
"Dir–Dira? Ngapain disini?" ucap Defan berdiri dengan gugup melihat istrinya yang tiba-tiba ada di depannya.
"Abang lagi karokean? Kok nggak bilang? Tahu gitu kita kan bisa barengan! Aku sama kawan-kawanku di ruangan sebelah." Dira menunjuk ke belakangnya kalau ruangan mereka bersampingan dengan ruangan suaminya.
Defan dan Dania ternyata satu tempat karaoke dengan Dira dan teman-temannya. Awalnya, Dira tak ingin ke tempat ini. Namun, Carol memberikan testimoni kalau ruangan karaoke disini sangat nyaman. Makanannya pun sangat enak.
Dira pun akhirnya memilih ikut saja dengan pilihan Carol. Meski agak jauh dari sekolah mereka tapi tidak perlu memakan waktu perjalanan yang lama hingga sampai ke tempat karaoke itu.
"Loh, abang kan nggak tahu kalau kau kesini! Kalau tahu mau kesini juga, ya pasti abang ajak!" balas Defan dengan dingin.
Ia masih terlihat gengsi di depan teman-teman Dira. Sikapnya yang dingin dana arogan pun muncul kembali.
"Oh ... gitu, yaudah kami boleh ya ikutan nyanyi disini." Dira mulai mendekati Defan.
Sementara Dania hanya terdiam seribu bahasa. Musik itu masih menyala dengan kencangnya, sehingga butuh effort bagi Dira dan Defan untuk berbicara jadi mereka berteriak-teriak daritadi.
Dania tampak kebingungan ketika semuanya masuk ke ruangan itu. Jenny, Carol, Shinta duduk bersebelahan menghimpit Defan.
Sementara Dira duduk disamping suaminya yang berlawanan dengan teman-temannya. Mereka menunggu Dania melanjutkan nyanyiannya.
"Ayo kak ... nyanyi lagi," seru Jenny berteriak agar didengar oleh wanita itu.
"I–iya," jawab Dania terbata-bata. Entah kenapa suasana menjadi canggung dan kikuk. Defan tetap bersantai di tempat duduknya, di dampingi dayang-dayangnya yang berseragam SMA.
Sementara Dania mulai bernyanyi. Melanjutkan satu lagu yang tadi sempat terlantar. Di tempatnya, Jenny sedang asik mengutak-atik romote kontrol untuk mengisi list karaoke mereka yang sempat tertunda.
Carol dan Shinta saling berbisik memberikan kode kalau mereka akan menjaili Dania. "Enaknya ngapain nih?" bisik Carol dengan wajah jailnya.
"Kita gangguin aja yuk si Dania di depan," kata Shinta berbisik. Sementara Dira hanya melihat dari kejauhan dua sahabatnya itu berbisik-bisik.
Defan sengaja dihimpit oleh Jenny dan Dira, disebelah Jenny ada Carol dan Shinta. Sedangkan disamping Dira masih kosong, mungkin akan diisi oleh Dania setelah ia selesai bernyanyi.
Tiba-tiba, Shinta dan Carol maju ke depan mendekati Dania. "Yeee!! Semuanya ayo kita berjoget!" teriak Shinta sambil menggoyangkan tamborin yang disediakan pihak pemilik karaoke untuk memeriahkan dikala mereka bernyanyi.
Shinta menggoyangkan pinggulnya, menggerincingkan tamborin itu ke atas. Dania tampak bingung dengan aksi keduanya yang semakin heboh.
"Ayo kak! Nyanyinya yang serius," teriak Carol dengan lantang sambil melompat-lompat. Shinta dan Carol menghimpit Dania sehingga ia merasa sesak.
Dira dan Jenny hanya menggelengkan kepalanya, terkekeh bersama melihat kelakuan dua sahabatnya yang aneh.
"Abang ikutan dong! Jangan diam aja," ucap Dira setengah berteriak. Namun kepalanya ia condongkan ke arah kuping suaminya agar terdengar jelas.
Defan langsung menggelengkan kepalanya dengan wajah yang datar ketika mendengar tawaran istrinya. Karena pria itu menolak, akhirnya Dira menyentil Jenny.
"Apa?" imbuh Jenny merasa dipanggil oleh Dira. Lalu, Dira pun menunjukkan ponselnya, pertanda kalau Jenny harus segera melihat ponselnya itu. Dira berkirim pesan melalui grup chat mereka.
