
Dua bulan kemudian, Nadiya sudah mengurus perceraianya dengan Ardy secara sepihak. Sementara Ardy masih pada pendiriannya tidak mau bercerai. Tapi hal itu tidak menjadi masalah bagi Nadiya, karena hanya dibutuhkan alasan-alasan yang logis untuk diberikan kepada hakim. Maka jika alasan yang diberikan masuk akal hakim pasti akan mengabulkan permohonan Nadiya untuk bercerai dari Ardy.
Mulai hari ini Regan akan libur selama satu bulan dari sekolah. Dibulan Desember sekolah Internasional selalu meliburkan muridnya selama satu bulan hingga pertengahan Januari. Hal ini dimanfaatkan Nadiya untuk mengajaknya berlibur kenegara Eropa.
Nadiya dan Prasetyo sudah mengurus semua tiket untuk liburan mereka bertiga. Mereka akan pergi ke beberapa negara di Eropa dan Regan sangat senang sekali. Meskipun sedikit kecewa karena papinya tidak ikut bersamanya tapi rupanya Prasetyo juga teman yang menyenangkan untuk Regan. Dan perlahan-lahan Prasetyo mulai dekat dengan anak Nadiya, karena kepandaiannya dalam mengambil hati Regan.
"Regan sudah siap!?" Kata Prasetyo yang baru datang dan melihat Regan sudah ada dirumah Nadiya.
"Asiaapppp Om!" Katanya bercanda pada Prasetyo.
"Baiklah mana mami?" Tanya Prasetyo.
"Mami ada di kamar om."
"Ok. Om akan melihat mami dulu." Kemudian Prasetyo berjalan kekamar Nadiya yang pintunya terbuka. Dan dilihatnya Nadiya sedang merias dirinya didepan cermin. Prasetyo menghampirinya pelan-pelan dan berdiri dibelakangnya, sehingga Nadiya bisa melihat mereka berdua ada didalam cermin yang sama.
Nadiya melihatnya dan tersenyum padanya. Prasetyo juga menatapnya dicermin dan bahagia terlihat jelas dari senyuman yang dia berikan untuk Nadiya.
Tangan Prasetyo memegang pundak Nadiya dari belakang dan Nadiya menggenggam tangannya sesaat kemudian dia lepaskan.
"Duduklah disana. Biarkan aku menyelesaikan riasanku."
"Hmmmm. Baiklah jangan lama-lama ya?"
"Cuma sebentar. Tidak lama lagi selesai."
"Ok. Aku akan menunggu diluar saja. Aku akan bermain dengan Regan."
"Baiklah."
Prasetyo menemani Regan dan mereka tertawa terbahak-bahak diruang tamu. Regan sangat menyukai kelucuan dari Prasetyo yang sengaja melakukanya untuk membuat Regan tertawa. Tidak lama kemudian Nadiya sudah keluar dengan riasan yang sempurna, lebih tipis namun tetap elegan dilihat, dan luwes dengan baju yang dia kenakan.
Prasetyo terpesona setiap kali Nadiya merias dirinya dengan model yang berbeda. Wajahnya yang sudah cantik kelihatan semakin cantik dimatanya. Meskipun bukan karena kecantikannya yang membuat Prasetyo jatuh cinta melainkan karena sejak pertama kali mengenal dirinya cinta itu ada dan tumbuh hingga sekarang.
"Apa kita bisa berangkat sekarang?" Kata Nadiya sambil menenteng koper berwarna Metalik.
"Baiklah. Yuk Regan kita berangkat sekarang!" Regan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengambil koper kecilnya.
"Jangan lupa dikunci ya!" Kata Nadiya yang sudah melangkah lebih dulu.
"Iya mami....." Jawab Regan yang berjalan disamping Prasetyo.
"Kamu tunggu sini ya. Om biar kunci dulu."
"Iya om. Om kita mau kemana sih?"
__ADS_1
"Kita akan menghabiskan liburan di Eropa. Disana kita akan melihat pemandangan dan suasana yang berbeda."
"Bagus ya om?"
"Tentu saja!"
Kemudian Prasetyo berjalan kemobil dan diikuti oleh Regan disampingnya.
"Sini...kopernya taruh bagasi. Regan masuk dulu ya! Om biar rapiin koper dulu dibagasi."
"Iya om." Regan kemudian masuk kedalam mobil.
Tidak lama kemudian Prasetyo juga masuk kedalam.
"Mami.....kita perginya lama ya?"
"Satu bulan sayang....kita akan disana sampai liburan Regan berakhir."
"Ehmmmm sekarang Regan boleh telepon papi dulu ngga mi?"
"Boleh sayang...."
Regan kemudian menelepon papinya dan menanyakan kabar papinya.
