
Sasha, Arya dan juga Elis saat ini sedang makan bersama dalam satu meja. Sasha kemudian teringat tentang ibunya dan hatinya merasa sedih karena dimalam pergantian tahun ini ada ruang hampa dan rasa terasing.
Walau bagaimanapun dia tidak memiliki keluarga lengkap seperti Regan. Meskipun saat ini dia tinggal bersama keluarga Prasetyo dan juga Nadiya, namun dia kadang merasa terasing dan sendirian.
"Sasha...."Kata Elis membuyarkan lamunan Sasha. "Kok malah melamun...ayo dimakan makanannya."
"Iya Tante...." Kata Sasha sambil tersenyum manis. Sementara Arya hanya memandang wajah polos putrinya tanpa mengatakan apapun.
Arya tidak ingin membuat kesalahan yang sama dengan mengatakan yang sebenarnya dan justru malah membuat Sasha jauh darinya.
"Sasha, kamu tinggal sama siapa sekarang?" Tanya Elis.
"Sama Oma, Om Pras dan juga Tante Nadiya." Jawab Sasha.
Uhhuukkk!
Arya langsung tersedak saat mengetahui jika Sasha tinggal dengan Prasetyo dan juga Nadiya.
"Minum Ardi...eh Arya..." Kata Elis sambil memberikan air mineral kepada Arya.
Arya mengambil air mineral itu dan langsung meminumnya. Kemudian Arya menarik nafas panjang dan kemudian menatap Sasha dengan tatapan penuh rasa keingintahuan.
"Dimana ayahmu?" Tanya Elis.
"Ayah sudah meninggal...." Jawab Sasha.
"Ehmmm..maaf ya Tante tidak tahu jika ayah kamu sudah meninggal."
"Tidak papa Tante." Jawab Sasha.
"Oya, kamu sekolah dimana sekarang?" Tanya Elis ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan Sasha, atas permintaan Arya sahabatnya.
"Di International School Tante, tapi Sasha tinggal di asrama bersama Regan." Jawab Sasha sambil menyumpit sushi yang tersedia diatas piring kecil.
"Siapa Regan?" Tanya Elis.
"Regan adalah anaknya tante Nadiya dan Om Prasetyo Tante..."
__ADS_1
Uhhuukkk!
Arya tiba-tiba tersedak lagi, saat mendengar nama putranya disebut. Dia memang sudah lama tidak bertemu dengan Regan. Dan siapa sangka jika kedua anaknya ternyata tinggal satu rumah bahkan bersekolah disekolah yang sama. Entah kenapa Arya menjadi tenang dan ada kebahagiaan tersendiri mendengar kedua buah hatinya hidup bahagia.
"Kamu kenapa sih Arya!?" Tanya Elis sambil memberikan air minum dan selembar tissue.
"Em, tidak papa. Aku hanya tersedak karena makananya terlalu pedas. Aku menaruh cabe terlalu banyak tadi." Kata Arya berkilah.
"Ohh, jadi kamu tinggal di asrama sekarang?" Tanya Elis.
"Iya Tante."
"Apakah Tante tahu kenapa mami pergi ke Amerika dan meninggalkan papi disini? Karena mami sepertinya menyimpan rahasia dari Sasha. Mami selalu terlihat cemas saat melihat seseorang. Dan orang itu adalah yang menyebabkan mami meninggal dunia. Kenapa ya Tante. Dan siapa orang itu? Apakah mereka teman atau apa?" Tanya Sasha sangat ingin tahu kenapa maminya memilih tinggal di Amerika padahal dulu mereka hidup bahagia bersama papinya Leo.
Uhhuukkk!
"Arya?! Jangan katakan kamu tersedak cabe lagi? Mungkin kamu sedang tidak sehat." Kata Elis khawatir. Elis memang masih mencintai Arya alias Ardy sahabat masa kecilnya. Namun rupanya tidak ada tempat bagi cintanya didalam hati Ardy. Namun entah kenapa cinta itu sulit hilang dari dalam hati Elis meskipun Ardy tidak pernah membalasnya. Bahkan saat wajah Ardy sudah berubah menjadi wajah orang lain dan mirip artis Korea namun tetap saja cintanya tidak berkurang dan malah semakin bertambah.
Besar harapan Elis untuk bisa mengisi kekosongan dalam kehidupan Ardy. Namun rupanya sang pujaan hati masih sulit move on dari masa lalunya. Dan dia masih terperangkap dalam kehidupan yang sebelumnya. Padahal ini adalah saat yang tepat untuk memulai awal yang baru tanpa ada yang mengganggu.
