
Enam bulan kemudian.
Prasetyo, Nadiya dan sikembar sudah sampai di tanah air dan bertepatan dengan akhir tahun. Mereka ingin merayakan malam pergantian tahun dengan berkumpul bersama keluarga.
Prasetyo kemudian menelepon Ibu Monic dan mengatakan jika dia sudah tiba di bandara dan saat ini sedang dalam perjalanan pulang kerumah.
Prasetyo menelpon ibu Monic.
"Halo Mami, kami sudah sampai di bandara."
"Ohh kalian sudah sampai? Syukurlah....langsung pulang saja ya jangan mampir kemana-mana, mami kangen sama cucu-cucu mami."
"Iya mi...."
"Mami tunggu.... kebetulan di rumah juga sedang ada Sasha juga Regan lagi main ke rumah."
"Ya mi.... kami sedang dalam perjalanan ke rumah." Kata Prasetyo.
"Ya, hati-hati di jalan."
Nadia, Prasetyo dan si kembar saat ini berada di dalam mobil milik Prasetyo. Prasetyo tadi menelpon anak buahnya untuk menjemputnya nya langsung dari kantor.
Namun saat ini perjalanan dari bandara menuju rumah sedang macet sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
"Kenapa ya Pak, kok ada macet, apa tadi bapak ke sini juga macet?" Tanya Nadiya.
"Tidak Bu, tadi dari kantor ke sini lancar." Kata sopir pribadi Prasetyo.
"Apa ada masalah apa ya kok macetnya panjang sekali? Mungkin ada kecelakaan karena ini macetnya lumayan panjang."
"Bisa juga Bu, soalnya tadi lancar. Arah bolak- balik juga lancar."
"Ini macetnya lumayan panjang ya pak?"
"Iya Bu."
"Apa ada jalan lain selain lewat jalan utama ini Pak? Supaya lebih cepat sampai rumah."
"Sepertinya tidak ada Bu..."
"Ya sudah semoga saja Edsel dan Eiden tidak rewel di dalam mobil."
"Pras tolong bikinin susu buat Edesrl dan Eiden, biar aku yang gendong mereka." Kata Nadiya.
"Iya, mana termos air panas nya?"
"Itu di kantong hijau." Kata Nadiya sambil menunjuk kantong hijau.
"Kasihan mereka dari tadi belum minum susu, sebentar lagi kalau bangun kan susunya sudah tersedia. Jadi nggak rewel." Kata Nadiya.
"Ya semoga saja kita sampai rumah lebih cepat, macetnya ini cepat terurai." Kata Nadiya.
Dua jam kemudian mereka baru sampai ke rumah.
"Kenapa kok kalian baru sampai? Apa kalian mampir ke kantor dulu?" Tanya ibu Monic sambil memeluk mereka.
"Tidak mi, tadi itu ada kecelakaan di jalan, jadi macet panjang sekali." Kata Prasetyo lalu duduk disofa.
"Ya sudah, kalian istirahat sini, biar si kembar sama mami saja. Regan, Sarah, sini bantuin Om sama Tante bawa barang masuk ke dalam." Titah Ibu Monic.
"Iya Oma." Jawab mereka serempak setelah berpelukan dengan mereka berdua.
"Badan Edsel dan Eiden makin gendut dan montok ya..... " Kata Ibu Monic sambil menggendong mereka secara bergantian.
Saat ini sikembar sedang dijaga oleh ibu Monic dan dibantu oleh Sasha. Sementara Nadiya dan Prasetyo yang kelelahan langsung beristirahat dikamar mereka.
__ADS_1
"Regan, jangan main game aja! sini dong bantuin jaga Eiden." Kata Sasha sambilelirik Regan yang tengah asyik main game dikomputer.
"Kan udah ada kamu Sasha." Jawab Regan tanpa menoleh.
"Aku mau mandi dulu, aku tuh ada janji sama teman, mau keluar, tolong dong Regan... gantian."
