Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Suara dikamar Vano


__ADS_3

Dikamar, Sasha mencurahkan uneg-uneg nya kepada Madina. Setelah Sasha selesai membersihkan diri dan duduk disamping Madina yang sedang menatap layar laptopnya.


"Kenapa mukamu ditekuk seperti itu?" Tanya Madina sambil menatap wajah Sasha.


"Aku kesal dengan Regan."


"Kalian bertengkar?"


"Dia ingin agar aku mundur dari kompetisi ini. Tidak masuk akal kan?" kata Sasha


"Apa? Kenapa begitu? Bukankah seharusnya dia mendukungmu. Dan menyemangatimu agar kau menang?" ucap Madina.


"Itulah yang membingungkan. Dia justru mendukung agar orang lain yang menang." Kata Sasha terlihat wajahnya sayup dan kecewa.


"Dia mendukung orang lain. Maksudmu?" tanya Madina ingin tahu.


"Dia mendukung Catrine, anaknya menteri salah satu yang mensponsori kompetisi ini."


"Apa alasannya?"


"Aku tidak tahu. Dia juga tidak mengatakannya. Dia bahkan ingin agar aku membiarkan Catrine yang menang."


"Oh mau God. Ini tidak masuk akal. Semua orang ingin menang. Tapi dia justru ingin agar kau membiarkan orang lain menang."


"Apakah mereka punya hubungan serius hingga Regan ingin agar dia menang?"


"Aku tidak tahu. Regan tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya."kata Sasha.


"Ya. Dia memang orangnya tertutup dan tidak banyak bicara."


***


Dilapangkan hijau.


Hari ini sudah dimulai sistem eliminasi. Dan bagi yang larinya paling akhir maka dia akan langsung dieliminasi hari ini juga.


Semua peserta sudah siap dan mereka meregangkan sendi-sendi dikaji mereka. Sebelum lari mereka semua melakukan pemanasan atas anjuran pelatih.


Pelatih berjalan berkeliling sambil memperhatikan mereka yang sedang latihan. Sebagai pelatih senior, dia bisa tahu siapa dari muridnya yang berpotensi untuk menang jika dilihat dari skor kemarin.


"Bahkan dari semangat mereka dalam latihan nampak jelas siapa yang hanya ikut-ikutan dan siapa yang sungguh-sungguh ingin menang. Pelatih itu sudah senior sehingga matanya jeli melihat tekad muridnya.


Karena jika salah satu dari mereka menang dan bisa bertemu presiden, maka nama sang pelatih pun akan ikut terkenal dan menambah nilai plus serta diperhitungkan dalam perpanjangan jabatannya.


"Sasha! kamu sebelah sini. Catrine! Kamu sebelahnya Sasha. Lalu Rara kamu sebelahnya Catrine. Dan satu lagi Vivi kau sebelahnya Rara." Seru pelatih itu.


"Kenapa saya memanggil mereka berempat? Kalian pasti bertanya-tanya. Karena pada lari uji coba kemarin mereka berempat berlari dengan kecepatan istimewa dan hanya selisih beberapa detik saja diantara satu dengan yang lainya. Saya akan menanyakan motivasi mereka ikut kompetisi ini satu persatu." Kata Pelatih itu sambil melihat wajah mereka satu persatu.


Merekapun berdiri dalam posisi siap. Sementara teman-temannya yang lainya ada dibelakang mereka.


"Pertama saya akan bertanya kepada Vivi. Kenapa kamu ingin ikut kompetisi ini?" Tanya pelatih kepada Vivi.


"Karena saya suka lari. Dan itu merupakan cita-cita saya sejak kecil." ucap Vivi


" Sekarang Rara. Kenapa kamu ingin ikut lomba ini?"


"Karena saya ingin menang dan mendapatkan hadiah uang. Saya sangat membutuhkan hadiah itu." Kata Rara.

__ADS_1


"Sekarang kamu? kenapa kamu ingin ikut kompetisi ini?"


"Karena saya ingin menang dan menjadi juara. Dan saya ingin menjadi model dan bintang iklan," kata Sasha.


"Sekarang kamu? Kenapa kamu ingin ikut lomba ini?"


"Karena saya ingin meraih medali emas dan menjadi salah satu atlet lari yang terbaik."


"Baiklah! Kita sudah mendengarkan alasan dari mereka sebagai motivasi untuk menang dan memberikan performa terbaiknya." kata pelatih itu lalu menyuruh mereka kembali ke barisan masing-masing.


"Baiklah. Sekarang kita mulai ajang penyisihan. Setiap hari akan berkurang satu anggota. Dan saya hanya akan menyisakan 5 orang diakhir bulan ini." Kata pelatih tersebut.


"Siap pak!" Merekapun menjawab serempak dan mulai bersiap untuk lari.


***


Regan berjalan dari ruang bawah tanah dan bertemu dengan Diana. Anak yang ditolong oleh Sasha. Ini pertama kalinya Regan menemuinya setelah punya waktu diantara kesibukannya.


