
Prasetyo menatap Nadiya sangat lama. Tadi Prasetyo mendengar jika selama ini dia amnesia. Prasetyo kemudian tersenyum kepada Nadiya.
Deg.
Nadiya menatap balik Prasetyo dengan tatapan bingung dan bertanya-tanya. Apakah ingatannya sudah kembali? Mungkinkah dia sudah ingat semuanya?
"Kau?" Tanya Prasetyo.
"Aku Nadiya."
"Nadiya? Siapa dia? Aku tidak mengenalnya?"
"Kau tidak ingat siapa aku?"
"Tidak! Aku tidak mengenalmu." Kata Prasetyo.
Deg.
Sresssshhhh.
Hati Nadiya serasa teriris sembilu. Dan dadanya berdesir menyakitkan.
Uhuk!
Prasetyo terbatuk, tenggorokannya terasa kering sekali.
"Kau mau minum?" Tanya Nadiya sambil meraih minuman disamping Prasetyo.
Glek! glek!
Prasetyo dengan cepat meminum air itu hingga tak tersisa satu tetespun.
"Dimana aku?" Tanya Prasetyo.
"Kau dirumah sakit." Jawab Nadiya.
"Aku sakit?" Tanya Prasetyo sambil melihat tanganya.
"Kau mengalami amnesia."
"Aku merasa sudah sehat. Ayo kita pulang." Kata Prasetyo.
"Kau yakin? Aku akan bertanya pada dokter dulu." Nadiya kemudian bertanya kepada dokter dan setelah melihat keadaan Prasetyo, dokter kemudian mengizinkan Prasetyo untuk pulang.
Nadiya kemudian membantu Prasetyo bangun dan berdiri.
"Ayo Pras!" Ajak Nadiya. "Apakah kepalamu masih sakit?" Tanya Nadiya.
"Tidak." Jawab Prasetyo sambil melihat sekeliling. "Ini bukan rumah sakit yang biasa kita kunjungi bukan?"
"Kita dirumah sakit Jayapura."
"Ohhh. Bagaimana kita bisa ada disini? Apakah kita sedang liburan?"
"Seandainya saja sedang liburan maka tentu aku akan sangat bahagia. Sayangnya kita tidak sedang liburan."
"Lalu?"
"Kau ingin tinggal disini bersama Freya."
"Kau juga mengenalnya?" Tanya Prasetyo yang sebenarnya sudah mengingat semuanya. "Lalu jika aku ingin tinggal disini bersama Freya kenapa kau juga ikut kemari?"
"Karena ibumu ingin agar aku ikut bersamamu. Dan menjagamu disini."
"Itu saja?" Tanya Prasetyo." Kau tidak cemburu?"
"Cemburu? Apa maksudmu?" Tanya Nadiya bingung.
"Kau tidak cemburu suamimu bersama wanita lain?" Kata Prasetyo.
"Pras! Coba kau ulangi lagi yang barusan kau ucapkan?" Nadiya takut jika dia salah dengar. Dan tidak ingin membuat Prasetyo pingsan kembali.
Ehmmm
"Kau tidak cemburu suamimu bersama wanita lain?" Kata Prasetyo sambil menatap ekspresi wajah Nadiya.
Deg.
"Pras! Apakah kau sudah ingat semuanya? Kau sudah ingat jika aku adalah Nadiya?"
"Kau memang Nadiya. Apakah kau bisa berubah menjadi orang lain? Atau misalnya istri dari temanku?" Kata Prasetyo yang disambut hangat oleh pelukan Nadiya.
Nadiya memeluknya sangat erat hingga membuat Prasetyo sulit untuk bernafas.
Ehemm! Ehemm!
Prasetyo sampai terbatuk apalagi melihat semua orang yang melihat mereka tersenyum.
__ADS_1
"Nadiya. Hentikan. Semua orang sedang memperhatikanmu." Kata Prasetyo masih dalam pelukan Nadiya.
"Biarkan saja."
"Mereka seperti sedang melihat drama India. Hentikan Nadiya atau mereka tidak akan berhenti tertawa."
"Aku tidak peduli. Akhirnya kau kembali Pras!"
"Apakah aku pernah pergi darimu? Hingga kau menungguku kembali? Kau bahkan tidak membiarkan aku bersama Freya, dan kau terus mengikutiku. Bagaimana aku bisa menjauh darimu?"
"Ahk! Kau nakal sekali!" Kata Nadiya sambil mencubit pinggang Prasetyo.
Awwww!
"Sakit sekali..."