^^^Dira^^^
^^^Coba kau dorong bang Defan, biar dia nimbrung ke depan hahaha^^^
__ADS_1
Jenny
Kau ajalah! Aku nggak berani! Nanti dikira nggak sopan
^^^Dira^^^
^^^Kalau aku ketahuan kali ada dendam sama dia dan si Dania. Udah kau aja. Biar kicep dia!!^^^
Jenny
Nantilah kucoba! Tunggu beres lagu ini. Atau kita tunggu dua makhluk heboh itu gimana?
^^^Dira^^^
^^^Dua cewek heboh itu aja suruh tarik bang Defan?^^^
Jenny
Ide bagus! Nanti kukodekan ke mereka dua kalau sudah duduk disebelahku.
Defan hanya melirik istrinya yang sedang asik menatap ponsel. Ia semakin penasaran, pesan apa yang dia balas dan dengan siapa?
Carol mengangkat mic satunya, ia ikut memeriahkan lagu yang dinyanyikan oleh Dania. Sebuah lagu dari Adera berjudul 'Lebih Indah'
Dan kau hadir merubah segalanya
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Hu-uh-uh-uh
(Untukku)
"Cieeeee! Asoy asoy!" tandas Carol melalui micnya.
Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar ledekan Carol.
"Lagu buat siapa nih," kata Carol bersorak dengan micnya. Dania seketika menjadi malu. Bahkan dia menjadi salah tingkah karena gurauan dari Carol.
"Adalah buat seseorang," celetuknya masih dengan mic membalas perkataan Carol.
__ADS_1
Dania akhirnya memilih duduk setelah selesai menyanyikan lagu itu. Begitupula dengan Carol dan Shinta. Mereka ikut duduk diposisi awalnya.
Kali ini, lagu Jenny mulai berputar. Lagu dangdut sengaja ia putarkan untuk membuat seisi ruangan semakin heboh. Lagu berjudul 'Hamil Duluan' membuat keempat gadis remaja itu bertepuk tangan.
Dira bahkan tak sungkan untuk menyoraki temannya itu. "Gas ... gas!!" teriak Dira kegirangan karena musik menggelegar mulai heboh di dalam ruangan.
Sebelum bernyanyi, Jenny sudah mengingatkan agar nanti Shinta dan Carol maju ke depan lagi. Namun, kali ini berbeda dengan yang tadi. Jenny mengingatkan agar menarik Defan sehingga ikut bergoyang bersama mereka.
Jenny memulai lagunya, dengan lirik awalnya.
Awalnya aku cium-ciuman
Akhirnya aku peluk-pelukan
Tak sadar aku, dirayu setan
Tak sadar aku, ku kebablasan
"Huuuuuuu ..." teriak Dira penuh kegirangan. Ia masih tetap duduk di tempatnya. Di samping Dira, ada Dania yang sedang menggerutu karena acaranya telah diganggu oleh keempat gadis remaja itu.
"Ayo semuanya!! Bergoyang!!" teriak Jenny sekaligus bergoyang penuh kehebohan.
Ku hamil duluan, sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan, sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan
Ku hamil duluan, sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan, sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan
O-ow, aku hamil duluan
O-ow, sudah tiga bulan
Saat memasuki bagian reff itu, Carol dan Shinta mulai beranjak. Tak lupa, sesuai dengan rencana mereka. Carol menarik lengan Defan. Mau tak mau, Defan pun berdiri. Ia beranjak dari tempatnya. Sementara Dira hanya tersenyum tipis melihat suaminya itu tampak canggung.
"Ayo bang joget!" Shinta memberikan tamborin untuk dipegang oleh Defan meski ia mengambilnya dengan wajah datar serta kebingungan. Mulailah Defan mengayun-ayunkan tamborinnya. Suara gemerincing pun terdengar dalam ruangan itu.
Sementara Dania hanya diam memerhatikan bersama Dira. "Kak Dania sana ikutan joget!" tutur Dira menyenggol lengan Dania dan menunjuk ke arah Defan.
Dania menggeleng malu. Ia bahkan tak berani bertingkah di depan istri sahabatnya. "Enggak ah, kau aja sana," balas Dania dengan wajah penuh kebingungan.
__ADS_1