Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Bayangan putih


__ADS_3

Vano dan Sasha pun terus mengintip orang itu. Namun dalam gelap sulit sekali melihat wajahnya. Mereka tidak bisa mengenali wajah orang itu.


Setelah orang itu pergi, Vano dan Sashapun berjalan kekamar Shakira. Dan mereka masuk kedalam. Mereka melihat kamar itu nampak berantakan dan acak-acakan.


"Orang tadi pasti berusaha mencari sesuatu. Entah apa." Kata Vano.


"Jangan-jangan orang tadi ada hubunganya dengan kematian Shakira." Tebak Sasha.


"Kau benar. Aku curiga jika orang tadi adalah penyebab Shakira melakukan bunuh diri." Kata Vano.


"Kalau gitu ayo kita segera pergi dari sini. Siapa tahu lelaki itu kembali lagi." Kata Sasha.


Merekapun segera meninggalkan kamar Shakira dan Vano mengantarkan Sasha hingga kekamarnya.


"Sampai ketemu besok pagi." Kata Vano.


"Iya. Selamat malam!" Kata Sasha.


"Mimpi yang indah honey." Kata Vano sambil tersenyum manis.


Sasha mengangguk lalu masuk kekamarnya dan dilihatnya Madina masih sibuk didepan laptopnya.


"Lo belum tidur?" Tanya Sasha.


"Belum. Projects gua banyak. Gua harus persentasi besok siang." Kata Madina.


"Gua capek. Gua tidur dulu ya." Kata Sasha.


"Ya. Gua juga sebentar lagi mau tidur." Kata Madina.


Sementara setelah keluar dari asrama putri Vano mau kembali kekamarnya.


Namun dipersimpangan jalan dia melihat laki-laki tadi yang masuk kekamar Shakira berjalan kearah Asrama laki-laki.


Karena penasaran, Vanopun mengikutinya dari belakang dengan mengendap-endap. Vano perlahan-lahan masuk kedalam rimbunan pohon tidak jauh dari laki-laki yang tadi dilihatnya.


Vano ingin tahu siapa laki-laki itu? Dan apa hubungannya dengan Shakira? Kenapa dia mengacak-acak kamar Shakira dan seperti mencari sesuatu.


Laki-laki itu yang berbaju serba hitam dan menggunakan topi tiba-tiba hilang entah kemana saat Vano menunduk untuk mengambil semut yang merambat dicelanya.


"Sial! Gua kehilangan jejaknya." Umpat Vano namun sempat melihat topi hitam yang dipakai laki-laki tadi ada garis merah dibelakangnya.


"Tapi gua pasti akan menemukan siapa pelakunya. Gua sempat melihat garis pada topi itu. Dan jika orang itu memakainya maka gua pasti akan mengenalinya."


"Mendingan gua balik kekamar aja sekarang. Lagian gua sudah kehilangan jejak orang tadi. Mana badan gua gatal semua gara-gara semut yang pada ngegigit?"


Akhirnya Vano masuk kekamarnya. Dan saat masuk kekamarnya dia sangat terkejut saat melihat seseorang sudah tidur dengan enaknya diranjangnya.


"Siapa yang tidur dikamar gua?"

__ADS_1


Vanopun membalikan badan orang yang tidur dikamarnya. Ternyata dia adalah Jack.


"Dia lagi! Sudah punya kamar sendiri tapi tidur dikamar orang?" Kata Vano dan tiba-tiba saja Jack terbangun.


"Lo baru pulang? Ngapain Lo ngajak Sasha keluar dari asrama? Lo tahu ngga kalau Regan dari tadi nyariin Sasha?" Tanya Jack menegur Vano yang baru saja kelihatan batang hidungnya.


"Biarin aja. Lagian gua pergi cuma sebentar. Ngapain sih dia nyariin segala?" Tanya Vano.


"Ya dia kan saudaranya. Wajar kan kalau khawatir." Kata Jack.


"Lah terus lo ngapain tidur dikamar gua? Pindah sana kekamar lo?" Kata Vano mengusir Jack. "Nyempit-nyempitin aja." Kata Vano.


"Gua ketiduran tadi gara-gara nungguin lo." Kata Jack.


"Ngapain nungguin gua?" Kata Vano.


"Ya gua cuma mastiin saja kalau lo pulang. Siapa tau ngga pulang. Jadi gua akan cari Lo, jika sampai lo ngga pulang." Kata Jack.


"Maksud lo gua bakal ngajak Sasha nginep di hotel gitu! Lo sudah gila ya?" Kata Vano." Sana buruan. Gua mau tidur." Kata Vano.


Jackpun beranjak dan melangkah keluar dari kamar Vano.


Saat diperjalanan Jack melihat bayangan putih berjalan lurus melewati lorong. Bayangan itu sepertinya keluar dari kamar Shakira.


Jack sebenarnya takut. Tapi rasa penasaran atas kematian Shakira dan karena ingin mengetahui pria dibalik meninggalnya Sakura akhirnya rasa takutnya bisa dikalahkan oleh tekadnya untuk membongkar sebuah rahasia besar.