"Ini karena kamu nakal sekali!"
Kemudian Prasetyo memeluk Nadiya dan mencium keningnya.
"Bagaimana jika ingatanku tidak pernah kembali?" Tanya Prasetyo dan mereka bertatapan sangat dekat.
"Maka aku tidak akan pernah memaafkanmu." Jawab Nadiya sambil merebahkan kepalanya dalam dada Prasetyo.
"Kau sungguh mencintaiku."
"Tentu saja! Jika tidak maka mana mungkin kita akan punya Eiden dan juga Edsel."
"Itulah mengapa kukatakan kau sungguh mencintaiku. Kau bahkan rela meninggalkan dan berpisah dengan keduanya hanya demi menemaniku." Kata Prasetyo.
Sekarang mereka berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan.
"Ayo kita pulang." Kata Nadiya.
"Kemana?" Tanya Prasetyo.
"Kehotel?"
"Iya kita akan kehotel dulu. Disana ada Pak Arya dan juga Freya, mantan kekasihmu."
Heeemmmm
Prasetyo hanya menahan tawanya dan sekali lagi memeluk Nadiya.
"Apakah tadi malam kau juga sudah ingat saat kau tidur dengan Freya?"
"Aku tidak tahu." Kata Nadiya.
"Kalau begitu, lupakan saja. Aku juga tidak mengingatnya." Kata Prasetyo karena tidak ingin bertengkar dengan Nadiya karena peristiwa semalam.
"Itu ada taksi. Ayo kita naik dan kembali kehotel." Kata Nadiya sambil menarik satu tangan Prasetyo.
Merekapun naik kedalam taksi. Sepanjang perjalanan wajah Nadiya begitu ceria dan bersinar bagaikan bintang paling terang dimalam hari.
Sesampainya dihotel mereka langsung duduk bersama Arya dan Freya.
"Nadiya!" Teriak Freya dari tempat duduknya.
Nadiya menoleh dan terlihat Freya mengalihkan pandanganya pada tangan Prasetyo yang menggenggam erat jemari Nadiya.
Nampak Arya juga memperhatikan genggaman tangan Prasetyo.
Artinya Prasetyo sudah pulih. Dan ingatannya sudah kembali, batin Freya dan Arya.
Sekilas nampak jelas kekecewaan dari wajah mereka. Berbanding terbalik dengan wajah Nadiya yang bersinar dan senyum terus terukir di bibirnya.
"Apakah.... Prasetyo sudah pulih?"
Freya bertanya pelan dan terbata. Terlihat Nadiya mengangguk dan merekapun duduk berdampingan.
"Benar. Aku sangat bahagia, akhirnya Prasetyo bisa sembuh lebih cepat."
"Syukurlah jika begitu." Kata Freya memaksakan senyum dan berusaha menutupi kekecewaan didalam hatinya.
"Hai Freya. Aku tak percaya kau terlibat dengan drama Nadiya."
"Bukan aku! Tapi kau..." Kata Nadiya sambil menatap mesra kewajah tampan Prasetyo.
"Kau tidak berubah Freya. Kamu masih cantik sama seperti dulu." Puji Prasetyo sengaja menggoda Nadiya. Dan benar saja, kakinya diinjak oleh Nadiya dengan sangat keras.
Aduh!
Tanpa sengaja Prasetyo berteriak, hingga membuat Freya dan Arya saling berpandangan.
"Tidak papa. Hanya ada sesuatu dikakiku. Rasanya sakit sekali." Kata Prasetyo.
Saat mereka berbicara dan menikmati makanan kecil, terdengar alunan lagu dari salon didekat Freya.
__ADS_1
Kenapa lagunya bisa pas begini? Bisik Freya dalam hati.
Pernah aku jatuh hati
Padamu sepenuh hati
Hidup pun akan kuberi
Apapun kan ku lakui
Tapi tak pernah ku bermimpi
Kau tinggalkan aku pergi
Tanpa tahu rasa ini
Ingin rasa ku membenci
Tiba tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa
Oh oh
Tiba tiba kamu datang
Saat kau telah dengan dia
Semakin hancur hatiku
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa
Jangan datang lagi cinta
Bagaimana aku bisa lupa
Padahal kau tahu keadaannya
Kau bukanlah untukku (oh)
Jangan lagi rindu cinta
Ku tak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia aku tak apa (bahagiakan dia)
Biar aku yang pura pura lupa
Oh
Bahagiakan dia aku tak apa
Biar aku yang pura pura lupa
Sumber: LyricFind
__ADS_1