Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Rencana Liburan Tahun Baru


__ADS_3

Danar mengetuk pintu ruangan CEO Nadiya.


"Ya silakan masuk." Kata Nadiya."Duduklah Danar."


Danar kemudian duduk dan menyerahkan dokumen serta berkas kepada Nadiya.


"Apakah ada masalah selama saya tinggal cuti?"


"Tidak Bu semua berjalan dengan lancar." Jawab Danar.


"Terima kasih karena kamu sudah membantu saya selama saya tidak berada di kantor. Silakan dokumen dan berkas ini kamu tinggal nanti jika sudah saya periksa maka saya akan panggil kamu kembali." Kata Nadia


"Baiklah Bu." Danar kemudian kembali ke ruang kerjanya.


Kemudian Nadiya memanggil Prasetyo yang duduk di sofa tidak jauh dari meja kerjanya.


"Kemarilah Pras kamu bisa bantu saya untuk melihat beberapa berkas dan dokumen ini."


Kemudian Prasetyo bangun dan duduk berhadapan dengan Nadiya.


"Menurut kamu bagaimana dengan pegawai tadi yang namanya Danar?"


"Bagus lumayan bisa dipercaya." kata Prasetyo.


"Bagaimana jika aku mengangkatnya menjadi wakil CEO Jadi kalau aku sedang berhalangan maka aku bisa mempercayakan semua pekerjaan kepadanya." Kata Nadiya kepada Prasetyo.


"Itu ide yang bagus menurutku." Kata Prasetyo sambil berjalan mendekati istrinya. Kemudian Prasetyo mengalungkan tangannya ke leher istrinya dan wajahnya menempel pada pipi istrinya.


"Apa yang kamu lakukan Pras nanti ada pegawai yang masuk dan melihat kita." Kata Nadiya.


"Lah memang kenapa kamu kan istriku." kata Prasetyo.


"Tidak Pras! Jangan di sini..." Pinta Nadiya.


"Oke jika sudah selesai mari kita pulang." kata Prasetyo.


"Baiklah kata Nadiya."


"Oya Nadiya, besok aku akan mencari kantor yang baru dan aku akan mulai berkantor di sini." kata Prasetyo yang akan memindahkan kantor nya dari luar negeri ke Indonesia."


"Baiklah besok kita akan cari tempat yang strategis dan kamu bisa bekerja dari sini." Kata Nadiya sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Aku mulai jatuh cinta dengan negara Indonesia. Dan aku berencana untuk memindahkan kantorku di Jakarta."


"Itu ide yang bagus jadi kita tidak terlalu sering bolak-balik Jakarta-Amerika." Kata Nadiya.


"Oh ya Nadiya bagaimana kalau akhir pekan kita liburan ke Bali aku sangat ingin menghabiskan akhir pekan di sana bersamamu."


"Boleh juga." Kata Nadiya.


"Aku ingin pergi kesana dengan mobil saja dan sopir pribadi karena aku ingin menikmati setiap perjalanan di sepanjang jalan yang kita lewati."


"Baiklah terserah kamu saja." Katanya Nadiya yang pernah melakukan perjalanan dengan mobil dan itu pasti melelahkan.


"Tidak ada kata lelah ketika menghabiskan waktu bersamamu." kata Prasetyo.


"Yah kita lihat nanti setelah kamu melakukan perjalanan dengan mobil dari Jakarta ke Bali. Aku pernah melakukan itu dan hasilnya badanku pegal semua capeknya luar biasa." Kata Nadiya pada Prasetyo.

__ADS_1


"Dan itu tidak akan terjadi saat kamu pergi denganku, aku yakin kamu pasti akan menikmati setiap momen yang kita lewati bersama."


"Ah kamu terlalu banyak membual! Kalau begitu apa sekarang kita akan pulang?" Tanya Nadiya.


"Iya aku ingin menghabiskan waktu bersamamu bukankah bulan madu kita belum selesai?" Kata Prasetyo sambil menyentuh hidung Nadiya dengan ujung jarinya.


"Makin lama kamu nakal ya Pras kata Nadiya?" Prasetyo kemudian tersenyum dan tertawa sambil berjalan di samping Nadiya meninggalkan kantor itu.


