Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Pernikahan Nadiya


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah kau sudah menemukan keberadaan mereka?" Tanya Ardy pada Joan melalui telepon.


"Aku tidak menemukanya dirumah sakit manapun." Kata Joan.


"Cari terus sampai dapat dan cari dimana mereka bersembunyi. Kamu harus menemukan keberadaan mereka sebelum acara besok." Kata Ardy.


"Baiklah aku akan mencari disemua rumah sakit dan....apa jangan-jangan mereka tidak berada didalam rumah sakit?" Tanya Joan.


"Maksudmu mereka tidak dirawat dirumah sakit, tapi diluar rumah sakit?"


"Ya mungkin saja mereka ada dirumah Prasetyo atau dirumah Nadiya." Kata Joan.


"Kamu akan sulit masuk kedalam rumah Nadiya. Rumah itu dijaga ketat oleh banyak pengawalnya. Lebih baik jangan mengambil resiko dan tunggu hingga mereka keluar baru kamu menculiknya. Atau mereka akan mencurigaimu dan membuatku dalam masalah." Kata Ardy.


"Baiklah aku akan mengawasi rumah Nadiya." Kata Joan sambil menutup teleponnya.


Kemudian Joan keluar dari rumahnya dengan mobil BMW warna hitam. Tapi baru saja akan melajukan mobilnya Karina berdiri didepan mobilnya.


"Mas...kamu mau kemana?"


Tanya Karina sambil mendekat kekaca jendelanya. Kok tiba-tiba menghilang dari meja makan.


"Aku ada urusan penting."


"Aku ikut."


"Jangan!" Cegah Joan.


"Kita baru bertemu tapi kau sudah akan pergi lagi."


"Maafkan aku. Ini mendesak. Lain kali aku akan menemanimu."


"Kau akan menemui Dara?" Tanya Karina.


"Tidak." Jawab Joan


"Apakah kau akan pulang?" Tanya Karina yang masih kangen karena mereka baru saja bertemu setelah sekian lama Joan ada didalam penjara.


"Mungkin..." Jawab Joan tidak yakin, karena dia akan mengintai rumah Nadiya semalaman.


"Baiklah. Jika urusanmu sudah selesai. Pulanglah." Kata Karina sambil menepi dari mobil Joan dan membiarkanya lewat dan menghilang dari pandangannya.


"Aku akan mengawasi mereka dari sini" Gumam Joan setelah sampai dirumah Nadiya.

__ADS_1


Sial! Badan mereka besar-besar dan jumlah mereka sangat banyak. Mana mungkin gue bisa melawan mereka. Coba deh gue tunggu disini sebentar. Siapa tahu mereka akan keluar.


Kata Joan sambil melihat dari arah spion mobilnya.


Dua jam kemudian salah satu pengawal Nadiya yang badanya kekar mendekati mobil Joan. Dan mengetuk kaca jendelanya.


Lebih baik gue kabur aja deh.


Dengan cepat Joan melajukan mobilnya dan meninggalkan kediaman Nadiya.


Sementara didalam Nadiya sedang bersiap-siap untuk pesta besok malam.


Kemudian Nadiya memanggil salah satu pengawalnya dan mereka berbicara empat mata.


"Baiklah. Saya akan siapkan mobilnya." Kata pengawal itu.


Kemudian Nadiya dan Prasetyo membawa koper dan berjalan keluar rumah. Dia lihat salah satu pengawalnya sedang mengemudi mobil dan kemudian pengawal yang lainya membukakan pintu untuk Nadiya dan Prasetyo.


Mereka berempat kemudian meninggalkan kediaman Nadiya dan sampai dihotel dekat dengan gedung yang akan mereka gunakan sebagai resepsi.


Kedua pengawal itu turun dan setelah memastikan keadaan aman maka Nadiya dan Prasetyo juga turun dari mobil. Mereka langsung mencari lift terdekat dan naik kelantai atas. Kedua pengawal Nadiya berjaga didepan kamar sementara Nadiya dan Prasetyo sudah masuk kedalam.


Kamar itu sangat besar bahkan muat sekitar 50 orang. Dan didalam sudah ada Wo dan beberapa orang yang mengatur acara pesta besok. Mereka juga akan menginap disana dan mempersiapkan segalanya dari ruangan itu.


"Tidurlah, kau harus istirahat untuk acara besok pagi." Kata Nadiya sambil duduk disofa kamarnya.


