Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Identitas gadis yang disekap


__ADS_3

Vano masuk dengan pelan dan tanpa menimbulkan suara sedikitpun. Dia melihat penjaga asrama itu tidur dengan sangat lelap. Lalu perlahan-lahan Vano mendekatinya dan mengamati sekitar ruangan itu.


Dia lihat didekat kepalanya ada sebuah kunci. Dan dia berfikir pasti itulah kunci yang dia cari.


Dengan sangat pelan dan halus Vanopun mengambil kunci itu, namun tiba-tiba penjaga istana itu berbalik.


Vano sangat kaget dan hampir saja jantungnya copot.


Syukurlah dia hanya membalikan badannya tanpa membuka matanya. Namun sayangnya salah satu kunci tertindih oleh tangan penjaga itu


Vano dengan penuh perasaan mengeluarkan kunci yang tertindih itu tanpa mengganggu tidurnya.


Akhirnya Vano berhasil mengambil kunci itu dan segera keluar menemui teman-temannya.


"Gimana? Apakah kamu sudah berhasil mengambil kuncinya?" Tanya Jack.


Vanopun langsung memperlihatkan beberapa kunci ditanganya.


"Kalau begitu, ayo cepat kita keluarkan wanita itu dan setelah itu kita harus mengembalikan kuncinya sebelum penjaga asrama itu terbangun." Kata Jack


"Ya sudah ayo buruan." Kata Sasha yang berdiri disamping Rossa sambil menghalau beberapa nyamuk yang bergerombol mengelilinginya dari tadi.


Mereka berempatpun langsung bergegas menuju keruang bawah tanah. Dan langsung masuk kedalam perpustakaan.


Lalu mereka menuju kegudang dan mencoba semua kunci. Namun sayangnya lebih dari sepuluh kunci tidak satupun bisa digunakan untuk membuka gudang itu.


"Sepertinya kunci gudang sengaja dipisah dari ini." Kata Vano menunjuk pada segenggam kunci ditanganya.


"Kalau begitu ayo kita kembalikan kunci ini dan kita cari kunci yang lainya." Kata Jack dengan hati semakin berdebar-debar.


Merekapun kembali lagi kekamar penjaga itu. Dan disana Vano meletakkan kembali kunci itu lalu matanya menyapu sekeliling dan mencari keberadaan kunci gudang.


Namun akhirnya dia menyerah dan keluar dengan tangan kosong.


"Gimana? Mana kuncinya?" Tanya Jack.


"Ngga ketemu. Sepertinya hari hampir pagi. Lebih baik kita kembali kekamar masing-masing. Besok siang kita akan berkumpul dan berbicara mengenai ini." Kata Vano.


"Sebentar lagi penjaga itu akan terbangun. Jangan sampai dia menangkap basah kita. Atau kita akan ada dalam masalah." Kata Vano.


"Ya sudah. Mau bagaimana lagi. Ayo kita kembali kekamar kita masing-masing. Besok pas makan siang kita berkumpul kembali."


"Ya udah deh. Gua juga harus ngerjain projects mana udah mau pagi lagi." Kata Sasha.


Mereka berempat pun kembali kekamar masing-masing.


***


Didalam kamar Sasha langsung membuka laptopnya dan mengerjakan tugas dari dosen.

__ADS_1


Sementara Madina sudah tidur dari tadi. Namun sulit sekali mengenyahkan bayangan perempuan didalam gudang dengan badan terikat dari pikiranya.


Berulang kali dia berusaha konsentrasi namun bayangan itu terus saja menggantung dikeningnya.


"Aduh! Gimana mau kelar cepat kalau seperti ini." Keluh Sasha karena sulit sekali menghilangkan ingatannya terhadap gadis didalam gudang.


Banyak pertanyaan tentang, siapa gadis itu? Apakah dia juga salah satu temanya sesama mahasiswa? Kenapa dia diikat dan dikurung didalam? Dan siapa yang tega melakukan semua ini?


Pertanyaan terakhir itulah yang paling sulit ditemukan jawabannya.


Teman sesama mahasiswa, jelas tidak mungkin. Karena tidak mungkin kan dia punya kunci gudang? Seandainya pun mahasiswa yang melakukanya maka penjaga gudang pasti akan mengeluarkanya.


Karena tidak mungkin penjaga gudang tidak masuk kesana setidaknya untuk bersih-bersih.


Pasti salah satu penjaga asrama terlibat dengan insiden ini. Dan yang bertugas dibagian perpustakaan bawah tanah dan bersih-bersih disana adalah Mr Jones.


Iya ngga salah lagi. Jangan-jangan orang berbaju serba hitam yang pernah kepergok gua sama Vano dan hilang saat kita membuntutinya adalah Mr. Jones.


Tapi apa untungnya baginya? Dan apa motif semua ini?


Jangan-jangan ini masih berhubungan dengan kematian Shakira. Atau Shakira pun adalah salah satu korban Mr.Jones.