Jack juga mendengar jika lima tahun lalu salah satu mahasiswi juga ada yang bunuh diri dilorong bawah tanah. Dimana Shakira juga melakukan hal serupa.


Dan sekarang ditempat yang sama juga terjadi kasus yang sama. Bedanya saat ini mahasiswi itu sedang hamil. Namun luka dipergelangan tangannya sama. Yaitu melukai diri sendiri sebagai penyebab kematiannya.


Jack pun memutar otaknya sambil berjalan terus mengikuti kemana perginya bayangan itu. Jack tahu jika ini sangat beresiko, namun nalurinya mengatakan dia harus membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai hal serupa terulang kembali pada mahasiswi yang lainnya.


Mereka kesini untuk kuliah dan menimba ilmu. Jangan sampai nyawa mereka hilang sia-sia karena suatu hal yang tidak masuk akal.


Jack terus berjalan melewati beberapa kamar dan sampai akhirnya bayangan putih itu hilang didepan kamar penjaga asrama.


Bayangan putih itu menghilang didepan kamar penjaga asrama.


Jackpun kebingungan. Apa maksud dari semua ini? Ada petunjuk apa dibalik hilangnya bayangan putih itu didepan kamar penjaga asrama.


Aku tidak mengerti maksud dari semua ini?


Coba deh aku lihat kedalam. Gumam Jack didalam hati.


Jack lalu keluar dari persembunyiannya dan mengendap-endap mengintip kekamar penjaga asrama.


Dan Jack sangat terkejut setelah melihat kedalam. Ternyata kamar itu kosong. Tidak ada siapapun disana.


"Kemana perginya penjaga istana malam-malam begini?"Gumam Jack didalam hati.

__ADS_1


Lalu Jackpun berbalik dan betapa terkejutnya Jack, saat dia menoleh kebelakang.


Ternyata penjaga istana tepat persis berdiri dibelakangnya.


Matanya menatap tajam penuh amarah kearah Jack. Matanya memerah dan keringat mengucur dari keningnya. Ada tanah basah dibagian bawah celananya. Penjaga asrama sepertinya baru saja dari kebun. pikir Jack.


Tapi malam-malam begini kenapa harus pergi ke kebun. Kenapa tidak besok pagi saja? Gumam Jack.


"Ngapain kamu malam-malam begini didepan kamar saya?" Tanya penjaga itu penuh selidik dan mencurigai Jack.


"Saya sedang mencari anda. Kamar saya banyak kecoaknya apakah anda punya racun serangga?" Tanya Jack mencari alasan yang tepat agar penjaga itu tidak mencurigainya.


"Ada. Sebentar saya ambilkan." Kata penjaga itu lalu menyuruh Jack cepat pergi dari kamarnya karena dia mau istirahat.


Jackpun lalu pergi meninggalkan kamar penjaga itu sambil membawa semprotan serangga.


Padahal kecoak hanyalah alasan agar penjaga itu tidak mencurigainya.


Sambil berjalan kekamarnya Jack lalu memikirkan tentang apa yang baru saja dilakukan oleh penjaga itu malam-malam begini.


"Sebaiknya besok pagi-pagi sekali gua mencari tahu apa yang dilakukan penjaga itu ditaman. Gerak-gerik nya sangat mencurigakan." Gumam Jack.


Akhirnya setelah sampai dikamarnya Jackpun langsung tidur karena besok dia akan bangun pagi-pagi untuk memeriksa taman.


"Pasti ada petunjuk ditaman. Sesuatu seperti galian baru, pohon baru, atau apapun itu."


Lelah memikirkan misteri meninggalnya Shakira membuat Jack kelelahan.


Akhirnya Jackpun tertidur tanpa disadarinya.


Pagi harinya.


Jam 05.00 Jack bangun dan langsung keluar menuju ketaman.


Jack menyusuri taman dari selatan ke Utara. Lalu dia berjalan lagi dari timur ke barat.


Namun hingga kakinya terasa pegal, dia tidak menemukan petunjuk apapun.


Saat dia berjalan mundur, dia malah menabrak seseorang.


Jack langsung kaget dan jantungnya seperti berhenti saat dia mendongak dan ternyata yang dia tabrak adalah penjaga asrama yang tadi malam ditemuinya.


"Cari apa, pagi-pagi begini?" Tanya penjaga asrama itu tegas dan matanya menatap tajam wajah Jack.


"Saya sedang mencari kunci motor saya jatuh disini kemarin." Kata Jack beralasan.


"Sudah ketemu?" Tanya penjaga itu.


"Belum." Jawab Jack lalu berpamitan untuk mencari ditempat lain.

__ADS_1


"Akhirnya, gue lolos lagi dari mata penjaga itu.


Hampir saja gua tertangkap basah sedang mengawasinya. Untung saja otak gua encer dan selalu ada ide untuk membuat alasan yang tepat.


__ADS_2