
Akh! Ini hanya perasaanku saja. Aku terlalu emosional. Harusnya aku bisa menjaga sikapku. Jangan sampai aku terpengaruh oleh bisikan setan yang terus menghantuiku seperti bayangan. Setan pasti sedang berusaha menghasutku. Bukankah setan akan masuk mempengaruhi ku atau suamiku agar rumah tangga kami hancur. Dan kau pasti akan tertawa puas karena membuat iman kami lemah. Pergilah setan, enyahlah dari hatiku. Tuhan kembalikan kepercayaanku terhadap suamiku. Bukankah Tuhan maha pemaaf? Lalu kenapa aku terus mengingat kesalahan suamiku? Dan tidak berusaha memaafkanya dan melupakan kesalahannya? Bukankan aku masih ingin melanjutkan bahtera rumah tangga bersamanya? Jika begitu bukankah seharusnya aku melupakan kesalahannya dan memberinya kesempatan kedua?
Malaikat dan setan didalam hati Nadiya sedang berdebat tentang setitik rasa yang membebani jiwa.
Setan juga tidak mau kalah dari bisikan Malaikat. Dan terus mengobarkan api dan amarah dalam jiwanya.
Sekali seseorang berkhianat maka akan ada kali kedua dan seterusnya. Selingkuh itu adalah penyakit, bukan sekali terjadi terus insaf. Sekali seorang pria pernah mencoba kenikmatan wanita lain, maka dia akan melakukanya lagi dan lagi. Seperti makanan lezat tentu akan terbayang kenikmatanya dan ingin menikmatinya lagi. Makanan dirumah itu terasa membosankan jika kita sudah menikmati hidangan diluar sana. Pikirkan lagi. Kenapa suamimu sampai menikmati hidangan diluar sana? Bukankah seharusnya imanya kuat dan bisa menahan diri? Kenapa tetap menikmatinya? Dan berapa kali dia menikmatinya apakah kau tahu?
Bisikan setan membuatnya lupa pada ucapan Malaikat yang telah meredamkan amarahnya. Sehingga Nadiya membanting stir dan menabrak pohon. Dahinya berdarah. Tidak terlalu keras sehingga hanya dahinya yang terluka. Dengan cepat Nadia menelpon Ardy dan memberitahu tempat dimana dia menabrak pohon. Tempatnya tidak jauh dari Ardy makan siang bersama Elis. Ardy dan Elis kemudian pergi ke alamat yang diberikan Nadiya.
Hati Ardy sudah gelisah tidak karuan. Jantungnya juga seperti kuda yang sedang berlari kencang dan membuatnya tidak bisa konsentrasi dalam menyetir. Ardy sangat mengkhawatirkan Nadiya terlebih bayi yang ada di dalam kandunganya.
Ardi sudah tiba dilokasi kecelakaan Nadiya. Kemudian dengan cepat Ardy membantu Nadiya keluar dari mobilnya dibantu oleh Elis. Kemudian Ardy membawa Nadiya kerumah sakit terdekat.
"Syukurlah kondisi ibu dan bayinya baik-baik saja. Ibu Nadiya hanya mengalami luka ringan dan akan pulih dengan segera."
"Baiklah dokter. Terimakasih."
Elis sudah pulang lebih dulu. Hanya ada suaminya yang menemani Nadiya. Saat Nadiya siuman matanya mencari seseorang, tapi hanya ada suaminya didalam ruangan itu.
"Aku dimana pa?" Kata Nadiya sambil mengingat apa yang sudah terjadi padanya.
"Dirumah sakit ma." Kata suaminya sambil memegang jemari istrinya.
"Syukurlah kata dokter mama dan kandungan mama baik-baik saja."
"Syukurlah kalau begitu pa. Mama sedang menyetir tapi tiba-tiba mama kehilangan kendali."
__ADS_1
"Sekarang mama istirahat saja, papa akan menemani mama disini."
Tidak terasa kehamilan Nadiya sudah berjalan empat bulan. Nadiya sedang mempersiapkan acara untuk empat bulanan kandungannya. Dan sudah mengundang tetangga serta teman-temannya untuk acara syukuran dirumahnya.
Acaranya dilakukan sore hari. Beberapa orang sudah datang dan duduk ditempat yang sudah disediakan. Tapi Nadiya masih menunggu seseorang yang belum hadir. Sehingga acaranya belum dimulai.
Tidak berapa lama kemudian dari pintu orang yang ditunggu sudah tiba. Mereka adalah ibu Sofia, Ayahnya dan Karina saudara tirinya. Hari ini adalah momen yang paling membahagiakan sehingga Nadiya ingin sekalian memperkenalkan Ardy dengan keluarganya yang selama ini tidak pernah diceritakan padanya.