Tidak salah lagi. Bule itu memang jarang berbicara pada siapapun. Dia terkesan dingin dan tidak tertarik pada wanita. Namun jika sampai dia terlibat, maka pasti akan terkuak semua misteri dan rumor tentang hantu dilorong bawah tanah.


Aaaahkkkkkk!


Hampir pagi! Gue harus cepat selesaiin tugas ini.


Satu jam telah berlalu. Akhirnya kelar juga jika gue konsentrasi. Ahk! Mending gue tidur biarpun sebentar. Masih ada waktu untuk tidur.


***


Penjaga asrama itupun bangun pagi-pagi sekali. Lalu pergi ke kantin dan memesan makanan dua porsi.


Awalnya pelayan yang melayani pun heran, karena pagi-pagi sudah makan dua porsi. Namun karena sudah beberapa hari terakhir dia selalu membeli makanan pagi, siang dan sore dua porsi, jadi pelayan itu segera tahu jika penjaga itu porsi makanya memang banyak.


Badannya tinggi, besar dan tegap. Jadi makanya pasti dua kali lipat orang biasa.


Setelah membayar dan mengambil kantong berisi sarapan itu, maka penjaga lalu bergegas masuk kembali ke asrama dan berjalan ke lorong bawah tanah.


Dan saat itu berpapasan dengan Madina yang sudah joging pagi-pagi sekali.


"Pagi pak?" Tanya Madina.


"Pagi....."


"Banyak sekali pesan makananya pak." Tegur Madina.


"Iya. Kamu mau?" Tanya penjaga itu pura-pura menawari madina.

__ADS_1


"Tidak pak! Terimakasih," kata Madina.


Lalu Madina segera kembali kekamarnya dan dilihatnya Sasha sudah selesai mandi dan sudah rapi.


"Lo tau ngga? Porsi makan Mr.Jones dua atau tiga kali lipat kita," kata Madina.


"Lo tau darimana kalau porsi makannya banyak?" Tanya Sasha.


"Tadi gua lihat dia bawa kantong makanan banyak lalu dia pergi ke lorong bawah tanah. Gue sempat berpapasan dengannya," jelas Madina.


"Apa!? Lo ketemu dia didekat lorong bawah tanah? Sepagi ini?" Sasha terkejut dan semakin yakin pada kecurigaannya.


"Benar. Emang kenapa lo sampai kaget begitu?" Tanya Madina.


"Udah dulu ya. Gue ada hal penting!" Sasha lalu keluar dan menemui teman-temannya.


"Mereka pasti lagi sarapan. Gue langsung kekantin aja." Kata Sasha.


Dan benar saja mereka sedang tertawa sambil sarapan.


"Aku ada kabar tentang hal semalam?" Kata Sasha saat sudah berada didekat mereka.


Merekapun langsung berhenti tertawa dan hening sesaat.


Sasha lalu menceritakan bagaimana Madina melihat penjaga itu membeli porsi makan lebih banyak dari biasanya. Dan juga setelah membeli makanan langsung menuju ruang bawah tanah. Pasti makanan itu untuk dia dan lebihnya untuk orang lain bukan?


"Kalau begitu, bagaiman kalau kita langsung kesana?" Kata Vano.


"Baiklah. Ayo kita kesana. Tapi kita harus pura-pura mencari buku. Jangan sampai membuatnya curiga." Kata Rossa.


Mereka berempatpun langsung pergi keruang bawah tanah dan melihat disekelilingnya. Namun tidak satupun dari mereka yang melihat penjaga asrama itu ada didalam.


Padahal kata Madina dia membawa makanan itu kesana. Tapi dia tidak terlihat sama sekali.


Namun tiba-tiba seperti terdengar suara orang berbicara dari gudang. Dan yang pertama kali mendengarnya adalah Sasha. Sasha lalu memberi tahu teman-teman nya yang menyebar dan berpura-pura sedang melihat-lihat beberapa buku.


Lalu Sasha memberitahu jika didalam gudang terdengar pembicaraan.


"Ayo kita kesana kalau gitu," kata Jack.


"Tidak!" ujar vano. "Jika kita berempat berdiri didekat gudang maka akan membuatnya curiga. Biar aku dan Sasha aja. Kalian berdiri disini saja. Dan terus awasi keadaan."


Vano dan Sasha lalu berjalan ke rak buku disamping gudang persis.


Kemudian mereka berdiri dan memasang telinga dengan menempelkannya dicelah pintu.


Vano masih memperhatikan apa yang dilakukan penjaga asrama itu didalam. Lalu setelah melihat siapa wanita yang disekap itu, maka Vano langsung mundur dan sangat terkejut bukan kepalang.


Dia hampir saja tidak percaya, siapa gadis yang disekap itu. Dia pikir gadis itu pulang ke negaranya. Namun ternyata dia disekap didalam gudang, entah sejak kapan?

__ADS_1


__ADS_2