Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Kamar hotel


__ADS_3

Tidak lama kemudian makanan yang sudah mereka pesan pun datang. Ada berbagai masakan khas Papua yang sangat menggugah selera. Semua menu disajikan dengan sangat apik dan sangat menggiurkan.









Makanan yang disediakan semuanya rata-rata adalah makanan khas Papua. Seperti papeda, ulat sagu, kepiting, ikan bungkus, kepiting hitam, sambal colo-colo dll. Baru kali ini Prasetyo datang ke restoran Papua dan makan masakan khas disana.


Mereka pun langsung menyantap habis semua hidangan yang baru saja disajikan. Pelayan yang menatap dari kejauhan pun geleng-geleng kepala melihat mereka makan dengan sangat lahap. Tamu yang lain makan dengan pelan sementara ini tamu yang baru datang makan seperti orang yang sudah berhari-hari tidak makan, batin pelayan tersebut.


Terutama Prasetyo, dia makan tanpa jeda dan tanpa berbicara. Pokoknya dia hanya fokus pada makanan yang saat ini tersedia di atas meja. Dan dalam hitungan menit tidak ada menu yang tersisa. Semuanya ludes disantap oleh mereka.


"Kamu mau nambah lagi Pras?" Tanya Nadiya karena melihat Prasetyo sepertinya masih ingin makan lagi. Dan jika besok mereka kembali ke Jakarta maka kapan lagi mereka akan datang kemari?


"Aku akan memanggilkan pelayan jika kau mau nambah lagi?" Kata Nadiya sambil tersenyum.


"Mbak tolong kemari." Panggil Nadiya.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" Tanya pelayan itu.


"Kami ingin memesan makanan ini." Kata Nadiya sambil menunjuk beberapa menu yang diinginkan oleh Prasetyo.


"Baiklah kami akan ambilkan segera." Kata Pelayan itu sambil berjalan kekasir.


"Kau tunggu di sini Pras. Aku akan memesan kamar di hotel." Kata Nadiya karena malam semakin larut.


"Kenapa enggak sama-sama saja sih kesananya?" Kata Prasetyo sepertinya keberatan.


"Aku ingin rebahan. Badanku pegal-pegal semua." Sahut Nadiya.


"Ya sudah kau duluan saja! Sama Arya aku akan disini dengan Freya." Kata Prasetyo.


"Mari Pak Arya, kita akan memesan hotel untuk kita istirahat dan menginap semalam di sini." Ajak Nadiya sambil membawa tas cangklongnya.


"Permisi, apakah kami bisa memesan kamar untuk menginap di sini?" Tanya Nadiya.


"Tunggu sebentar ibu. Saya akan lihat dulu."

__ADS_1


Kemudian resepsionis itu pun mengecek kamar yang masih kosong.


"Berapa kamar yang ibu butuhkan?"


"Kami membutuhkan 2 kamar." Kata Nadiya yang melihat hotel ini merupakan hotel biasa dan saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memesan hotel yang paling bagus.


Sedangkan Nadiya tidak mempunyai cabang didaerah Papua. Namun sekarang Nadiya berfikir untuk mengusulkan proyek didaerah Papua, jika wabah sudah hilang, dan keadaan kembali normal.


"Tapi saat ini yang tersedia hanya 1 kamar dengan ukuran besar atau Deluxe Room."


"Tapi kami membutuhkan 2 kamar Bu."


"Tidak ada ibu, kita hanya tersisa 1 kamar saja jika Ibu mau maka saya akan menyerahkan kuncinya segera kepada ibu."


"Bagaimana ini? Kita berempat mana mungkin kita tidur satu kamar?"


"Tapi lebih baik kita pesan satu saja daripada nanti sudah dipesan oleh orang lain." Kata Arya memberikan ide dan pendapatnya.


"Baiklah Bu, satu kamar juga tidak apa-apa, saya pesan Deluxe Room untuk kami menginap." Kata Nadiya.


"Sebaiknya kita menemui Prasetyo dan Freya dulu."


Nadiya dan Pak Arya pun berjalan ke meja Prasetyo.


"Kenapa kalian kembali?"


"Apakah tidak ada dua kamar?"


"Tidak ada! Hanya tersisa 1 kamar dan jika kita ingin mencari hotel yang lain sepertinya akan lumayan jauh dan ini sudah terlalu malam."