Para pegawai melirik kearah mereka berdua saat mereka berjalan meninggalkan kantor, sebagian dari para pegawai merasa senang karena jika atasannya tidak ada dikantor maka mereka jadi lebih leluasa dalam bekerja dan ngobrol dengan sesama rekan kerjanya.


Sepertinya tulisan dan pengumuman yang di tulis oleh Nadiya dan peraturan kantor tidak berlaku jika tidak ada Nadiya di sana mereka hanya akan patuh pada peraturan itu jika bosnya ada di tempat karena mereka takut ditegur apalagi dipecat.


Mereka lupa jika ada CCTV di kantor itu Jadi jika mereka terlalu berlebihan dan mondar-mandir melalaikan pekerjaannya maka Nadiya bisa melihatnya melalui CCTV itu tapi memang selama ini CCTV itu hanyalah seperti hiasan saja Nadiya bahkan jarang melihat dan membuka CCTV itu karena kesibukanya.


🌹🌹🌹


Dipenjara Elis sedang menemui sahabatnya dan membawakan beberapa baju ganti juga makanan serta minuman kesukaan Ardy.


"Terima kasih." Kata Ardy pada Elis sahabatnya.


"Bagaimana kabarmu Ardy?" Tanya Elis.


"Aku mulai terbiasa dengan suasana di sini." Kata Ardy.


"Bagaimana dengan urusan di kantor kamu pasti kewalahan." Kata Ardy.


"Iya tidak ada dirimu membuat aku jadi malas saat ke kantor tapi untunglah ada temanmu yang menggantikan posisimu sementara kau ada disini." Kata Elis.


"Siapa maksudmu yang menggantikan aku?" Tanya Ardy penasaran.


"Apa!? Kau menyuruh Joan untuk menggantikan aku!?" Tanya Ardy yang kaget dengan keputusan Elis yang tidak bertanya dulu kepada Ardy.


"Ya selama kamu disini dialah yang sudah menghandle semua pekerjaanmu dan karena aku pikir dia adalah temanmu dan bisa dipercaya maka aku menyuruhnya untuk menggantikan posisimu sementara sampai kau nanti bisa kembali bekerja." kata Elis.


"Hhhhhh...Ya sudah jika kau sudah memutuskan begitu tapi pesanku kau harus tetap hati-hati dan waspada dalam memberikan kepercayaan kepada orang yang baru kau kenal." Kata Ardy sambil menghela nafas panjang. Karena semua sudah terlanjur, Ardy tidak akan mengubah keputusan Elis jadi Ardy hanya berpesan agar berhati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain. Ardy tahu betul siapa Joan? Apa yang diinginkan Joan dan bagaimana kelicikan Joan?


Bahkan Ardy sudah mengeluarkan Joan dari penjara tapi apa balasannya belum pernah Joan menengok Ardy selama ini dari pertama dia terkena masalah hingga sekarang batang hidungnya tidak kelihatan sama sekali. Itulah watak Joan yang sesungguhnya, licik dan penuh tipu daya, selalu memanfaatkan kelemahan orang lain hanya untuk keuntungan pribadinya sendiri.


"Oh ya Ardy aku dengar Nadiya sudah kembali dari luar negeri dan sempat mengunjungimu di sini aku mendengar dari anak buahku yang melihat mereka keluar dari sini." Kata Elis dan dia melihat Ardy sangat terkejut dengan pertanyaan nya itu.


"Ya mereka memang belum lama ke sini dia datang dengan suaminya yang baru dan itu memuakkan menurutku." Kata Ardy yang tidak ingin berbicara tentang mantan istrinya yang sekarang sudah melupakannya dan bahagia bersama pasangannya yang baru.


"Maafkan aku Ardi, aku tidak tahu jika Nadiya datang bersama Prasetyo." Kata Elis merasa bersalah.


"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya lagi mereka berdua telah menghianatiku dan menipuku." Kata Ardy.


"Oh ya Ardy, waktuku sudah hampir habis kalau begitu aku akan pulang dan besok aku akan menemuimu lagi." Kata Elis.


