
Disclaimer!
*Sebelum lanjut membaca, pastikan kamu sudah berumur 18+. Yang tidak suka adegan ranjang, langsung skip saja ya!! **🥰*
"Mau ke mana lagi?" tanya Defan saat mengaitkan jemarinya pada jemari Dira.
Dira pun hanya menoleh, ia menurut saja apapun yang dilakukan pria itu demi meluluhkan hatinya.
"Pulang!" sungut Dira.
"Iya, iya!" Setelah tiba di perparkiran, Defan membukakan pintu untuk sang istri. Ia bahkan menghalangi kepala Dira dengan telapak tangan, agar tidak terbentur pintu saat hendak menunduk memasuki mobil.
Setelah memastikan gadis kecil itu duduk dengan nyaman, Defan langsung memutari mobil, menarik handel pintu mobil, lalu masuk ke dalam.
"Udah dong merajuknya! Jelek tahu kalau cemberut gitu, bibirnya nanti jadi dower!" ledek Defan mencairkan suasana.
"Hmmm." Dira hanya menatap tajam kedua mata elang milik sang suami. Tak lama kemudian, ia memalingkan wajah menghadap jendela.
*Hening
Selama 10 menit di perjalanan, mereka sudah tiba di lantai basement gedung kondominium. Defan langsung mengitari mobil, membukakan pintu untuk sang istri. Entah mengapa pria itu bersikap manis, alih-alih untuk mendapatkan perhatian Dira lagi.
Setelah itu, Defan merangkul Dira dengan mesra. Melingkarkan satu tangan dipinggang sang istri seraya berjalan ke arah lift.
Sesekali, ia mengecup pucuk kepala gadis itu. Tak ada berontakan dari Dira, ia hanya diam pasrah menerima semua perlakuan itu. Setelah masuk ke dalam lift, tiba-tiba Defan memeluk tubuh mungil itu.
"Ih, abang apaan sih! Malu tahu kalau ada yang lihat!"
"Siapa juga yang mau lihat? Kan cuma ada kita berdua disini!" Defan melepaskan pelukan ketika sampai di lantai dua.
Mereka langsung masuk ke dalam rumah. Defan meletakkan kantong plastik bungkusan bakmi di atas meja makan. "Mau makan lagi?"
"Enggak, aku udah kenyang!" lirih Dira, ia pun bergegas menuju kamar tidur.
"Lah, terus ngapain minta nambah kalau udah kenyang? Dasar si sayang!" batin Defan menggerutu.
__ADS_1
Ia mengejar kepergian Dira, ikut masuk ke dalam kamar. "Dira sayang?" goda Defan saat mulai membuka seluruh kemeja dan celana.
Ia bersiap untuk mandi tetapi sengaja membuka baju di dalam kamar alih-alih menggoda gadis kecil itu.
"Hmmm." Dira baru saja merebahkan diri di atas ranjang. Tubuh gagah milik suaminya langsung menyita perhatian.
Sesekali, ia melirik kulit eksotis, dengan perut sixpack milik sang suami. Namun, ketika mata Defan hendak menangkap lirikan matanya, ia langsung mengalihkan pandangan.
"Abang, mandi dulu ya, sayang? Jangan langsung tidur!" imbuh Defan mengingatkan.
"Kenapa emang?" cecar Dira lugas.
"Ya, mau mesra-mesraan dulu dong sama pujaan hati abang!"
"Dih!" Dira langsung menyelimuti tubuhnya. Membalikkan badan agar tak melihat tubuh pria itu.
Sementara Defan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Tak membutuhkan waktu lama, lima menit saja ia sudah menuntaskan ritual pemandian. Dia tak ingin sang istri ketiduran hanya karena menunggu hingga waktu selesai mandi.
Sedangkan Dira, tak bisa tertidur lantaran mengingat pesan dari Defan. Pikirannya mulai menjalar kemana-mana. Entah mengapa, hatinya ingin sekali merasakan sentuhan kedua kali dari pria yang kerap bersikap dingin itu.
Meskipun pria itu sekarang sudah merubah total sikap dinginnya. Namun, Dira masih mengecap kalau suaminya adalah pria dingin bahkan tak pernah peka pada perasaannya.
Sebelum memakai piyama, ia menata diri di cermin. Menyugar rambut basahnya agar tak kelihatan berantakan.
