
"Mami pulaaaang!" Kata Nadiya sambil berjalan mendekati Regan. Dan didapatinya putranya belum tidur, ternyata dia masih asyik menonton televisi.
"Regan kok belum tidur?" Tanya Nadiya sambil meletakan tasnya.
"Iya mami, Regan tunggu mami. Papi?" Tiba-tiba Regan melihat papinya muncul setelah maminya masuk. Regan dan Nadiya menoleh kearah pintu secara bersamaan.
"Ngapain mas, kamu disini? Bukankah kamar kamu disebelah?" Tanya Nadiya saat dilihatnya ada Ardy didalam kamarnya. Ardy berjalan mendekati mereka dan tidak menghiraukan kebingungan Nadiya.
"Aku akan bertukar kamar dengan bodyguard itu. Biarkan dia yang tidur di kamarku" Kata Ardy tanpa canggung. Karena Ardy tahu pasti akan mendapat dukungan dari Regan, putranya.
"Asyiiiikkk! Papi tidur disini!" Jerit Regan yang mendengar percakapan papi dan maminya. Ternyata dugaan Ardy tidak salah yang langsung disambut oleh jerit kegirangan dari putranya.
"Apa-apaan sih kamu mas?" Gerutu Nadiya kesal karena sengaja memanfaatkan putranya untuk kepentingannya.
Tiba-tiba Prasetyo keluar dari kamarnya yang baru saja selesai mandi.
"Ada apa Regan? Mami sudah pulang?" Tanya Prasetyo setelah mendengar suara Regan seperti sedang ngobrol dengan seseorang.
"Sudah om!" Jawab Regan sambil matanya melihat kearah papi dan maminya yang sedang berada satu kamar denganya.
"Hai....kamu sudah mandi kan? Aku akan tidur di kamarmu dan kamu tidur di kamarku."Perintah Ardy kepada bodyguard Nadiya tanpa basa-basi.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Prasetyo bingung karena permintaan Ardy yang tiba-tiba. Apalagi soal acara pindah kamar, itu membuatnya sangat bingung dan tidak mengerti apa yang dia katakan.
"Kamu ngga usah sok bingung. Kamu tinggal tidur di kamarku dan aku akan tidur dikamarmu." Kata Ardy menjelaskan karena Prasetyo masih tidak mengerti maksud perkataannya.
"Iya om. Boleh ya om. Papi tidur dikamar om dan Om tidur dikamar papi." Baru saja Prasetyo akan menjawab tidak, namun keburu Regan memohon padanya dengan sangat polos. Akhirnya Prasetyo menatap kearah Nadiya. Dan Nadiya mengangkat bahunya serta menggelengkan kepalanya.
Tapi kemudian setelah melihat Regan kembali, Prasetyo menyetujui keinginan Ardy.
"Baiklah. Hanya untuk malam ini." Jawabnya sambil masuk kekamarnya dan mengambil Beberapa barangnya kemudian keluar dari kamar Nadiya. Dan masuk kekamar Ardy, diikuti oleh tatapan bingung dari Nadiya.
"Ok. Sekarang papi mau mandi dulu." Kata Ardy tanpa rasa sungkan. Sementara Nadiya tahu jika Ardy menggunakan segala cara agar bisa berdekatan dengannya. Terlebih jika Regan yang meminta semua ini. Maka terpaksa dia membiarkan Ardy tidur dikamar Prasetyo untuk malam ini.
"Yuk Regan, kita bobo sekarang..." Ajak Nadiya.
__ADS_1
"Tunggu papi mami." Jawab Regan yang ingin agar papinya juga ada bersama mereka saat ini.
"Tidak sayang....papi pasti langsung bekerja. Karena papi akan lembur, kan tujuan papi kesini untuk bekerja. Jadi sekarang Regan bobo sama mami ya...." Kata Nadiya sambil berjalan kearah pintu yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Ardy. Kemudian dengan pelan-pelan tanpa bersuara Nadiya menguncinya dari kamarnya. Sehingga Ardy takkan bisa mengganggunya selama dia istirahat.
"Mami matiin lampunya ya...." Kata Nadiya sambil berjalan ketempat tidur.
"Iya mami....." Kemudian tidak berapa lama lagi Regan sudah tertidur. Dengan pelan Nadiya keluar dari kamarnya dan masuk kedalam kamar Prasetyo.
Ceklek!
"Nadiya?"
Kemudian Nadiya tersenyum dan duduk disamping Prasetyo.
"Regan sudah tidur. Maaf ya atas ketidaknyamanan ini." Kata Nadiya.