"Baiklah tidak apa kita tidur satu kamar berempat saja, nanti akan kita atur bagaimana kita akan tidur yang penting malam ini kita bisa beristirahat." Kata Prasetyo.


"Bagaimana Freya, menurutmu apakah kita perlu mencari hotel lain dan biarkan mereka menginap di sini?" Tanya Nadiya.


"Tidak usah. Kita menginap di sini saja, di malam hari perjalanan lumayan rawan lebih baik kita menginap dulu di sini, besok baru kita putuskan apakah kita akan mencari hotel lain atau kita akan kembali ke Jakarta."


"Baiklah kalau begitu."


"Pras apa kamu sudah selesai? Kalau sudah selesai kita ke hotel."


"Baiklah mari kita pergi ke sana. Freya biarkan kopermu aku yang bawa, kau terlihat sangat lelah sekali." Kata Prasetyo.


"Tidak usah! Aku bisa membawanya sendiri."


"Biarkan aku yang bawa, kau terlihat kecapean."


"Bu Nadia, sini kopernya biar saya yang bawa, Bu Nadiya juga terlihat sangat lelah." Kata Pak Arya.

__ADS_1


"Dia mah wonder woman Pak, dia bisa bawa sendiri." Kata Prasetyo sambil menoleh dan tersenyum kearah Nadiya.


"Ini Pak." kata Nadiya dan mengacuhkan pandangan Prasetyo.


Entah kenapa sejak Prasetyo kehilangan ingatan kelakuannya seperti anak kecil dan kadang menyebalkan. Aura kebapakanya seperti telah dia lupakan dan dia seperti remaja yang baru saja beranjak dewasa.


"Aku akan masuk lebih dulu." Kata Nadiya.


Ternyata di dalam hanya ada satu kasur berukuran besar.


"Karena hanya ada satu tempat tidur maka Nadiya dan Freya akan tidur di sana sedangkan aku akan tidur di sofa dan pak Arya akan tidur di lantai." Kata Prasetyo.


"Masa pak Arya tidur di lantai. Bagaimana sih kamu Pras?" Kata Nadiya.


"Ya sudah kalau begitu, Pak Arya akan tidur di ranjang bersama Nadiya dan juga Freya."


"Mana bisa begitu, kamu ini ada-ada saja."


"Lalu bagaimana, masa aku harus tidur di sofa sama Pak Arya? Kau tahu sofanya sangat kecil."


"Aku akan meminta tambahan kasur untuk tidur Pak Arya." Kata Nadiya.


"Kok gitu sih Nadiya? Ya sudah, aku yang tidur di kasur saja biarkan pak Arya yang tidur di sofa."


"Tidak! Pak Arya akan tidur di kasur dan kau akan tidur disofa, kau tadi kan bilang begitu." Kata Nadiya.


Nadiya kemudian meraih telepon dan menelpon seorang pelayan untuk meminta tambahan kasur untuk pak Arya.


Tidak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa kasur lipat yang akan ditaruh di antara ranjang dan sofa.


"Pak Arya bisa tidur disini." Kata Nadiya.


"Aku mengantuk sekali. Aku akan istirahat sekarang. Selamat tidur! Aku akan mematikan lampu." Kata Nadiya.


"Aku juga akan tidur. Aku sangat mengantuk." kata Freya.


"Aku juga sangat lelah, Aku akan tidur di kasur Ini." Kata pak Arya.


Mereka semua sudah terlelap tidur.


Sekarang tinggal Prasetyo yang bolak-balik tidak bisa tidur karena kekenyangan.


Prasetyo kemudian berjalan mondar-mandir dan berusaha untuk tidur. Namun ternyata dia tidak bisa tidur juga.


Bagaimana ini? Aku tidak bisa tidur, aku tidak biasanya tidur di sofa dan sekarang harus tidur di sofa yang kecil ini. Mereka semua tidur dan tidak ada yang mempedulikan aku.


Perlahan-lahan Prasetyo berjalan mendekati Freya dan tidur disampingnya. Dan setelah berusaha akhirnya Prasetyo terlelap dan bermimpi. Mimpi itu seperti nyata. Semua terlihat sangat jelas. Apakah artinya ingatannya sudah kembali?

__ADS_1


__ADS_2