
"Mau di sini ajah ah, nunggu abang beres," bisik Dira, lalu menempelkan tubuhnya dan tubuh suaminya. Memeluk punggung Defan dari belakang.
"Abang mau mandi loh, yang! Kok malah dipeluk, kau kan sudah bersih," keluh Defan saat tubuhnya sudah dialiri air hangat.
Dira malah bergelayut manja pada punggung pria itu. Tak mendengarkan apa yang dikeluhkan, ia asik saja bermanja-manja dalam dekapan tubuh belakang suaminya.
"Udah abang mandi aja, aku pengen peluk terus," desah Dira saat tubuh mereka tak berjarak.
Defan pasrah, ia terpaksa mandi sembari dipeluk oleh sang istri. Meski mandinya terusik, ia tampak menikmati ritual pemandian pagi itu. Kapan lagi ia bisa melihat istrinya begitu manja, ingin menempel terus pada tubuhnya.
Tak berselang lama, Defan menyelesaikan ritual pemandian. Kemudian, ia langsung menggendong Dira dengan tubuh yang basah. Menggendong dengan posisi tubuh Dira yang menyamping.
Keduanya sembari terkikik geli melihat tubuh mereka yang toples tengah bermesraan menuju kamar. Bahkan, keduanya sengaja tak memakai handuk, rintik-rintik air pun terjatuh ke lantai setiap mereka melintas.
Defan langsung mengambil handuk yang ada ditempat penggantungan. Langsung memakaiakan pada tubuh Dira. Baru kemudian, ia mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang lain.
*****
Carol, Jenny dan Shinta sudah sangat rapih menunggu kedatangan dua pasutri yang tengah dimabuk asmara. Hampir setengah jam mereka menunggu, tidak ada tanda-tanda kemunculan pasangan itu.
Carol sembari sibuk mencari tempat kunjungan wisata di sekitar. Namun, yang ia pikirkan adalah tempat yang kemarin tidak jadi dikunjungi.
"Kok lama kali bang defan sama si dira?" gerutu Jenny, sudah bosan menunggu setengah jam lamanya.
"Lagi sibuk kali," tandas Shinta.
"Sibuk bikin anak hahaha," timpal Jenny terbahak-bahak, diikuti juga gelak tawa Shinta.
"Hush ... nanti orangnya dengar!" tegur Carol seraya menatap kedua temannya yang asik tertawa.
"Wajarlah, namanya juga suami istri," sambung Shinta setelah membuka sumpalan mulut dengan kedua tangannya.
"Udah sabar aja kelen, bentar lagi juga mereka keluar. Udah kelen cek semua barang? Jangan sampai ada yang tinggal, kita nggak balik ke sini lagi. Langsung pulang ke medan," imbuh Carol.
"Udah kok!" jawab Jenny dan Shinta kompak.
Mereka akhirnya berdiam diri lagi, menunggu kedatangan kedua pasutri yang entah sibuk ngapain.
*****
__ADS_1
"Yang, buruan! Kawanmu udah nungguin itu!" ucap Defan setelah memakai setelan kasual untuk liburan terakhir sekaligus pulang.
"Sabar dong, abang!" Dira masih memakai baju miliknya, dari tadi ia malas memakai baju, hanya memperhatikan suaminya sepanjang waktu.
10 menit yang lalu ...
"Yang, ngapain sih lihat-lihatin abang terus?" gerutu Defan saat kedua manik indah Dira terpaku menatap tubuhnya yang seksi dan kekar.
"Ssst, aku lagi mau nikmatin tubuh suamiku." Dira mengerling, lalu tersenyum-senyum kecil saat melihat suaminya mulai mengenakan pakaian.
"Bang, jangan dipakai dulu!" titah Dira, mencegah agar suaminya tetap saja tak berbusana.
"Ih, dingin loh lama-lama nggak pakai baju, emang mau gituan lagi?" sahut Defan terpaku melihat tubuh Dira yang polos, yang hanya ditutupi oleh handuk.
"Aku masih pengen lihat loh," rengek Dira manja.
Namun, Defan tak menggubris permintaan Dira. Ia tetap saja memakai dalaman serta baju yang telah diambil 'sejak tadi.
Dira hanya memelototi tubuh kekar suaminya. Dengan perasaan ingin terus menempel pada tubuh kekar itu. Namun, mengingat mereka akan berangkat, ia urungkan kembali niat tersebut.
****
"Ayo, buruan!" ajak Defan setelah melihat Dira berpakaian lengkap.
