Paribannya Si Boru Panggoaran

Paribannya Si Boru Panggoaran
gantung anak orang


__ADS_3

"Aku sama Jenny udah nggak ada kelas, kelen gimana?" tanya Dira, merasa jenuh dengan aktivitas kampus selama berminggu-minggu.


Rasanya, sudah lama tidak merasakan euforia bersenang-senang dengan teman sebaya. Oleh karena itu, Dira mengusulkan agar ketiga temannya ikut bersenang-senang dengan kegiatan lain.


"Aku nyesal datang ke kampus. Ternyata kelas pagiku di cancel, dosen nggak jadi datang. Padahal hari ini cuma kelas itu doang! Jadi nggak guna kali datang ke sini!" sesal Carol, mengedarkan pandangan.


"Aku juga cuma kelas pagi aja sih!" sambung Shinta.


"Wih, mantap! Kebetulan kali, yaudah yuk hangout lah! Sekali-kali gitu loh!" usul Dira, semangat menggebu-gebu.


"Ke mana?" tanya ketiga temannya dengan kompak.


"Mall lah! Ke mana lagi? Emang kelen mau ke mana?" tanya Dira, memicingkan mata menatap ketiga temannya bergantian.


"Karoke bisa kali! Udah lama nggak karoke!" tawar Carol, menyeringai.


"Hahaha! Boleh juga, abis karoke ngemall, ya?" tambah Jenny.


"Traktir akulah woi!" sambung Shinta.


"Aman! Tenang kau disitu!" ucap Dira, merapatkan bibir Shinta dengan cepat.


"Asik, selama ada nyonya Sinaga, pasti aman!" timpal Jenny.


Setelah mendapat persetujuan suaminya, Dira bersama ketiga temannya langsung meluncur ke mall. Tempat karaoke yang berada di dalam mall menjadi pilihan Dira.


Sebab, ia meminta izin pada suaminya hanyalah ke mall. Oleh karena itu, ia tak mau ke tempat karoke yang terpisah dari tujuan utama yang sudah mendapatkan izin dari suaminya.


Keempat remaja itu masuk ke dalam mobil Carol, melaju dengan kecepatan sedang. Tak berselang lama, mobil sudah terpakir rapih.


Keempatnya berjalan dengan gembira, menyambut momen kebersamaan kali ini. "Keliling dulu bisa kali!" ujar Dira, mengedarkan pandangan, rasanya ingin sekali mencoba berbagai makanan di beberapa outlet.


"Eh ... beli boba, yuk! Tenang, aku yang bayar!" ucap Dira, mengibaskan ATM milik suaminya yang masih ia pegang karena sudah menjadi hak milik dia sendiri.


"Kalau kita sih mau-mau aja!" tandas Jenny, tersenyum lebar.


Dira membelikan minuman boba milk tea yang tengah viral saat ini. Kemudian, memberikan pada tiga teman-temannya. Lalu, mereka berlanjut lagi berjalan menuju lantai teratas mall. Di mana tempat karaoke berada.


"Sst, kayaknya seru juga nobar, ya! Udah lama nggak nonton film bioskop," celetuk Shinta, membuat yang lain berpikiran sama dengannya.


"Eh ... tujuan kita ke sini mau ke karaoke! Habis berapa lama lagi kalau nonton juga!" cibir Carol, lanjut berjalan agar tidak tergoda dengan ajakan nonton bioskop.


"Iya, iya!" jawab Shinta dengan malas, akhirnya mengejar kepergian Carol. Jenny dan Dira juga ikut menyusul karena sempat terhenti di pintu masuk bioskop.


Carol melangkah dengan lebar agar cepat sampai ke tempat tujuan utama. Ingin sekali rasanya meluapkan unek-unek di dalam tempat karaoke.


Berteriak sekencang-kencangnya tapi tidak bisa didengar oleh orang dari luar ruangan.


"Dua jam, kak!" kata Carol, saat registrasi untuk masuk ke tempat karaoke.


"Baik! Mau ruangan apa, kak?" lontar resepsionis.


Ketiga temannya menyambar, langsung berdiri di samping Carol yang tengah menatap tipe ruangan karaoke."Deluxe saja, kak!" jawab Carol cuek, ia lupa kalau yang membayar kali ini adalah Dira.


"Waw!" celetuk Jenny, saat Carol mengeluarkan dompetnya, lalu menghadang tangan Carol yang ingin mengeluarkan kartu ATM.


