
Nadiya sedang duduk menunggu Edsel dan Eiden pulang, lalu tiba-tiba dia mendapat pesan dari orang tidak dikenal.
Orang yang memberinya pesan meminta sejumlah uang yang sangat besar. Dia mengancam jika Nadiya tidak memberikan uang hari ini juga, maka besok berita tentang kedua anaknya akan disebarkan disurat kabar.
"Apa!?"
"Siapa yang sudah mengirimkan pesan ini?"
"Hanya Sandra yang tahu tentang asal usul Edsel dan juga Eiden. Bagaimana ada orang lain yang tahu tentang rahasia ini? Siapa dia?"
Saat Nadiya berfikir, dia mendapatkan pesan lagi.
Aku akan menunggumu dialamat ini, jika kau tidak datang dalam dua jam, maka itu berarti kau setuju berita itu tersebar.
Sepertinya orang itu tahu keberadaan Nadiya saat ini.
Saat Nadiya bangun, tiba-tiba ada pesan lagi. Jangan beritahu siapapun. Atau nyawa kedua anakmu dalam bahaya!
Setelah mendapat pesan berurutan Nadiya sadar jika orang itu ada disekitarnya. Jika Nadiya tidak memberikan sejumlah uang yang dia minta, maka nyawa kedua anaknya berada dalam bahaya.
Nadiya lalu mengirimkan pesan pada Prasetyo jika dia tidak bisa menjemput Edsel dan juga Eiden.
Prasetyo saat ini sedang duduk didalam kantornya.
Dreeetttt
Prasetyo lalu membaca pesan dari Nadiya. Lalu dia mengemas beberapa berkas dan menaruhnya dipinggir meja.
"Batalkan rapat hari ini." Kata Prasetyo kepada sekretarisnya.
"Tapi pak...." Sekretarisnya nampak bingung karena rapat satu jam lagi.
"Saya akan pergi, mungkin tidak kekantor lagi." Kata Prasetyo lalu pergi.
__ADS_1
"Baik pak."
Dengan terpaksa Sekretaris itu akhirnya menelpon beberapa klien dan membatalkan rapat hari ini. Dan rapat akan diadakan besok.
Nadiya lalu mengambil sejumlah uang dari kantornya dan menaruhnya didalam koper.
Dengan cepat Nadiya memasukkanya kedalam mobil. Dia lalu melajukan mobilnya ketempat yang diinginkan oleh pemberi pesan itu.
"Kau dimana?" Kata Nadiya melalui telepon.
"Tinggalkan koper itu lalu balikkan badanmu."
Nadiya lalu mengikuti apa yang dikatakan orang tidak dikenal itu.
Orang itu menutup wajahnya dengan masker dan hanya terlihat matanya saja, sehingga Nadiya tidak bisa mengenalinya.
Dari arah belakang orang itu lalu menyambar tas itu dengan sebuah motor dan meninggalkan Nadiya.
Hhhhhh!
Nadiya juga tidak sempat mengenali nomor motornya, karena dia begitu cepat menghilang dikejauhan.
"Dasar kurang ajar!"
Aku akan ketempat Sandra dan menanyakan hal ini.
Bagaimana mungkin ada orang yang tahu tentang rahasia mereka?
Prasetyo tidak mungkin membocorkannya pada siapapun. Terlebih aku? Mana mungkin aku berbicara sembarangan tentang rahasia itu. Dan satu-satunya orang yang aku curigai adalah Sandra.
Pasti dia bersekongkol dengan orang itu, pikir Nadiya.
Nadiya dengan cepat memarkir mobilnya didepan salon Sandra.
__ADS_1
Dilihatnya Sandra sedang mengoleskan krim pada mukanya.
"Bu Nadiya?" Sandra kaget saat Nadiya datang kesalonnya.
"Ada yang perlu kita bicarakan. Sebaiknya tidak disini." Kata Nadiya tanpa berbasa-basi.
"Baiklah, saya akan membersihkan ini dulu."
Setelah siap, Sandra lalu keluar dan masuk kedalam mobil Nadiya. Mereka lalu pergi kesebuah taman didekat salonnya yang sepi. Mereka duduk disana.
"Aku baru saja mendapat ancaman dari orang tidak dikenal. Dan dia memerasku. Dia meminta sejumlah uang yang banyak padaku."
Sandra kaget dan terkejut.
Dan Sandra segera sadar jika orang yang memeras Nadiya adalah orang yang sama yang menyekapnya.
"Maafkan saya bu, Saya terpaksa mengatakan kepada orang yang tidak saya kenal tentang ibu pengganti. Saat itu saya disekap dan dia mengancam saya. Saat saya berhasil melepaskan diri, orang itu sudah pergi dan saya tidak tahu siapa dia."
Kata Sandra mengakui apa yang terjadi sebelumnya.
"Kemungkinan orang yang meminta uang itu adalah orang yang sama yang menyekap saya."
"Ok. Seandainya itu benar. Saya bingung, darimana dia tahu jika kau yang mengandung Edsel dan juga Eiden. Begitu banyak wanita dikota ini, mana mungkin dia tahu jika itu kau!" Kata Nadiya menahan amarah dan kesal.
Ternyata dugaannya benar, Sandralah yang membuka rahasia itu. Dan sekarang dia mulai was-was karena satu orang asing sudah mengetahui rahasianya.
Dan entah apalagi yang akan dia minta agar rahasia itu tetap aman.
"Saya juga tidak tahu." Kata Sandra berbohong.
"Ok. Jika kau tidak tahu tentang siapa pria asing itu. Tapi jika kau tahu siapa dia, cepat kasih tahu saya." Kata Nadiya lalu pergi dari tempat itu.
"Saya masih mau disini." Kata Sandra lalu Nadiya mengangguk dan pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Sandra termenung sendirian dan memikirkan siapa pria itu. Kenapa dia mengenal Nadiya? Sepertinya mereka punya dendam lama, pikir Sandra.