Paribannya Si Boru Panggoaran

Paribannya Si Boru Panggoaran
tour


__ADS_3

Bonus!!


*Satu eps lagi yaap! Jangan lupa supportnya ya sayang. Like, komen, berikan vote juga yaaapp!! Thankyouu dearr**🥰🥰🥰 *


*Luv Luv**😍*


"Loh kan hari ini bapak sama ibu mulai tour ke beberapa tempat. Apa bapak lupa? Saya sudah didepan Hotel pak," jelas sang sopir yang merangkap sebagai tour guide mereka juga selama di Bali.


Defan sontak kaget dengan perkataan pria tersebut. Ia terbangun dari tidurnya, matanya langsung terbuka."Oh iya-iya pak, sebentar tunggu di lobi. Saya dan istri segera kesana," tandasnya seraya menutup teleponnya secara sepihak.


"Dir! Bangun, buruan mandi," ucap Defan dengan nada khasnya yang dingin.


Dira tak mendengarkan ucapan suaminya, dia malah dengan asiknya melanjutkan tidur. Sementara Defan bergerak menuju kamar mandi, membasuh badannya dengan cepat.


"Aisshhh sial! Kenapa jadi buru-buru gini sih," umpatnya dalam hati.


Ia tidak sempat tadi melirik jam yang ada ditangannya sebelum jam tangan itu dibuka. "Emang ini jam berapa sih?" celetuknya lagi dengan nada kesal.


Tak sampai sepuluh menit, Defan sudah keluar dari kamar mandi. Tetapi Dira masih dengan posisi yang sama alias tidur pulas.


"Dira Bangun!! Cepat mandi," bentak Defan dengan suara kencangnya karena gadis itu terlalu malas untuk bangun dipagi hari.


Sontak Dira terbangun dari tidurnya. Ia kini berubah dengan posisi duduk. "Ada apa sih bang," lirihnya pelan.


"Bangun! Cepat mandi sana," perintahnya dengan ketus membuat Dira bergidik ketakutan.


"Buset pagi-pagi nih orang udah ngamuk aja," sindirnya dengan lirihan hati sendiri.


Dengan sigap Dira masuk ke dalam kamar mandi. Ia membasahi tubuhnya dibawah shower yang menyala dengan air hangat.


Baru saja ingin menikmati mandi paginya, dari luar terdengar suara heboh. Ketukan pintu yang dilakukan Defan begitu kencang.


"Cepat mandinya, jangan lama-lama," teriak Defan seraya terus mengetuk-ketuk pintu itu sebagai peringatan.


Dira tak pikir panjang, ia segera menyudahi kegiatan sakral mandi paginya. Mandi dengan anteng, nyaman bahkan dinikmati tak bisa dilakukan. Ia cepat-cepat membalurkan sabun ke tubuh, serta membersihkan rambutnya dengan sampo.


"Ada apa sih emangnya, daritadi heboh nggak ketulungan," cibir Dira. Pagi-pagi moodnya sudah ambyar, padahal hari ini adalah jadwal pertama mereka melakukan perjalanan di Bali.


Tapi pagi-pagi sudah kena mental dari bentakan-bentakan suaminya.


"Dasar pria arogan," keluhnya seraya mengeringkan rambut dengan hairdrayer yang ada di kamar mandi hotel. Dengan kecepatan paling tinggi dan hawa panas, Dira mengeringkan rambutnya yang basah.


Rambut itu pun mengering hanya dengan waktu dua menit, kepala Dira sampai terasa panas dan perih terkena hairdrayer tersebut.


Ia keluar berjalan gontai keluar dari kamar mandi. Masih memakai handuk hotel dengan rambut yang sudah mengering.

__ADS_1


"Buruan jalannya, lemas kali pun!" desak Defan yang semakin kesal dengan tingkah Dira pagi ini.


Rasa kesalnya masih tersisa akibat perlakuan malam tadi. Bahkan rasa kesal itu menumpuk karena tak bisa langsung ia luapkan.


"Cepat-cepat! Lihat nih udah jam berapa," perintah Defan, lalu menunjukkan jam ditangannya.


Sialnya ternyata bukan pagi lagi sekarang, tetapi sudah siang, sudah jam 11 siang tepatnya.


"Argggghh, kok aku kesiangan sih. Sialan," umpat Dira. Dengan buru-buru ia mengambil baju didalam koper, membawanya kembali ke kamar mandi dan memakainya disana.


"Maaf bang aku keenakan tidur," ucap Dira dengan kepala tertunduk setelah keluar dari kamar mandi dengan pakaian casualnya. Belum juga masalah tadi malam selesai, kini sudah muncul masalah baru.


Defan menarik tangan Dira agar segera ke lobi Hotel. Sesampainya didalam lift, Defan langsung menghempaskan tangan Dira karena rasa kesalnya.


"Aww sakit," pekik Dira karena tangannya terlempar begitu saja.


Tapi tak ada penyesalan bagi Defan, karena ia juga tengah kesal hingga keubun-ubun.


"Kalau ngapa-ngapain tuh jangan lambat! Apa sih yang becus kau lakukan," cibir Defan dengan kata-kata tajamnya. Lagi-lagi membuat mental Dira semakin terpental.


