
Prasetyo memang menyayangi Sasha, terlepas dia dari anak Adry dan Sarah maupun konflik dengan Nadiya.
Didalam hatinya kasih sayang itu sudah terjalin sejak menerimanya saat dia masih kecil, lalu menyayanginya layaknya anaknya sendiri. Sehingga saat masa lalunya terungkap, dia masih berharap suatu saat Nadiya bisa menerimanya.
Begitu juga dengan Regan, meskipun saat ibunya tidak ditemukan, dia mengabaikan Sasha, namun karena kasih sayang yang terjalin sejak lama, dan banyak momen yang dilewati bersama layaknya sebuah keluarga, hati kecilnya tetap menyayanginya meskipun dia harus menyembunyikan rasa kasih sayang itu didepan maminya.
Diapun berharap, suatu saat maminya bisa menerimanya dan melupakan masa lalunya.
***
Vano pulang saat jam sudah menunjukan jam 11 malam.
"Kau baru pulang?"
"Iya, apakah Aaron sudah tidur?" Tanya Vano setelah seharian bekerja membuatnya sangat merindukan anaknya.
Sasha lalu mengambil tas kantornya dan menyimpan jasnya.
"Jika kau belum makan, maka aku akan menyiapkan makan untukmu." Kata Sasha, lalu memberikan minuman untuk Vano.
"Aku sudah makan, aku akan kamar melihat Vano, apakah dia tidur dengan lelap hari ini?"
"Yaaa, dia tidur dari tadi, kenapa hp mu tidak bisa dihubungi? Berulang kali aku menelponnya."
"Benarkah? Maaf, aku sangat sibuk. Hari ini pertama kali aku bekerja. Jadi aku sangat bersemangat." Kata Vano.
"Kau bahkan tidak menelponku seharian."
Vano lalu mencium Aaron dan seperti ada ikatan batin antara keduanya, dia tampak menggeliat dan tersenyum didalam tidurnya.
***
Sandra sedang berbicara ditelepon dengan seorang temannya.
"Apa yang harus aku lakukan? Kau tahu kan jika aku mengandung anak bu Nadiya dan Pak Prasetyo. Tapi sepertinya Bu Nadiya tidak suka jika aku sering melihat kedua putranya."
"Kau bisa menemui mereka disekolahnya jika kau mau." saran temannya.
__ADS_1
"Tapi....iya kau benar, aku bisa menemui mereka disana." Kata Sandra lalu tiba-tiba seseorang menutup mulutnya dan menyeretnya kemobilnya yang nampak tidak pernah dicuci.
Sandra lalu dibawa masuk dan diikat didalam mobilnya. Pria tak dikenal itu lalu membawanya kedalam sebuah gudang dan mengikatnya dikursi.
Pria itu lalu mengikat mata Sandra sehingga dia tidak bisa melihat wajahnya.
"Ada hubungan apa kau dengan Nadiya dan Prasetyo? Kau bilang kau mengandung anaknya? Maksudnya apa? Katakan!" Hardik pria itu.
"Siapa kau, dan itu bukan urusanmu! Aku tidak mengenalmu kenapa kau ikut campur urusan orang."
"Katakan dengan jelas? Jika tidak maka aku akan menggunting semua rambutmu dan kau akan kehilangan semua rambutmu!"
Kata pria itu dengan sedikit santai.
"Jangan lakukan itu. Aku akan mengatakanya." Sandra mulai ketakutan karena saat ini dia dalam kondisi diikat, dan jika rambutnya digunting, maka dia akan kehilangan kecantikannya.
"Cepat katakan!" Pria itu mulai tidak sabar.
"Aku adalan ibu pengganti?"
"Kau ini bodoh atau apa?" Teriak Sandra kesal.
"Kau membuat kesabaranmu habis. Apa itu ibu pengganti, cepat katakan."
"Aku....aku mengandung anaknya Bu Nadiya dan Pak Prasetyo."
"Maksudmu mereka menitipkan bayinya padamu? Didalam rahimmu?"
"Jika kau tahu kenapa kau tanya?" Kata Sandra kesal karena matanya kesakitan.
"Lepaskan aku! Cepat, aku sudah mengatakan apa yang ingin kau ketahui!"
"Siapa namamu?"
"Sandra. Kau cerewat amat! Cepat lepaskan! Kita tidak ada urusan apapun tapi kau mengikatku seperti penjahat! Dasar kurang ajar!"
Pria itu lalu meraba dan mencari identitas Sandra. Dia mengambilnya dan melepaskan ikatan tangan Sandra lalu pergi dengan mobilnya.
__ADS_1
"Hai! Jangan pergi! Siapa kau! Lepaskan ikatan kepalaku! Kurang ajar!" Beruntunglah tangan Sandra sudah terlepas sehingga dia bisa melepaskan ikatan pada kakinya dan juga penutup matanya.
Dia melihat ruangan yang penuh dengan kardus bekas. Dan dia mencari pria itu hingga keluar dari gudang itu. Namun dia tidak bisa menemukannya.
"Siapa dia?"
"Kenapa dia begitu tertarik dengan hidup Nadiya?"
"Pria kurang ajar!"
Sandra lalu mencari identitasnya namun dibawa oleh pria itu.
"Kurang ajar! Dia membawa identitasnya!"
Sandra lalu berjalan lumayan jauh karena tidak ada ojek dan tidak ada taksi.
Dia berjalan sekitar satu kilo meter hingga kakinya sangat lelah karena dia memakai sepatu hak tinggi.
Tiba-tiba dari kejauhan Prasetyo melihatnya berjalan kaki dan langsung mempercepat laju mobilnya dan berhenti tepat disamping Sandra.
"Ohhh terimakasih." Sandra langsung masuk dan tidak tahu jika yang didalam mobil itu adalah Prasetyo.
"Ooooowww Pak, Prasetyo.....saya tidak tahu jika ini adalah mobil bapak."
"Kenapa kau berjalan kaki ditempat sepi seperti ini?"
"Ohh, tadi saya disek...." Sandra tidak jadi memberitahukan jika tadi dia disekap dan terpaksa memberitahukan sebuah rahasia besar.
"Tadi kau kenapa?"
"Tadi saya sedang mencari sesuatu, tapi taksi yang saya tumpangi malah sudah pergi, jadi saya terpaksa berjalan kaki." Kata Sandra.
"Ohh, sekarang kau akan kemana? Aku akan mengantarmu, setelah itu aku akan kekantor." Kata Prasetyo.
"Saya akan kesalon saja."
Prasetyo lalu mengikuti alamat yang dikatakan Sandra dan mengantarkannya hingga kesalon kecantikan miliknya.
__ADS_1