"Regan bukan?" Sapa Diana sambil tersenyum manis.


Siapa yang tidak kenal pada Regan. Semua orang mengenalnya. Selain karena dia tampan, dan pandai, juga karena sikap dinginnya pada wanita.


Regan kadang juga bisa terlihat charming, lo.


Charming disini diartikan sebagai sosok yang memiliki pesona dan terlihat keren.


Enggak heran mereka terkenal dan banyak dikenal orang.


Namun, mereka terlihat charming bukan hanya karena wajahnya saja, tapi juga karena kebaikan dari diri mereka.


"Em?" Regan kaget karena Diana tahu namanya. Padahal selama ini mereka belum pernah bertemu dan tidak saling mengenal.


Siapa yang tidak mengenal Diana? Dia adalah pemenang kontes kecantikan tahun ini.


"Sedang apa disini?" Tanya Regan.


"Sedang menunggu teman." Jawab Diana.


"Siapa?" Tanya Regan.


"Tuh dia, datang." Tunjuk Diana pada Vano.


Regan pun memicingkan matanya dan kaget saat melihat Vano.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu." Kata Regan saat melihat Vano mendekat.


***


30 hari kemudian....


Satu persatu banyak yang sudah tereliminasi dari ajang penyisihan kompetisi lari maraton.


Sekarang tinggal lima orang saja, didalamnya termasuk Sasha, Rara, Vivi, Catrine dan satu lagi Nina.


"Akhirnya kau masuk lima besar. Cepat juga larimu." Kata Catrine pada Sasha saat mereka berdiri dalam satu barisan.


"Tentu saja! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Kata Sasha.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti! Siapa yang berhasil menjadi juara dan mewakili universitas kita." Kata Catrine. "Kita Taruhan! Dan jika kau berhasil mengalahkan aku maka aku akan memberikan $ 5.000 kepadamu. Dan jika aku yang menang kau harus menuruti semua keinginanku selama satu bulan." Kata Catrine.


"Taruhan macam apa ini?"


"Kau takut?" kata Catrine.


"Tidak!"


"Kalau begitu kita sepakat!


Meskipun kesal, akhirnya Sasha mau menjabat tangan Catrine yang terulur. Dan merekapun sepakat dengan perjanjian itu.


"Dua hari lagi tiga dari kalian akan tereliminasi. Dan dua diantara kalian akan ikut kompetisi antar universitas. Satu sebagai pelari utama satu lagi sebagai cadangan. Sekarang kalian boleh bubar." Kata pelatih itu kemudian menemui Menteri yang sudah berdiri disamping lapangan.


"Bagaimana, apakah kau mendapatkan pelari tercepat?"


"Saya sudah mengantongi lima nama. Dan mereka semua adalah pelari handal." Kata pelatih itu kepada ayahnya Catrine.


Menteri itupun mengangguk-angguk dan menyambut putrinya yang lari dari tengah lapangan lalu memeluknya.


"Papi? Papi ada disini?" Tanya Catrine.


"Tentu saja papi datang. Papi akan mendampingimu hingga kau mendapatkan medali emas itu." Kata Menteri tersebut.


"Terimakasih Pi." Kata Catrine.


"Apakah kau senang? Kau mendapatkan impianmu." Kata Menteri tersebut.


"Senang sih Pi. Tapi lawan Catrine juga tangguh semua. Mereka juga larinya sangat cepat."


"Tapi kau tidak boleh patah semangat. Papi yakin kau akan memenangkan kompetisi ini. Dan akan membuat papi bangga." Kata Menteri tersebut.


Catrinepun mengangguk dan mengajak papinya untuk meninggalkan lapangan.


Sementara Sasha mencari Vano dengan mengarahkan pandanganya keseluruh lapangan dari barat hingga ketimur.


"Tumben, dia ngga kesini?" Gumam Sasha.


"Kemana dia? Biasanya dia selalu ada disini dan menyaksikan, bukankah sebentar lagi dia juga harus mengikuti latihan lari?"


Sasha lalu ngambil tas dan handuk yang dia taruh diatas tas olahraga itu.


Sasha lalu mengambil handuk dan mengelap muka serta lehernya dengan handuk kecil yang sudah dia siapkan dari tadi.


Hingga dia selesai beristirahat, Vano tidak kelihatan juga. Hal itu membuat Sasha menjadi resah.


Sasha akhirnya keluar lapangan dan mencari Vano diasrama.


Sasha melangkah hingga sudah dekat dengan kamar Vano. Namun kamarnya tertutup, sepertinya Vano tidak ada dikamarnya.


Namun ternyata ada suara dari dalam. Seperti suara laki-laki dan perempuan.


Sashapun semakin penasaran dan perasaanya menjadi tidak karuan.


Jantungnya berdetak sangat cepat.


Deg.

__ADS_1


Perlahan-lahan dia menyentuh gagang pintu. Namun rupanya terkunci dari dalam.


Ngapain dia harus mengunci pintu? Biasanya dia tidak mengunci pintu. Apa yang terjadi didalam?


__ADS_2