Paribannya Si Boru Panggoaran

Paribannya Si Boru Panggoaran
bantu-bantu


__ADS_3

Dira baru membaca pesan dari orang tuanya bahwa ia minta untuk datang ke sana. Oleh karena itu, Dira pun tampak berpikir karena dia dan suaminya sudah janjian untuk makan malam bersama dalam perayaan pengangkatan jabatan Defan.


Dira pun tampak kebingungan yang mana harus ia kerjakan dulu, sementara dia pulang kampus di siang hari. Sepertinya dia akan memiliki waktu luang untuk pergi ke rumah keluarganya dengan waktu yang tersisa.


Sebelum Dira menjawab semua pertanyaan sang Bapak dalam pesannya, Dira kembali mengirimkan pesan suaminya untuk meminta izin apakah di diperbolehkan untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya atau tidak. Ternyata Defan sangat mengizinkan apalagi ini menyangkut dengan bisnis baru kedua orang tua istrinya. Devan sangat senang bahwa mertuanya itu sudah memiliki wacana untuk membuka bisnis baru walaupun hanya sekedar di dalam rumah saja.


Tak hanya itu, Dira juga mengajak ketiga temannya, tepat jam 2 siang mereka sudah menyelesaikan jadwal kuliah karena memang sejak pagi mereka sudah ada kelas. Dira ditemani oleh ketiga sahabatnya, mereka menaiki mobil Carol. Saat berkumpul di kantin kampus, Dira yang meminta kepada teman-temannya untuk menemani datang ke rumah keluarganya.


"We, bisa nggak kalian ikut sama aku mau ke rumah orang tuaku, banyak yang harus dibantu. Jadi kalian juga harus ikut bantu, ya!" pinta Dira, saat menatap ketiga temannya secara bergantian.


Tiga temannya itu justru sangat antusias dan mengangguk dengan cepat. Bahkan mereka memang tak memiliki kegiatan apa-apa sehingga mereka sangat setuju untuk datang ke rumah keluarga Dira.


"Ada apa rupanya di rumahmu?" tanya Jenny.


"Ya, emangnya ada apa kok sampai perlu bantuan kita?" sosor Shinta.


"Jadi orang tuaku ternyata baru buka bisnis baru di dalam rumah supaya ada uang tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Nah barulah hari ini mereka belanja jadi katanya minta dibantu untuk menyusun barang-barang," ungkap wanita itu.


"Oh ... yaudahlah, ayo kita langsung gaskan aja!" kata Carol seraya beranjak dari tempatnya karena mereka memang sudah tidak ada kegiatan lagi di kampus.

__ADS_1


"Iya, ayo kita berangkat!" ajak Jenny, mengekori Carol yang sudah lebih dulu berjalan. Shinta dan Dira bergegas berlari, mengejar kepergian Carol dan Jenny.


****


Sesuai rencana awal, Defan tetap ingin melakukan dinner bersama istrinya hanya berdua saja untuk merayakan pengangkatan jabatannya yang baru saja akan diserahkan oleh sang Bapak.


Ia juga melakukan reservasi di sebuah restoran mewah yang memiliki berbagai makanan mewah. Tak lupa, Defan memesankan makanan kesukaan istrinya yaitu steak beef.


Devan juga meminta kepada pelayan agar menyiapkan sebuah live music dan merequest sebuah lagu untuk dinyanyikan saat perayaannya.


Setelah melakukan reservasi, Defan pun kembali melanjutkan pekerjaan. Karena ini masih di siang hari, ia juga masih banyak pekerjaan yang tidak boleh ditinggalkan terutama untuk kasus-kasus yang memang belum terselesaikan.


"Iya, Pak," jawab Juni seraya memikirkan detik-detik proses penyelesaian magang.


Ia meminta pendapat dari bosnya. Apakah dia lebih baik melanjutkan masa kerja sebagai seorang pengacara di firma hukum Defan atau mencari firma hukum lain. Ia pun meminta pendapat dari Defan.


"Pak, saya ingin bertanya, sebentar lagi kan saya selesai masa magang. Kira-kira kalau saya bergabung di firma hukum ini apakah Bapak setuju?" tanya Juni seraya menatap lekat wajah bosnya.


"Wah bagus itu, Jun kau kan bagus bekerja dan sangat teliti. Lebih baik kau bergabung saja di Firma hukum ini, justru lebih gampang jika melalui jalur saya. Tidak perlu ada tes proses masuk pengacara lagi," timpal Defan panjang lebar.

__ADS_1


Peluang Juni semakin besar, tapi ia malah bimbang. Apakah ingin melanjutkan sebagai pengacara di firma hukum saat ini atau mencari firma hukum lain untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baru lagi. Namun mengingat firma hukum yang dimiliki Defan adalah firma hukum terbesar di kota Medan, sepertinya akan cepat mengangkat nama Juni sendiri sebagai seorang pengacara.


"Apa proses masuknya sulit, Pak?" tambah Juni.


"Tidaklah kalau kau atas rekomendasi saya lebih gampang, apalagi kau sudah magang di sini selama selama 1 tahun lamanya jadi kau sudah memiliki track record yang bagus. Nanti saya akan perintahkan kau untuk diterima di firma hukum ini," sahut Defan.


"Baiklah, Pak. Saya akan pikirkan ulang untuk keputusan ini, jika memang sudah benar-benar pasti saya ingin masuk di sini, saya akan mengatakannya kepada bapak!"


"Oke kalau begitu lanjut bekerja lagi," tita Defan seraya kembali membuka berkas yang lain untuk dibaca dan di bedah ulang.


****


Rosma dan Sahat masih sibuk mengurus seluruh barang-barang, mereka tetap menyelesaikan pekerjaannya. Lalu Rosma pun meninggalkan ruang tamu untuk bergegas memasak apalagi Dira sudah mengabarkan bahwa ia bersama teman-temannya akan datang ke rumah. Oleh sebab itu, Rosma juga akan menyiapkan jamuan untuk boru panggoarannya.


"Pak, aku masak dulu lah sebentar, si Dira sama kawan-kawannya kan mau datang. Lagian kita juga kan belum makan!" imbuh Rosma, kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Ya, masaklah! Aku pun dah lapar kali dari tadi kita belum makan loh," ujar Sahat.


Dalam waktu singkat, Rosma langsung mengeluarkan barang bahan masakan dari dalam kulkas. Ia memasak berbagai makanan mulai dari kari ayam hingga, gorengan, mie goreng serta cemilan-cemilan lain.

__ADS_1


__ADS_2