"Sayang, kok nggak nyaut sih? Udah tidur?" Defan langsung mendekati tubuh yang dibungkus oleh selimut, memastikan kalau Dira belum tertidur.
Defan langsung menarik lilitan selimut yang berada di atas tubuh Dira. Sontak, Dira langsung terkejut. "Abang, ngapain sih!" gerutu Dira, menatap sinis sang suami.
"Kok diam aja dari tadi? Kirain tidur!" goda Defan, memicingkan mata.
"Belum tidur! Mana mungkin bisa tidur secepat kilat, abang aja mandi cuma lima menit!" lontar Dira sinis.
Belum juga Defan memakai piyama, ia langsung menyergap tubuh gadisnya. Rasa lembab dari tubuh Defan menembus ke kulit Dira.
"Abang, pakai baju dulu sana! Basah tahu!" seloroh Dira mengibaskan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Nggak mau!" Defan malah memeluk Dira sangat erat, handuk yang ia pakai untuk menutupi area keintimannya pun melonggar karena tubuhnya bergerak grasah-grusuh.
Dira hanya pasrah, sedangkan Defan mulai mendorong dagu Dira, mendekatkan bibir mereka berdua. Benda kenyal keduanya saling beradu. Dira pun menikmatinya.
Pagutan bibir itu terus menyatu, saling menjelejahi rongga mulut. Lidah Defan bahkan mulai menjelajahi rongga mulut sang istri. Ciuman yang dalam, sesekali Dira melonggarkan jarak antara hidung mereka agar bisa sedikit bernafas, untuk menarik oksigen dari sekitar.
"Dikasih bunga sudah, diajak jalan makan malam juga sudah. Tapi merajuknya itu nggak hilang-hilang loh. Satu-satunya cara pasti pakai itu deh, dijamin ngambeknya hilang," goda Defan sedikit berbisik, setelah pagutan bibir mereka terlepas.
"Itu apa?" tanya Dira sok polos.
"Itu, bikin bayi!" Defan melangsung menciumi leher jenjang sang istri. Mencumbunya dengan lembut hingga membuat Dira sangat bergairah.
"Abang, pakai baju dulu sana! Emang nggak dingin!" keluh Dira yang pasrah menikmati cumbuan pria itu.
"Ngapain pakai baju kalau mau itu-itu!" kilah Defan sekaligus merab*a kedua gunung kembar sang istri dari dalam baju.
Dira sangat menikmati setiap sentuhan. Bahkan, ia sampai lupa kalau sedang mengamuk pada pria yang telah merab*a sekujur tubuhnya.
"Bang, nanti pelan-pelan!" bisik Dira yang sangat menikmati sentuhan pria itu.
"Emang masih sakit?" tanya Defan melepaskan cumbuan, ia pun menatap lekat kedua manik indah milik Dira. Sampai-sampai Dira merasa malu, ditengah saat ia menikmati perlakuan suaminya. Namun, pria itu malah menatapnya begitu khawatir.
"Sedikit!" jawab Dira malu-malu.
"Yaudah, kali ini mainnya pelan-pelan saja!" ucap Defan genit.
Ia mulai melakukan aksinya kembali. Melum*at bibir seksi itu dengan lembut. Dira pun tak mau diam, ia juga membalas ******an itu dengan ganas, menciumnya dengan rakus hingga Defan kewalahan.
"Hmmm, udah mulai jago istri aku nih!" ledek Defan saat melepaskan pagutan bibir itu.
"Ih, abang apaan sih!" Dira menepuk dada kekar milik suaminya itu. Tersenyum dengan malu-malu, wajahnya pun ikut memerah.
Defan membuka kancing piyama sang istri, melucuti baju dan celana piyama itu. Menghempaskan sembarangan ke lantai.
Karena kali ini, kegiatan ranjang mereka dilakukan mendadak, Dira tak sempat mempersiapkan diri mengenakan baju dinas. Baju lingerie yang mampu memikat hati Defan.
__ADS_1
Namun, meski hanya memakai piyama saja, Defan sudah sangat tergoda dengan tubuh Dira yang ramping itu tapi begitu molek.
Untuk meluapkan kekesalannya, Dira mengambil alih permainan. Ia mendominasi sang suami.