Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Ternyata dia adalah ibu tiri Vano


__ADS_3

Mobil itu melaju kearah puncak pass. Membutuhkan waktu empat jam untuk sampai disana. Jalanan agak lumayan macet tadi.


Majikannya lalu berhenti disebuah villa mewah. Sasha melihat dari dalam mobilnya. Villa itu dihias dengan sangat indah, mungkinkah akan ada acara didalamnya?


Majikannya lalu turun dan mengunci mobilnya.


"Kamu ikut saya kedalam. Kopernya kamu bawa aja." Kata majikanya itu.


"Baik Bu."


Sasha lalu turun dari mobil dan mengambil koper dari bagasinya.


Dia berjalan dibelakang majikannya.


Pintu dibuka oleh seorang satpam yang jaga diluar.


Sasha sempat terkejut karena didalam ternyata banyak gadis yang cantik dan ramping, dan memakai baju yang indah-indah. Mereka sepertinya para model.


"Pagi Bu...." Kata para gadis cantik itu. Kira-kira mereka ada 20 orang.


Mereka semua juga melihat Sasha dengan tatapan yang aneh. Namun Sasha tidak mempedulikan tatapan mereka.


"Acara akan dimulai jam 7 malam. Kalian bersiaplah." Kata majikanya.


Mereka semua lalu didandani dan dipakaikan baju yang serba unik dan mewah.


Sasha masuk kedalam ruangan yang besar. Ini seperti ruangan untuk catwalk.


Mungkinkah mereka para model?


Majikanya melintasi ruangan itu dan masuk kedalam kantornya.


Dia lalu memanggil seorang untuk masuk kedalam kantornya.


"Silahkan masuk." Kata Majikanya mempersilahkan pegawainya untuk masuk.


"Acara akan dimulai jam 7 malam. Tamu undangan akan datang mulai jam 5. Enam orang sudah saya pecat. Dan kamu akan bekerja keras kali ini. Apakah kamu kesulitan? Jika kamu membutuhkan sesuatu, dia bisa membantumu." Kata Majikanya sambil menunjuk kearah Sasha yang berdiri didalam ruangan itu.

__ADS_1


"Ya. Biarkan dia bersamaku. Mungkin aku akan membutuhkan bantuannya. Kau memecat 6 orang sekaligus. Dan tidak ada yang membantuku mengurus mereka." Kata pegawainya seorang laki-laki yang usianya tidak jauh dari majikannya.


Namun jelas sekali jika laki-laki itu bekerja pada pada wanita paruh baya tersebut.


"Jeslin. Ohh maaf! Ibu jeslin....saya permisi." Kata pegawainya itu.


Sasha melihat seakan mereka seperti teman. Bukan seperti pegawai dan majikan. Bahkan pegawainya itu tadi memanggil majikanya tanpa sebutan ibu atau apalah gitu.


"Ikutlah dengannya. Kau bisa membantunya." Kata Ibu Jeslin majikan Sasha.


Mereka keluar dari kamar majikannya.


"Kau bisa bekerja sangat keras hari ini. Bekerjalah dengan baik. Khusus hari ini aku akan memberikanmu bonus yang besar. Kau bisa membantu semua model dan turuti semua keinginan mereka. Hari ini harus sempurna. Jangan sampai ada model yang mengeluh. Kau tahu?" Kata laki-laki itu kepada Sasha.


Sasha lalu berjalan dibelakang seniornya, sebut sajalah begitu. Karena Sasha bahkan belum tahu namanya.


"Namanya Sasha. Dia akan membantu kalian semua."


"Hanya satu orang? Biasanya ada enam orang." Kata salah seorang model.


"Mereka mungkin akan membuatmu kesal. Tapi ingatlah pesanku. Bonus yang akan aku berikan sangat besar. Bekerjalah dengan baik tanpa mengeluh." Kata seniornya kepada Sasha.


Karena keenam orang asistennya dipecat mendadak maka tentu saja dia sangat kerepotan.


***


Arya sedang diluar kota dan melihat notif di ponselnya.


Dia juga membuka pesan dari Sasha. Arya lalu membalas pesan Sasha namun ternyata Sasha sedang sibuk bekerja, sehingga dia tidak memegang handphonenya.


Jam 19.00 malam.


Sasha lalu duduk didekat majikanya Jesline yang ternyata adalah ibu tiri dari Vano dan istri kedua dari gubernur.


Istri pertamanya sudah meninggal, sehingga dia menikah lagi.


Sasha juga baru tahu saat seniornya memberitahukanya jika dia juga harus menyambut tamu VIP.

__ADS_1


Dan ternyata ada gubernur bersama Vano yang baru saja datang.


Vano tidak melihat Sasha, namun Sasha melihatnya datang bersama gubernur.


Saat Sasha menyambut kedatangannya Vano langsung pergi menemui salah seorang temanya sehingga tidak bertemu dengan Sasha.


Sasha sangat beruntung tidak bertemu dengan Vano. Jika hari ini mereka bertemu dan Vano mengenalinya maka masalahnya akan bertambah rumit.


Apalagi saat ini Sasha bekerja pada ibu tirinya, dan melihat dari gelagatnya sepertinya hubungan mereka tidak terlalu dekat.


Acara akan segera dimulai.


Semua tamu undangan sudah duduk ditempat yang sudah disediakan.


Terdengar pembawa acara mulai menyambut para tamu dan memulai acaranya.


Musik mulai dilantunkan, para model berjalan diatas catwalk dengan anggun.


Semua baju yang mereka pakai rupanya hasil rancangannya ibu Jeslin sendiri.


Dia mempunyai puluhan butik yang tersebar di berbagai Mall di banyak kota-kota besar.


Ohh....sekarang Sasha mulai mengerti kenapa banyak model dan apa pekerjaan yang harus Sasha kerjakan mulai saat ini.


Sasha mulai tertarik dengan ibu Jeslin, karena dia juga ingin menjadi model sama seperti mereka.


Namun jika dia masih ingin bekerja pada ibu Jeslin, dia harus sebisa mungkin menghindari pertemuan dengan Vano. Atau keinginannya akan terkendala oleh Vano.


Entah bagaimana dunia begitu sempit baginya. Dia harus bertemu dengan orang-orang yang sama untuk kesekian kalinya.


"Sasha! Kamu kebelakang dan tanyakan apakah para model membutuhkan bantuanmu? Sana pergilah!" Kata Senior itu.


"Baik." Sasha lalu ruang ganti dan membantu para model.


Lebih baik ada disini, sehingga Vano tidak akan melihatnya.


Gumam Sasha yang langsung berjalan keruang lain sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2