"Baiklah. Sampai ketemu besok." Kata Prasetyo dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


Keesokan harinya Nadiya melakukan mandi dengan berbagai macam bunga yang harumnya semerbak dan setelah itu dipakaikan pakaian pengantin.


Visual Nadiya.



Mereka akan melakukan ritual pernikahan secara agama dan setelah itu mereka sah menjadi suami istri.


Visual Nadiya dan Prasetyo.



Setelah upacara ritual selesai mereka kemudian langsung menuju kedalam gedung yang penuh hiasan bunga dan didekorasi sedemikian rupa.


Visual Nadiya

__ADS_1



Kemudian didepan para tamu undangan Prasetyo mencium kening Nadiya dengan penuh kasih.


Tepuk tangan para tamu undangan pun bergema keseluruh ruangan itu.


Banyak Artis yang datang diundang ke acara yang dipenuhi oleh ribuan undangan. Mereka datang bersama pasangan mereka ingin melihat secara langsung pasangan yang fenomenal tahun ini.


Para Artis bahkan ikut memeriahkan pesta Nadiya dengan menyumbangkan lagu dan mereka bernyanyi bersama para tamu undangan lainya.


Wartawan tidak henti-hentinya cekrak-cekrek disetiap menitnya. Karena mereka ingin mengabadikan setiap detail acara yang sangat ditunggu oleh publik. Beberapa stasiun Televisi bahkan menyiarkan acara secara live. Dari ritual keagamaan hingga acara hampir selesai.


Visual Nadiya dan Prasetyo.



Nampak dari jauh Ardy datang bersama Regan, Karina, Ibu Sofia dan Joan entah apa sebabnya mereka datang terlambat atau memang sudah hadir dari tadi dan Nadiya tidak menyadarinya.


Regan tersenyum dari kejauhan melihat ibunya bahagia dan terlihat cantik dengan gaun yang begitu indah. Regan sengaja tidak ingin mendekat dan memberikan isyarat dengan kerlingan mata kepada ibunya.


Sementara Ardy datang tanpa tersenyum dan tanpa mengucapkan selamat padanya. Dia datang karena awalnya akan menculik Nadiya dan Prasetyo namun rupanya penjagaan begitu ketat sehingga sulit sekali menembus pengawalan anak buah Nadiya. Padahal Joan dan Ardy sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Tapi rupanya rencananya gagal akibat penjagaan yang begitu ketat.


Hati Ardy hancur namun dia tetap yakin untuk memisahkan Nadiya dari Prasetyo meskipun mereka sudah resmi menjadi suami istri, dan Ardy tidak mempedulikan semua itu. Karena Ardy yakin jika Nadiya tidak mencintai Prasetyo namun dia melakukan pernikahan itu demi balas dendam dan bisnis saja.


Dalam hati Ardy yakin jika Nadiya masih mencintainya dalam kemarahanya. Dan pernikahan ini hanya demi balas dendam dan urusan bisnis. Itu adalah keyakinan Ardy. Sehingga Ardy akan membuat hubungan itu berakhir tidak lama lagi. Dengan bantuan Joan maka keyakinan Ardy menjadi bertambah kuat untuk memisahkan mereka. Dan membuat mereka bercerai.


Tuan Alex dan Ayahnya Prasetyo terlihat sangat bahagia dan mereka sedang berdiri tidak jauh dari tempat Nadiya. Mereka nampak akrab dan berbincang-bincang hangat. Mereka tertawa dan menikmati minuman serta makanan yang disediakan. Pesta itu sengaja tidak berlangsung lama dan dipersingkat karena kesehatan Prasetyo yang baru saja pulih dari sakitnya.


Kemudian setelah acara hampir berakhir Nadiya melempar buket bunga kepada para tamu undangan. Dan yang mendapat bunga itu akan mendapat hadiah mobil dari Nadiya. Dan ternyata yang mendapat buket bunga adalah sekretaris Ardy yang turut diundang ke acara tersebut. Dia terlihat sangat bahagia karena mendapatkan hadiah mobil dari Nadiya.


Sementara acara belum selesai MC mengatakan jika tamu undangan dipersilahkan berpesta hingga selesai. Karena sepasang pengantin baru akan pergi berbulan madu menggunakan pesawat jet pribadi milik Tuan Prasetyo.


Kemudian Nadiya dan Prasetyo mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal kepada para tamu undangan yang hadir.



Ini adalah Jet Pribadi yang akan digunakan untuk berbulan madu.



Kemudian mereka masuk kedalam Jet Pribadi yang sangat mewah dan nyaman.


__ADS_1


__ADS_2