"Abang kenapa sih dari tadi bicaranya kejam kali," ucap Dira karena merasa dongkol pada paribannya. Ucapannya sedari tadi begitu tajam, membuat moodnya semakin hancur berkeping-keping.


Tak ada lagi gairah untuk menikmati tournya hari ini. Rasa kecewa memupuk didadanya. Dira bahkan ngedumel sendiri melihat perlakuan Defan sejak bangun tadi.


Iya memang ini salahku semuanya! Semua salahku! Salah aku nggak tahu tadi malam dia udah pulang, sampai dia ketiduran didepan kamar. Salah aku juga karena bangun kesiangan.


"Cepat jalannya," perintah Defan karena melihat jalan Dira yang gontai, sedangkah ia malah melangkah dengan lebar.


Dira mengikuti suaminya, langkah kaki yang kecil namun cepat. Mengekori suaminya dari belakang sampai lobi Hotel menemui seorang pria yang kemarin sudah ia kenali.


"Maaf pak, ayo berangkat. Saya dan istri kesiangan. Mohon maaf sekali," ucap Defan dengan sopan seraya mengekori sopir travel yang berjalan ke arah perparkiran hotel.


"Bapak tunggu disini saja, saya akan mengambilkan mobilnya," ucap sopir, meminta Defan dan Dira menunggu di halaman depan hotel tersebut.


Mobil itu terhenti di halaman depan Hotel, sopir dengan sigap membukakan pintu dan mempersilahkan Defan dan Dira masuk.


"Kemana kita hari ini pak?" tanya Defan tanpa mengecek jadwal yang sudah dikirimkan pihak travel kepadanya.


"Bapak belum membacanya? Hari ini jadwal kita ke Uluwatu pak," tutur sopir sembari melirik Defan melalui broadway mirrornya.


"Belum pak. Saya lupa mengeceknya," jawab Defan datar tanpa memperdulikan Dira yang ada disampingnya.


Dira sedang asik menatap layar ponselnya. Ia kembali mencurahkan isi hatinya pada sahabat-sahabatnya melalui obrolan grup watsapp mereka.


...Dira...

__ADS_1


^^^Pening kali aku lihat abang ini loh wee! Marah-marah aja kerjanya, malaslah aku mau menikmati honeymoon tour di Bali ini.^^^


Shinta


Loh memang kenapa lagi kelen? Udah kayak kucing sama anjing aja. Lalap berantam aja kerja kelen dua


Jenny


Ia nggak pernah adem ayem kelen dua. Sekali-kali coba yang mesra. Kan udah suami istri


Carol


Sabar-sabar aja kau ya Dir, kek gitulah kalau dijodohkan. Apalagi kita nggak kenal sifat orangnya kaya mana.


...Dira...


^^^Memang salahku tadi malam, dia terkunci diluar. Tapi aku udah minta maaf loh. Terus pagi-pagi kesiangan bangun, eh dia malah ngamuk-ngamuk. Palak kali aku jadinya bah^^^


Carol


Udah sabar aja lah kau Dir, yang tabah semoga bisa melunakkan hati abang itu. Cieee sok bijak kali aku hehehe


Jenny


Kasih ciuman aja biar kicep tuh orang, nggak marah-marah lagi.


Shinta


We jangan ribut kali kelen, cepat belajar. Udah Dir nikmati aja liburanmu. Kami lagi sekolah loh ini. Udah ya bubar-bubar!!!


Dira hanya bisa pasrah membaca balasan curhatannya pada teman-temannya. Mereka yang sibuk sekolah, sedangkan Dira malah berlibur. Dira pun jadi merasa tak enak hati.


Sepanjang perjalanan muka Dira tertekuk. Ia merengut dengan kesal yang bertubi-tubi. Sedangkan Defan dengan santainya seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.


Mukanya yang dingin dan sikapnya yang arogan membuat Dira semakin dongkol. Tetapi momen honeymoon mereka tak bisa terulang kembali, seharusnya Dira menikmati itu semua.


"Sudah sampai pak," ucap sopir setelah membuka pintu mobil.


"Langsung aja masuk ke pantainya pak," lanjutnya lagi.


Defan dan Dira sampai di Pantai Suluban, tepat dibawah Uluwatu. Ketika menginjakkan kaki, Defan dan Dira sudah disuguhi pemandangan para peselancar yang tengah asik berselancar dengan ombak laut dibawah terik yang menyengat.


Tak lupa mereka juga menyusuri Gua Suluban tampak seperti setting film Pirates of the Caribbean. Strukturnya yang sungguh unik dan eksotis menampilkan kesan misterius dan mistik pada gua ini.


Tapi Defan dan Dira sama-sama cuek, menikmati pemandangan indah ini sendiri-sendiri. Dira yang sibuk berselfi ria, sedangkan Defan hanya menikmati pemandangan indah luar biasa ciptaan Tuhan itu.

__ADS_1


Kemudian Defan dengan asiknya melanjutkan duduk dibawah tenda pantai yang disewakan perjamnya.


Defan malah sibuk mencari makan siangnya disepanjang pinggiran pantai. Karena bangun kesiangan, membuat perut kosongnya terasa lapar. Sebenarnya dia ingin menawarkan juga pada Dira, tapi karena masih kesal, sengaja dia membiarkan Dira yang sibuk seorang diri tengah berselfie ria dengan background pantai didaerah Uluwatu itu.


__ADS_2