"Tidak papa. Karena permintaan Regan makanya aku mengalah. Setidaknya biarlah untuk malam ini."
"Hmmmm....apakah kamu cape?" Tanya Nadiya.
"Maukah kamu menemaniku turun kebawah sebentar?"
"Sekarang?"
"Iya." Nadiya mengangguk
"Baiklah. Yuk!" Kemudia mereka berjalan beriringan turun kebawah.
"Duduk disini aja." Kata Nadiya.
"Tumben kamu sedikit berbeda?"
"Maksudmu?" Tanya Nadiya bingung
"Hmmmm apakah sesuatu telah terjadi?" Prasetyo malah balik bertanya. Karena tidak biasanya Nadiya mengajaknya duduk melihat bintang-bintang.
__ADS_1
Nadiya mengangkat bahunya, dan menggeleng kan kepalanya.
"Bisakah kita memesan makanan ringan? Sepertinya aku lapar." Tanya Nadiya.
Mendengar kata lapar dari Nadiya maka Prasetyo langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk membelikan makanan untuk Nadiya.
Tidak berapa lama Prasetyo sudah kembali dan membawa kotak berisi makanan untuk Nadiya.
"Ini makanlah...." Kata Prasetyo sambil memberikan kotak tersebut.
"Terimakasih." Sahut Nadiya.
Sementara ditempat lain Ardy sudah selesai mandi dan akan masuk kekamar Regan. Tapi ternyata pintunya tidak bisa dibuka dan dikunci dari kamar Nadiya.
"Kurang ajar! Kenapa pintunya tidak bisa dibuka!?" Umpat Ardy. "Pasti Nadiya sengaja melakukanya agar dia tidak bisa masuk kekamarnya." Kemudian karena tidak bisa masuk kekamar Regan, Ardy membaringkan tubuhnya diatas kasur yang empuk. Matanya menatap langit-langit dikamarnya tanpa berkedip.
Tidak ada apa-apa dilangit-langit itu, tapi Ardy seperti melihat bayangan dari masa lalunya. Dan kemudian dia menyunggingkan senyum yang aneh.
Karena tidak bisa tidur juga, maka Ardypun keluar kamar untuk mencari udara segar. Tapi saat membuka pintu dia melihat Nadiya sedang berjalan kearahnya bersama bodyguard itu. Sehingga Ardy mengurungkan niatnya dan menutup pintunya dan membiarkanya sedikit terbuka. Dia sengaja ingin mengintip apa yang dilakukan Nadiya dan bodyguardnya malam-malam begini.
Tapi kemudian Nadiya masuk kedalam kamarnya dan bodyguard itu juga masuk kedalam kamarnya.
Darimana mereka malam-malam begini? Pasti bodyguard itu mulai merayu Nadiya lagi. Apalagi yang dia lakukan jika tidak merayunya? Dasar! Bodyguard sok keren. Sudah tua tapi tidak mau menikah. Malah menggoda istri orang! Umpat Ardy kesal melihat Nadiya dan Bodyguardnya terlihat bersama dan berbicara mesra.
Kemudian Ardy keluar dari kamarnya saat dilihatnya Nadiya sudah masuk kedalam. Dan Ardy berjalan mondar-mandir didepan kamar Nadiya. Kemudian karena penasaran Ardy mengintip kamar Nadiya dari lobang kunci pintu. Dan saat sedang asyik-asyiknya mengintip tiba-tiba Prasetyo keluar dari kamar dan melihat kelakuan aneh dari Ardy.
"Apa yang sedang kamu lakukan dikamar Nadiya?" Tanya Prasetyo sedikit meninggikan suaranya melihat kelakuan Ardy seperti pencuri.
"Tidak ada apa-apa. Kembalilah kekamarmu. Tidak usah ikut campur urusan orang. Dasar toge, kemana aja ngikut campur." Umpat Ardy kesal dan juga malu karena aksinya dilihat oleh pengawal Nadiya.
Kemudian Ardy cepat masuk kedalam kamarnya sebelum Nadiya keluar dan mengetahui apa yang baru saja dilakukanya.
Ngapain itu bodyguard pakai acara keluar malam-malam seperti arwah gentayangan! Umpat Ardy kesal
Sementara dikamar Nadiya sedang memikirkan tentang perempuan yang tadi mengikutinya. Jelas sekali bahwa perempuan itu memang mengikuti dirinya. Karena saat dia menoleh, perempuan itu langsung menutup mukanya dengan syal. Berarti dia tidak ingin agar Nadiya melihat wajahnya dan mengenalinya.
__ADS_1
Siapa dia? Apakah aku punya hubungan denganya sehingga dia mengikutiku secara diam-diam?