"Baiklah terima kasih karena kamu tidak meninggalkanku saat aku terkena masalah." Kata Ardy.


"Mana mungkin aku melakukan itu, kita berteman sejak kita masih kecil dan selamanya kita akan terus bersama." Kata Elis.


"Baiklah aku pamit pulang dulu ya." Kata Elis.


"Hati-hati di jalan jangan ngebut." pesan Ardy.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Sementara di kantor Joan sedang menelfon Karina.


"Iya sayang." kata Karina.


"Kamu bersiap-siap ya kita akan liburan ke Eropa, liburan akhir tahun karena saya sudah mengajukan cuti selama 2 minggu." Kata Joan kepada Karina.


Karina sangat senang sekali dan hampir saja dia melompat dari tempat duduknya saking senangnya akan liburan bersama Joan.


"Tapi kita tidak hanya berdua sayang, Dara dan Kiara juga ikut bersama kita." Terang Joan.


Sontak saja hal itu langsung berubah ekspresi Karina yang tadinya senang berubah menjadi kesal dan jengkel.


"Kenapa mereka ikut aku pikir kita hanya akan pergi berdua saja."Kata Karina.


"Iya dong sayang kan tidak mungkin aku cuti dua kali pergi denganmu kemudian pergi lagi dengan Dara dan Kiara biarkan mereka ikut jadi kita akan bersenang-senang bersama-sama." Kata Joan.


"Huhhh! Ya sudah terserah kamu saja." Kata Karina tersungut karena liburanya pasti tidak romantis seperti yang dia bayangkan jika ada Dara dan Kiara.


"Ya sudah jika sudah fix maka kamu persiapkan semuanya nanti jika pekerjaanku sudah selesai maka kita akan liburan bersama-sama."


"Oke." kata Karina.


Aku enggak mengerti dengan cara berfikir Joan bagaimana kita akan liburan sedangkan satu istrinya juga ngikut artinya liburan ku kali ini tidak akan berakhir bahagia kata Karina di dalam hati.


"Menyebalkan!" Karina menggerutu.


Kemudian karena saat itu ibu Sofia sedang menginap dan ia bertanya kepada Karina kenapa dia terlihat murung dan kesal.


"Kenapa Karina wajahmu jelek begitu." Tanya ibu Sofia.


"Ya Mami, Karina kesal deh masa Joan mau liburan pakai ngajak Dara dan Kiara segala bukannya cuma berdua saja dengan Karina, malah liburannya bersama dengan mereka siapa coba yang tidak kesal !?" Kata Karina curhat kepada maminya.


"Oh Jadi kalian mau liburan? Kalian mau liburan di mana?"


"Eropa mami."


"Oh begitu, kalian mau liburan dan Mami tidak diajak begitu? Kalian mau tahun baru di sana bersenang-senang dan kalian melupakan mami di sini sendirian? Bilang sama suamimu Mami juga mau ikut ke sana." Kata ibu Sofia yang tidak mau ketinggalan untuk ikut liburan bersama menantunya dan Karina.


"Mamiii!" Jerit Karina yang sontak terkejut karena maminya juga mau ikut menghancurkan acara liburannya yang tadinya dia pikir akan romantis-romantisan bersama suaminya berdua saja ini malah semuanya pada mau ikut.


"Mami ngapain? Mami juga ikut? Ini kan liburan Karina sama Joan karena kan belum pernah liburan sama Joan ke Eropa?"


"Ya nggak papa Mami ikut ini kan liburan keluarga apa salahnya jika Mami ikut menikmati pergantian tahun di sana."


"Mami ini ada-ada saja."


"Ya sudah kalau kamu tidak mengijinkan Mami ikut, Mami akan ngomong sama menantu Mami Joan, pasti mami diizinkan untuk ikut." Kata ibu Sofia.


"Ya sudah Mami boleh ikut." kata Karina.


Hiks!


hiks!


hiks!


Karina kesal dan dalam hatinya dia menangis karena kecewa liburan impiannya yang akan dia nikmati berdua saja dengan Joan malah menjadi liburan keluarga.

__ADS_1


__ADS_2