Paribannya Si Boru Panggoaran

Paribannya Si Boru Panggoaran
skripsi


__ADS_3

Defan melajukan mobil setelah keluar dari kantor. Ia ingin menjemput istrinya di kediaman mertuanya. Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, ia sudah tiba di rumah keluarga Dira.


Tak lupa, Defan memberi hormat kepada mertuanya. Betapa terkejutnya Defan setelah melihat bisnis baru milik mertuanya karena benar-benar dipersiapkan dengan matang.


"Ini bisnis baru, Amang sama Inang?" sosot Defan, seraya mengedarkan pandangan, melihat semua sudah tertata dengan rapi dan siap untuk diperjualbelikan.


"Iya, Hela seginilah adanya sesuai dengan modal kami," jawab Sahat.


"Udah banyak kali loh ini, justru udah seperti grosiran," kata Defan.


"Oh, ya! Selamat untukmu karena kau sudah diangkat menjadi seorang CEO di perusahaan," ucap Sahat, dengan senyum lebarnya.


"Iya, Amang, Inang terima kasih. Aku juga tidak menyangka bisa secepat ini," balas Defan.


Akhirnya, Dira keluar dari dalam kamar, ia sudah mengenakan dress yang cantik. Untung saja, di dalam rumah keluarga Dira, sengaja ia menyimpan beberapa baju formal dan kasual untuk kegiatan jika sedang menginap di sana.


Kemudian, Dira langsung menghampiri suaminya, mencium tangan suaminya. Hingga akhirnya, sepasang suami istri itu berpamitan pada orang tua Dira. Disusul dengan ketiga sahabat Dira yang ikut berpamit pergi untuk pulang ke rumah masing-masing.


****


Tepat jam 7 malam, Dira dan Defan langsung duduk di sebuah restoran mewah. Dira menatap takjub semua yang disiapkan oleh suaminya, tak lupa iringan live music membuat suasana tampak romantis.


Seorang pelayan telah membawakan makanan untuk Dira dan Defan. Mereka pun menyantap makan malam itu dengan santai, makan malam terasa sangat syahdu. Setelah setengah jam berada di restoran, keduanya bersulang untuk peringatan perayaan hari kemenangan Defan dengan menikmati wine yang disajikan oleh waiters.


Defan pun mengajarkan pada Dira untuk meminum wine tersebut karena ia sudah cukup umur.

__ADS_1


"Terima kasih, Abang sudah menjadi suami terbaikku!" tutur Dira, dengan tatapan penuh haru.


Defan langsung beranjak, mencondongkan tubuhnya, ia mencium bibir istrinya walaupun di sana banyak orang yang melihat. Bahkan dia tak malu karena status mereka kini adalah pasangan suami istri yang sah.


Setelah menyantap makan malam, Defan dan Dira kembali ke rumah. Defan bahkan tak sabar dan merasa deg-degan dengan rencana esok yang akan diangkat sebagai seorang CEO untuk pertama kalinya.


"Apa, Abang udah siap jadi CEO?" kata Dira saat suaminya tengah fokus menyetir.


"Siap nggak siap harus siap!" tutur Defan, lalu ia melakukan mobil itu dengan kecepatan sedang.


Setibanya di rumah, keduanya langsung beristirahat. Apalagi Dira merasa sangat lelah karena setengah hari membantu keluarganya untuk menyusun barang-barang ke rak. Begitu juga dengan Defan, ia juga tidak mau besok bangun terlambat jika harus menyentuh istrinya.


****


"Sayang l, hari ini kau ikut bersamaku, ya! Izin saja kuliahnya," ucap Defan, karena ia ingin istrinya menyaksikan pengangkatan jabatan yang diserahkan oleh sang Bapak di perusahaan firma hukum mili keluarganya.


Tak lupa, ia juga membuat polesan di wajah dengan make up yang tipis dan natural tetapi terlihat sangat cantik.


"Wow, cantik sekali," puji Defan, saat menatap istrinya.


Ia pun merengkuh pinggang Dira dan mengajaknya berjalan beriringan dengan melingkarkan satu tangan di pinggang istrinya.


Setelah tiba di kantor, pelaksanaan penyerahan jabatan segera dilakukan. Dira duduk di samping suaminya, ada juga sepasang mertuanya yang lengkap di sana untuk menyaksikan hari bersejarah tersebut.


Di depan podium, Desman memberikan sepatah dua kata sebagai penyambutannya. Lalu, ia menyerahkan jabatan itu secara simbolis dengan memberikan plakar papan nama yang baru untuk Defan bertuliskan "CEO Defan Sinaga"

__ADS_1


Kini, Defan bukanlah menjadi seorang pengacara biasa, melainkan ia sudah menjadi pemimpin perusahaan ini. Saat momen itu pula, untuk pertama kalinya, Juni baru bertemu dengan Dira.


Juni sangat terpesona melihat istri seorang CEO yang tampak elegan dan sangat cantik. Bahkan, Juni memuji kecantikan Dira yang sangat jauh berbeda dengan dirinya, pantas saja Dira bisa menjadi seorang istri bagi Defan karena wajahnya juga tak biasa.


Asisten Defan itu akhirnya ini memberanikan diri untuk menyapa Dira, memperkenalkan dirinya sebagai seorang asisten. Meski usia keduanya terpaut beberapa tahun tapi Juni justru merasa hormat dan memanggil dengan sebutan Ibu pada Dira.


"Selamat pagi, Bu perkenalkan saya Juni asistennya Pak Defan selama 1 tahun terakhir. Sebentar lagi, masa magang saya berakhir. Nantinya saya akan bekerja di perusahaan ini juga sebagai seorang pengacara," tutur Juni.


"Iya, kenalin saya istrinya pak Defan. Nama saya Dira." Dira pun memperkenalkan diri dengan santun karena ia menghargai Juni yang lebih dulu maju untuk memperkenalkan diri walaupun Juni lebih tua darinya.


"Kalau ada perlu apa-apa tinggal pakai panggil saya saja, Bu!" pinta Juni, lalu berlalu pergi dari tempat itu.


Karena ia merasa tidak enak berdiri disekitar orang-orang penting, terutama kumpulan keluarga Defan.


****


3,5 tahun kemudian ....


Dira berlari di lorong kampus, ia segera membawa bahan skripsi yang akan diserahkan pada dosen pembimbing (dosp). Saat itu, Dira dan Jenny memiliki dospem yang berbeda sehingga mereka tidak datang bersama-sama.


Dengan nafas terenggal-enggal, Dira bersiap-siap melakukan revisi. Ini adalah revisi terakhir, sebelum ia menghadiri sidang untuk kelulusan kuliahnya.


"Skripsimy sudah bagus, tinggal melanjutkan sidang saja sesuai jadwal!" tegas Dospem.


"Terima kasih, Pak!" Dira menunduk berkali-kali seraya mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


Tak lupa, Dira juga menyematkan senyum dikedua sudut bibir. Ia sangat bangga bisa segera lulus dari jurusan kedokteran. Namun, ia masih membutuhkan waktu sekitar 1 tahun lagi untuk mengemban pendidikan pada profesi dokter.


Di depan pintu ruang dospem, Jenny sudah menunggu karena sebelum Dira selesai revisi, sahabatnya itu sudah mengabarkan agar Jenny menyambanginya di sana.


__ADS_2