukaan Regan untuk memeriahkan pesta ulang tahunya.
Nadiya, Prasetyo, dan Regan berdiri didekat kue dengan ukuran besar dan bersusun tiga. Ada beberapa karakter kartun dan hiasan mobil-mobilan dibeberapa sisinya.
"Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga....." Terdengar teman-teman Regan dan beberapa tamu yang hadir menyanyi dan bertepuk tangan sangat riuh dan meriah.
"Ayo potong kuenya sayang..." bisik Nadiya yang berdiri disamping Regan.
"Selamat ulang tahun sayang....Semoga Regan selalu berbahagia dan wish you all the best.... Regan?" Kemudian Regan memberikan potongan kue yang pertama kali untuk Nadiya.
"Ini hadiah dari mama." Kata Nadiya sambil memberikan bingkisan untuk Regan.
"Dan selamat ulang tahun...Ini hadiah dari Omm..." Kata Prasetyo sambil memberikan hadiahnya setelah menerima suapan kue yang kedua dari Regan.
"Terima kasih mami, terima kasih om..."Kemudian Nadiya dan Prasetyo mencium kening Regan secara bergantian. Hubungan Regan dan Prasetyo mulai dekat sejak satu tahun terakhir ini. Apalagi karena Ardy mendapat tugas dari Tuan Adam untuk mengembangkan perusahaanya hingga ke Luar Negeri.
Sehingga kedekatan antara Nadiya dan Prasetyo semakin intens sejak kepergian Ardy. Mereka bahkan sudah sering terlihat bersama dibeberapa pertemuan juga ditempat publik. Ayahnya Nadiya, Tuan Alex sangat bahagia melihat kedekatan Nadiya dan Prasetyo yang menjurus pada hubungan yang lebih serius.
Hati Tuan Alex menjadi lega setelah mengetahui jika putrinya akan membina rumah tangga kembali, setelah yang pertama kandas. Tidak ada kata terlambat untuk memulai semuanya. Apalagi Nadiya masih muda, dan perjalanan hidup masih sangat panjang. Tidak ada salahnya mencoba kembali untuk membina rumah tangga dan bahtera yang baru.
__ADS_1
Tuan Alex sangat mendukung jika Nadiya meresmikan hubunganya dengan lebih cepat. Hal itu akan membuat kehormatannya terjaga juga terhindar dari gosip yang tidak baik. Hanya saja disayangkan karena Tuan Alex tidak bisa hadir di acara ulang tahun cucunya karena baru saja menjalani operasi jantung.
"Opa tidak hadir ya mami...Papi juga tidak hadir..." Kata Regan saat melihat sekeliling dan mereka tidak ada disana. "Kemarin papi bilang mau datang, tapi sekarang Regan tidak melihat papi dimana-mana." Kemudian Nadiya melihat kearah pintu utama, tapi memang Ardy belum datang juga, padahal kemarin janji mau datang.
"Mungkin papi ada meeting mendadak sayang, jadi papi tidak bisa hadir. Pekerjaan papi sedang banyak akhir-akhir ini." Kata Nadiya memberi penjelasan pada Regan.
"Iya mami..."
"Sekarang Regan jangan sedih ya, next time pasti papi akan merayakan ulang tahun bersama Regan." Hibur Nadiya karena tidak ingin melihat kesedihan dihari yang membahagiakan ini.
"Jangan sedih dong, kan ada om disini, besok seharian om akan temani Regan, kita akan bersenang-senang dan bermain mainan favorit Regan." Kata Prasetyo sambil menyemangati Regan.
"Iya om terima kasih. Janji ya om. No...meeting mendadak!" Ucap Regan bergurau. Karena selalu meeting mendadak menjadi alasan orang dewasa untuk tidak menepati janjinya. Sehingga Regan membuat ikon itu menjadi gurauan.
"Pengumuman!" Terdengar suara MC memecah riuhnya suasana pesta dan membuat semuanya terdiam, dan sesaat suasana menjadi hening.