Dira hanya mengangguk, dengan santainya ia memasukkan baju-baju kotor ke dalam tas. Tanpa memperdulikan waktu mereka yang sudah hampir satu jam ditunggu oleh ketiga sahabat Dira.
"Ayo, yang! Jangan lambat kali, nanti kawan-kawanmu marah!" cecar Defan tak sabaran melihat wanita itu berlenggak-lenggok dengan santai.
"Iya, suami! Bentar lagi beres!" Dira mengedarkan pandangan, memastikan tidak ada yang tertinggal.
Lalu, keduanya langsung berjalan gontai ke ruang tamu. Di sana, tiga pasang mata tengah menyorot dengan tajam.
"Kok lama kali sih!" keluh Jenny to the point.
"Iya, Dir! Hampir sejam loh kami nunggu," celetuk Shinta menimpali.
"Hehe! Maklumlah, tadi ada kejadian tak terduga!" ujar Dira, dengan nada penuh penyesalan.
"Tak terduga untuk kelen pasangan suami istri!" tutur Jenny frontal.
__ADS_1
Carol langsung menyumpal mulut Jenny dengan kedua tangannya. Seketika wajah Dira memerah lantaran malu. Namun, Defan bersikap biasa saja bahkan tetap berlagak santai dan sok cool.
"Ayo, jadi mau ke mana?" tandas Defan mengalihkan topik pembicaraan.
"Pantai Batuhoda aja, bang!" sahut Carol antusias.
"Tempat apa itu?" balas Defan.
"Ya, pantai ala-ala pasir putih loh, bang!"
"Jauh nggak dari sini?"
"Nggak kok, bang! Lumayan dekat!" Carol mulai mendorong koper miliknya saat Defan mulai melangkahkan kaki.
Dira pun menempeli Defan, asik mengalungkan tangan dilengan Defan. Ketiga sahabatnya, menganggap hal itu biasa saja, tidak ada yang merasa risih dengan kemesraan yang dipertontonkan oleh Dira.
"Pastikan semua barang nggak ada yang ketinggalan," kata Defan, saat keluar dari vila.
"Aman, bang!" sambar Jenny sedikit berteriak, diikuti anggukan oleh kedua teman lainnya.
Mereka langsung masuk ke mobil setelah menyerahkan kunci dan chekout dari vila tersebut. Tak terasa, hari terakhir liburan akan berakhir.
Mereka bersiap-siap liburan ke Pantai Batuhoda, selama 30 menit perjalanan, tibalah di tempat yang dituju.
Dira sedikit terpukau dengan tempat itu, area yang masih bagian Danau tetapi disetting seperti daerah laut. Pasir pantai yang alami, pohon-pohon besar yang tinggi menjulang di tepian, serta beberapa tempat cocok digunakan sebagai objek foto.
"Wihh ... bagus kali tempat ini," seloroh Shinta takjub melihat sekitar.
Mereka asik berlari-larian disekitar pantai, pemandangan luar biasa untuk tempat wisata yang mereka kunjungi. Bahkan, Dira bersama ketiga sahabatnya asik berfoto di pinggiran danau bertuliskan 0 Kilometer Samosir.
Kemudian, mereka menyusuri pantai, banyak spot foto yang tak lupa diabadikan. Dira dan Defan berselfi ria dengan mesra serta meminta pada Carol agar memotret momen kebersamaan mereka berdua.
Setelah menyusuri Pantai Batuhoda, mereka langsung beralih ke bukit holbung, bukit dengan pemandangan yang indah. Hampir satu jam mengarungi jalanan, mereka tiba di tempat itu.
"Dir, foto di tepian sama bang defan, hati-hati bawahnya jurang!" teriak Carol memperingati.
Dira bersama suaminya langsung menjalankan intruksi dari Carol. Mereka dengan santai mengarungi bukit yang terjal. Defan terus memegangi Dira agar tidak terjatuh.
Perjuangan tak menghianati hasil, sebab jepretan Carol sangat ikonik. Defan dan Dira bergandengan mesra dengan latar di atas bukit dan pemandangan belakang danau toba yang cantik dan luas dengan air berwarna kehijauan.
__ADS_1
"Gantian dong!" teriak Jenny tak mau kalah. Ia juga ingin berfoto dengan background yang indah untuk dijadikan walpaper di ponsel.
Kali ini, ketiga sahabat Dira berfoto bersama. Dengan hati-hati, Defan mengambil beberapa jepretan foto.