"Tuan Alex?" Kata Ardy yang terkejut karena pengusaha besar dan kaya raya seperti Tuan Alex mau menghadiri acara empat bulanan calon buah hatinya.
"Nak Ardy. Kamu suaminya Nadiya?" Tanya Tuan Alex terkejut.
"Iya betul Tuan."
"Nadiya? Istriku?"
"Ya. Dia adalah putri saya." Dengan tegas Tuan Alex mengatakan hal itu. Nadiyapun mendengarnya. Ibu Sofia dan Karina juga mendengarnya. Tapi ibu Sofia tidak pernah menduga jika Suaminya akan membuat pernyataan itu didepan umum. Terutama di acara empat bulanan Nadiya. Tak kusangka bahwa Nadiya dan calon bayi itu akan membuat perubahan dalam hubungan mereka. Dan ternyata apa yang kutakutkan sudah menjadi kenyataan. Bahkan lebih cepat dari dugaanku. Aku juga harus membuat Karina memberikan pewaris bagi keluarganya. Atau hidup mereka akan dikendalikan Nadiya dan anaknya itu. Ibu Sofia sangat kesal karena perubahan sikap yang ditunjukan Nadiya dan Tuan Alex.
Ardy masih tak habis pikir dengan takdir dan garis tanganya yang begitu indah. Jadi aku menikah dengan putri Tuan Alex. Bahkan kami sering mengadakan rapat dan perjalanan bersama dalam proyek perusahaan. Jadi Tuan Alex adalah ayah mertuaku. Dan kami tidak saling mengenal satu sama lain.
Tak berapa lama kemudian Sarah juga hadir meskipun agak terlambat. Beberapa tetangga dekat terkejut saat melihat perutnya yang sebesar perut Nadiya.
Beberapa diantaranya berbisik satu dengan yang lainya.
"Ohh Sarah juga hamil?" Komentar salah seorang tetangga yang suka kepo.
__ADS_1
"Iya ya jeng. Bukankan baru menikah dua bulan. Tapi hamilnya sudah besar." Tetangga kepo kedua.
"Wah jangan-jangan itu bukan anak dari pak Leo, masak baru menikah dua bulan tapi usia kehamilanya sudah seperti lima bulan." Tetangga kepo ketiga menimpali dan menambahkan bumbu sedapnya.
"Iya ya jeng. Mereka kan sudah bercerai. Ngga mungkin kan berhubungan saat sedang bercerai. Itu namanya zina." Tetangga kepo keempat seperti orang suci yang tidak pernah berbuat salah menambahkan komentarnya.
"Pak Leo kira-kira tahu ngga ya jeng? Kalau Sarah sudah hamil sebelum nikah?" Tetangga kepo pertama mulai berasumsi.
"Mungkin tidak tahu jeng. Kalau tahu kan pasti tidak mau balikan lagi." Tetangga kepo kedua ikut menerka-nerka.
"Tapi....siapa tahu mungkin itu memang anaknya pak Leo jeng. Jadi wajarlah kalau mereka menikah lagi." Tetangga kepo ketiga menimpali asumsi dari temannya.
"Sudah-sudah! Kok kita jadi bergosip sih. Nanti ngga enak kedengaran sama mereka. Lebih baik kita tidak usah ikut campur urusan mereka jeng. Kita juga tidak tahu kebenaranya seperti apa." Tetangga yang baik mengingatkan teman-temanya untuk berhenti membicarakan aib orang lain. Atau aib itu akan kembali kepada diri kita sendiri.
Kemudian mereka semua diam dan mulai memakan hidangan yang disajikan. Semua yang diundang hadir dalam acara tersebut. Hanya Dara dan Joan yang tidak hadir karena suatu alasan. Jelas saja Joan tidak mungkin hadir bersama Dara, karena disitu ada Karina. Tapi Nadiya juga tidak tahu jika Karina saudara tirinya menikah dengan suami sahabatnya.
-----------------------
Hai, Kak! 😀😀😀
Terimakasih atas dukungan dari kalian pembaca setia dan untuk kalian yang sudah Fav, memberikan Like dan juga meninggalkan komentar.
Tanpa dukungan dari kalian apalah arti dari karya ini.....
Dan Author mengucapkan maaf pada kalian semua jika dalam penulisannya masih banyak kesalahan dan kekurangan, juga cerita dan episode yang akan lumayan panjang dan kadang membosankan.
Sekali lagi terimakasih dan salam sayang dari Author 😘😍😍
__ADS_1