
Di hari pertunangan Rizal mengenakan baju kemeja putih dengan celana jins. Michel mengenakan gaun selutut warna senada tanpa lengan. Kedua keluarga tampak senang juga Michel yg terlihat senyumnya terus merekah menghiasi bibirnya. keputusan untuk menikah menunggu kelulusan karena berbarengan dengan sang abang.
"Zal, kenapa lo ngundurin hari pernikahan lo sih?" Tanya Bang Rama.
"Bang gue gak siap, sebenernya gue mau kuliah dulu sama nunggu-" Jawaban Rizal mengambang. Karena Rizal hampir keceplosan yg tengah mendirikan sebuah cafe di luar kota.
"Nunggu apa Zal?"
"Nunggu lulus lah bang" Jawab Rizal sedikit gelagapan.
"Kelulusan masih jauh Zal, masih lagi 5 bulan. Lo emangnya gak pengen halalin Michel cepet cepet? Sayang banget cewek secantik Michel lo anggurin gitu aja." Goda Bang Rama membuat Rizal semakin sebel.
__ADS_1
"Bang gue balik ya"
"Pamit dulu lo sana sama tunangan lo juga keluarganya. Biar gak di cariin." Bang Rizal masih setia dengan godaannya.
"Lo pamitin aja dah bang." Rizal melangkah keluar tempat acara dan mengendarai motornya ke arah pulang.
Rizal memarkir motornya di garasi rumahnya, namut tak masuk kedalam rumah. Rizal melangkahkan kakinya menuju rumah Cinta. Namun orang tua Cinta melarang Rizal untuk bertemu dengan putri bungsunya. Rizal tak habis akal, Dia mengambil tangga dan memanjat ke kamar Cinta melalui jendela.
Setelah Rizal berhasil masuk ke kamar Cinta ternyata pemilik kamar tidak ada di dalam. Rizal berdiam diri di dalam kamar dengan keadaan lampu mati. Jam 9 malam Cinta baru datang setelah jalan jalan bersama Rico. Cinta memasuki kamar namun tak menyalakan lampu. Cinta menangis sejadi jadinya dengan meneriaki nama Rizal dari balik bantal. Rizal mendengar apa yg di katakan gadis itu tanpa di sadari oleh Cinta.
"Gue Rizal, diem lo kalo enggak kita akan ketauan sama mama papa lo." Bisik Rizal membuat Cinta paham.
__ADS_1
"Lo kenapa ke sini Zal?" Tanya Cinta di sela isak tangisnya.
"Gue kangen lo Cin, Cin lo mau gak janji sama gue?" Tanya Rizal membuat Cinta kaget.
"Janji apa Zal?"
"Tuangguin gue sampek lulus sekolah. Gue mau ajak lo pergi ke kota. Gue udah ada persiapan dari beberapa bulan lalu untuk tempat tinggal kita juga untuk penghasilan kita di sana. Lo bisa lanjut kuliah dan gue juga bisa kuliah. Usaha gue sudah jalan yg di sana. Gue udah ada 2 cabang cafe yg lumayan rame. Jadi kita gak usah minta ke orang tua lagi." Cinta mengangguk dan berjanji.
"Sekarang lo pulang Zal gue gak mau kalo orang tua lo tau lo kesini pasti akan marah banget." Suruh Cinta. Rizal menurut apa yg di katakan Cinta.
Hari hari berikutnya berlalu seperti biasanya. Hanya Rizal dan Cinta sedikit menjauh. Sebenernya gak menjauh juga karena hampir setiap tengah malam Rizal mendatangi Cinta.
__ADS_1
Cinta Pov
Siang ini cuacanya panas, tapi panas sinar matahari di rasakan semua orang. Tapi panas hati gue ya cuma gue yg ngerasain saat gue ketemu Rizal dengan keluarganya pergi makan bersama dengan Michel tunangan Rizal. Rizal manggil gue pas ketemu tapi gue sama Rena dan Nadia milih pisah dari rombongan.