Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Hilang kesadaran


__ADS_3

Sasha memegang gaun itu dan masih ragu untuk memakainya.


"Pakailah, gaun itu sangat pas untukmu!" kata Andro sambil tersenyum pada Sasha.


Sasha masih ragu dan berpikir sesaat. Akhirnya dia mengangguk dan masuk keruang ganti.


Lama dia berdiri didepan cermin. Wajahnya yang cantik dan lehernya yang jenjang sangat mempesona dengan gaun merah muda yang sangat seksi.


Dadanya terlihat separo, dan gaun itu hanya beberapa senti dibawah bokongnya.


Sasha mematut dirinya didepan kaca. Dan melihat pantulan dirinya dalam kaca tersebut.


"Aku belum pernah memakai baju seperti ini? Apakah semua model harus memakai baju ini saat pertama kali mereka melakukan pemotretan?"


Dia bergumam pada pantulan dirinya di cermin.


"Apakah kau sudah selesai?"


"Kau butuh bantuanku?"


Tanya Andro dari luar.


"Tidak! Aku sudah selesai." Sasha lalu keluar dan Andro terbelalak menatap tubuhnya dengan balutan gaun yang semakin memperindah dirinya.


"Kau sangat cantik dengan gaun itu. Seakan gaun itu dibuat dengan ukuran tubuhmu," puji Andro lalu menggandeng Sasha keruang pemotretan.


"Tapi...apakah tidak ada baju lain yang lebih....em, maksudku ini terlalu terbuka," kata Sasha dengan tertunduk dan menatap pahanya yang terekspos.


"Tidak! Semua model memakai baju seperti ini saat pertama kali mereka melakukan pemotretan."


"Ohh...." Sasha lalu berjalan dengan pelan ketempat pemotretan.


"Baiklah! Karena kau sudah siap aku akan sedikit merias wajahmu," kata temanya.


Dia lalu mendekat dan merias sedikit wajah Sasha.


"Done!"


"Berdirilah disana! Kau bisa duduk, kau juga bisa tiduran disofa, dan satu lagi kau akan berpose bersama Andro sebagai layaknya seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Kau mengerti!" Kata Teman Andro.


Sasha mendengarkan dan menuruti perkataannya.


Dia berpose seperti banyak model untuk majalah pria dewasa.


Lalu sekarang tinggal pose untuk sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu lalu mereka berjumpa dan melepaskan kerinduanya.


"Kau sedikit maju!" kata Andro kepada Sasha.

__ADS_1


"Peluklah dia!" kata teman Andro kepada Sasha.


"Peluk?" tanya Sasha kaget.


"Ya! Layaknya sepasang kekasih."


"Tapi....." Sasha sedikit ragu untuk memeluk seniornya.


"Jika kau tidak bisa. Tidak papa. Kita skip pose yang satu ini," kata Andro saat dia melihat keraguan diwajah Sasha.


"Em, tidak, jika memang harus seperti itu, saya tidak keberatan," kata Sasha yang sadar betul jika seorang model harus siap dengan segala arahan dari managernya.


"Peluklah dia dengar erat. Tempelkan seluruh tubuhmu pada dadanya yang terbuka," kata temannya yang sudah disetting oleh Andro sebelumnya.


Dia memang tertarik pada Sasha yang montok dan wajahnya cantik.


Sasha lalu menuruti kemauan managernya tanpa berpikir dua kali. Semua ini hanyalah tuntutan profesi, batinnya.


Namun tidak bagi Andro, dia sangat menikmati setiap kali bagian tubuh Sasha menempel erat di dadanya dan harum tubuhnya begitu melekat dan cukup membuat darahnya mengalir deras.


"Lebih menempel! Sedikit tekan dadamu pada dadanya. Rangkul dia dan sandarkan kepalamu pada bahunya! Ya, bagus. Sangat bagus! Tahan sebentar! Aku akan memotret dari samping." Kata managernya.


Jantung Andro semakin kencang saat buah sensitif milik Sasha begitu terasa olehnya. Bahkan wajah Sasha bersandar pada dadanya yang terbuka.