"Untuk ibu Nadiya silahkan maju kedepan. dan juga Tuan Prasetyo kami persilahkan untuk maju kedepan dan memberi sambutan...."
Nadiya dan Prasetyo bergandengan tangan dan saling menatap satu sama lain dan memberikan senyum termanis kepada semua tamu undangan.
Kemudian Prasetyo berdiri berhadapan dengan Nadiya dan memegang tangan Nadiya dan mengucapkan rasa terimakasihnya dan betapa beruntungnya dirinya mendapatkan wanita terbaik seperti Nadiya. Nadiya adalah anugerah terindah dalam hidupnya.
Dan sebagai wujud terimakasihnya Prasetyo memberikan hadiah kalung dengan lapisan berlian 50 krat yang menutupi seluruh permukaan kalung itu. Kilaunya sangat gemerlapan menyilaukan semua tamu yang hadir. Harganya sangat mahal dan fantastis dan dia merasa Nadiya sangat pantas mendapatkan hadiah itu dari dirinya.
__ADS_1
Kemudian Prasetyo memakaikan kalung berlian itu keleher Nadiya. Dengan cahaya lampu yang begitu terang leher Nadiya yang jenjang terlihat sangat indah dan bersinar. Apalagi setelah memakai kalung pemberian dari Prasetyo membuat para tamu undangan terpana melihat hadiah kalung dari calon suaminya yang begitu fantastis.
Karina dan Ibu Sofia yang baru datang langsung oleng menyaksikan Prasetyo memakaikan kalung berlian yang indah dengan berlian 50 krat.
"Karina, Apa mami ngga salah lihat? Kalung dari bodyguard itu sangat indah penuh dengan berlian." Kata Ibu Sofia yang berhenti dan berdiri mematung dipintu masuk.
"Iya mami. Karina juga melihatnya." Kata Karina sambil mengucek matanya yang tidak pedih.
"Darimana bodyguard itu mendapatkan uang sebanyak itu?" Ibu Sofia yang iri dengan hadiah yang didapat Nadiya mulai berburuk sangka.
"Karina juga tidak tahu mami. Karina tidak menyangka bodyguard itu memiliki banyak uang. Joan bahkan tidak pernah memberikan hadiah untuk Karina dengan harga sefantastis itu. Palingan seikat bunga dan makan direstoran yang romantis. Tapi Nadiya dapat hadiah 50 krat berlian dalam satu kalung!" Karina tersungut dan memonyongkan bibirnya.
"Apa jangan-jangan bodyguard itu mencuri uang dari perusahaan papimu? Kau kan tahu dia menjadi orang kepercayaanya Nadiya. Dan papimu juga punya hubungan yang sangat dekat denganya." Kata ibu Sofia sambil manik matanya berputar mengingat sesuatu.
"Iya mami. Apa yang mami katakan ada benarnya juga. Kita harus selidiki ini mami." Kata Karina sambil melihat sinis pada bodyguard itu. "Dia pasti pencuri."
"Ayo kita kesana!" Kata Ibu Sofia.
Ibu Sofia dan Karina berjalan mendekat dan mengucapkan selamat kepada Regan, Nadiya juga Prasetyo.
"Hai Oma! Kok Oma datangnya terlambat sih?" Tanya Regan polos.
"Iya. Tadi mendadak Oma ada urusan penting, jadi Oma singgah dulu kesana sebentar." Padahal awalnya mereka memang tidak mau datang ke acara itu. Tapi setelah memikirkan untung dan ruginya serta tidak ingin ketinggalan berita maka mereka akhirnya datang meskipun terlambat.
__ADS_1
"Selamat Nadiya, kamu akan menikah untuk yang kedua kalinya." Mulai deh julidnya. "Semoga pernikahanmu yang kedua ini langgeng dan dia tidak selingkuh seperti Ardy suamimu yang dahulu. Kamu harus menjadi istri yang baik, jadi suamimu tidak akan melirik wanita lain." Julidnya kelewatan.