"Halo papi. Regan sudah mau berangkat liburan sama mami sama om Pras. Papi lagi apa?" Mendengar kata Prasetyo yang akan menemani Regan dan Nadiya liburan membuat darah Ardy serasa mendidih.
"Ke Eropa papi......"
"Ehmmmm....Eropa. Baiklah selamat berlibur."
Telepon ditutup. Kemudian Ardy langsung memanggil sekretarisnya kedalam ruanganya.
"Ada apa pak? Bapak manggil saya?"
"Iya. Kamu kesini sebentar. Batalkan semua pertemuan selama satu bulan. Dan tolong kamu hubungi Ibu Elis. Saya ada keperluan selama satu bulan. Dan ibu Elis yang akan memimpin kalian menggantikan saya sementara."
"Baik pak. Tapi ibu Elis...."
"Sudah-sudah. Saya tidak ada waktu lagi. Jadi pokoknya kamu kerumah ibu Elis dan minta beliau untuk datang kekantor."
"Baik pak."
"Kalau ada apa-apa langsung kasih tahu saya."
Sekretaris itu hanya bengong saja melihat Bosnya yang nampak buru-buru sekali. Tidak biasanya pak Ardy bersikap seperti itu atau mengambil cuti selama satu bulan.
__ADS_1
Kemudian setelah merapikan beberapa berkas Ardy keluar dari ruangannya dan meninggalkan kantornya menuju kebandara. Dan dengan cepat mengantri untuk membeli tiket.
Beberapa jam kemudian Nadiya sudah dalam perjalanan ke Eropa. Negara pertama yang dia kunjungi adalah Paris. Jarak penerbangan dari Indonesia ke Paris kira-kira 17 hingga 19 jam di dalam pesawat. Jam 03.00 pagi mereka sudah sampai dihotel tempat mereka menginap.
Setelah sampai dihotel Regan langsung menaruh barang-barang dan berbaring ditempat tidur. Hal yang sama juga dilakukan Nadiya dan Prasetyo. Mereka memesan kamar jenis Interconnecting Room.
Jenis kamar hotel ini memungkinkan tamu untuk mengakses salah satu dari dua kamar tanpa menggunakan koridor. Interconnecting Room biasanya dipesan oleh keluarga atau untuk tamu yang bepergian dalam kelompok dan ingin tetap terhubung dengan mudah.
"Saya dan Regan akan tidur disini, sementara kamu disebelah." Kata Nadiya sambil mengeluarkan beberapa barang dari dalam kopernya.
"Oke. Istirahatlah! Besok saat kita jalan-jalan supaya tidak kecapean." Kata Prasetyo meninggalkan kamar Nadiya dan Regan.
"Mami....Regan tidak bisa tidur. Boleh tidak Regan main game aja." Kata Regan kepada maminya.
"Memang Regan tidak mengantuk?" Tanya Nadiya kemudian sambil mengeluarkan barang milik Regan.
"Tidak mami. Regan mau main saja."
"Baiklah mami kekamar om Pras dulu ya mau kasih beberapa barangnya."
"Iya mami."
Kemudian Nadiya membawa beberapa barang milik Prasetyo yang dia titipkan kedalam kopernya. Ternyata pintu kamar Prasetyo tidak ditutup sehingga Nadiya langsung masuk tanpa pemberitahuan.
Dan ternyata Prasetyo sedang melepaskan celana panjangnya dan dengan cepat berputar pada tirai gorden dibelakangnya.
"OPS!!! Maaf! Aku akan membalikan badanku." Kata Nadiya yang langsung membalikan badannya. Dan menahan tawa karena Prasetyo yang berputar pada tirai gorden seperti kepompong.
"Kenapa pintunya tidak ditutup? Aku pikir kamu lagi istirahat." Kata Nadiya sambil memunggungi Prasetyo.
"Iya maaf, aku pikir kamu langsung tidur sehingga tidak aku kunci pintunya." Kata Prasetyo setelah memakai celananya dan keluar dari balik gorden.
"Duduklah disini." Kata Prasetyo kemudian.
"Aku hanya mau memberikan beberapa barang yang kamu titipkan."
"Ohh iya. Aku sampai lupa."
"Nih. Aku taruh sini ya." Kata Nadiya sambil meletakkan beberapa barang diatas meja.
Saat Nadiya berjalan kakinya tersandung karpet sehingga dia terjatuh. Siiiitttt.........Bukkk!!!
Baru saja Prasetyo ingin menangkapnya tapi ternyata Nadiya keburu jatuh kelantai.
"Hahahaha...." Prasetyo malah tertawa melihat Nadiya yang biasanya berjalan tegak tapi kini malah tiduran dilantai. Pipi Nadiya jadi memerah karena malu dan dia tidak hati-hati saat berjalan.
__ADS_1
Kemudian Prasetyo mengulurkan tangannya dan menarik Nadiya kedalam pelukannya.