"Enak kalau jadi orang kaya, berebutan membayar!" sindir Shinta, merasa jengah pada dua temannya yang kaya raya.


"Apa sih!" gerutu Carol.

__ADS_1


"Aku aja yang bayar, Rol! Kan tadi sudah janji, aku yang ngajak dan aku yang bayar." Dira menyodorkan kartu ATM, memberikan pada resepsionisnya.


"Ups ... sory, aku lupa! Habisnya kelen sibuk mikirin nonton!" keluh Carol, memasukkan kembali dompet ke dalam tas.


"Silahkan masuk, kak!" ajak resepsionis, lalu mengantarkan keempat remaja itu ke ruangan yang dituju.


"Mau makan, nggak?" tawar Dira, tak ingin membuat ketiga teman-temannya kelaparan.


"Minum aja dulu! Belum lapar!" jawab Carol, menghempaskan bokongnya di sofa.


"Kak, sekalian pesan minum, ya! Saya soda, kelen apa woi?" Dira melemparkan buku menu pada temannya yang sudah sibuk mengambil remot untuk memasukkan list lagu karaoke.


"Samain ajalah!" tutur Jenny.


"Aku juga," tambah Shinta.


"Aku jus alpukat aja, kak!" timpal Carol.


"Katanya nggak lapar tapi minumnya berat kali," protes Dira.


"Jadi 3 soda, 1 jus alpukat, ya, kak! Ditunggu." Pelayan itu bergegas pergi dari ruangan.


"Pengen yang manis-manis," balas Carol dengan datar.


Carol mulai bernyanyi, lagu batak sudah menjadi incarannya untuk pembuka karaoke kali ini. Lagu berjudul 'Tarpaima' membuat ketiga temannya berseru seraya bertepuk tangan saat irama musik mulai berdendang.


Tarbege au ito sian alogo i


Adong na mandongani ho di san


Unttogos sian au jala paradongan


Tarbege au ma muse dah hasian


Adong di bawa i naso adong di au


Dilehon do tu ho naso tarlehon au


Sadar do au molo ditinggalhon ho


Prok ... Prok ...


Riuh tepuk tangan membuat Carol semakin lancar menyanyikan lagunya.


Dapothon au satokkin pe ito


Tarhirim au di sada hatorangan


Unang sian alogo didok ho


Dang muruk au na tarpaima do


Tarbege au ma muse dah hasian


Adong di bawa i naso adong di au


Dilehon do tu ho naso tarlehon au


Sadar do au molo ditinggalhon ho

__ADS_1


Dapothon au satokkin pe ito


Tarhirim au di sada hatorangan


Unang sian alogo didok ho


Dang muruk au na tarpaima do


"Huuu ... gila, keren kali suaramu, Rol! Harusnya sudah bisa kau jadi penyanyi," puji Shinta, mengacungkan kedua jempol, Carol pun hanya mengangguk, lalu melanjutkan nyanyiannya.


Molo lao pe ho


Dang gabe ambatanku


Manang na gabe muruk au tu ho


Alai ias nian ito sapala naung mago


Unang baen diparalangalangan


Dapothon au satokkin pe ito


Tarhirim au di sada hatorangan


Unang sian alogo didok ho


Dang muruk au na tarpaima do


Dang muruk au na tarpaima do


Prok ... Prok ...


Sekali lagi tepuk tangan ketiga temannya memeriahkan ruangan saat Carol usai menyanyikan lagunya.


"Awww, untuk siapa lagunya tuh!" ledek Jenny.


"Nggak untuk siapa-siapa, untukku seorang!" jawab Carol, lugas.


"Untuk si Enjep kali tuh, makanya jangan kau gantung anak orang!" cibir Dira.


"Enggaklah, mana ada kugantung, udah jelas kok, sejak awal kutolak dia!" papar Carol, berdecak pada Dira.


drrtt ... drtt ...


Ponsel Dira bergetar, tak lama satu panggilan pun terabaikan karena dirinya sibuk bernyanyi dengan Jenny di dalam ruang karaoke, apalagi suara ponsel tak terdengar sama sekali.


Tenggelam, jiwaku dalam angan


Tersesat, hilang, dan tak tahu arah


Ku terjebak masa lalu yang kelam


Tak kulihat lagi cahaya cinta


Dan kamu hadir coba bawa bahagia


Ketika ku masih mati rasa


Kar'na

__ADS_1


__ADS_2