Aku tidak tahan lagi! gumamnya didalam hati.


Tiba-tiba seorang pelayang datang membawa minuman.


"Break!"


"Ayo kita minum dulu. Nanti kita teruskan lagi. Tenggorokanku sangat kering," kata temanya lalu mengambil minuman itu dari tangan pramusaji dan menaruhkan sedikit bubuk diatasnya.


Sasha sedang turun dari panggung pemotretan sehingga dia tidak melihatnya.


"Minumlah Sasha, kau pasti haus," kata menagernya.


"Baiklah. Kata Sasha tanpa curiga."


Sasha lalu menenggak minuman itu dan tiba-tiba dia merasakan sedikit pusing. Darahnya bergejolak seakan bergelora. Nafasnya sedikit memburu.


Sasha merasakan sensasi yang belum pernah dirasakannya.


Ternyata didalamnya sudah ditaruh obat perangsang oleh managernya atas perintah Andro.


Andro lalu mengeringkan matanya pada temanya. Seakan menyuruhnya pergi dari ruangan itu.


"Aku pergi dulu. Tiba-tiba ada meeting dengan klien. Nanti kita teruskan lagi," Sasha mengangguk lalu managernya keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Dan Andro meminum sebuah minuman yang membuat kepalanya juga pusing.


Namun dia pura-pura tidak terpengaruh oleh minuman itu.


"Sasha, kau baik-baik saja? Kita akan menunggu kira-kira dua jam, nanti dia akan kembali lagi. Kita akan lanjutkan pemotretan selanjutnya." Kata Andri masih duduk ditempatnya.


Sasha menarik nafas panjang dan berusaha menahan sesuatu yang bergejolak dari tubuhnya.


Obatnya mungkin sudah bereaksi.


Aliran darah ditubuh Sasha menjadi lebih deras hingga kebeberapa titik sensualnya.


Aroma minyak wangi yang dipakai Andro bahkan sangat memikatnya.


Matanya mulai berkunang-kunang, dan dia mulai bertingkah aneh. Dia tiba-tiba sangat tertarik pada Andro. Yang usianya terpaut jauh dari Sasha. Usia Andro 40 tahun meskipun masih terlihat gagah, karena terawat.


Sedangkan Sasha masih belia dan baru beranjak dewasa dengan usia 20 tahun.


Namun entah kenapa Sasha merasa sangat tertarik dengan Andro dan ingin berada didekatnya.


Dia lalu berjalan sempoyongan mendekati Andro.


Tiba-tiba Sasha hampir terjatuh, Andro dengan cepat menangkapnya dan memperhatikan kelakuanya yang menjadi aneh.


Andro bisa merasakan dada Sasha yang bergemuruh sangat kencang.


Badanya mulai berkeringat, dan nafasnya mulai memburu.


"Mas....." panggil Sasha lembut.


"Aku....aku pusing." kata Sasha yang saat ini berada dipangkuan Andro.


"Pusing? Apakah kau mau aku bawa ke tempat tidur?" tanya Andro pura-pura baik.


"Iya.....hhhh...." jawab Sasha sambil melingkarkan tangannya pada leher Andro dan saat dia bersentuhan dengan Andro, Sasha merasakan sensasi yang tidak biasanya.


Sesuatu dari tubuhnya seperti menginginkan lebih. Itu mungkin pengaruh dari obat yang sudah bereaksi.


Aroma tubuh Andro sangat menggelitiknya. Dia menjadi tertarik untuk terus menghirup aromanya.


Andro lalu merebahkan tubuh Sasha ditempat tidur. Dan saat Andro akan pergi meninggalkanya, tangan Sasha meraihnya hingga Andro jatuh tepat diatas tubuhnya.


"Sasha?" Andro pura-pura menolaknya.


"Peluk aku mas....aku mulai kedinginan," kata Sasha yang mulai tidak terkendali.


"Baiklah...." Kata Andro lalu memeluk Sasha yang saat itu sedang bergelora dan darahnya mengalir deras seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Sasha nekat mencium bibir Andro....


__ADS_2