"Tunggulah! lagi nanggung nih!" Jawab Regan.
"Nanti aku keburu terlambat Regan, aku udah janji sama temen, kasihan temen aku nanti nunggunya kelamaan."
"Apaan sih! Dibilangin ntar dulu! Ini nanggung, aku lagi main game ntar setengah jam lagi."
"Apa!!?" setengah jam lagi aku keburu terlambat Regan, kelamaan...."
"Ada apa sih? Kalian ribut-ribut?" Tegur Omanya.
"Sasha kan sudah janji Oma, mau keluar main sama temen. Tapi Regannya nggak mau gantian nungguin Dede Eiden, malah asyik main game aja!" Kata Sasha kesal.
"Ya udah sana, kamu mandi biar mama jagain mereka, lagian mereka lagi minum susu."
"Ya udah Sasha mandi dulu ya Oma."
"Iya sana...."
"Regan kecilin suaranya, nanti adik kamu keberisikan."
"Nggak seru oma kalau suaranya pelan."
"Kasihan itu adik kamu keberisikan, nanti kan habis minum susu mereka mau tidur."
"Ya deh Oma, Regan kecilin volumenya."
Dikamar Nadiya.
Minggu depan Nadiya berpikir untuk masuk ke kantor lagi, karena sudah lama dia tidak ke kantor selama program kehamilan dan setelah melahirkan. Namun dia sedang berpikir bagaimana dan siapa yang akan menjaga Edsel dan juga Eiden jika dia pergi ke kantor.
"Mi...acara malam tahun baru kita mau pergi kemana?"
"Kita pergi keluar makan malam aja ya, kita ajak Edsel dan juga Eiden."
"Iya Mi...." Kata Regan.
"Tapi Sasha udah janji mau jalan-jalan sama teman tante, apakah Sasha boleh pergi sendiri?" Kata Sasha yang saat itu sudah siap untuk pergi bersenang-senang dengan teman-temanya.
"emm... gimana ya, coba kamu tanya sama Oma?"
"Emang di mana rumah teman kamu itu Sasha?" Tanya Nadiya kemudian.
"Rumahnya di ujung komplek itu tante, dekat dari sini."
"Ya sudah sana bilang dulu sama Om sama oma dulu ya."
"Regan, kamu ada acara tidak?" Tanya Nadiya pada Regan yang duduk disampingnya.
"Aku mau ikut mami aja, makan di luar bareng sama si kembar."
"Ya sudah nanti kita akan menginap di hotel aja. Om sudah pesan kamar untuk kita menginap di hotel."
"Mi, sebenarnya Regan pengen pergi ke puncak malam tahun baru, bisa nggak mi, pergi ke sana nginep di villa kita." Kata Regan.
"Tidak bisa Regan karena pasti akan macet dan kasihan nanti adik kamu masih kecil-kecil kalau jalanan macet. Nanti aja ya kalau adik kamu sudah besar baru kita akan pergi ke sana."
"Iya sudah deh mi."
Saat ini Bu Monic sedang di dapur untuk membuat makan siang. Tiba-tiba saja Sasha datang mengagetkannya.
__ADS_1
"Oma, Sasha mau pergi sama temen ya Oma nanti malam?"
"Mau pergi ke mana kalian?"
"Kita mau pergi jalan-jalan sama teman-teman. Temannya banyak kok oma, dan rumah teman Sasha itu dekat, rumah yang paling ujung sana. Kan kami satu asrama, boleh ya Oma." Kata Sasha merayu Omanya.
"Ya sudah, tapi kamu bawa HP kan? hp-nya jangan sampai ketinggalan, nanti kalau ada apa-apa bisa telepon Om juga Oma."
"Iya Oma."
"Oh ya Sasha.... kita kan mau nginep di hotel, jadi kamu nanti gimana, mau nyusul ke hotel atau mau nginep sama temen-temen kamu?"
"Nanti Sasha nyusul ke hotel aja Oma."