"Tidak! Aku tidak papa, jangan khawatir tentang diriku. Aku saat ini sedang bahagia. Malam ini menjadi sangat spesial. Sehingga membuatku tersedak terus menerus." Kata Arya.
Elis menatap Arya sambil tersenyum manis.
Malam ini menjadi spesial karena aku menemukan putriku dan juga aku bisa duduk begitu dekat dengannya. Melihatnya tertawa dan mendengarnya bercerita, tidak pernah kubayangkan aku akan mendapat kejutan yang sangat indah diakhir tahun. Regan dan Sasha, mereka ternyata tinggal satu rumah dan bahkan satu sekolah. Kenapa selama ini aku tidak tahu dan tidak menyadarinya? Aku terlalu sibuk memikirkan Nadiya sehingga aku lupa bahwa putri yang aku cari ternyata ada disekitarnya.
Tidak akan kubiarkan dia jauh dariku dan membenciku. Biarlah rahasia ini aku simpan hingga aku menemukan waktu yang paling tepat untuk mengatakanya. Saat ini yang terpenting adalah aku bisa melihatnya dan menemuinya tanpa terhalang oleh status dan ikatan.
Arya menatap Elis dan Sasha secara bergantian.
Sasha kemudian beranjak dari tempat duduknya dan melihat jam ditanganya yang sudah menunjukan jam 22.00 malam.
"Sasha, kamu mau pergi kemana?" Tanya Elis.
"Saya mau kehotel Tante." Kata Sasha.
"Mari, Tante antar kamu sampai kehotel." Kata Elis kepada Sasha.
__ADS_1
"Iya tante..."
"Arya kita antar Sasha dulu ya." Kata Elis kepada Arya.
Arya kemudian mengangguk dan beranjak dari tempat duduknya.
"Sasha, bisakah Tante minta nomor telepon kamu..."
"Bisa Tante.." Kata Sasha sambil memperlihatkan nomor teleponnya. Kemudian dengan cepat Elis menyalin dan menyimpan nomor telepon Sasha.
Mereka bertiga kemudian berjalan keparkiran mobil dan masuk kedalam mobil Elis.
Jalanan mulai macet oleh orang yang rame berlalu lalang menyambut malam pergantian tahun.
"Jalanan sepertinya sudah mulai macet Arya." Kata Elis.
"Iya kelihatanya malam ini banyak orang memadati jalan-jalan."
Disepanjang jalan berjejer orang jualan makanan, dan momen seperti ini hanya terjadi saat malam tahun baru saja.
Karena pada malam ini orang-orang memadati jalanan dan berlalu lalang sampai malam pergantian tahun. Rata-rata mereka adalah warung bongkar pasang yang hanya berjualan musiman.
Memang terlihat sepanjang jalan, apapun yang mereka jual sepertinya laris dan ada saja orang yang membelinya. Hal ini dimanfaatkan sebagian dari mereka untuk meraup rezeki sebanyak-banyaknya.
Air mineral yang biasanya Rp 3.000 an pun harganya melambung menjadi Rp 5.000. Namun orang tetap membelinya dan tidak ada yang berkeberatan soal kenaikan harga tersebut. Mereka sepertinya memaklumi setiap penjual, yang menjual makanan lebih mahal dari hari biasanya.
Elis dan Sasha mengamati setiap jalanan yang mereka lewati dari dalam mobil. Semakin malam orang semakin padat saja. Dan jalanan bertambah macet. Hanya bergerak sedikit demi sedikit. Belum lagi banyak motor yang menyalip dan menumpuk didepan mobil Arya.
Arya nampak menghela nafas panjang.
"Mungkin kita akan terjebak disini hingga malam pergantian tahun." Kata Arya.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Elis.
"Lihat saja didepan sana? Mobil dan motor menumpuk dan sulit sekali untuk terurai." Kata Arya.
"Bagaimana Sasha? Sepertinya dalam waktu satu jam kita tidak bisa sampai kehotel. Bagaimana kalau kamu hubungi keluarga kamu dan kasih tahu mereka jika kamu dalam perjalanan menuju hotel. Dan kamu dalam keadaan baik-baik saja, supaya mereka tidak khawatir." Kata Elis.
__ADS_1
"Baiklah tante." Kata Sasha sambil mencari hpnya didalam tas kecilnya.