"Ya sudah, nanti Oma kasih tahu alamat hotel nya ya."
"Ya Oma..."
"Sudah pamitan belum sama Om Pras, kamu bilang dulu aja, biar Om Prasnya ngga khawatir."
Kebetulan Prasetyo mau masuk kedalam dapur untuk membuat minuman lemon tea,
dan Sasha yang buru-buru mau keluar dari dapur bertabrakan dengan omnya.
aduh!!!
"Maaf Om, Sasha tidak sengaja."
"Kenapa? kok buru-buru.... mau pergi kemana?" Tanya Prasetyo.
"Iya Om...Sasha itu mau pergi sama teman-teman sampai malam pergantian tahun, boleh ya Om..."
"Teman yang mana?"
"Teman satu Asrama Om."
"Emang rumahnya di mana?"
"Itu rumahnya di ujung sana kok om, nanti malam Sasha langsung nyusul Om ke hotel, kalau acaranya sudah selesai."
\*\*\*\*\*
Malam harinya sekitar jam 8 malam, Sasha dan juga teman-temannya sedang mengadakan pesta di salah satu restoran, karena kebetulan bertepatan dengan ulang tahun salah seorang temannya.
Mereka beramai-ramai menyewa setengah dari restoran itu. Kira-kira mereka ada 30 orang dan semuanya perempuan.
Dan di seberang nampak Arya sedang duduk bersama Elis sambil menikmati makan malam.
Arya sengaja menemui elis karena dia merindukan sahabat kecilnya itu. Tadinya Elis tidak mau bertemu dengannya karena dia tidak mengenal Arya. Namun Arya membisikkan sesuatu ke telinga Elis dan akhirnya Elis yang saat itu berpapasan di depan kantornya langsung memeluk Arya dan merekapun sering bertemu setelah kejadian itu.
Arya kemudian menceritakan bagaimana dirinya sampai akhirnya nekat untuk melakukan operasi wajah dengan alasan agar dia bisa mengubur masa lalunya dan membuka lembaran baru.
Dan dia juga meminta kepada Elis untuk merahasiakan identitasnya.
Arya kemudian berpamitan pada Elis untuk pergi ke kamar mandi sebentar. Dan saat Arya akan ke kamar mandi tiba-tiba dia bertabrakan dengan rasa yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk mencuci baju nya yang terkena noda.
Mereka pun bertabrakan dan bertatapan sangat lama seperti ada ikatan batin di antara keduanya.
Arya yang sekilas mengenali Sasha langsung tahu jika dia adalah Putri nya. Namun Sasha tidak mengenali jika arti Arya adalah Ardi yang sudah mencelakai ibunya.
Arya kemudian menatap Sasha hingga Sasha berkumpul dengan teman-temannya. Arya yang tadinya akan pergi ke kamar mandi mengurungkan niatnya dan kembali di tempat duduknya, kemudian berbicara kepada Elis tentang anak yang baru saja ditabraknya.
Namun ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dan membuatnya takut sehingga diapun merahasiakan jika dia adalah ayah kandungnya. Namun dia mengatakan kepada Elis bahwa suatu saat dia akan mengatakan yang sebenarnya bahwa dia adalah ayahnya sambil menunggu saat yang tepat.
Dan saat ini Arya meminta tolong kepada Elis untuk mendekati Sasha.
__ADS_1
Elis kemudian berpura-pura bahwa dia dulu adalah teman ibunya, Sarah, dan mengajak Sasha untuk bergabung duduk dengan mereka.
Sasha yang ingin mengetahui tentang masa lalunya, kemudian langsung semangat karena menemukan teman ibunya yaitu Tante Elis dan dari Tante Elis, Sasha ingin mengetahui tentang kebenaran dari masa lalu ibunya. Dan bagaimana kehidupan ibunya dimasa muda hingga mereka pindah ke Amerika. Dan apa yang menyebabkan ibunya pindah ke Amerika?